Sinergitas TNI Polri Di Hulu Sungai Tengah

BARABAI – Sinergitas TNI Polri di wilayah Hulu Sungai Tengah sudah tidak diragukan lagi.
Dalam berbagai kegiatan TNI Polri dan Pemerintah Daerah Hulu Sungai Tengah selalu berpadu.Salah satunya yang dilakukan oleh Danramil 1002-01/Birayang Kapten Inf Subhan, Plh Danramil 1002-02/Ilung Pelda Riyanto bersama Kapolres HST AKBP Danang Widaryanto,SIK menaman pohon dihalaman Polsek Birayang dan Perumahan Polsek Batara, Selasa (21/01/2020).

Penamanan pohon ini merupakan bentuk kepedulian TNI dan Polri terhadap lingkungan agar menjadi hijau dan asri sekaligus sebagai penyaring udara menjadi lebih sejuk.

Kegiatan penamanan pohon ini dilaksanakan disela-sela kunjungan kerja Kapolres HST AKBP Danang Widaryanto,SIK di polsek jajaran.

Danramil 1002-01/Birayang Kapten Inf Subhan usai mengikuti kegiatan kunjungan kerja dan penamanan pohon bersama Kapolres HST menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan bersama Polri ini merupakan wujud sinergitas TNI Polri dilapangan yang semakin kompak dan solid “katanya.

Jelang pelaksanaan pilkada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah tentunya kami TNI (Kodim 1002/Barabai) bersama Polri akan semakin giat lagi melaksanakan patroli gabungan dan anjangsana kepada warga masyarakat dalam rangka menyukseskan pelaksanaan pesta demokrasi rakyat agar berjalan dengan lancar dan aman tanpa adanya gangguan dari pihak manapun.

Kebersamaan dan silaturahmmi yang sudah terjalin dengan baik dan harmonis adalah modal kita dalam menciptakan Hulu Sungai Tengah yang aman dan kondusif,”tegas Subhan.

(pendim1002).

Terkait Kasus Rosnawati dengan Pihak PLN ketua DPD APKAN RI Angkat Bicara

WATAMPONE – Kasus ibu Rosnawati Yang Nama NIK Nya terdampar di NTB Dan kabarnya Atas Nama Moh Febby sampai saat belum ada kabar dari PLN ,Bahkan.

Terkesan didiamkan begitu saja padahal data yang dari capil sudah benar dan Pihak Capil siap mempertanggung jawabkan atas adanya Nik ganda yang sebutkan pihak PLN Hasanuddin dan pihak korban juga jika kasus Yang menimpanya diusut tuntas

Adanya NIK ganda yang terdampar ke daerah lain yaitu NTB atas nama Moh Febbi diduga Karena Adanya pemalsuan data jadi seharusnya pihak PLN sudah melayani penyambungan barunya yang atas nama Rosnawati bukan untuk didiamkan begitu saja karena DP sudah masuk ke PLN jadi ada apa sebetulnya di PLN jelas Rosnawati

Hal inilah yang menjadi penyebab Security ULP PLN biru menahan Wartawati media online Buser kriminal,Andi Ida beberapa waktu yang Lalu bolehkan Masuk tapi oknum Security sempat mengancam Wartawati Ini.

Ketua DPD Apkan RI kabupaten Bone
Sudirman angkat bicara terkait Masalah Ini Kasus Yang menimpa Rosnawati kami menduga banyak korban lainnya ini jelas ada Unsur Pidananya Ungkapnya
Selasa 21-02-2020
Dihubungi Via WhatsApp pribadinya

Redaksi

Dandim 1002/Barabai Kunker ke Koramil Jajaran Ini Pesannya

BARABAI – Komandan Kodim 1002/Barabai Dandim 1002/Barabai Letkol Inf Muh.Ishak H.Baharuddin S.I.P,M.I,Pol bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Kodim 1002 Koorcab Rem 101 PD VI/Mulawarman didampingi oleh Perwira Staf dan para Danramil melaksanakan kunjungan kerja di Koramil jajaran.Selasa (21/01/2020).

Kali ini Dandim Barabai bersama rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Koramil 1002-04/Pantai Hambawang di Jalan Jamil Pantai Hambawang dilanjutkan ke Koramil 1002-08/Kasarangan di jalan Raya Kasarangan dan berakhir di Koramil 1002-05/Pandawan di Jalan Batuah Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Dalam kesempatan bertatap muka dengan seluruh anggota dan persit jajaran, Dandim 1002/Barabai Letkol Inf Muh.Ishak H.Baharuddin S.I.P,M.I,Pol menyampaikan beberapa penekanan dan arahan yang harus dilaksanakan oleh seluruh anggota diantaranya,: Satuan komando kewilayahan mempunyai fungsi lebih konsen ke pembinaan wilayah, untuk menciptakan kondisi wilayah yang kondusif laksanakan monitoring wilayah bersama Bhabinkamtibmas dan komponen masyarakat, Apalagi menjelang pilkada di Hulu Sungai Tengah, Babinsa harus lebih aktif lagi di wilayah binaan masing-masing.

Manfaatkan waktu luang dengan berolahraga ringan dan makan dengan asupan gizi yang seimbang, karna seiringnya waktu kita di satuan kewilayahan kita lupa untuk menjaga kesehatan kita,”katanya.

Lebih lanjut Muh Ishak H.Baharuddin mengingatkan kembali kepada seluruh anggota dan Persit agar lebih berhati-hati dalam berkendaraan,lengkapi administrasi/surat-surat kendaraan dan periksa kendaraan secara rutin untuk menghindari kerugian personel dan materiil.

Bina rumah tangga dengan harmonis, adanya selisih paham ataupun beda pendapat didalam rumah tangga adalah hal yang wajar,jadikan perbedaan tersebut suatu pemicu/cambuk untuk lebih mengharmoniskan rumah tangga kalian.

Terkait beredarnya isu tentang Asabri, untuk seluruh anggota tidak usah kawatir karena melalui Menkopulhukam menjamin bahwa dana yang tersimpan di Asabri masih aman.

Jangan ikut ikutan dengan investasi yang tidak mempunyai legalitas atau berbadan hukum yang jelas karena akan merugikan kalian sendiri.

Bijak bermedia sosial,jangan terpengaruh dengan dunia maya, jaga anak anak kita agar tidak ketergantungan dengan Handpone.

Tetap jaga sinergitas tiga pilar (TNI-Polri dan pemerintah daerah/kecamatan) dalam melaksanakan tugas sebagai satuan teritorial dalam rangka mendukung tugas pokok satuan.

Diakhir arahannya Muh.Ishak H.Baharuddin S.I.P,M.I,Pol mohon dukungan kepada seluruh anggota dan Persit dalam menjalankan amanah memimpin satuan Kodim Barabai agar lebih maju dan profesioanl,”harapnya.

(pendim1002).

Pengambilan Sumpah Janji Jabatan dan Pelantikan Pejabat Pengawas, ini Pejabat yang dilantik.

WAJO – BKPSDM Kabupaten Wajo dibawah pimpinan Drs. Herman, AL kembali melaksanakan acara Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Pejabat Pengawas di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Senin 20 Januari 2020.

Dalam acara ini Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. mengambil Sumpah dan melantik Pejabat Pengawas lingkup Pemerintah Kabupaten Wajo.

Adapun nama nama Pejabat tersebut yang di Sumpah dan dilantik, dimana dibacakan bahwa Pengangkatan kembali pengukuhan dalam jabatan Pengawas diantaranya Lurah se Kabupaten Wajo dan Jabatan Pengawas di 14 Kantor Kecamatan di Kabupaten Wajo, diantara nama nama Lurah tersebut diantaranya.

Andi Tatta, S.Sos., M.M. menjadi Lurah Limpomajang Kecamatan Majauleng.

Andi Samang, S.Sos menjadi Lurah Paria Kecamatan Maniangpajo.

Andi Cege, S.P menjadi Lurah Macanang Kecamatan Majauleng.

H. Andi Syarifuddin, S.Sos menjadi Lurah Uraiyang Kecamatan Majauleng.

Haeruddin, SE menjadi Lurah Sompe Kecamatan Sabbangparu.

Jamadi, A.Md menjadi Lurah Talotenreng Kecamatan Sabbangparu.

Andi Hasanuddin, S.Sos menjadi Lurah Walennae Kecamatan Sabbangparu.

Akis Wandi, S.Sos., M.Si menjadi Lurah Baru Tancung Kecamatan Tanasitolo.

Andi Wahida, S.Sos menjadi Lurah Mappadaelo Kecamatan Tanasitolo.

Agus Setiawan Rasyid, S.Sos menjadi Lurah Pincengpute Kecamatan Tanasotolo.

Asrijal, S.Sos menjadi Lurah Tancung Kecamatan Tanasitolo.

A. Herman, SE menjadi menjadi Lurah Solo Kecamatan Bola.

H. Suardi, S.Sos menjadi Lurah Cina Kecamatan Pammana.

Siska, S.IP menjadi Lurah Pammana Kecamatan Pammana.

Muhammad Idris, S. Sos menjadi Lurah Bulete Kecamatan Pitumpanua.

Muhammad Annas, S.P menjadi Lurah Benteng Kecamatan Pitumpanua.

Sudirman, S.Sos menjadi Lurah Tobarakka Kecamatan Pitumpanua.

Basri, S.Sos menjadi Lurah Siwa Kecamatan Pitumpanua.

Besse Suarni, S.H menjadi Lurah Lurah Bocco Kecamatan Takkalalla.

Hasdil, S.Sos., M.Si menjadi Lurah Atakkae Kecamatan Tempe.

Abdur Rahman, S.Sos menjadi Lurah Bulupabbulu Kecamatan Tempe.

Andi Bakti Purna Yudha, S.Sos menjadi Lurah Cempalagi Kecamatan Tempe.

Masniati, S.Sos menjadi Lurah Laelo Kecamatan Tempe

Andi Zainal Arifin AB, S.E menjadi Lurah Lapongkoda Kecamatan Tempe

Sabran, S.Sos menjadi Lurah Maddukelleng Kecamatan Tempe

Takbir, S.Sos menjadi Lurah Mattirotappareng Kecamatan Tempe

Andi Parawangsyah, S.IP menjadi Lurah Padduppa Kecamatan Tempe

Andi Bau Salman Sulolipu, S.E., M.M menjadi Lurah Pattirosompe Kecamatan Tempe

Andi Mursalim Tahir, S.Sos menjadi Lurah Salomenraleng Kecamatan Tempe.

Muhammad Basri Cinda, SE., M.M menjadi Lurah Siengkang Kecamatan Tempe.

Yusriadi, S.Sos menjadi Lurah Sitampae Kecamatan Tempe

Andi Ismira Dhian Yuniartie, SE menjadi Lurah Tempe Kecamatan Tempe

Agussalim, S.Sos.menjadi Lurah Watallipue Kecamatan Tempe

Kasmawati Wellang, S.H., M.Si menjadi Lurah Wiringpalannae Kecamatan Tempe

Irham Susamdana, S.IP menjadi Lurah Teddaopu Kecamatan Tempe.

Andi Jaya, S.Sos menjadi Lurah Belawa Kecamatan Belawa

Basir, S.Pd menjadi Lurah Malakke Kecamatan Belawa

Andi Muhammad Basri, S.H menjadi Lurah Macero Kecamatan Belawa.

Andi Salmani, SE menjadi Lurah Anabanua Kecamatan Maniangpajo.

Muhammad Jufri, SE menjadi Lurah Dualimpoe Kecamatan Maniangpajo

Faisal, S.H menjadi Lurah Tangkoli Kecamatan Maniangpajo

Syamsuddin, S.Sos menjadi Lurah Gilireng

Arifuddin, S.Sos menjadi Lurah Ballerre Kecamatan Keera

Tawil, S.Sos menjadi Lurah Doping Kecamatan Penrang

Takdir, S.Sos menjadi menjadi Lurah Akkajeng Kecamatan Sajoanging.

Sitti Ruhama, S.H., M.Si menjadi Lurah Assorajang Kecamatan Sajoanging.

Muh. Akhsan, S.IP menjadi Lurah Minangae Kecamatan Sajoanging.

Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si dalam arahan dan sambutannya menyampaikan bahwa yang dilantik hari ini sebanyak 135 orang dan menyampaikan bahwa atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo mengucapkan terima kasih kepada BKPSDM Wajo dan jajarannya juga kepada tim Baperjakat yang telah bekerja siang malam, termasuk dia dan Wakil Bupati sudah 2 malam sampai subuh untuk memfinalisasi.

“Tidak segampang dan semudah itu menentukan, ini melalui proses panjang dan dinamika dan kajian analisis mencari informasi, sehingga saudara-saudara pada kesempatan ini yang menjadi pilihan dan kesempatan untuk mengawal pemerintahan sampai 2024,” ungkap Bupati Wajo.

“Saya bersama Wakil Bupati Wajo telah mengembang tugas dan tanggung jawab yang sangat berat ini, untuk kita akselerasi bersama, sehingga dibutuhkan tim work dan kecakapan sinergitas dan semangat kerja keras, semangat kerja ikhlas dan semangat kerja cerdas, kalau ini yang dihadirkan yang ketiga-tiganya maka kita menjadi pelayan yang baik,” kata Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos.,M.Si.

Dikatakan kalau paradigma kepemimpinan yang dia ingin satukan persepsi dari semuanya dikesempatan ini, bahwa diamanatkan untuk menjadi pelayan bukan yang mau dilayani, ini mindshet yang harus disepakati bersama mulai dari Bupati sampai ke bawah, diberi tanggung jawab, digaji negara, diberi kesempatan dan diberi prestise untuk menjadi pelayan masyarakat.

“Agar masyarakat merasakan layanan yang cepat, layanan yang mudah, layanan yang murah, bahkan layanan yang tidak membebani lagi masyarakat kita, inilah yang kita jadikan komitmen bersama, olehnya itu saya bersama Wakil Bupati bersama Sekda akan melakukan evaluasi terus menerus di samping evaluasi persemester, evaluasi perbulan dan evaluasi setiap saat,” ungkap Bupati Wajo.

Juga disampaikan kalau evaluasi yang praktis yang bisa menjadi indikator cepat adalah, bagaimana masyarakat merasakan kehadiran Pemerintah, memberi layanan yang terbaik, makanya itu setelah saudara di sumpah janji, saudara dilantik, saudara emban tugas ini, makanya tanggung jawab bersama adalah mengawal dengan baik dan dia tidak ingin mendengar lagi keluh kesah masyarakat dalam layanan.

“Ini sudah menjadi komitmen kita, kita sudah mengambil sebuah simbol kencang yang namanya gas full, memberi layanan terbaik dan tidak ingin mendengar lagi ada masyarakat terlayani tidak adil, merasa terlayani diskriminatif, dibeda-bedakan ini menjadi komitmen yang menjadi indikator utama saya bersama Wakil Bupati untuk mengevaluasi dengan cepat,” kata Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos.,M.Si.

Bupati Wajo juga katakan kalau untuk mencapai visi 2024, adalah menghadirkan pemerintah amanah menuju Wajo yang maju dan sejahtera, pemerintah yang amanah adalah pemerintah yang jujur, pemerintah yang bersih, pemerintah yang hadirkan good governance, Clean governance dan sound governance.

“Harapan kami, tidak ada lagi masyarakat kita yang terkotak-kotak dibawah, karena pasti saja apa yang kita lakukan hari ini, ada yang puas dan tidak puas, makanya inilah yang kita mau, dengan menguji saudara-saudara dalam kepemimpinannya, untuk bisa berkonsolidasi cepat agar masyarakat bisa menerima dengan baik kehadiran kita,” jelas Bupati Wajo.

Dikatakan kalau bagaimana upaya melakukan pendekatan emosional, melakukan pendekatan pendekatan budaya, pendekatan norma-norma yang dimiliki, adat-istiadat, kearifan lokal sehingga menjadi tugas utama saudara sekalian cepat berkonsolidasi, sehingga tidak ada lagi laporan keluh kesah masyarakat yang tidak terlayani.

“Tidak ada lagi Pammase, tidak ada lagi Barakka, semua itu sudah menyatu sudah mendapat layanan yang baik, Jangan buang waktu kita untuk mengurus yang tidak ada manfaatnya, dan jadikan semua itu menjadi hal yang positif untuk bisa berbenah lebih baik lagi,” ungkap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

Dalam acara ini Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE juga menyampaikan sambutan dan arahannya yang mengatakan kalau berkumpul di tempat ini dalam rangka pengambilan sumpah dan janji pejabat eselon IV termasuk Lurah.

“Saya ingin menyoroti bapak dan ibu Lurah yang baru saja dilantik dan semua perangkatnya, tentunya saya ucapkan selamat bekerja tantangan ke depan 2020 sangat berat apa kekurangan kita di 2019, dan sesuai apa yang saya canangkan bersama Bapak Bupati yaitu gas full di 2020,” ungkap H. Amran, SE.

“Saya minta kepada kita semua untuk bekerja dan berpedoman visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Wajo, ada 25 program yang telah dicanangkan, dan Insya Allah 4 tahun ke depan, 25 program yang telah dicanangkan, Insya Allah akan kami tuntaskan bersama untuk kesejahteraan masyarakat Wajo,” H. Amran, SE menambahkan.

Dikatakan kalau yang baru saja disumpah dan diucapkan, tapi dia minta jangan cuma diucapkan di lisan saja, akan tetapi diresapi, dihayati untuk diimplementasikan, bekerja untuk melayani masyarakat, pengelolaan keuangan harus transparansi dan akuntabel

“Khusus kepada Lurah, saya meminta kepada kita untuk melakukan inovasi pelayanan masyarakat diera digital 4,0, lakukan inovasi untuk melayani masyarakat terutama pelayanan KTP, Kartu Keluarga dan kartu kematian,” jelas Wakil Bupati Wajo.

Wakil Bupati Wajo katakan kalau salah satu program pemerintah, yaitu menciptakan 10.000 wirausahawan baru, bagaimana daerah yang lahannya tidur untuk bisa dibangkitkan, sehingga ekonomi bisa berputar.

“ASN digaji negara, bagaimana kita melayani masyarakat dengan prioritas sehingga masyarakat terlayani dengan puas,” tutup H. Amran, SE.

( HUMAS WAJO)

Unit Identifikasi Satreskrim Polres Palopo Olah TKP Kebakaran Rumah

PALOPO – Selasa 21 Januari 2020 sekitar pukul 02.00 Wita bertempat di Jl.Yogi S. Memet Kel. Sendana Kec. Sendana Kota Palopo telah terjadi kebakaran rumah permanen milik Sdri. HAMRIAH, Umur 65 tahun, Pek. Tidak Ada, Alamat Jl. Yogi S. Memet Kel. Sendana Kec. Sendana Kota Palopo.

Menurut keterangan saksi mata di TKP Perp. MAWARTI, Umur 47 tahun, Pek. PNS, Alamat Jl.Yogi S.Memet RT 01 RW 01 Kel. Sendana Kec. Sendana Kota Palopo bahwa pada saat saksi beristirahat di dalam kamar rumahnya (tetangga Korban) saksi melihat ada api yang berasal dari dapur rumah Korban Perp. HAMRIAH kemudian saksi membangunkan suaminya dan langsung berteriak kebakaran, dan SAKSI BERGEGAS MEMATIKAN SKRING LAMPU RUMAHNYA.

Dan menurut keterangan keponakan Korban An. KIKI ARIANI, Umur 23 tahun, Pek. Honorer Puskesmas Sendana yang tinggal serumah dengan Korban menjelaskan bahwa dirinya beristirahat dikamarnya sekitar pukul 24.00 Wita dan sekitar pukul 01.51 terbangun karena mencium bau asap dan merasa panas.

Sekitar 02.15 Wita pemadam kebakaran tiba di TKP dengan mengerahkan 4 (Empat) unit armada untuk memadamkan api dan sekitar pukul 03.10 Wita api berhasil dipadamkan.

Dalam kebakaran tersebut tidak ada Korban jiwa namun kerugian materiil ditaksir sebesar Rp. 250.000.000,-

Tindakan yang dilakukan :
1. Mendatangi tkp/pasang polis line
2. Melakukan pemotretan di tkp
3. Mengamankan barang berupa
1. 2 buah Kompor gas
2. Potongan kabel listrik
3. Atap seng
4. 1 buah tabung gas 3 kg
5. Panci berisi nasi
6. Potongan kayu
Kronologis
1.Awal mula api diduga berasal dari rumah dapur yang berseblahan/terpisah dengan rumah tempat tinggal korban.

2.Rumah dapur milik korban terbuat dari bahan kayu, dinding kayu dan atap seng sedangkan rumah tinggal milik korban yang terbakar terbuat dari bahan semen, dinding batu bata,atap seng.

3.Adapun dugaan sementara penyebab terjadinya kebakaran yakni diduga berasal dari kompor gas yang berada di rumah dapur.

Laporan kontributor Palopo