Peringati Maulid Nabi 1448 H, Bupati Irwan Sabri: Teladani Akhlak Rasulullah, Kunci Kerukunan & Kemajuan Daerah
NUNUKAN – Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, S.E., mengajak seluruh masyarakat untuk kembali meneladani akhlak dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Ajakan itu disampaikan dalam sambutannya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Sabtu malam (22/8/2026).
Bupati menekankan bahwa peringatan Maulid bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran Rasulullah, melainkan momentum untuk mengambil pelajaran yang relevan dengan kehidupan saat ini. Di era informasi serba cepat, satu unggahan di media sosial dapat memicu pertengkaran, saling curiga, hingga kebencian.
“Oleh karena itu mari kita terapkan sikap tabayyun, memverifikasi informasi sebelum menyebarkan. Jaga lisan dan perbuatan, serta jangan mudah menuduh atau memperkeruh suasana,” ujarnya.
“Kalau ada perbedaan pendapat, mari kita selesaikan dengan kepala dingin. Kalau berbeda pilihan, jangan sampai persaudaraan yang menjadi korbannya,” lanjut Bupati.
Bupati menegaskan pemerintah terus berupaya meningkatkan pelayanan publik, memperbaiki infrastruktur, dan menghadirkan program yang langsung dirasakan masyarakat. Namun ia mengingatkan, keberhasilan pembangunan tidak bisa dilakukan sendirian. Kekuatan terbesar ada pada masyarakat.
“Kalau masyarakatnya guyub rukun, pembangunan akan lebih mudah. Kalau saling membantu, persoalan akan lebih ringan. Kalau anak-anak muda punya semangat, kreativitas, dan akhlak yang baik, masa depan daerah pasti cerah,” tegasnya.
Beliau mengingatkan keteladanan Rasulullah yang membangun masyarakat tidak hanya dengan kata-kata, tetapi dengan perbuatan nyata. Hadir di tengah masyarakat, mendengar keluh kesah, dan bermanfaat bagi sesama. Nilai sederhana seperti menyapa tetangga, membantu yang kesusahan, serta menghormati perbedaan diharapkan menjadi semangat nyata dari peringatan Maulid kali ini.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan bahwa anggaran daerah tahun 2027 diprediksi mengalami penurunan. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan semangat pemerintah untuk terus membangun. Program yang kurang mendesak akan disesuaikan, namun pelayanan dan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Dengan luas wilayah sekitar 22.000 km² mulai dari Pulau Nunukan, Sebatik, hingga Krayan, Bupati memohon dukungan dan masukan masyarakat agar pembangunan yang dilakukan tepat sasaran dan bermanfaat bagi semua.
“Semoga peringatan Maulid Nabi ini bukan hanya menjadi acara seremonial, melainkan menjadi energi baru untuk memperkuat silaturahmi, kerukunan, dan semangat kita membangun daerah yang kita cintai bersama,” tutup Bupati.
Acara tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, anggota DPRD, para alim ulama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum. Kegiatan dilanjutkan dengan tausiah hikmah Maulid yang disampaikan oleh Dr. KH. Ahmad Slamet Ibnu Syam, MA dan Hj. Nabila Abdul Rahim Bayan, Lc.,M.Ag.
Padli/admin
