Gubernur Kaltara Ditunjuk jadi Sekjen AMFC

SURABAYA — Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, secara resmi didapuk menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asian Mini Football Confederation (AMFC).

Penunjukan Gubernur Zainal menjadi Sekjen AMFC dilakukan secara langsung oleh Presiden AMFC Yan Mulia Abidin, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) yang berlangsung di Ruang Pertemuan Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (23/11).

Ketua Umum KSMI sekaligus juga Presiden AMFC, Yan Mulia Abidin menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Zainal, karena telah mendapatkan pengakuan internasional atas kontribusi dan komitmennya dalam pengembangan sepak bola mini di Indonesia.

Ia menegaskan kehadiran Gubernur Kaltara menjadi salah satu sorotan utama dalam agenda nasional tersebut, tidak hanya sebagai tamu kehormatan namun juga karena pencapaian penting yang diterimanya.

Mengusung tema “Bersatu Meraih Prestasi Internasional”, Yan Mulia Abidin menuturkan KSMI yang baru berdiri pada 19 Februari 2025 lalu, telah mengalami perkembangan organisasi yang signifikan, bahkan menembus level internasional.

“Bahwa KSMI kini telah sejajar dengan organisasi besar yang menjadi kakak kandung dalam lingkup sepak bola mini dunia,” ucap Yan Mulia Abidin.

Dalam paparannya, Yan Mulia menyebutkan sejumlah pencapaian penting yang diraih yaitu KSMI resmi menjadi anggota ke-81 di Konfederasi Pusat, merupakan sebuah pengakuan prestisius di kancah internasional.

Lanjutnya, Indonesia mendapat kepercayaan untuk memegang kendali sebagai Presiden ASEAN dalam asosiasi sepak bola mini dunia.

“Jakarta ditunjuk sebagai tuan rumah Asia Cup ke-2 pada Februari, pada September Jakarta kembali dipercaya sebagai tuan rumah Piala Dunia Sepak Bola Mini, yang akan diikuti oleh 30 negara,” jelasnya.

Penetapan Gubernur Zainal menjadi Sekjen AMFC ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Provinsi Kaltara, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan sepak bola mini di kawasan Asia.

Rakernas KSMI tahun ini juga menegaskan komitmen organisasi untuk memperkuat kolaborasi nasional dan internasional, memajukan program pembinaan, serta mendorong prestasi atlet Indonesia di kancah global.

Dengan amanah baru sebagai Sekjen AMFC, Gubernur Kaltara diharapkan mampu membawa semangat baru dalam mengembangkan sepak bola mini, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di level Asia.

(dkisp)

Sambut Natal 2025, Wagub Ajak TP PKK Kaltara Jadi Garda Terdepan Ketahanan Keluarga

TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., menghadiri Perayaan Menyambut Natal Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kaltara Tahun 2025, digelar di Ruang Serbaguna Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Sabtu (22/11).

Dalam sambutannya, Wagub Ingkong sekaligus mewakili Gubernur Kaltara menyampaikan ucapan selamat menyambut Natal 25 Desember Tahun 2025 kepada seluruh keluarga TP PKK Kaltara yang merayakannya.

“Natal bukan hanya seremonial, tetapi momentum dalam memperkokoh kebersamaan dan meneguhkan TP-PKK sebagai motor penggerak kesejahteraan, serta pilar penting dalam membangun iman dan kerukunan keluarga,” kata Wagub Ingkong.

Mengangkat tema “Kehadiran Tuhan untuk Menyelamatkan Keluarga”, dirumuskan bersama Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Kelahiran Yesus Kristus menunjukkan bahwa Tuhan hadir secara nyata dalam kehidupan manusia. Inilah karya penyelamatan yang dimulai dari unit terkecil dan paling mendasar dalam masyarakat, yakni keluarga,” ucapnya.

Selanjutnya, Wagub menuturkan terdapat berbagai tantangan seperti krisis moral, tekanan ekonomi, distraksi digital, hingga komunikasi antar generasi, yang menuntut keluarga agar terus diperkuat sebagai sumber nilai dan pembentukan karakter.

Untuk itu, ia mengajak TP PKK Kaltara sebagai organisasi yang bersentuhan langsung dengan keluarga untuk dapat mengambil peran lebih besar dalam menghadirkan kedamaian dan ketangguhan sosial.

“TP PKK harus menjadi garda terdepan dalam merespons persoalan sosial dan memperkuat ketahanan keluarga, menjadi duta perdamaian dan kasih Kristus, serta menyelamatkan dan memperkuat keluarga dari berbagai kerentanan sosial dan ancaman perpecahan,” ujarnya.

Memaknai kelahiran Yesus membawa pesan pengharapan, kasih dan kepedulian, Wagub menekankan bahwa semangat inilah yang harus di sinergikan dengan 10 Program Pokok PKK.

Program PKK tersebut dimulai dari penghayatan dan pengamalan Pancasila, peningkatan sandang dan pangan, kesehatan, hingga pendidikan.

“Semuanya berakar pada satu tujuan, yaitu menciptakan keluarga yang sejahtera lahir dan batin, semangat pelayanan tanpa pamrih, seperti dicontohkan dalam kisah Natal adalah modal utama kita dalam menjalankan program-program tersebut di seluruh wilayah Kaltara,” jelasnya.

Untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera lahir dan batin, serta membawa kedamaian, sukacita dan harapan di tengah masyarakat, ia mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan Kaltara yang berlandaskan kasih, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong.

Wagub Ingkong mengajak seluruh elemen masyarakat agar dapat memanfaatkan momentum perayaan Natal ini menjadi pengikat persaudaraan, memupuk toleransi, serta memperkuat kebersamaan antar umat beragama di Bumi Benuanta.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara akan terus berkomitmen mendukung setiap upaya penguatan keluarga, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pemeliharaan kerukunan umat beragama,” pungkasnya.

Dalam perayaan Natal TP PKK Kaltara ini turut dihadiri Staf Ahli Bidang I TP PKK Kaltara Kornie Serliany Ingkong Ala, S.T., Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kaltara Pollymaart Sijabat, SKM.,M.AP dan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kaltara Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si.

(dkisp)

Liga Nusantara Sepak Bola Mini 2025 Resmi Dibuka, Gubernur Kobarkan Semangat Atlet Kaltara

SURABAYA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, menghadiri secara langsung Pembukaan Liga Nusantara (Linus) Sepak Bola Mini 2025 yang digelar di Lapangan Thor, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (22/11).

Perhelatan akbar ini resmi dibuka oleh Ketua Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI), Dr. Ir. Yan Mulia Abidin, sekaligus menjadi kompetisi nasional pertama yang digelar sejak federasi olahraga ini berdiri pada 19 Februari 2025 lalu.

Dalam kesempatan itu, Yan Mulia Abidin menegaskan Linus 2025 merupakan ujian nyata bagi kompetensi daerah dalam membangun ekosistem sepak bola mini yang lebih maju, terstruktur, dan mampu menjangkau seluruh lapisan elemen masyarakat.

“Liga ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan yang menjadi tempat lahirnya bibit pemain berbakat serta klub-klub yang mampu mengangkat prestasi sepak bola Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi,” ucap Yan Mulia.

Tak hanya sampai disitu, kehadiran Gubernur Zainal sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) KSMI Kaltara menjadi suntikan pemacu semangat bagi para atlet muda yang berjuang mewakili Provinsi Kaltara dalam ajang yang berlangsung hingga 28 November 2025.

Turnamen Linus 2025 yang merupakan perhelatan perdana KSMI ini, diikuti oleh 16 tim yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Gubernur Zainal menegaskan komitmen dan dukungannya terhadap pengembangan olahraga, khususnya sepakbola mini, sebagai ruang pembinaan bakat usia muda.

Ia mendorong para atlet Kaltara agar dapat tampil percaya diri, menjunjung tinggi semangat sportivitas, dan memanfaatkan kesempatan berharga ini untuk bisa mengasah kemampuan serta pengalaman.

“Ini adalah ajang penting bagi anak-anak muda kita. Saya berharap mereka bermain maksimal, menjaga nama baik daerah, dan menjadikan pengalaman ini sebagai langkah awal menuju prestasi yang lebih tinggi,” pungkasnya.

(dkisp)

Hadiri Benuanta Economic Forum, Wakil DPRD Kaltara: Perkuat Struktur Ekonomi Daerah

TARAKAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, H. Muddain, ST., menghadiri kegiatan Benuanta Economic Forum serta Diseminasi LPP Semester II 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Jumat (21/11/25), di Kayan Hall Tarakan Plaza Tarakan.

Kegiatan yang mengusung tema “Kalimantan Utara sebagai Episentrum Pertumbuhan Baru: Menakar Peran Hilirisasi, Industrialisasi, dan Konektivitas Global Terhadap Perekonomian Daerah” ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan strategi bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltara melalui penguatan hilirisasi dan industrialisasi.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalimantan Utara yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, serta lembaga keuangan dalam mempercepat transformasi ekonomi daerah.

Wakil Ketua DPRD Kaltara yang turut hadir menyampaikan bahwa DPRD mendukung langkah-langkah strategis yang ditempuh dalam memperkuat struktur ekonomi daerah. Ia menekankan bahwa peran hilirisasi dan industri pengolahan akan menjadi pilar penting dalam meningkatkan nilai tambah dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

Pada sesi diskusi panel, hadir sebagai narasumber Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Utara, Hasiando G. Manik, Principal Adviser – Revenue (Policy and Administration) di Prospera, Rubino Sugana, serta Staf Ahli Kementerian Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak, Yon Arsal. Para narasumber membahas prospek, tantangan, hingga strategi percepatan hilirisasi dan konektivitas global dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kaltara ke depan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi untuk menjadikan Kalimantan Utara sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

(Humas DPRD Kaltara)

Benuanta Investment and Economic Summit 2025, Momentum Kebangkitan Kawasan Ekonomi di Utara Indonesia

TARAKAN – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E., M.Si secara resmi membuka kegiatan “Benuanta Investment and Economic Summit 2025”’, yang digelar di Kayan Hall Hotel Tarakan Plaza, pada Jumat (21/11).

Menyusung tema “Kalimantan Utara Sebagai Episentrum Pertumbuhan Baru: Menakar Peran Hilirisasi, Industrialisasi, Dan Konektivitas Global Terhadap Perekonomian Daerah”, turut menghadirkan narasumber Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara Hasiando G. Manik, Lead Adviser Revenue at PROSPERA Rubino Sugana, dan Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal, M.A., Ph.D.

Mewakili Gubernur Kaltara, Wagub Ingkong menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kaltara, yang secara konsisten terus mengawal keberlanjutan perekonomian Kaltara.

“Terima kasih atas asesmen komprehensif yang selalu disajikan dalam laporan perekonomian provinsi, yang menjadi referensi kredibel dalam menggambarkan dinamika ekonomi daerah sekaligus arah kebijakan pembangunan ekonomi di Kaltara,” kata Wagub Ingkong.

Wagub menuturkan saat ini tengah dihadapkan berbagai tantangan nasional maupun global yang tidak mudah. Dari perang tarif dagang, disrupsi rantai pasok global, hingga ketidakpastian geopolitik turut memberikan andil tekanan terhadap perekonomian nasional, termasuk di provinsi Kaltara.

“Namun kita percaya bahwa setiap tantangan selalu membawa peluang jika kita mampu mengelolanya dengan tepat,” tegasnya.

Kaltara memiliki posisi geografis yang sangat strategis, yaitu berbatasan langsung dengan negara jiran Malaysia. Kondisi ini, sebut Wagub menjadikan Kaltara sebagai gerbang interaksi ekonomi, perdagangan, dan logistik yang memiliki potensi besar dalam menjangkau pasar internasional.

Ia meyakini dengan penguatan konektivitas serta pembangunan infrastruktur yang saling terintegrasi, Kaltara memiliki peluang nyata dan kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan utara Indonesia.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara terus berkomitmen untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata melalui berbagai langkah strategis antara lain peningkatan kualitas infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah.

“Juga dukungan bagi UMKM dan sektor informal agar dapat naik kelas, pengembangan kawasan industri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta penguatan kerja sama regional dan internasional dalam mendorong investasi produktif,” sambungnya.

Terangnya, langkah ini juga memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, otoritas moneter dan fiskal, pelaku usaha, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat.

Wagub Ingkong berharap Forum Benuanta Investment And Economic ini bisa menjadi momentum untuk dapat dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya sebagai bahan kajian akademis, juga sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, berorientasi pada keberlanjutan, serta adaptif terhadap dinamika global.

“Marilah kita terus memperkuat kolaborasi dan bergotong royong membangun Kaltara yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan global,” pungkasnya.

(dkisp)