Kecam Ujaran Kebencian Di Medsos, Tariu Borneo Bangkule Rajang Serahkan Penanganan Ke Polisi

IMG_20260806_192338

NUNUKAN – Organisasi Masyarakat Adat Dayak Tariu Borneo Bangkule Rajang se-Kalimantan Utara mengeluarkan pernyataan sikap tegas menanggapi beredarnya unggahan di media sosial Facebook yang dinilai memuat ujaran kebencian, penghinaan, dan ancaman terhadap masyarakat adat Dayak, Kamis (6/8/2026).

Ketua DPC Pulau Nunukan, Mangku Basri, menyampaikan organisasinya mengecam keras segala bentuk ujaran kebencian, penghinaan, provokasi, maupun ancaman yang menyerang suku, etnis, agama, atau golongan tertentu.

Tindakan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, serta berpotensi merusak persatuan dan ketertiban masyarakat.

“Oleh karena itu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Seluruh masyarakat Dayak diimbau tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak melakukan tindakan balasan dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

“Kami meminta Kepolisian, khususnya Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Siber Polda Kaltara, menyelidiki kasus ini secara profesional, objektif, transparan, dan tuntas. Sekalipun akun yang digunakan diduga palsu atau diretas, kami minta polisi tetap mengungkap identitas pelaku yang sebenarnya berdasarkan bukti elektronik dan hasil forensik,” tegas Mangku Basri.

Organisasi ini juga menegaskan selalu mengedepankan supremasi hukum dan menolak segala bentuk tindakan main hakim sendiri. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan kembali unggahan bermuatan kebencian, melainkan menyerahkan bukti kepada aparat.

Tim organisasi pun akan segera membuat laporan resmi ke Polres Nunukan guna diproses lebih lanjut.

“Hukum harus mampu menemukan pelaku yang sebenarnya, bukan berhenti hanya pada identitas akun,” tambahnya.

Menyikapi hal tersebut, Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni, S.H., S.I.K., M.H., menyambut baik sikap damai yang ditunjukkan masyarakat adat Dayak. Sebagai putra Kalimantan Utara yang lahir dan besar di Tarakan, beliau menyampaikan turut merasakan keprihatinan sekaligus berjanji tidak tinggal diam.

“Media sosial memang sering disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami akan terus melakukan patroli siber dan menelusuri siapa pelaku di balik semua ini. Percayakan penanganannya kepada kami,” ujar Kapolres.

Beliau juga menyambut baik rencana pembuatan laporan resmi dan berjanji akan menyambut langsung perwakilan masyarakat adat yang datang ke Polres Nunukan.

Padli/admin