IWAPI Kaltara Dorong Nunukan Jadi Gerbang Ekonomi Perbatasan, Fasilitasi Izin BPOM & Pariwisata
NUNUKAN — Ketua DPD IWAPI Kalimantan Utara, Hj. Sri Sularti Ningsih, menegaskan peran strategis Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan sekaligus beranda terdepan Indonesia dalam memajukan perekonomian daerah, perdagangan, dan pariwisata.
Hal ini disampaikan pada Selasa (29/9/2026) saat kegiatan pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC IWAPI Kabupaten Nunukan, yang kini dipimpin ketua baru pertama kali, Hj. Asrit.
Menurut Sri Sularti, IWAPI Kaltara baru berdiri sejak 2022 seiring Kaltara menjadi provinsi ke-37 di Indonesia. Menjadi ketua di daerah kepulauan seperti Kaltara maupun Nunukan bukan hal mudah — selain cakap, pengurus harus siap berkorban waktu dan biaya, serta menjalin kedekatan dengan para pemangku kepentingan, termasuk Bupati dan jajaran pembina organisasi.
“Kami berkomitmen memfasilitasi kebutuhan pengurus dan anggota, termasuk menyiapkan sarana transportasi untuk kegiatan bersama,” ujarnya.
Ia menyoroti dua fokus utama pengembangan di Nunukan: peningkatan kualitas produk UMKM siap ekspor dan pengembangan destinasi pariwisata.Banyak produk lokal Nunukan sudah layak jual bahkan berpotensi menembus pasar luar negeri, namun terkendala perizinan, khususnya sertifikasi BPOM.
Sri Sularti yang juga menjabat pengurus Kadin Pusat menawarkan solusi: IWAPI akan memfasilitasi pengurusan izin BPOM agar lebih cepat, dengan syarat pelaku usaha bergabung sebagai anggota organisasi.
“Melalui jalur organisasi, prosesnya jauh lebih lancar dibanding mengajukan perorangan. Kami bantu dari standarisasi hingga perizinan,” jelasnya.
Tak hanya soal produk, potensi wisata Nunukan juga dinilai sangat besar. Ia mengajukan agar pengurus IWAPI Nunukan menyusun daftar lokasi wisata unggulan beserta usulan pengembangan, yang nantinya akan dijembatani langsung ke Kementerian Pariwisata.
Kerja sama lintas batas pun sudah terjalin — tahun lalu IWAPI Kaltara berkunjung ke Tawau, Malaysia, difasilitasi KJRI, mempertemukan pengusaha wanita kedua wilayah untuk mencarikan peluang dagang bersama.
“Kabupaten Nunukan berbatasan langsung dengan tiga negara. Ini keunggulan yang harus dimanfaatkan. Mari bersinergi, bangun kemitraan antarinstansi dan sesama pelaku usaha, agar potensi daerah ini benar-benar membawa kesejahteraan warga,” pesan Sri Sularti.
Padli/admin
