Ekspor Rotan Ilegal Digagalkan, Bupati Irwan Sabri: Kekayaan Alam Harus Dijaga Bersama

IMG_20260805_002448

NUNUKAN – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E., memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Bea Cukai Nunukan bersama aparat penegak hukum menggagalkan pengiriman rotan secara ilegal dari wilayah perbatasan.

“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sore ini kita berkumpul untuk menyaksikan hasil penindakan ekspor rotan ilegal yang berhasil digagalkan,” ujarnya, Selasa 4 Agustus 2026.

Beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim yang bekerja keras menjaga kekayaan alam daerah. Keberhasilan ini membuktikan bahwa kerja sama yang erat antarinstansi mampu menahan segala bentuk pelanggaran hukum.

“Rotan adalah harta berharga milik rakyat. Banyak usaha dan lapangan kerja tumbuh dari komoditas ini. Jika diselundupkan, yang rugi bukan hanya pemerintah, melainkan seluruh masyarakat dan pengusaha yang berusaha jujur,” tegasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya penegakan hukum yang tegas di wilayah perbatasan.

“Kita tunjukkan bahwa negara hadir. Tidak boleh ada yang mengambil keuntungan dengan cara melanggar aturan. Penegakan hukum harus tegas agar kekayaan alam benar-benar dinikmati rakyat,” lanjutnya.

Wilayah perbatasan yang luas dan arus barang yang padat membuat pengawasan tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Pemda, aparat hukum, instansi, pengusaha, dan warga harus saling menjaga.

“Pemerintah juga akan terus mengedukasi masyarakat agar berusaha dengan tertib dan jujur. Kekayaan alam adalah titipan untuk anak cucu. Kita wajib menjaganya agar hasilnya membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi semua,” ujarnya.

“Jangan sampai perbatasan dikenal sebagai tempat barang ilegal keluar-masuk. Sebaliknya, mari kita jadikan perbatasan sebagai pintu gerbang yang aman, tertib, dan tumbuh secara sehat,” tutupnya.

Menjaga daerah ini adalah tanggung jawab kita bersama. Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada Bea Cukai dan seluruh aparat yang telah bekerja keras.

Padli/admin