Biro SDM Polda SulSel Mengadakan Program P2B Dengan Memanfaatkan Lahan Kosong

MAKASSAR – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan memanfaatkan lahan kosong secara produktif, Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sulawesi Selatan menginisiasi program pemanfaatan lahan kosong dengan membuat pekarangan pangan bergizi. Kegiatan ini dilakukan dengan menanam berbagai jenis sayuran seperti terong, tomat, dan cabai merah di area sekitar kantor biro.

Program ini merupakan wujud nyata dari komitmen Polda Sulsel dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan serta menjaga ketersediaan bahan pangan sehat dan bergizi bagi anggota kepolisian dan masyarakat sekitar.

Kepala Biro SDM Polda Sulsel mengatakan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk menginspirasi personel dan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan serta memanfaatkan lahan yang ada untuk hal-hal produktif. Selain sebagai sumber pangan, kebun sayur ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi dan peningkatan kepedulian terhadap pola hidup sehat.

Dengan semangat gotong royong, para personel Biro SDM bersama-sama merawat dan memanen hasil tanaman secara berkala. Diharapkan, program ini dapat menjadi contoh positif bagi instansi lain dalam mewujudkan lingkungan kerja yang hijau, produktif, dan berkelanjutan.

Putra Daeng

Patroli Biru Polsek Tempe Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif di Malam Hari

WAJO – Dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta tindak kriminalitas di malam hari, jajaran Polsek Tempe melaksanakan kegiatan Patroli Biru (Blue Light Patrol) pada Rabu malam, 18 Juni 2025, mulai pukul 21.30 WITA.

Kegiatan patroli tersebut dipimpin oleh AIPTU Syahrir Wijaya, S.H., dan menyasar sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polsek Tempe, termasuk area pasar malam Terminal Sengkang, rumah bernyanyi, pertokoan, rumah toko, dan objek vital seperti bank BUMN, Alfamart, serta SPBU di Kecamatan Tempe.

Kapolsek Tempe, AKP Candra Said Nur, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan patroli dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bagian dari program prioritas Polres Wajo dalam menekan angka kejahatan, khususnya pada jam-jam rawan.

“Patroli mobiling ini merupakan salah satu upaya preventif kami dalam menciptakan suasana aman dan kondusif di tengah masyarakat. Selain mencegah tindak pidana, kami juga membangun komunikasi aktif dengan masyarakat,” ujar AKP Candra.

Dalam patroli tersebut, personel juga menyempatkan diri menjalin silaturahmi dengan tokoh masyarakat, sembari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.

Kapolsek menambahkan, apabila masyarakat menemukan potensi gangguan kamtibmas atau tindakan yang meresahkan, agar segera melaporkannya ke Polsek Tempe atau melalui layanan pengaduan Polri di nomor 110.

**Kasi Humas Polres Wajo**/ Vetty Rilla

Peresmian Gereja Raja Damai, Pemerintah Apresiasi Peran Umat dalam Membangun Kerukunan

NUNUKAN – Gedung Gereja Anglikan Raja Damai Jemaat Sei Menggaris, Desa Srinanti, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan resmi ditahbiskan, Rabu (18/6/2025). Peresmian ini berlangsung khidmat dan penuh sukacita, dihadiri oleh umat dan para undangan.

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri yang diwakili oleh Plt. Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD), Yance Tambaru. Dalam acara tersebut, Yance juga turut mengikuti seluruh rangkaian ibadah pentahbisan.

Rangkaian kegiatan dimulai dari penyambutan tamu dengan pengalungan bunga, dilanjutkan dengan ibadah pentahbisan gedung gereja dan pelantikan Gembala Sidang jemaat setempat. Di tengah ibadah, juga dilaksanakan Sakramen Perjamuan Kudus.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Yance Tambaru, Bupati Irwan Sabri menyampaikan selamat atas peresmian gereja tersebut. Ia berharap gedung gereja yang megah ini dapat menjadi berkat dan bermanfaat bagi umat Kristiani di Sei Menggaris.

“Gunakan gereja ini sebagai tempat ibadah dan pusat pelayanan kepada umat serta masyarakat. Jadikan gereja ini sebagai terang bagi semua tanpa terkecuali. Teruslah melayani dan membantu siapa pun yang membutuhkan,” pesan Bupati Irwan.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Nunukan agar masyarakat dapat beribadah dengan damai dan nyaman.

“Kerukunan dan persatuan sangat penting untuk mendukung agenda pembangunan demi kemajuan dan kesejahteraan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Uskup Anglikan Diosis Sabah, The Right Reverend Datuk Melter Jiki Tais, menyampaikan rasa syukurnya atas pembangunan gereja ini.

“Gereja bukan hanya simbol atau bangunan fisik, melainkan rumah tempat umat berkumpul untuk memuji Tuhan. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, khususnya kepada Pemerintah Indonesia yang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan gereja ini,” ujarnya.

Gubernur Kalimantan Utara yang diwakili oleh Kepala UPTD Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Nunukan, Roy Leonard Agus, S.Hut, dalam sambutannya menyebut bahwa pembangunan gereja ini bukan semata-mata soal infrastruktur, tetapi wujud nyata dari iman dan harapan umat.

“Gereja ini diharapkan menjadi pusat kegiatan positif, tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga pendidikan, pembinaan moral generasi muda, serta pelayanan sosial yang berdampak luas bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan hadirnya gereja ini, masyarakat di wilayah perbatasan, khususnya di Sei Menggaris sebagai gerbang utara Indonesia, diharapkan semakin semangat dalam membangun kehidupan rohani dan sosial yang harmonis.

(PROKOMPIM)

Silaturahmi dan Bertukar Pikiran, FKUB Kabupaten Nunukan Kunjungi Rumah Rumah Ibadah di Kota Samarinda

NUNUKAN – Masih seputaran mengunjungi Rumah Ibadah yang berada di Kota Samarinda, bila kemarin mengunjungi Gereja Katedral Samarinda, Masjid Islamic Center Samarinda, Kelenteng Thien Ie Kong Samarinda, kembali FKUB Kabupaten Nunukan mengunjungi Maha Vihara Sejahtera Maitreya, Vihara Muladharma, Pura Jagat Hita kirana, Mesjid Al Aziziyah LDII, kemudian terakhir mengunjungi Christian Center Kaltim, Rabu 18 Juni 2025.

Dalam kunjugannya, FKUB Nunukan didampingi Kabid Kewaspadaan Nasional Bakesbangpol Kab. Nunukan Widodo yang Mewakili Wakil Bupati Nunukan disambut dengan kebahagiaan dari perwakilan di masing-masing rumah ibadah.

Di Rumah Ibadah Hindu, Maha Vihara Sejahtera Maitreya, disambut oleh Sekretaris umum Suganda dan humasnya Metta Virya Monica yang mewakili romo pandita Hendri Suwito menyambut dengan terbuka serta mengenalkan beberapa Budha yang mereka yakini, seperti Budha Maitreya dapat diartikan Budha Cinta Kasih kemudian ada 3 budha meyertai Budha Maitreya, yaitu Budha Bodhisatva Satya Kalama atau biasa disebut Budha Kwangong ( Dewa setia, loyal sama Negara), Budha Siddharta Gautama atau sang Budha (kebijaksanaan), budha Avalokitesvara kuanim (welas asih), sebelumnya dilakukan dialog dan tatap muka.

Untuk di Vihara Muladharma disambut langsung oleh Padesanayaka Provinsi Kaltim Y.M. Bhikkhu Thitaviriyo Thera. Beliau juga merupakan kepala vihara di Kabupaten Nunukan Sasana Graha, Pembimas Buddha Kaltim Sugiyo Ketua Karaka Sabha, Gunawan Sulistio, Ketua Permabudhi, Ferdianto Cahyadi dengan pengalungan bunga

Untuk Pura jagat Hita kirana rombongan FKUB Nunukan disambut oleh ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) I Ketut Subamia, dan terakhir mengunjungi Christian center Samarinda disambut oleh Ketua Yayasan Mulia Budi Christian Center Kaltim yang juga sebagai ketua LPADKT dan berasal dari Kecamatan Krayan A.Vendy Meru, SH.

Hadir serta dalam kunjungan FKUB Nunukan, Widodo menyampaikan maksud kedatangannya tak lain untuk saling bersilaturahmi, bertukar pikiran, berbagi pengalaman dan utamanya untuk menambah ilmu, atau kata lain mau belajar dalam persatuan dan kesatuan, serta cara mensosialisasikan terkait kerukunan umat beragama di tengah masyarakat.

” Mewakili Pemerintah Kabupaten Nunukan mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya, dan apresiasi yang setinggi tingginya atas penerimaan kami dengan baik, dan luar biasa kita disambut dengan sempurna,” ungkap Kabid Kewaspadaan Nasional kesbagpol Widodo.

Lebih lanjut, Widodo sesekali menanyakan bagaimana peran pemerintah dalam rumah rumah ibadah, kemudian pembangunannya, manejemennya, serta pengelolaannya.

” Silahkan para FKUB masing-masing perwakilan agama sharing, mengelaborasi kendalanya, dan saya percaya pasti punya kekurangan dan kelebihan masing-masing,dan disini saya katakan mestinya pemerintah selalu ada untuk membantu rumah ibadah,” jelasnya.

Ketua FKUB Nunukan H. Hermansyah juga menyampaikan maksud kedatangannya yang ingin sharing ke 6 agama berkaitan masalah kebersamaan dari 6 agama, yang mungkin dihadapi dalam melaksanakan ibadah masing-masing.

(PROKOMPIM)

Kunjungan Kerja Bupati Nunukan Meninjau Langsung Pabrik Pengolahan Rumput Laut PT. BLG

NUNUKAN – Usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antar daerah, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE bersama rombongan melanjutkan agenda kunjungan kerja dengan meninjau langsung pabrik pengolahan rumput laut milik PT. Biota Laut Ganggang (BLG) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Selasa (17/6/2025).

Pabrik PT. BLG dikenal sebagai salah satu fasilitas pengolahan rumput laut terbesar di Asia Tenggara. Dalam kunjungan lapangan ini, rombongan Pemkab Nunukan berkesempatan melihat dari dekat proses produksi dan manajemen industri pengolahan rumput laut skala besar.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan, saya menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari manajemen PT. BLG. Kami berharap kunjungan ini bisa memberi gambaran konkret untuk mencari solusi terkait stabilisasi harga rumput laut yang selama ini menjadi keluhan utama petani di Nunukan,” ujar Bupati Irwan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar kunjungan ini menjadi titik awal terjalinnya kerja sama antara perusahaan dan para petani rumput laut di Kabupaten Nunukan, baik dalam hal kemitraan usaha maupun peningkatan nilai tambah hasil produksi.

Kunjungan ini disambut baik oleh manajemen PT. BLG dan diharapkan dapat menjadi jembatan untuk memperkuat rantai pasok antara produsen rumput laut di Nunukan dengan industri pengolahan berskala besar di Sulawesi Selatan.

(PROKOMPIM)