Deddy Sitorus Bantu Perjuangkan Pengadaan 1.000 Tabung Oksigen Untuk Pasien Covid – 19 Di Tarakan

Anggota DPR RI Deddy Sitorus, Foto : Eddy Santry

Tarakan – Jumlah pasien terkonfirmasi covid – 19 di Kalimantan Utara (Kaltara) yang terus bertambah mengakibatkan persediaan oksigen semakin menipis. Seperti yang terjadi di Kota Tarakan, lonjakan jumlah pasien berdampak pada menurunya stok oksigen untuk pasien.

Menurut Plt. Direktur RSUD Tarakan, Franky Sientoro, saat ini stok oksigen di RSUD tarakan hanya tersisa 100 hingga 120 tabung, padahal jika hari biasa pihaknya mempunyai stok hingga 300 tabung oksigen. RSUD Tarakan menurut Franky membutuhkanb secepatnya pasokan tabung oksigen untuk keperluanh pasien di Tarakan.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI ) Deddy Yevry Hanteru Sitorus bertindak cepat. Melalui berbagai komunikasi dengan beberapa puhak yang berkompeten terhadap masalaha ini, ahirnya melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) PT. BMS,  Tarakan akan mendapat pasokan 1.000 tabung oksigen secara gratis.

Melalui akun Facebook pribadinya, pria yang akrab dipanggil Bang DS itu, menututrkan hal ihwalnya sehingga Tarakan berpotensi mendapatkan 1.000 tabung oksigen . Menurutnya, yang ia lakukan selain keterpanggilan dari solidaritas kemanusiaan, juga merupakan kewajibanya sebagai wakil rayyat Kalimantan Utara.

“Hari Jumat 20 Juli  yang lalu,  saya mendapat informasi dari Bung Iwan Setiawan bahwa Kota Tarakan terancam krisis Oksigen medis yang dibutuhkan oleh rumah sakit di sana. Bung Iwan yang juga berbisnis Oksigen sejak lama itu menyampaikan informasi  bahwa Tarakan kesulitan mendapatkan pasokan untuk menambal kebutuhan dari sumber-sumber yg selama ini ada,” tuturnya.

Deddy mempunyai analisa dan prediksi bahwa mengharapkan pasokan dari Kalimantan Tumur (Kaltim) juga sulit karena setidaknya Samarinda, Balikpapan dan Bontang juga defisit dan mereka “menjaga” antrian pengisian tabung.

“Singkat kata, saya menghubungi sahabat lama yg sekarang jadi Dirut Pupuk Indinesia Holding, Bapak Bakir Pasaman dan meminta perhatian soal penyediaan Oksigen dalam masa pandemi ini. Beliau mengatakan bahwa hanya bisa memasok    dari Pupuk Kaltim (PKT) karena yg dari daerah lain sudah daloam kendali  Pemda setempat di masing-masing Daerah,” paparnya

Selanjutnya, ungkap Deddy, Bakir Pasaman menghubungkannya dengan Direktur Tekhnis PKT, Ipong. Darin komunikasi tersebut diperoleh infiormasi bahwa bahwa PKT Bontang hanya mempunyai kapasitas makaimal 40 tabung per hari, dan itupun juga sudah dalam pengendalian  Pemda di Kaltim.

“Tapi beliau berjanji mencoba carikan sumber lain seperti PT. Samator utk kebutuhan Kota Tarakan yg mencapai 1000 tabung, sebagaimana yang diharapkan Walikota Tarakan, (Dr. Khairul),” jelasnya

Untunglah PT. BMS yang selama ini memasok dagangan Oksigen di Tarakan melalui  Iwan Setiawan, menurut Deddy  mempunyai solusi jitu. Yakni  daripada jauh-jauh ke Bontang untuk mengisi tabung oksigen dan berebut dengan Kaltim, akan lebih baik  mengirimkan bahan baku Oksigen berbentuk liquid ke Berau karena ini akan memudahkan pengisian cepat dan menghemat.

Usulan ini disetujui oleh PKT, kebutuhan Oksigen Kota Tarakan disanggupi untuk dipenuhi secara gratis melalui Program CSR lewat PT. BMS sebanyak 1000 tabung. Proses pengiriman Oksigen liquid nya sedang dalam proses pengiriman ke Berau dan mudah2an segera berproduksi!

“Mudah-mudahan ini mencukupi dan daerah lain di Kaltara tidak mengalami defisit Oksigen,” tandas Politisi PDI Perjuangan tersebut

Pewarta : Eddy Santry