Pengurus OSIS UPT SMPN 4, Realease Video Ucapan Selamat di Hari Pahlawan

SELAYAR – Semangat hari Pahlawan 10 November, diaktualisasikan jajaran pengurus organisasi intera sekolah (OSIS) UPT SMPN 4 Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan melalui persembahan video berisi ucapan selamat hari Pahlawan, Minggu (10/11/2019).

Rekaman video tersebut diisi dengan sejumlah petikan kalimat inspiratif dan dorongan semangat bagi generasi muda agar terus berjuang dan bergerak untuk menggapai impian, harapan, serta tujuan masa depan kehidupan yang lebih baik.

Melalui rekaman video pendek yang telah ditonton dan disaksikan oleh 133 netizen itu, lima orang pengurus organisasi intera sekolah UPT SMPN 4 Benteng, secara bergantian melontarkan petikan-petikan kalimat, berisi ungkapan motivasi dan ajakan bagi generasi muda untuk berjuang, menciptakan dan mempertahankan, kemerdekaan NKRI.

“Wahai generasi muda, kobarkan semangatmu, berjuang dan mulailah bergerak mengejar impian, harapan, dan tujuan demi terciptanya kemerdekaan. Jangan pernah mengakui dirimu sebagai pemuda Indonesia jika engkau enggan menyemangati perjuangan dalam mewujudkan harapan, impian dan cita-cita kemerdekaan”, tandas, lima orang siswi, UPT SMPN 4 Benteng yang dulu lebih populer disebut dengan istilah SMP standar atau SMPN 2 Benteng.

(fadly syarif)

PDIP Nunukan Gunakan Momentum Hari Pahlawan Untuk Sambangi Bayi Mizyan

NUNUKAN – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nunukan memanfaatkan momentum peringatan Hari Pahlawan 10 November untuk berbagi kasih dengan mengunjungi Balita penderita penderita Dermatitis Seboroi (peyakit kulit yang sempat viral) di Ruang Mawar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan.

Ketua DPC PDIP Nunukan Lewi menuturkan bahwa meneladani semangat para pahlawan bukan mesti harus dengan turun langsung ke medan perang. Akan tetapi, merasakan penderitaan sesama lantas tumbuh reaksi dalam sebuah tindakan, menurutnya juga bentuk dari mewujudkan misi kemerdekaan.

“Kalau dulu para pahlawan bersatu memperjuangkan kemerdekaan, maka kini kita harus bergotong royong mengisi kemerdekaan. Salah satunya adalah dengan berbagi kasih pada sesama,” ujar Lewi di RSUD Nunukan, Minggu (10/11/2019).

Lebih lanjut Lewi mengungkapkan bahwa yang pihaknya lakukan adalah murni atas dasar solidaritas yang muncul dari para kader partainya. Selain itu, ia berharap bahwa yang dilakukannya dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tetang pentingnya saling mengasihi dan menyayangi.

” Semoga apa yang kami lakukan dapat mengdukassi masyarakat terutama generasi muda unruk lebih peka terhadap penderitaan org lain,” paparnya sambil menyerahkan bingkisan kepada Nurul Qomar yang merupakan Ayahanda dari bayi Mizyan tersebut.

Lewi juga mengungkapkan apresisinya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan yang telah menyatakan diri akan menanggung pengobatan Miyzan hingga sembuh. Selain telah membuktikan dalam sisi kemanusian, menurut Lewi, Pemkab Nunukan juga telah menjalankan amanat UU 1945

“Dalam UUD 45 kan jelas bahwa negara wajib hadir apabila ada rakyatnya yang menderita atau sakit. Dan Pemkab Nunukan sudah membuktikan hal itu,” tandas Lewi.

Sememtara dalam kesempatan yang sama, ayah dari balita Miyzan, Nurul Qomar tak dapat menyembunyikan keharuanya atas kunjungan para Kader partai besutan Megawati Sukarno Putri tersebut. Ia menuturkan, tak pernah terpikirkan bahwa putranya akan mendapat perhatian berbagai pihak termasuk pengurus DPC PDI P.

“Saya sangat terharu, semoga apa yang telah bapak – bapak dan ibu dari PDIP berikan pada putra saya akan mendapat balasan dari Allah,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejak menjadi viral, perhatian dan simpati atas bayi Miyzan terus mengalir berdatangan. Beberapa warga masyarakat datang memberi dukungan dan doanya, demikian juga Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid yang sedang di luar daerah juga memberikan perhatiannya dengan mengirimkan bantuannya dan menghubungi Direktur RSUD agar dapat memberikan bantuannya dengan maksimal.

Dalam rangka untuk mengintensifkan perawatan, Direktur RSUD Nunukan dr. Dulman dari pihak RSUD Nunukan lantas membentuk tim Dokter. Tim ini terdiri atas Dr. Erlin Ari Windyareski (Dokter Spesialis Kulit), dr. Jindi Octora (Dokter Spesialis Anak), dr. Laksito Wening (Dokter Spesialis THT), dan Dr. Irnawati (Dokter Spesialis Mata).

Dari pantauan, Miyzan yang tergolek diatas temapat tidur nampak telah mengalami perkembangan dari pertama kali ia dibawa ke RSUD Nunukan.

(edy santry / Charles)

Bupati Wajo buka Porkes ke 17 di Maniangpajo.

WAJO – Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo sebagai Leading Sektor menyelenggarakan Pekan Olahraga Kesehatan ke 17 yang berlangsung di Maniangpajo,/Jumat (08/11/2019).

Kegiatan ini melibatkan 23 Puskesmas diantaranya Puskesmas Salewangeng, Puskesmas Pammana, Puskesmas Tosora, Puskesmas Sappa, Puskesmas Keera, Puskesmas Maniangpajo, Puskesmas Pattirosompe.

Puskesmas Solo, Puskesmas Gilireng, Puskesmas Parigi, Puskesmas Salobulo, Puskesmas Wewangrewu, Puskesmas Liu, Puskesmas Majauleng, Puskesmas Pitumpanua, Puskesmas Sabbangparu, Puskesmas Takkalalla, Puskesmas Tempe.

Puskesmas Sajoanging, Puskesmas Belawa, Puskesmas Lempa, Puskesmas Tanasitolo, Puskesmas Penrang, dan dua Rumah Sakit yaitu RSUD Siwa dan RSUD Lamaddukellleng, dan Dinas Kesehatan sendiri yang ikut ambil bagian dalam acara Porkes ke 17 ini.

Acara ini menampilkan Devile dari masing masing peserta, tentunya dengan yel yel serta formasi yang menarik ketika melintasi tribun dan hal ini menjadi daya tarik tersendiri dalam pelaksanaan acara Porkes ke 17 kali ini.

Dalam sambutan Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si dalam pembukaan Porkes ke 17 ini menyampaikan kalau Pekan Olahraga Kesehatan yang terselenggara ini, merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pemerintah Daerah dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke-55, sebagai momentum untuk melakukan refleksi tentang apa yang dberikan bagi generasi bangsa dalam mencapai Indonesia Unggul.

“Generasi Sehat Indonesia Unggul merupakan tema dari Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-55, yang dimaknai sebagai pemuncak dari upaya bersama seluruh pemangku kepentingan pembangunan kesehatan, dalam lima tahun terakhir 2015-2019,” ungkap Dr. H. Amran Mahmud.

Dan dikatakan kalau Tema ini juga, sekaligus menjadi penanda kesiapan bidang kesehatan, untuk terlibat aktif dalam pembangunan selanjutnya, yang menitikberatkan pada aspek sumber daya manusia. Karena diyakini, bahwa SDM yang sehat, yang memiliki kesegaran jasmani dan rohani yang bagus, akan memudahkan lahirnya bibit-bibit SDM yang membawa keunggulan bagi bangsa.

“Perlu kita ketahui bersama, bahwa momentum HKN ke-55 ini sebagai pengingat kepada kita semua, bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud, apabila semua komponen bangsa, masyarakat, organisasi kemasyarakatan maupun swasta, berperan serta dalam upaya kesehatan,” kata Bupati Wajo.

“Kita perlu lebih berprioritas pada upaya promotif-preventif dan semakin menggalakkan serta melembagakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), tanpa mengabaikan kuratif-rehabilitatif,” Bupati Wajo menambahkan.

Bupati Wajo diakhir sambutannya mengajak untuk mensukseskan Pekan Olahraga Kesehatan Kabupaten Wajo Tahun 2019, agar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat menjadi budaya, serta terjalin kebersamaan dan kekeluargaan bagi pegawai kesehatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Wajo bersama mitra dan masyarakat umum.

Diakhir acara penyerahan piala bergilir yang diserahkan dari Bupati Wajo kepada Kepala RSUD Lamaddukelleng yang merupakan peraih Juara Umum ke I pada Porkes ke 16 tingkat Kabupaten Wajo.

Hadir dalam acara ini Bupati Wajo, Ketua DPRD Kabupaten Wajo bersama anggota DPRD Kab. Wajo lainnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Forkopimda Kabupaten Wajo, Kepala OPD serta Camat Se Kabupaten Wajo, Kepala Dinas Kesehatan beserta jajarannya, serta dari Pemerhati Kesehatan dan tokoh tokoh Kesehatan lainnya demikian juga para Kepala Puskesmas beserta jajarannya yang juga sekaligus sebagai peserta dalam acara ini.

( Humas Pemkab Wajo )

Kasus Penjambretan Handphone Oppo A1 Buat Geger Warga Kota Benteng

BENTENG – Kasus tindak pidana penjambretan ponsel yang terjadi pada sekitar pukul 14.00 Wita hari Sabtu 09 November 2019 , bertempat di ruas Jln. Angkajeng Lingkungan Bua-Bua Barat Kelurahan Benteng Utara Kecamatan Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar membuat heboh sejumlah pengguna media sosial facebook di daratan kota Benteng.

Kemasan kosong, Kardus Handphone milik korban, Tegar

 

Kali ini, korbannya merupakan seorang bocah, berusia sembilan tahun, atas nama Tegar yang baru duduk di bangku kelas dua SD Inpres 2 Benteng.

Tegar tercatat sebagai warga Jln. Melinjo No. 30 Benteng. Ironisnya karena saat berlangsungnya kejadian ayah Tegar Ahmad Amiruddin sedang berada di Kabupaten Gowa, sementara ibunya Gusti Arifin tengah mendampingi perjalanan kunjungan kerja wakil bupati ke pulau.

Ayah korban Ahmad Amiruddin yang dikonfirmasi wartawan via massengger, pada hari Sabtu sore mengutarakan “kejadian ini telah dilaporkan secara resmi, ke bagian sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Mako Polres Kepulauan Selayar oleh kakek korban atas nama Najir (55 thn),” Laporan kejadian diterima oleh Banit 1 SPKT Polres Kepulauan Selayar Bripda Muh. Khasbi.

Berikut ciri-ciri barang milik korban yang dibawah kabur pelaku penjambret Handphone merk Oppo A1 warna hitam, Type : CPH 1923 (2GB). Nomor Imei 1 : 869318043806393-869318043806385. S/N : MC{H 192311A116A1925. P, 40.SBB.1805.0219.
GSM : 900/1800Hz, WCDMA : 900/2100MHz LTE FDD : Bands 1/3/5/8, LT TDD : Band 40, Pemeriksa : 011BD, Tanggal, 2019/06/22.

“Jika ada yang mengetahui dan atau melihat seseorang ingin menjual handphone merk Oppo A1 warna hitam tanpa kardus tolong dicek dan diperiksa baik-baik.

Bilapun menemukan kesamaan, dengan ponsel diatas, silahkan menghubungi, nomor contac person, 082-348-580-388, Atas nama Ahmad Amiruddin,” pungkasnya, penuh harap.

(fadly syarif

Derita Bayi Miyzan, Dari Asa Sang Ayah dan Upaya RSUD Nunukan Menyembuhkan

WARTA HUMAS – Bayi mungil itu tampak tidur pulas tidur didampingi ibunya, di pergelangan tangan kirinya tampak melekat selang infus yang terhubung ke kantong cairan infus yang tergantung. Bila diperhatikan hampir sekujur tubuh terlihat kulitnya mengelupas, ada yang sudah mengering ada pula yang masih basah, Sabtu (09/11/2019)

Di belakang sang ibu, terlihat berdiri lelaki bercelana pendek, kelopak matanya sayu seperti kurang istirahat, namun pandangannya tampak penuh harap.

” Sekarang sudah lebih baik, dibanding beberapa hari yang lalu, semua kulit badan mengelupas kemerahan dan kalau sudah kering pecah pecah, kalau dilepas kulit yang mengelupas menjadi berdarah”, tutur Nurul Qomar, lelaki yang kemudian diketahui sebagai ayah dari bayi Mizyan ini.

Menurut Nurul Qomar, awalnya Bayi Mizyan lahir dengan normal, namun setelah usia 3 bulan tanda tanda bercak bercak merah sudah mulai muncul. Nurul Qomar yang warga Desa Makmur Kecamatan Tulin Onsoi inipun sudah pernah membawa Miyzan ke RSUD Tarakan dan Malinau, dalam perawatan tersebut kondisinya sudah sempat membaik dan namun karena keterbatasan biaya maka mereka pulang ke Tulin Onsoi dan tidak melakukan kontrol secara intensif, saat sakitnya kembali kambuh.

Nurul Qomar yang berprofesi sebagai pekerja serabutan ini hanya bisa memberikan pemgobatan dengan mengoleskan obat obatan herbal namun hasilnya tidak juga menyembuhkan.

Dan kali ini Miyzan kembali dirawat di RSUD Nunukan, yang sebelumnya pada bulan Agustus juga sudah pernah dilakukan perawatan.

Ditempatkan di Ruang Mawar, Bayi Mizyan penderita Dermatitis Seboroik yang sempat viral ini dipantau intensif Paramedis RSUD Nunukan, mereka melakukan perawatan dan pengobatan.

Dalam rangka untuk mengintensifkan perawatan, menurut Direktur RSUD Nunukan dr. Dulman, SPOG pihak RSUD Nunukan membentuk tim Dokter. Tim ini terdiri atas Dr. Erlin Ari Windyareski SP. KK (Dokter Spesialis Kulit), dr. Jindi Octora (Dokter Spesialis Anak), dr. Laksito Wening Sp.THT. KL (Dokter Spesialis THT), dan Dr. Irnawati. Sp.M (Dokter Spesialis Mata).

” Saat ini kondisinya sudah lebih baik dari saat pertama kali datang, dan akan terus kita lakukan perawatan hingga sembuh, untuk penanganannya kita (RSUD) bentuk tim dokter spesialis, kita libatkan juga dalam tim Spesialis THT dan Spesialis Mata karena dampaknya sudah mulai ke kelopak mata dan telinga “, tutur dr. Dulman.

Ketua Tim Penanganan Pasien Bayi Mizyan dr. Erlin Ari Windyareski SP. KK membenarkan apa yang disampaikan oleh dr Dulman, menurutnya upaya dilakukan saat ini dengan melakukan perawatan pada permukaan kulit dengan mengupayakan kelembaban kulitnya dan memberikan melakukan treatment untuk dehidrasinya.

Perhatian dan simpati atas bayi Miyzan terus mengalir berdatangan, beberapa warga masyarakat datang memberi dukungan dan doanya, demikian juga Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid yang sedang di luar daerah juga memberikan perhatiannya dengan mengirimkan bantuannya dan menghubungi Direktur RSUD agar dapat memberikan bantuannya dengan maksimal, disamping itu Bupati juga meminta Kabag Humas dan Protokol dan Kabag Kesra Setda untuk datang memantau keadaan bayi dan orang tua yang mendampinginya.

” Bupati memang sudah arahkan untuk dapat membantu pasien ini, segala fasilitas pemerintah yang ada coba kita gunakan untuk membantu sehingga orangtua pasien tidak terbeban dengan pembiayaan dan diupayakan selama proses kesembuhan untuk tetap di Nunukan, karena mungkin akan butuh waktu yang lama untuk proses kontrol maka kita upayakan nanti supaya pasien dan orangtua tidak pulang ke Tulin Onsoi, ada rumah singgah RSUD atau Rusunawa yang bisa digunakan”, tutur Hasan Basri.

(Humas)