Pimpin Apel Gabungan, Plh. Sekprov Bustan Paparkan Sejumlah Poin Penting

TANJUNG SELOR – Mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Plh. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Dr. Bustan, S.E., M.Si., memimpin apel pagi gabungan di lingkup Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Kaltara di Lapangan Agathis, Senin (14/4).

Dalam amanatnya, Bustan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat struktural, pejabat fungsional, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN yang telah hadir pada apel rutin hari ini.

“Saya minta kepada seluruh kepala perangkat daerah yang membidangi untuk kembali melakukan evaluasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan,” kata Bustan.

Terbitnya Instruksi Gubernur Kaltara Tahun 2025 No. 000.8/1044/BO/GUB/IV/2025 Tentang Penggunaan Aksesoris Lokal di Lingkungan Pemprov Kaltara, Bustan menghimbau kepala perangkat daerah, ASN dan non-ASN, dapat mengimplementasikan selama bekerja dari hari Senin sampai Jumat.

Kemudian pada efisiensi anggaran, ia berpesan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bagian tata kelola keuangan dapat berkomitmen dalam memegang prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Pada era efisiensi ini, kepala perangkat daerah dan seluruh jajaran untuk melaksanakan efisiensi dan yang terpenting adalah terkait dengan tanggung jawab masing-masing kepala perangkat daerah. Di era serba digitalisasi menuntut kita untuk mampu beradaptasi,” ujarnya.

Tidak mengurasi rasa semangat untuk bekerja lebih tinggi, Bustan mengajak untuk melakukan berbagai inovasi di tengah keterbatasan sumber daya finansial, dan tuntutan kebutuhan masyarakat untuk selalu memberikan pelayanan terbaik.

Diakhir amanatnya, ia meminta kepala perangkat daerah beserta jajarannya mengevaluasi kembali rencana strategi menyesuaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang nantinya akan diterbitkan Perdanya beberapa bulan mendatang.

(dkisp)

Razia THM, BNN Kabupaten Nunukan Amankan 4 Orang Positif Narkoba

NUNUKAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan menggelar operasi razia di sejumlah tempat hiburan malam (THM) di wilayah Pulau Sebatik untuk mencegah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di Kabuapaten Nunukan khususnya Pulau Sebatik, Sabtu (12/4/2025) malam kemarin.

Kepala BNN Kab Nunukan mengatakan razia ini dilakukan untuk mengurangi dampak dari Peredaran Gelap Narkotika serta memberikan edukasi kepada pengelola hiburan malam agar turut serta mencegah bahaya penyalahguna narkoba, mengingat bahwa Kabupaten Nunukan merupakan Kabupaten kepulauan dan berdampingan dengan negara lain, oleh karena itu perlunya peran tokoh agama, tokoh masyarakat untuk dapat mengkampanyekan secara terbuka anti narkoba kepada masyarakat, adapun kegiatan di laksanakan selain edukasi kepada pemilik dan pengunjung hiburan malam, dilakukan pemerikasaaan urine melalui alat tes yang dimiliki BNN terdiri atas 7 parameter yang memberikan gambaran dan hasil secara akurat dalam waktu kurang lebih 5 menit, sehingga dapat diketahui apakah seseorang merupakan penyalahguna atau bandar narkoba.

Disisi lain Kepala BNNK Nunukan, Anton Suriyadi Siagian bahwa dari hasil pemeriksaan ditemukan 4 (empat) orang pengunjung yang terindikasi menyalahgunakan narkotika jenis golongan I melalui alat tes urin sedangkan untuk karyawan hiburan malam tidak di temukan adanya indikasi penyalahgunaan narkoba, terhadap pengunjung yang terindikasi akan dilakukan assesment untuk menentukan tingkat penyalahgunaan narkoba serta pola perilaku yang bersangkutan, bahwa untuk selanjutnya akan dilakukan pembinaan dan monitoring dan evaluasi melalui metode wajib lapor kepada penyalahgunaan narkoba.

Kepala BNN Kab Nunukan menyerukan seluruh elemen masyarakat, baik Pemerintah maupun swasta untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika, khususnya masyarakat pulau sebatik dan pulau sebuku yang merupakan kepulauan yang memiliki batas wilayah antar dua negara, dan jalur tikus yang dapat dijadikan akses peredaran narkoba oleh sindikat pengedar jaringan Nasional maupun Internasional.

Disisi lain Kepala BNN Kabupaten Nunukan mengatakan perlunya komitmen untuk terus melakukan berbagai langkah Preventif guna menekankan angka penyalahgunaan narkotika di wilayah perbatasan tersebut, serta menghimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas BNN bila menemukan atau mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba dilingkungan nya, dan mengajak masyarakat yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba agar tidak takut untuk rehabilitasi.

(Redaksi BNNK Nunukan)

Bersama Ribuan Abnaulkhairaat, Gubernur Zainal Hadiri Haul Guru Tua ke-57

PALU – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Drs. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, bersama puluhan ribu warga Alkhairaat atau Abnaulkhairaat menghadiri acara Peringatan Habib Sayid Idrus Bin Salim Al-Jufri, atau disebut juga Haul Guru Tua ke-57, pada Sabtu (12/4).

Tiba di Kompleks Pengurus Besar (PB) Alkhairaat Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), Gubernur Zainal disambut dengan hangat Gubernur Sulteng Anwar Hafid, dan Ketua Utama Alkhairaat, HS. Alwi Bin Saggaf Al-Jufri beserta tamu kehormatan keluarga besar Alkhairat.

“Alhamdulillah, senang rasanya saya bisa kembali menghadiri Haul Guru Tua semoga di tahun berikutnya saya dapat kembali,” ucap Gubernur Zainal.

Puncak Haul Guru Tua ini dimulai dengan berbagai rangkaian, diawali pembacaan tahlil dan yasin yang dipimpin Habib Ali Bin Muhammad Al-Jufri, pembacaan riwayat hidup sang Guru Tua hingga ceramah dari sejumlah ulama dan para menteri yang hadir.

Habib Sayid Idrus Bin Salim Al-Jufri dikenal dengan Guru Tua merupakan salah satu tokoh perintis Islam di Sulteng, berhasil menyampaikan syiar Islam ke berbagai bagian negeri termasuk pulau Jawa, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara.

Selain itu, dikenal sebagai tokoh pejuang dari sadah Ba’Alwi di Sulteng dalam bidang pendidikan agama Islam. Kemudian menetap dan mulai membangun pusat pendidikan Islam yang dinamai Alkhairaat.

Turut hadir Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas, Menteri Agraria dan ATR/BPN RI Nusron Wahid, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman, dan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) RI, serta para ulama. (dkisp)

Tiba di Kompleks Pengurus Besar (PB) Alkhairaat Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), Gubernur Zainal disambut dengan hangat Gubernur Sulteng Andi Sudirman Sulaiman, dan Ketua Utama Alkhairaat, HS. Alwi Bin Saggaf Al-Jufri beserta tamu kehormatan keluarga besar Alkhairat.

“Alhamdulillah, senang rasanya saya bisa kembali menghadiri Haul Guru Tua semoga di tahun berikutnya saya dapat kembali,” ucap Gubernur Zainal.

Puncak Haul Guru Tua ini dimulai dengan berbagai rangkaian, diawali pembacaan tahlil dan yasin yang dipimpin Habib Ali Bin Muhammad Al-Jufri, pembacaan riwayat hidup sang Guru Tua hingga ceramah dari sejumlah ulama dan para menteri yang hadir.

Habib Sayid Idrus Bin Salim Al-Jufri dikenal dengan Guru Tua merupakan salah satu tokoh perintis Islam di Sulteng, berhasil menyampaikan syiar Islam ke berbagai bagian negeri termasuk pulau Jawa, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara.

Selain itu, dikenal sebagai tokoh pejuang dari sadah Ba’Alwi di Sulteng dalam bidang pendidikan agama Islam. Kemudian menetap dan mulai membangun pusat pendidikan Islam yang dinamai Alkhairaat.

Turut hadir Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas, Menteri Agraria dan ATR/BPN RI Nusron Wahid, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman, dan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) RI, serta para ulama.

(dkisp)

Kolaborasi, Pemprov Kaltara Bersama Kejati Kaltara dan Konsep Karnus Beri Edukasi Kesehatan

TANJUNG SELOR-Mewakili Gubernur, Plh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. Bustan SE., M.Si hadiri sekaligus membuka seminar kesehatan bertajuk Kaltara Sehat, Kaltara Hebat Bersama Lawan Diabetes, Kanker, dan Autoimun yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna Lt. 1 Kantor Gabungan Dinas Kaltara.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Kamis (10/04/25) lalu ini merupakan kaloborasi antara Pemerintah Provinsi Kaltara bersama Kejaksaan Tinggi Kaltara dan Konsep Karnus.

Seminar ini menghadirkan 3 narasumber diantaranya Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia Prof. Dr. dr. Iris Pengganis, Sp.Pd, KAI., Founder Konsep Karnus Iwan Benny Purwowidodo, STP., dan dokter penerap Konsep Karnus dr. Ary Yanuar R, M.Si., FIHFAA.

Dalam sambutannya, Bustan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Baginya ini merupakan langkah strategis meningkatkan kualitas hidup melalui berbagi pengetahuan untuk melawan penyakit kronis yang sering kali menjadi pemicu angka kematian di Indonesia.

Ia juga menambahkan, sebagaimana diketahui diabetes,kanker dan autoimun tidak hanya menurunkan kualitas kesehatan, tetapi menjadi beban bagi sistem kesehatan nasional.

“Oleh karena itu pendekatan promotif dan preventif harus terus disuarakan, harus terus berkelanjutan secara konsisten, dan tentu saja salah satunya seminar ini, bagian dari wujud nyata dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesadaran serta memberikan edukasi kepada masyarakat di seluruh Indonesia terkhusus masyarakat Kaltara,” katanya.

Ia juga menyambut baik Konsep Karnus dimana metode ini mempelajari algoritma tubuh manusia sehingga dapat mengetahui penyebab penyakit yang sesungguhnya dan memberikan solusi penanganan pada penyakit tersebut.

“Kita berharap inovasi seperti ini dapat memberikan manfaat dan dukungan nyata dalam pengelolaan kesehatan masyarakat. Semoga kegiatan ini bisa menjadi momentum dalam pembangunan dan masyarakat yang produktif berdaya saing,” harapnya.

Usai membuka acara, Plh Sekprov bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Amiek Mulandari , S.H., M.H menyerahkan bantuan kepada siswa/siswi SMP Negeri 3 Tanjung Palas Tengah.

Hadir dalam seminar ini asisten, pejabat, dan kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltara, Forkopimda Kaltara, Kepala RSUD Kab/Kota, serta masyarakat.

(DKISP)

RM Margono Djojohadikusumo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Dudung: Beliau Tokoh Pondasi Bangsa

Jakarta –Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., menyampaikan dukungan penuh atas pengusulan RM Margono Djojohadikusumo sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Hal itu diungkapkan saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional bertema “Peran RM Margono Djojohadikusumo dalam Membangun Indonesia”, yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (10/4/2025).

Dalam sambutannya, Dudung menekankan bahwa RM Margono merupakan tokoh bangsa yang memiliki kontribusi luar biasa, baik dalam perjuangan kemerdekaan maupun dalam pembangunan ekonomi dan sistem ketatanegaraan pasca-proklamasi. “Beliau adalah sosok pejuang sejati, dan kontribusinya layak dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujar Dudung.

RM Margono merupakan pendiri Bank Negara Indonesia (BNI), lembaga keuangan pertama milik negara yang hingga kini menjadi salah satu bank terbesar di Tanah Air. Langkah ini menjadi fondasi penting bagi stabilitas ekonomi nasional sejak awal kemerdekaan.

Tak hanya itu, RM Margono juga tercatat sebagai wartawan surat kabar De Expres pada 1913, yang kala itu menjadi media perjuangan melawan penjajahan. “Jadi, beliau bukan hanya ekonom dan pejuang, tapi juga bagian dari sejarah pers nasional,” tambah Dudung.

Dalam bidang politik dan ketatanegaraan, RM Margono terlibat dalam pembentukan BPUPKI dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Bahkan, ia menjadi anggota Panitia Kecil perumus Undang-Undang Dasar 1945, serta pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung Sementara pada 1945.

Atas berbagai jasanya, Margono telah menerima sejumlah penghargaan dari negara, antara lain Bintang Mahaputera Utama, Satyalancana Karya Satya, Satyalancana Wira Karya, Bintang Jasa Utama, dan Satyalancana Pembangunan yang diberikan oleh Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto dalam berbagai periode.

Dudung menegaskan, pengusulan gelar pahlawan nasional kepada Margono memiliki dasar hukum yang kuat, di antaranya Keputusan Presiden RI Nomor 33 Tahun 1972 serta Peraturan Menteri Sosial Nomor 3 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pencalonan dan Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional.

“Usulan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi sebagai jembatan emas untuk menginspirasi generasi muda dalam menyongsong masa depan bangsa,” ujar Dudung yang juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.

Dudung berharap pemerintah dapat segera mempertimbangkan usulan ini dan menetapkan RM Margono Djojohadikusumo sebagai Pahlawan Nasional. “Semoga acara ini membawa manfaat dan menjadi langkah nyata dalam menghormati jasa para tokoh bangsa,” pungkasnya.

(Rilis SMSI Pusat)