ANNIVERSARY 1 ST MEDIA BERANDANKRINEWS.COM DARI RAKYAT UNTUK RAKYAT DAN NEGARA

BERANDANKARINEWS.COM, NUNUKAN (Kaltara) – Dalam rangka hari ulang Tahun Berandankrinews.com Anniversary satu tahun di jalan Daeng toba  gang kelapa RT 20 kelurahan Nunukan timur Kabupaten Nunukan kamis, (31/10/2019).

Turut hadir dalam rangka ulang tahun berandankrinews.com, beberapa media lokal, Kejaksaan Negeri Nunukan, perwakilan Kapolres Nunukan, polsek kskp nunukan, Kapolsek kota nunukan, Bea dan cukai nunukan, perwakilan Karantina Nunukan dan tokoh masyarakat.

Redaksi Berandankri news.com, Darwin A,md mengatakan, saya selaku pimpinan umum berandankrinews.com mengucapkan banyak-banyak terimah kasih atas kehadirannya dalam acara ulang tahunnya media kami yang pertama.

Ia juga menambahkan bahwa “semoga kedepanya kemitraan kita terus terjalin sampai kapanpun, kami berharap semoga kedepannya lebih baik lagi dan sukses selamanya,” jelas Darwin.

(Charles)

Penemuan Mayat Seorang Pria Yang Diduga Gantung Diri Dirumahnya

NUNUKAN  – Warga Nunukan dihebohkan dengan penemuan mayat yang diduga gantung diri dirumahnya sekitar pukul 08.00 wita, Rabu(30/20/2019).

Penemuan Mayat Ikbal Alias Ancu (45) Yang Diduga Gantung Diri  Dirumahnya.

Penemuan Mayat yang diduga  gantung diri tersebut, diketahui bernama Ikbal Alias Ancu (45) berjenis kelamin laki-laki, korban ditemukan di sebuah rumah Jalan Pesantren Hidayatullah Gang Maspul Rt. 07 Kelurahan Nunukan Selisun Kecamatan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

Kejadian penemuan korban pertama kali diketahui oleh Tahliani (7) yang merupakan anak korban, yang pulang kerumahnya (awalnya dirumah tantenya) dan mendapati bapaknya Ikbal Alias Ancu (korban) telah dalam posisi bergelantungan dengan kondisi leher terikat tali yang diikat di pelafon rumah (gantung diri), kemudian anak korban Tahliani memberitahukan kepada  ibunya Jumatia (istri korban) bahwa bapaknya gantung diri dirumah. Setelah mendapatkan informasi Istri korban dan warga masyarakat langsung pergi melihat korban dilokasi kejadian, kemudian melaporkan kepihak kepolisian Nunukan.

Petugas kepolisian yang menerima laporan dari warga langsung ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Menurut keterangan anak korban Tahliani, bahwa dipagi harinya ia sempat melihat bapaknya Ikbal Alias Ancu (korban) membuat tali dirumahnya (yang digunakan untuk gantung diri) dan korban sempat menyampaikan pesan kepada anaknya dengan kata-kata “JAGA ADIKMU YA”.

Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro S.I.K, MH mengatakan Informasi dari istri korban  Jumatia bahwa dirinya dan suaminya/korban  Ikbal Alias Ancu mengalami permasalahan rumah tangga dan sudah beberapa hari tidak tinggal serumah (Jumatia tinggal dirumah keluarganya) dan korban tinggal sendirian dirumahnya.

“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan / kejadian murni gantung diri yang diakibatkan depresi karena permasalahan keluarga,” ungkap Kapolres Nunukan  AKBP Teguh Triwantoro S.I.K, MH.

Ia juga menambahkan bahwa korban langsung dievakuasi korban ke RSUD Nunukan dan  melakukan  Visum mayat “Saat ini korban dibawa ke Rumah Sakit Nunukan untuk dilakukan Visum dan setelah dilakukan visum rencananya jenazah akan dibawa ke rumah duka untuk di semayamkan,ungkpanya.

Reporter (Anto/Charles Suban Hayon)

Asmin Laura Hafid, Seriusi Untuk Menggandeng NasDem Di Pilkada 2020

 

 

Nunukan – Bakal Calon yang merupakan Calon Petahana di Pilkada Nunukan 2020 mendatang, Asmin Laura Hafid, mengutarakan keseriusanya untuk menggandeng Partai Nasional Demokrat (NasDem) bersama – sama dalam koalisinya. Hal itu ia buktikan dengan kesediaanya memaparkan visi dan misinya di depan Tim Penjaringan dar Partai besutan Surya Paloh tersebut, Selasa (30/10/2019).

Kepada Tim yang dipimpin Hendrawan itu, Asmin Laura Hafid yang didampingi salah satu anggota Tim nya, Irsan Humokor , menyampaikan tujuan serta program – programnya apabila kelak ia berhasil direkomendasikan oleh Ketua Umum Partai NasDem sebagai Calon Bupati. Seusai memaparkan visi dan misinya, kepada awak media Laura menyatakan optimismenya bakal mendapat dukungan dari partai Nasdem.

“Optimis mendapat dukungan dari NasDem sih pasti. Saya ikuti saja tahapan demi tahapan yang dilaksanakan karena saya yakin dan percaya bahwa NasDem adalah salah satu partai yang profesional,” tuturnya di Sekreriat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Nunukan.

Walapun secara perhitungan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan Partai NasDem hanya mempunyai 1 perwakilan, namun Asmin Laura Hafid, S.E menegaskan bahwa ia tak membedakanya dengan partai lainya.

“Jangan dilihat dari berapa jumlah kursinya tapi lihat komitmenya dalam membangun Nunukan. Dan saya lihat konsep Partai NasDem selaras dengan misi saya untuk merestorasi segala untuk perubahan yang yang lebih baik,” tandasnya.

Sementara menyikapi presentase yang dilakukan Asmin Laura , Ketua Tim Penjaringan DPD Nasdem Nunukan Hendrawan mengungkapkan terima kasihnya. Hendrawan menilai, kesediaan Laura untuk datang memenuhi proses tahapan penjaringan merupakan sebuah sikap politik yang layak diapresiasi.

“Kami tentu saja merasa tersanjung. Karena seorang bakal calon Petahana dari sebuah partai besar di Nunukan ini tapi masih sudi memerhitungkan keberadaan kami,” ujar pria yang juga anggota DPRD Nunukan tersebut.

Sebagaimana diketahui, Laura sendiri merupakan politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Kendati tak mampu menempatkan perwakilanya di DPR RI karena tak lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2019 lalu, Partai Hanura di Nunukan justru menjadi Pemenang Pemilu dengan mampu mengantar 7 orang perwakilanya di DPRD Nunukan.

Terkait hal tersebut, Laura tak menampik bahwa tanpa koalisi dengan partai manapun, ia memastikan sudah dapat mengikuti Pilkada. Namun ia kembali menegaskan bahwa ia tak sekedar mengajak partai lain hanya saat Pilkada semata. Apabila ia kembali dipercaya sebagai pelayan rakyat Nunukan, maka kebersamaan dan kegotongroyongan itu dapat terus terbina.

” Satu musuh terlalu banyak dan seribu kawan terlalu sedikit. Oleh karenanya saya ingin mengajak semua elemen terutama partai politik untuk bersama – sama membawa Nunukan ini tak hanya di gerbang saja tapi masuk dalam kesejahteraan yang berkedilan,” pungkas Laura

Pewarta : Eddy Santry

Serah Terimah Empat Orang WNI Yang Hanyut Keperairan Malaysia

NUNUKAN – Pelaksanaan kegiatan serah terima 4 (empat) orang WNI yang hanyut diperairan laut Tawau, Malaysia dan tertangkap dalam Operasi Pasukan Polis Marin diperairan Tawau Sabah, Malaysia Selasa, (29/10/2019).

Pada hari Rabu, tanggal 30 Oktober 2019 pukul 11.00 wita, 4 (empat) personil Sat Polair Polres Nunukan dan 1 (satu) personil Dit. Polairud Polda Kaltara serta 2 (dua) personil TNI-AL yang dipimpin oleh Iptu Najamuddin, S.AP dengan menggunakan satu unit speed boat dinas Sat Polair Polres Nunukan melaksanakan penjemputan 4 (empat) orang WNI diperairan perbatasan Sebatik, Indonesia dan Malaysia yang diantar oleh Pasukan Polis Marin Tawau, Malaysia didampingi oleh LO TNI Kapten Ali Iksan dan Konsulat Tawau, Malaysia Iskandar Abdullah dengan menggunakan dua unit kapal Polis Marin.

BOAT RONDA PSC 6
1) DSP MOHD. NAZARI BIN ISMAIL
2) KPL MUSA BIN ABU BAKAR
3) KPL JEOGRI BIN JUMAH
4) KPL NAZRIN BIN MOHAMAD
5) L/KPL JEPHARRY SIM LING HAO

BOAT RONDA PSC 5
1) INSP AZMI ALEXUUS BIN MAJILON
2) SJN ZOOL HELME BIN ABDUL RAHMAN
3) KPL ZULKARNAIN BIN JANUDIN
4) KPL NURYUSOP MALLACA
5) KPL ABDUL SAID BIN MAJID
6) L/KPL BENBANER BIN BENZAL

Sekitar pukul 11.20 wita, Petugas Polis Marin, LO TNI, Konsulat Tawau, dan kalangan media Tawau, didampingi personil Sat Polair dengan menggunakan satu buah speed boat dinas Polairud, satu buah speed boat penumpang dan dua buah perahu nelayan yang hanyut ke wilayah Tawau, Malaysia berpindah dari perairan perbatasan Indonesia – Malaysia menuju dermaga pelabuhan Sungai Nyamuk untuk melakukan acara serah terima 4 orang WNI dari Ketua Tim Pasukan Polis Marin Inspektur Nazari kepada petugas Dan Posal Sei Nyamuk Letda Laut Juhar diketahui LO TNI Kapten Inf. Ali Iksan disaksikan oleh KBO Sat Polair Polres Nunukan Iptu Najamuddin, S.AP beserta anggota Sat Polair, Konsul Tawau Iskandar Abdullah, Komuniti Intelijen, PSDKP sebatik, Anggota TNI-AL dan awak media, baik dari Tawau, Malaysia maupun dari media lokal Sebatik.

Sekitar pukul 11.35 wita, Pemberian keterangan pers kepada awak media Tawau, Malaysia dan lokal Sebatik oleh Ketua Tim Pasukan Polis Marin (PPM) DSP mohd. Nazari, Komsul Tawau bapak Iskandar Abdullah, dan Dan Posal Sungai Nyamuk Letda Laut Juhar.

Kemudian pada pukul 12.00 wita, Pasukan Polis Marin (PPM) beserta rombongan meninggalkan dermaga pelabuhan Sungai Nyamuk dengan menggunakan satu unit speed boat regular dikawal oleh personil Sat Polair Polres Nunukan dengan menggunakan speed boat inventaris dinas Sat Polairud Polres Nunukan.

Adapun identitas keempat orang WNI yang diserahterimakan oleh pihak polis malaysia, Saleh Bin Atas, umur 70 tahun, Ambar Bin Arba, umur 39 tahun, Arifin Bin H. Manja, umur 49 tahun, Ambo Tuwo Bin Cidong, umur 35 tahun

Turut hadir dalam acara serah terima empat orang WNI DSP. MOHD. Nazari bin Ismail, Ketua Tim Pasukan Polis Marin beserta anggota. Konsul RI Tawau, Malaysia Iskandar Abdullah, LO TNI tawau, Malaysia Kapten Ali Iksan, Kapolsek Sebatik Timur AKP ADIYA ROHAULIA SUHARTO, S.H, S.I.K, KBO Sat Polair Polres Nunukan Iptu Najamuddin, S. AP beserta lima orang personil Sat Polair Polres Nunukan, Dan Posal Sungai Nyamuk Letda Laut Juharman beserta anggota, Kapolsub Sektor Sebatik Ipda Maswoko, Waka Polsek Sebatik Ipda Eko Asiadi Putra, Komunitas Intelijen (BINDA, BAIS, SGI, POLRI) Pegawai PSDKP Sebatik, Mass media Tawau, Malaysia dan Media lokal Sebatik.

Proses serah terima empat orang WNI dari Pasukan Polis Marin Tawau, Malaysia kepada dan Posal Sungai Nyamuk dan diketahui oleh LO TNI tawau, Malaysia mulai saat penjemputan diperairan perbatasan Sebatik Malaysia – Indonesia.

Reporter (Anto/charles)

BI Sosialisasi Rupiah di Perbatasan

SEBATIK – Sebagai daerah perbatasan, keberadaan mata uang asing memang tak bisa dipungkiri. Salah satunya di Pulau Sebatik yang notabene masih menggunakan mata uang Ringgit Malaysia (RM) sebagai alat bertransaksi.

Untuk mencegah hal itu, Bank Indonesia (BI) hingga kini terus melakukan sosialisasi dan rdukasi UU penggunaan mata uang rupiah. Bahkan, Rabu (30/10/2019), BI kembali Sosialisasi dan edukasi (Traning Of Beneficiary) di Kantor Desa Sei Pancang, Sebatik.

Hal ini dilakukan untuk mengoptimalisasikan UU No. 7 tahun 2011 tentang mata uang dan Peraturan Bank Indonesia No. 17/3/PBI/2015 tentang kewajiban penggunaan rupiah di wilayah perbatasan NKRI.

Pertemuan yang juga dihadirkan warga Desa Sei Pancang, sekaligus tatap muka dan mendengar langsung keluhan masyarakat yang ada di perbatasan.
Seperti biasa agar kegiatan lebih formal sebelum acara dimulai terlebih dahulu semua yang hadir wajib menyayikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Nurlia staf desa Sungai Pancang, lalu di buka lansung oleh Serda Muhsinin Babinsa desa Sungai Pancang.

Acara ini menghadirkan narasumber pihak Bank Indonesia, Hafiz bagian unit data statistik Tarakan, didampingi oleh Kaharuddin, S. IP kepala desa sungai pancang, Sulaiman Deru, S.Pdi Ketua BPD desa Sungai Pancang, Aiptu Beny Apriadi Bhabinkamtipmas desa Sungai Pancang dan Muhsinin Babinsa Sungai Pancang.

Muhsinin sapaan akrabnya menghimbau kepada masyarakat dan pedagang untuk lebih proaktif dalam mengutamakan belanja pakai uang rupiah ketimbang ringgit, sehingga dengan sendirinya akan lebih terbiasa menggunakan rupiah.

“Kebiasaan kita yang ada di perbatasan sering menggunakan dua mata uang Ringgit dan Rupiah sehingga kita harus bekerjasama, agar bisa terbiasa menggunakan pupiah,” jelasnya di hadapan warga Desa Sei Pancang, Sebatik, Rabu (30/10/2019).

Kemudian, Kepala Desa Sei Pancang, Kaharuddin mengatakan hal ini tidak akan menjadi problematika jika masyarakat cenderung menggunakan rupiah dan lebih mencintai ripiah di perbatasan.

Begitu juga yang disampaikan Bhabinkamtipmas Sungai Pancang, Aiptu Beny Apriadi menyatakan siap dan kapan saja selagi negara butuhkan. “Mata uang Indonesia harus kita jaga bersama sehingga regulasi perputaran uang bisa di nikmati oleh masyarakat kita yang ada di perbatasan.

Sebagai bentuk rasa cinta kita terhadap tanah air, kami menhimbau optimalisasi penggunaan mata uang rupiah di perbatasan,” tuturnya.

Reporter, Irwan.