Pinrang, Sulsel – Berandankrinews.com – Minggu (14/4/19) pukul 24.00 wita bertempat di wilayah Kecamatan Balusu Kab. Barru Propinsi Sulawesi Selatan.
Kapolsek Balusu IPDA H. Muhammad Arif SH pimpin langsung penertiban baliho para Caleg, Capres dan Cawapres pada Pileg dan Pilpres tahun 2019.
Adapun yang hadir dalam kegiatan ini :
Anggota bawaslu Kab. Barru Devisi Organisasi dan SDM Farida, S. H.
Ketua Panwaslu Kecamatan Balusu Raoda Rustam, ST.
Kapolsek Balusu Ipda Muh. Arif, S. H. bersama personil Polsek.
Batibung Koramil Soppengriaja Balusu Peltu Herman bersama Bhabinsa se Kec. Balusu.
Satpol PP Kab. Barru.
PPL se Kec. Balusu.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan kepastian rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat wilayah Kecamatan Balusu khususnya dan Sulawesi Selatan umumnya pada masa tenang ini,” jelas IPDA H. Muhammad Arif SH orang nomor satu di Polsek Balusu ini.
Saat dikonfirmasi lewat sambungan WhatsApp-nya, kegiatan ini berlangsung aman kondusif dan terkendali.
Berandankrinews.com – Muda dan enerjik serta petarung terpatri dalam jiwa Srikandi Bone ini berbagai organisasi pernah ia terlibat didalamnya.
Bone Sulsel – Dalam suasana keakraban dan kekeluargaan Sri Rahayu Usmi biasa dipanggil Ibu Ayu, dikediamannya di Jalan Jenderal Gatot subroto depan Rumah Sakit Duta Pancaitana Kelurahan Biru Tanete Riattang Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu 14/4/19.
Jiwa kepemimpinan beliau sejak sekolah dasar sudah terlihat dengan beberapa kali menjabat sebagai ketua kelas bahkan sampai di perguruan tinggi.
Karakter ini turunan dari sang ibu H. Resmi Mulking mantan Kepala Kelurahan Biru dan juga tantenya AKBP Suswaty yang tugas di Polda Sulsel.
Ibu Sri Rahayu juga punya kepedulian dengan masyarakat pinggiran. Itu dibuktikannya dengan selalu turun dan dekat dengan masyarakat suku Bajo di pesisir Teluk Bone menyapa dan bercanda ria dengan warga disana memberikan bantuan alakadarnya.
Disisi keluarga, ibu cantik ini juga tak pernah melupakan bercengkrama dengan anak-anaknya, memberikan mereka kasih sayang disela-sela tugasnya sebagai seorang aktivis organisasi.
Mantan Kepala Desa Mattiro Walie Kecamatan Bonto Cari Kabupaten Bone ini, meniti karier lewat berbagai organisasi baik organisasi kepemudaan, organisasi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat.
Beliau selalu tampil digarda terdepan diorganisasi yang dipimpinnya, ibu dari Andi Novianty Rukmana, Andi Arung Al farabi, Andi Nisa cenning Ugi, Andi Tzania Cinta Wandira, Andi Nira Cahya Naury dan Andi Mangkau Al Gazali ini.
Wanita petarung pantang menyerah dan berhenti untuk berbuat kebaikan baginya membantu adalah bentuk hubungan Hablum minannas atau hubungan manusia dengan manusia.
Sebelum Hablum MinAllah mempererat hubungan manusia dengan Allah, sebagai bentuk perhargaan sebagai orang Bugis Bone yang Makkiade (beradat).
Ibu Ayu selalu menghargai orang lain dengan kata panggilan Puang, intinya jadilah Bening Berkah untuk kemanusiaan
Alam semesta dan takdir tidak pernah salah dalam memilih karena Alam merespon setiap pergerakan manusia.
Bidadari berlampu dari Bone ini aktif di berbagai organisasi karena ingin mewakafkan dirinya untuk kemaslahatan umat. Beliau bisa disejajarkan dengan mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela yang gigih memperjuangkan nasib kaum kulit hitam dari kaum mayoritas kulit putih.
Idrus salah satu aktivis LSM di Bone memberikan apresiasi penuh terhadap perjalanan hidup Sri Rahayu Usmi. Jiwa kepedulian beliau patut dicontoh.
“Mari doakan langkah dan perjalanan beliau untuk menjadi wakil rakyat di DPRD Propinsi Sulawesi Selatan daripartai Nasdem No. urut 7,” tutur Enhul salah satu Letting SMP-nya.
Membangun kebersamaan itu butuh waktu dan proses namun apa yang dilakukan oleh Enhul bersama teman-temannya dalam Komunitas Alumni SMP Negeri 4 Watampone Angkatan 93 patut diberi jempol.
Bone, Sulawesi Selatan – Berandankrinews.com – Sabtu, (13/4/19) pukul 20.00 wita bertempat di Dusun Pao Bajo’e Tanete Riattang Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan.
Komunitas Alumni SMP Negeri 4 Watampone Angkatan 93 ini sedang melakukan kegiatan silaturahmi dengan semua anggota. Makan malam bersama dalam acara makan ikan bakar.
Enhul pentolan komunitas ini menuturkan kegiatan-kegiatan positif komunitas ini, bukan hanya silaturahmi dengan teman-teman anggota semata untuk membangun keakraban.
“Adapun kegiatan yang sering kami lakukan diantaranya memberi bantuan pada orang yang memang membutuhkan, arisan bersama semua anggota dan kegiatan positif lainnya,” sambung Firman diamini oleh Herman.
“Komunitas Alumni SMP Negeri 4 Watampone Angkatan 93 ini siap mensukseskan Pileg dan Pilpres 2019 yang aman damai dan kondusif.” jelas Muh Noer didampingi teman-teman letting nya.
“Pilpres dan pileg 17 april 2019 adalah sejarah baru demokrasi Indonesia karena pemilihan langsung serentak memilih Presiden & Wakilnya serta memilih calon-calon wakil rakyat baik pusat, provinsi dan kabupaten,” tutur Samirkan.
Makassar – Berandankrinews.com – Brorivai Center (BRC) menggelar Table Talk ke empat di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (12/4).
Kegiatan yang berlangsung menjelang minggu tenang pemilu ini dipandu langsung oleh Founder BRC Dr. Abdul Rivai Ras serta dihadiri oleh sejumlah elemen masyarakat dan khalayak luas yang peduli kepemimpinan dan masa depan bangsa.
Dalam table talk yang dikemas dengan metode bincang publik bersama para praktisi dan kombinasi akademisi ini, menghadirkan Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio dan Gubernur Sulsel Dr. Ir. HM. Nurdin Abdullah, M.Agr. sebagai panel pembicara utama.
Pada table talk ke empatnya kali ini, BRC mengangkat tema “Mencari Pemimpin Berwawasan Nusantara”. Professor Marsetio menegaskan bahwa pemimpin ideal bagi masa depan Indonesia mutlak berwawasan Nusantara. Pernyataan ini disampaikan di tengah-tengah hiruk pikuknya proses menentukan politik menjelang pesta demokrasi pemilihan presiden 17 April mendatang.
“Pemimpin yang kita butuhkan harus paham tentang Indonesia sebagai negara kepulauan dan idealnya karakter yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mampu mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim”, ungkapnya.
Dari sejumlah pemimpin atau presiden yang pernah ada kata Marsetio, hanya Presiden Joko Widodo yang berani mengukuhkan dan mendeklarasikan Indonesia sebagai poros maritim dunia di kancah internasional.
Momentum bincang dan dialog publik ini yang dikenal BRC Table Talk Series, dimotori oleh Brorivai Center di Makassar secara berseri yang kali ini juga menghadirkan Professor Dr. Ir. Nurdin Abdullah, turut memperkuat kriteria pemimpin yang layak bagi Indonesia ke depan.
Karena itu, kedua narasumber baik Prof. Nurdin Abdullah maupun Prof. Marsetio mempunyai kecenderungan yang sama yang merefleksikan sejumlah konsep karakter pemimpin dan pengalaman empirik – best practices.
“Pemimpin ideal yang didambakan adalah mampu memberdayakan sumber daya alam (SDA) Indonesia secara optimal khususnya di sektor maritim, disamping memiliki kualitas kepemimpinan yang baik, berintegritas, sederhana, jujur dan bersih,” jelas Gubernur Sulsel.
Pinrang, Sulsel- Berandankrinews.com – Babinsa Koramil 1404-05 Kodim 1404/Pinrang Serka Muhammad Hatta memberikan awasan kebangsaan (Wasbang) kepada pelajar SDN 274 Paleleng, Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang yang diikuti oleh 67 siswa dan siswi, Jum’at, (12/04/2019).
Hal tersebut dilakukan oleh Babinsa Serka Muhammad Hatta karena Sekolah Dasar merupakan jenjang pendidikan dasar yang memiliki posisi strategis dalam membentuk dasar-dasar mental dan perilaku generasi muda bangsa.
Pada fase usia seperti ini tentunya sangat penting diberikan bekal wawasan yang memadai untuk mewarnai perjalanannya meraih cita-citan dimasa yang akan datang.
Sesuai dengan levelnya, pemberian wawasan tersebut disesuaikan usianya, sehingga mudah dicerna, dipahami dan dimengerti untuk dilaksanakan dalam kehidupan siswa-siswi di tingkat Sekolah Dasar.
Babinsa Serka Muhammad Hatta mengatakan bahwa dalam pemberian materinya disesuaikan dengan kemampuan daya pikir anak setingkat SD yaitu dengan pola mengajak kembali untuk menginggat nama-nama para Pahlawan Nasional serta perjuangannya, menyanyikan lagu-lagu nasional, penanaman nilai-nilai saling menghormati, kesetiakawanan, sopan santun dan giat belajar sebagai bagian dari perjuangan adik-adik siswa-siswi sekolah dasar.
Sehingga tumbuh rasa bela negara, rasa cinta tanah air dan berwawasan kebangsaan yang nantinya dapat menjadi generasi yang berkompeten dalam menjaga kedaulatan NKRI.
“Pemberian pemahaman terhadap Wawasan Kebangsaan utamanya kepada anak-anak SD memiliki nilai yang sangat strategis. Hal ini tentunya dalam rangka pembinaan sumber daya manusia, khususnya anak-anak dan generasi muda untuk lebih mencintai tanah airnya, memiliki rasa bela negara, memiliki semangat juang dalam belajarnya serta tumbuh rasa saling menghormati antar sesama semenjak dini serta untuk menunjang pertahanan semesta sebagai sitem pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambah Babinsa.