Dorong Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Kreatif di Kalimantan Utara

TANJUNG SELOR – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalimantan Utara, Hj. Rahmawati Zainal, SH, Menggelar acara silaturahmi dan diskusi dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif di Pendopo Rumah Jabatan Gubernur, Senin (5/8).

Dalam sambutannya, Rahmawati Zainal menyampaikan apresiasinya kepada para pelaku usaha yang telah menunjukkan semangat dan dedikasi tinggi dalam mengembangkan usaha kreatif di daerah ini. “Produk-produk UMKM Kalimantan Utara memiliki potensi yang sangat besar untuk bersaing di pasar nasional bahkan internasional,”jelasnya.

Rahmawati juga mengakui bahwa para pelaku UMKM menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha mereka. Namun, di era digital saat ini, ia menekankan bahwa terdapat peluang besar yang dapat dimanfaatkan dengan inovasi teknologi dan membangun jaringan yang kuat,” Tambahnya.

Ketua TP-PKK Kalimantan Utara berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program, seperti fasilitasi pembiayaan, pelatihan, dan pengembangan kapasitas. Rahmawati mengajak seluruh pelaku UMKM untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan berdaya saing di Kalimantan Utara,”tegasnya.

Rahmawati juga menghimbau kembali kepada pelaku UMKM agar terus mengembangkan menu unik sesuai dengan selera konsumen. Selain itu juga dapat menggunakan media sosial sebagai sarana promosi secara kreatif.

“Mempertahankan keunikan produk lokal, mengembangkan desain yang menarik dan mengikuti tren, serta menjalin kerjasama dengan perajin lainnya untuk meningkatkan kualitas,”katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmawati berharap dapat mempererat kerjasama antar pelaku UMKM untuk saling mendukung dan mempromosikan produk mereka. Acara ini dihadiri oleh berbagai pelaku UMKM dari Kabupaten Bulungan dan mendapat sambutan positif dari peserta, yang berharap dukungan dari pemerintah daerah dan TP-PKK Kalimantan Utara terus berlanjut.

(dkisp)

Tingkatkan Imunisasi Melalui IPV2 Menuju Bebas Polio 2026

TANJUNG SELOR-Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara menggelar workshop penyebaran informasi Inactivated Poliovirus Vaccine dosis kedua (IPV2) yang diperuntukkan untuk jurnalis dan lintas sektor tingkat provinsi, Senin (5/8)

Kepala Dinkes Usman, SKM, M.Kes mengatakan dalam sambuatnnya, pertemuan ini bertujuan menjalin kemitraan bersama para jurnalis, media, dan lintas sektor guna perluasan informasi mengenai informasi dan manfaat imunisasi IVP2.

“Kita sampaikan untuk mendapatkan dukungan agar masyarakat mau membawa anaknya ke posyandu atau ke tempat pelayanan imunisasi,” katanya.

Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan eradikasi polio atau bebas polio pada tahun 2026. Langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan ini melalui kampanye imunisasi, penggantian vaksin dari Trivalent Oral Polio (TOP) menjadi Bivalent Oral Polio (BOP), dan di tahun 2024 ini akan dilaksanakan pekan imunisasi nasional polio menggunakan vaksin Novel Oral Polio (NOP).

“Negara kita itu beresiko terkena polio dan ada beberapa provinsi yang ditemukan kasus polio. Untuk mengantisapasi itu di lakukanlah pekan imuniasasi Novel Oral Polio tersebut,” ungkapnya.

“Untuk di Kaltara sendiri, belum ada kasus polio,”sambungnya.

Ia juga menjelaskan, berdasarkan rekomendasi SAGE WHO, Indonesia menyetujui dilaksanakan imunisasi IPV2 pada imunisasi rutin. “Jadwal IPV yang dianjurkan pada imunisasi rutin adalah usia 4 bulan. Untuk IPV dosis pertama diberikan bersamaan dengan vaksin DPT-HB-HIB3 dan OPV4. Sedangkan pemberian IPV2 diberikan pada usia 9 bulan bersamaan dengan imunisasi campak-rubela,” terangnya.

Untuk taregtnya, ia menargetkan minimal 95 persen anak di Kaltara sudah mendapatkan imuniasasi di usia 0-7 tahun. “Walaupun di lapanagn kita ada kendala, tp kita melakukan upaya jemput bola,” pungkasnya.

(dkisp)

Gubernur Bawa Duplikat Bendera Pusaka ke Kaltara

JAKARTA – Jelang peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2024, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) secara resmi menerima duplikat bendera pusaka dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Penyerahan duplikat bendera pusaka ini berlangsung di Balai Samudera, Jakarta Utara, Senin (5/8).

Gubernur Kaltara, DR. (H.C) H. Zainal A. Paliwang, M.Hum., menerima langsung duplikat bendera pusaka tersebut. Penyerahan duplikat bendera pusaka dipimpin oleh Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri. Duplikat bendera pusaka secara simbolis juga diserahkan kepada Gubernur D.I Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Penyerahan kemudian dilanjutkan oleh Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Ketua BPIP Yudian Wahyudi, dan Wakil Ketua BPIP Rima Agristina kepada tujuh gubernur dan 14 penjabat gubernur lainnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2024.

Selain bendera pusaka, Gubernur juga akan membawa salinan teks Proklamasi, teks pidato Pancasila 1 Juni 1945, dan buku teks utama pendidikan Pancasila ke Kaltara. Duplikat bendera pusaka dan salinan teks Proklamasi tersebut akan digunakan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 di Bumi Benuanta pada 17 Agustus 2024.

“Ini merupakan simbol penting bagi kita untuk menjaga dan menghormati sejarah serta semangat kemerdekaan Indonesia,” ujar Gubernur Zainal Paliwang.

Sebagai informasi, penyerahan duplikat bendera pusaka ini merupakan amanat dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.

Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 48 Peraturan BPIP No. 3 Tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksana PP No. 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, yang menyatakan bahwa duplikat bendera pusaka digunakan selama 10 tahun.

Usai menghadiri penyerahan duplikat bendera pusaka, Gubernur menjumpai perwakilan purna Paskibraka dari Kaltara yang turut hadir dalam acara tersebut.

Gubernur memberikan motivasi dan ucapan selamat kepada para purna Paskibraka atas prestasi mereka yang telah menjadi perwakilan Kaltara serta mengharumkan nama daerah dalam perayaan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus tahun lalu.

(dkisp)

Lewat In House Training, RSUD dr. H.Jusuf SK Gelar Pelatihan Manajemen untuk Kepala Unit Rawat Inap

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK menggelar pelatihan manajemen pelayanan rawat inap bagi para kepala unit atau ruang di rumah sakit.

Pelatihan ini merupakan bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo bersama RSUD dr. H. Jusuf SK.

Kegiatan berlangsung mulai dari 30 Juli hingga 3 Agustus 2024 di RSUD dr. H. Jusuf SK.

“Pelatihan ini diikuti sebanyak 25 kepala ruangan dari 25 ruangan yang ada. Latihan dilaksanakan secara in house training” ucap Kabid Pelayanan Keperawatan RSUD dr H Jusuf SK, H. Arief Rakhman,SKM,MPH

Metode “In house training”, menurutnya, cara paling efektif. Artinya latihan oleh peserta keseluruhan tidak perlu dikirim keluar daerah dan meninggalkan tugas. Pelatihannya diatur dan meminimalisir sumber dana yang terlalu besar dengan mengikuti pelatihan – pelatihan reguler.

Arif menyebutkan, tujuan pelatihan ini, untuk meningkat kemampuan kepala ruangan sebagai unit pengelola keperawatan dalam merencanakan, mengorganisir, mengarahkan serta berkemampuan mengawasi sumber Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Dana. Sehingga dapat memberikan pelayanan prima dalam keperawatan secara efektif dan efisien pada pasien, keluarga dan masyarakat.

Unit rawat, kata dia, sebagai salah satu fasilitas layanan kesehatan yang berlangsung terus menerus secara berkesinambungan selama 24 jam merupakan area utama. Di mana pengasuhan keperawatan itu diberikan langsung oleh perawat.

“Karena itu kemampuan manajerial kepala ruangan di rawat inap harus profesional dan berkualitas. Di sini kepala ruang merupakan manajer lini utama berperan penting berkontribusi langsung dalam pengelolaan pelayanan kepada pasien dan keluarganya,” ujarnya.

Dijelaskan, pada pelatihan yang dilakukan secara In House Training, dibagi menjadi 2 tahap, pertama secara daring sudah berlangsung selama 2 hari. Dan sekarang tahap kedua secara luring dan masih berlangsung di lantai 6 pada rumah sakit milik Pemprov Kaltara itu.

Ia menuturkan, pelatihan secara khusus adalah menyusun semua rencana operasional kemudian melaksanakan pengelolaan sumber daya tenaga, asuhan pelayanan yang ditetapkan, fungsi pengarahan keperawatan dan fungsi pelayanan keperawatan di ruang inap.

“Output yang diharapkan adalah kepala ruangan harus mampu melakukan manajerial jadi secara umum diharapkan mampu meningkatkan kemampuan kompetensi manajerial mereka diruang rawat inapnya masing – masing” tuntasnya.

(dkisp)

Hadiri Festival Muharram, Rahmawati Ingatkan Pentingnya Literasi

TARAKAN – Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriyah dirayakan dengan meriah oleh banyak umat Muslim. Demikian pula dengan warga Kampung Satu Skip Tarakan Tengah yang difasilitasi oleh Taman Bacaan Masyarakat Indonesia (TBMI) Kalimantan Utara. Bertajuk Festival Muharram, serangkaian kegiatan seperti lomba azan, lomba hapalan surah pendek, bazar, pengobatan gratis dan donor darah digelar secara sederhana.

Bunda Literasi Kalimantan Utara, Hj Rahmawati Zainal S.H yang hadir pada acara yang digelar 3-4 Agustus ini sangat gembira dengan antusias panitia dan peserta yang diadakan di Masjid Al Miftah, Sabtu (3/8) pagi.

Husnul Jojon, S.Pi selaku Ketua TBMI Kaltara mengaku sangat berterimakasih atas kehadiran Bunda Literasi beserta rombongan pada acara ini. “Berangkat pagi-pagi dari Tanjung Selor, walau diguyur hujan sepanjang perjalanan akhirnya kita bisa berjumpa dengan Bunda kita ini,” pujinya.

Rahmawati sendiri pada sambutannya sebelum memulai acara mengaku terbawa nostalgia dengan suasana di Festival Muharram ini. “Masa kecil saya di Nusa Tenggara Barat (NTB) mirip seperti ini. Seusai sekolah negeri dilanjutkan dengan sekolah agama dan mengaji,” kenang Bunda Literasi ini.

Ia kembali mengingatkan bahwa literasi tidak hanya mengenai kemampuan baca tulis, namun juga mencakup kemampuan memahami, mengolah dan memanfaatkan informasi guna kehidupan yang lebih baik.

Melalui acara ini, diharapkan dapat lebih memahami dan menghargai nilai-nilai agama dan budaya. “Tidak hanya untuk anak-anak kita, tapi juga bagi para orangtua sekalian,” harap Rahmawati.

Istri Gubernur Kaltara ini juga berpesan khusus pada orangtua dan tenaga pendidik yang hadir, untuk terus memberi contoh yang baik, meluangkan waktu untuk membaca bersama dengan anak dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal bagi generasi penerus bangsa.

“Contohnya seperti membaca atau menceritakan dongeng bagi anak kita sebelum tidur. Selain merangsang minat bacanya, interaksi orangtua dan anak saat mendongeng akan sangat berkesan bagi anak. Kenangan bersama orangtua dan pesan moral dari dongeng akan terus dibawa anak kita hingga beranjak besar,” terangnya.

Terakhir ia mengucapkan selamat berlomba bagi seluruh peserta dan juga mendoakan acara ini berjalan dengan sukses serta lancar hingga selesai.

(dkisp)