Resmikan SPBU Nelayan PT. Sembakung Harapan Jaya, Pemerintah Kabupaten Nunukan Harapkan Akses BBM Tepat Sasaran dan Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

837919863_2067773440509263_25294198148870525_n

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan meresmikan penyaluran perdana Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Nelayan PT Sembakung Harapan Jaya yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Selasa (6/10/2026). Peresmian fasilitas ini dilakukan Pj. Sekda Kabupaten Nunukan yang mewakili Bupati Nunukan.

Dalam sambutan Bupati Nunukan yang dibacakan oleh Pj. Sekretaris Daerah Iwan Kurniawan menyampaikan apresiasi tinggi dan terima kasih kepada PT Sembakung Harapan Jaya yang telah menghadirkan fasilitas SPBU khusus nelayan di wilayah Nunukan Selatan.

Ia menegaskan bahwa ketersediaan BBM merupakan fondasi vital bagi keberlangsungan pekerjaan dan mata pencaharian nelayan sehari-hari.

“SPBU ini bukan sekadar tempat mengisi BBM bagi para nelayan. BBM adalah bagian penting dari kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. Mau melaut perlu BBM, mau mencari ikan lebih jauh juga perlu BBM. Ketika akses BBM menjadi lebih mudah, secara langsung hal ini sangat membantu para nelayan dalam menjalankan usahanya”, ungkapnya.

Lebih lanjut H. R Iwan Kurniawan mengingatkan bahwa Kabupaten Nunukan memiliki wilayah yang luas dengan sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor kelautan dan perikanan. Oleh karena itu, hadirnya SPBU Nelayan diharapkan mampu membuat distribusi BBM menjadi lebih tertata, mudah diakses, serta tepat sasaran.

Ia juga berpesan kepada pengelola agar menjadikan pelayanan kepada nelayan sebagai prioritas utama. “Saya minta agar pelayanan kepada nelayan benar-benar menjadi perhatian dan prioritas yang paling utama. Layani para nelayan dengan baik, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya

Pada kesempatan ini Iwan juga juga mengajak seluruh masyarakat nelayan untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini sesuai peruntukannya. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemerintah punya program, dunia usaha punya investasi, dan masyarakat punya peran untuk menjaga serta memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik. Kalau tiga hal ini bisa berjalan bersama, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat, tambahnya.

Ke depan, dikatakan Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap fasilitas SPBU semacam ini dapat terus ditambah di berbagai wilayah agar para nelayan semakin mudah mendapatkan pasokan BBM. Dengan demikian, produktivitas nelayan diharapkan meningkat dan perekonomian masyarakat pesisir di Kabupaten Nunukan semakin kuat.

Mewakili Direktur PT. Sembakung Harapan Jaya Heriyanto dalam laporannya menyampaikan bahwa hadirnya SPBU Nelayan ini merupakan wujud nyata komitmen untuk menghadirkan solusi atas tantangan yang selama ini dihadapi oleh nelayan dan memahami betul bahwa bahan bakar adalah urat nadi kehidupan para nelayan untuk turun melaut. Selama ini, keterbatasan pasokan dan jauhnya akses BBM sering kali menjadi kendala operasional yang menguras waktu serta biaya.

Melalui peresmian ini, Herianto menyampaikan SPBU Nelayan tersebut dapat menyalurkan bahan bakar dengan kualitas terjamin, harga resmi, dan pasokan yang stabil, dengan akses BBM yang lebih mudah, dan memastikan bahwa semua nelayan dapat melaut dengan tenang, efisien, dan membawa pulang hasil tangkapan dan hasil budidaya rumput laut.

Tak lupa Herianto menyampaikan ucapan terima kasih terhadap dukungan dari berbagai pihak serta ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah terkait atas bimbingan serta perizinan yang diberikan, PT Pertamina (Persero) atas kemitraan dan kepercayaannya,, tokoh masyarakat dan seluruh warga nelayan, serta penyulu perikanan yang membantu terkait kelengkapan dokumen dan data nelayan

” Kepada seluruh tim manajemen dan staf operasional SPBU Nelayan PT. Sembakung Harapan Jaya, saya tekankan untuk selalu mengedepankan pelayanan yang ramah, transparan, serta menjaga standar keselamatan (safety) kerja yang tinggi”, imbuhnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ari Hartadi menyampaikan bahwa Kabupaten Nunukan memiliki potensi kelautan dan perikanan tangkap yang sangat besar namun, potensi tersebut sering kali terhambat oleh masalah klasik, seperti terbatasnya aksesibilitas, ketidakpastian pasokan, hingga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk melaut.

Dengan berdirinya SPBUN perdana ini, menurut Kepala Dinas Perikanan maka rantai distribusi BBM yang sebelumnya panjang kini berhasil dipotong, para nelayan kini bisa mendapatkan alokasi solar dan pertalite subsidi dengan harga yang adil, kuota yang pasti, serta lokasi pengisian yang dekat dengan tempat kapal bersandar. Hal ini diyakini mampu menekan biaya operasional melaut secara signifikan serta meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus sebagai penegasan dan pengawasan Penyaluran BBM Subsidi.

Untuk memastikan penyaluran BBM tepat sasaran, Dinas Perikanan menegaskan beberapa langkah penting:

Kemudahan Surat Rekomendasi: Pemerintah memastikan alokasi BBM subsidi benar-benar diterima oleh nelayan aktif yang kapalnya sudah terdata. Nelayan diimbau segera berkoordinasi dengan penyuluh perikanan atau Dinas Perikanan untuk mengurus atau memperbarui surat rekomendasi. Proses pengurusan dipastikan cepat, transparan, gratis, dan tanpa dipungut biaya.

Dengan berdirinya SPBUN perdana ini, rantai distribusi BBM yang sebelumnya panjang kini berhasil dipotong. Para nelayan kini bisa mendapatkan alokasi solar dan pertalite subsidi dengan harga yang adil, kuota yang pasti, serta lokasi pengisian yang dekat dengan tempat kapal bersandar. Hal ini diyakini mampu menekan biaya operasional melaut secara signifikan serta meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Apresiasi sekaligus Imbauan juga disampaikan kepada Pengelola, yakni Manajemen PT Sembakung Harapan Jaya agar dapat menjalankan tata kelola distribusi secara transparan, akuntabel, mengutamakan keselamatan, serta bebas dari praktik penyelewengan.

Imbauan juga disampaikan keçada nelayan agar manfaatan secara bijak. Kelompok nelayan diminta menjaga fasilitas ini dan memanfaatkan kuota BBM bersubside murni untuk mendukung produktivitas penangkapan ikan, bukan untuk hal-hal di luar ketentuan hukum.

Internal Dinas perikanan akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan di lapangan agar operasional SPBUN tetap berjalan kondusif.

Peresmian SPBUN pertama di Nunukan ini diharapkan menjadi pemacu semangat untuk mendongkrak produksi perikanan daerah dan mendukung sektor kelautan secara berkelanjutan.

Perwakilan PT Pertamina (Persero), Ka. SBM Kaltim Kaltara V (4) Fuell Nabila Iman Barika pada kesempatan ini menyampaikan apresiasi dan bangganya dengan peresmian SPBU pertama untuk nelayan yang akan sangat membantu dan dapat mengakomodir kebutuhan bahan bakar bagi para nelayan.

Tampak turut hadir pada kesempatan ini unsur Forkopimcam Nunukan Selatan, mewakili Camat Nunukan Selatan, Lurah Tanjung Harapan, perwakilan PT Pertamina (Persero) oleh Ka. SBM Kaltim Kaltara V (4) Fuell, pimpinan PT Sembakung Harapan Jaya, Pimpinan cabang Bank Mandiri Nunukan para ketua kelompok nelayan, tokoh masyarakat, serta warga nelayan setempat yang ditandai dengan pelepasan balon dan pengguntingan pita oleh tanda dimulainya pengoperasian SPBU Pertama untuk nelayan di kabupaten Nunukan.

(PROKOMPIM)