Dari Gladi Bersih ke Jejak Pengabdian: Bupati Nunukan Menyapa Nestapa di Perbatasan

IMG_20260817_143054

NUNUKAN,Krayan – Di sela persiapan menyambut detik-detik Kemerdekaan Republik Indonesia, langkah pengabdian terus bergerak menyusuri denyut kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan, Sabtu (15/08/2026).

Usai melaksanakan gladi bersih persiapan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Nunukan bersama, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nunukan, Kapolres, personel Dansatgas Pamtas, para camat, serta jajaran Forkopimcam,Ketua LPDKT melanjutkan agenda dengan meninjau sejumlah wilayah yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Rombongan menyambangi sebuah gereja yang terdampak musibah angin kencang. Bangunan yang selama ini menjadi tempat masyarakat menautkan doa turut merasakan kerasnya terpaan alam. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tidak berhenti sebagai kabar yang hanya terdengar dari kejauhan.

Perjalanan kemudian berlanjut menelusuri Jalan Lingkar Lembudud, Krayan Barat, menuju Long Layu, Krayan Selatan, yang mengalami kerusakan. Jalan yang menjadi urat nadi pergerakan masyarakat itu kembali menyuarakan harapan agar segera mendapat penanganan.

Bagi masyarakat perbatasan, jalan bukan sekadar bentangan aspal dan tanah, melainkan jembatan yang menghubungkan aktivitas, perekonomian, pelayanan publik, dan masa depan.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Nunukan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nunukan akan melakukan penanganan sementara pada lima titik jalan yang mengalami kerusakan.

“Ada lima titik yang akan kita perbaiki sementara oleh pemerintah daerah, yaitu perbaikan badan jalan. Kemudian kita membuat parit umum. Ini kemarin semua lumpur sehingga masyarakat kita terputus aksesnya,” ujar Bupati.

Menurutnya, penanganan sementara tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu ke depan. Pemerintah daerah juga akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk penanganan kerusakan jalan secara lebih menyeluruh.

“Mudah-mudahan dalam waktu satu minggu ke depan ini akan selesai yang akan diintervensi oleh pemerintah daerah. Selanjutnya, kami berharap pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten nanti melakukan rapat koordinasi antara PU, BPBD daerah dan provinsi. Harapan kita bisa diakomodir dan dilaksanakan kegiatan sebanyak 13 titik ruas jalan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nunukan, Rian Antoni, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Nunukan yang turun langsung melihat kondisi infrastruktur di lapangan.

Menurutnya, kerusakan jalan yang menjadi perhatian publik beberapa waktu terakhir merupakan gambaran nyata persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah Krayan.

“Kami mengapresiasi pemerintah daerah yang mau dan rela, dengan hati yang tulus, datang melihat titik jalan rusak yang viral beberapa waktu ini. Ini merupakan kondisi riil yang dihadapi masyarakat kita,” ungkap Rian.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga dapat melihat secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat Krayan Raya. Menurutnya, langkah Pemerintah Kabupaten Nunukan yang telah mengalokasikan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) melalui BPBD untuk mengintervensi kondisi tersebut patut diapresiasi.

“Kami berharap pemerintah provinsi bisa juga melihat secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat Krayan. Pemerintah kabupaten sudah menganggarkan dana BTT melalui BPBD untuk mengintervensi kondisi ini,” katanya.

Rian juga berharap penanganan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Nunukan dapat menjadi dorongan bagi pemerintah provinsi, bahkan pemerintah pusat, untuk memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan.

“Kita juga berharap apa yang sudah dilakukan pemerintah kabupaten ini bisa menggugah pemerintah provinsi dan bahkan pemerintah pusat untuk lebih peduli kepada warga di perbatasan, khususnya daerah Krayan Raya,” tegasnya.

Ketua Adat Desa Long Tugul, Yakup Galung, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah memberikan perhatian serius terhadap berbagai keluhan masyarakat, khususnya terkait kondisi infrastruktur yang sangat dibutuhkan warga. “Harapan kami, keluhan masyarakat dapat segera diperhatikan dan dikerjakan, sehingga masyarakat bisa merasakan langsung manfaat dari hasil pembangunan,” ungkapnya.

Peninjauan lapangan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya hadir dalam barisan upacara dan kibaran Merah Putih. Semangat itu juga tumbuh dari keberanian untuk mendengar keluhan rakyat, melihat persoalan dari dekat, dan menghadirkan langkah nyata bagi masyarakat yang hidup di tapal batas negeri.

Di tengah keterbatasan akses dan tantangan geografis, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari upaya memastikan pembangunan tidak berhenti di pusat pemerintahan, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan warga di pelosok perbatasan.

Agenda Bupati Nunukan bersama rombongan masih akan berlanjut hingga sore dan malam hari dengan sejumlah kegiatan lainnya. Dari satu tempat ke tempat berikutnya, pengabdian terus menempuh jalan menyusuri harapan masyarakat, merawat kebersamaan, dan memastikan bahwa makna kemerdekaan benar-benar dirasakan hingga pelosok perbatasan.

PROKOMPIM