Hari Kedua di NTB, Presiden Akan Resmikan Bendungan Bintang Bano

Lombok Tengah – Hari kedua kunjungan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, 14 Januari 2022, Presiden Joko Widodo akan meresmikan Bendungan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Barat. 

Presiden didampingi Ibu Iriana dan rombongan lepas landas dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Kabupaten Lombok Tengah, dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU sekitar pukul 09.25 WITA.

Setibanya di helipad Bendungan Bintang Bano, Kabupaten Sumbawa Barat, Presiden akan langsung menuju lokasi peresmian. Presiden juga diagendakan untuk meninjau langsung fasilitas bendungan tersebut.

Usai melaksanakan salat Jumat, Presiden dan rombongan akan kembali ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid dengan menggunakan helikopter. Setibanya di bandara tersebut, Kepala Negara akan lepas landas kembali ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Kabupaten Sumbawa Barat antara lain, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto.

Pewarta: Eddy Santry

Presiden Jokowi : Holding BUMN Pariwisata Jadi Momentum Transformasi Ekosistem Pariwisata

Lombok Tengah – Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya pembentukan induk perusahaan (holding) pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satunya dalam bidang pariwisata dan pendukung. Presiden menyebut, pembentukan holding tersebut akan menjadi titik balik untuk melakukan transformasi ekosistem pariwisata yang lebih baik. 

“Kita harus memanfaatkan ini sebagai titik balik untuk melakukan sebuah lompatan, momentum untuk melakukan penataan, momentum untuk melakukan transformasi, membangun sebuah ekosistem yang lebih kuat dan tangguh,” ujar Presiden dalam sambutannya pada Peluncuran InJourney Holding Pariwisata dan Pendukung di Pantai Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, pada Kamis, 13 Januari 2022. 

Selain itu, dengan adanya holding tersebut, Kepala Negara meyakini pengelolaan pariwisata Indonesia akan dapat dilakukan secara lebih efisien dan terintegrasi dari hulu sampai ke hilir. 

“Mulai penataan rute penerbangan, konten promosi, event, atraksi, kuliner, akomodasi, sampai ke penjualan ritel-ritel suvenir dari para pengrajin kita yang tentu saja juga sudah terseleksi dengan baik,” lanjut Presiden.

Selanjutnya, Kepala Negara menekankan bahwa berbagai kendala yang dapat menghambat kemajuan sektor pariwisata harus segera diselesaikan, salah satunya dalam hal tata kelola perusahaan BUMN di bidang pariwisata.

“Masalah konektivitas segera selesaikan, masalah hambatan infrastruktur di mana titik-titik yang memerlukan suntikan infrastruktur segera diselesaikan. Begitu juga hambatan lainnya termasuk dalam hal tata kelola dan manajemen BUMN-BUMN pariwisata agar ini tidak menggerus kesempatan kita untuk melompat maju,” tutur Kepala Negara.

Presiden mengatakan bahwa penataan dan konsolidasi BUMN pariwisata merupakan salah satu hal penting. Menurutnya, BUMN dalam sektor tersebut memiliki banyak anak perusahaan yang seharusnya dapat terintegrasi satu sama lain.

“Kalau ini nanti kita konsolidasikan dan holding, ini akan menjadi sebuah kekuatan besar. Karena kecil, kecil, kecil, tadi berjalan sendiri tidak terintegrasi, tidak terhubung satu sama yang lain karena memang sudah jalan sendiri-sendiri,” ucap Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden mengingatkan bahwa pembentukan holding ini harus menjadikan holding BUMN pariwisata dan pendukung menjadi lebih gesit, lincah, dan profesional. Menurutnya, hal tersebut merupakan kunci dari manajemen tata kelola yang lebih efisien dan sederhana. 

“Jangan sampai justru muncul keribetan-keribetan baru atau memindahkan persoalan-persoalan lama ke bentuk persoalan-persoalan baru,” tambahnya. 

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana Joko Widodo dalam acara tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah, dan Direktur Utama InJourney Dony Oskaria. 

Pewarta: Eddy Santry

Saat Presiden Menikmati Pemandangan dari Bukit 360

Lombok Tengah – Di luar dari agenda yang telah direncanakan, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana meninjau Bukit 360 yang masih berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, tepatnya berada di tikungan 10 Sirkuit Internasional Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Kamis, 13 Januari 2022.

Setelah menerima penjelasan dan menyimak panel, Presiden kemudian berjalan menuju puncak bukit untuk menikmati pemandangan sekitar yang menampakkan hamparan laut dan jalanan Sirkuit Internasional Mandalika. Dari atas bukit tersebut, Presiden juga tampak bercengkerama dengan sejumlah menteri yang mendampinginya.

Untuk diketahui, bukit tersebut dinamai dengan Bukit 360 karena memiliki pemandangan 360 derajat menghadap Sirkuit Internasional Mandalika dan Samudera Hindia. Bukit tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi tempat bagi para investor potensial dalam mempromosikan jenamanya.

Tampak mendampingi Presiden dan Ibu Iriana adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah, dan Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer.

Pewarta : Edy Santri

Makna Jaket G20 Yang Dipakai Presiden Jokowi

Lombok Tengah – Dalam berbagai kesempatan kunjungan kerja, Presiden Joko Widodo kerap menggunakan sepeda motor miliknya untuk jadi moda transportasi dari satu titik ke titik lainnya. Hal tersebut kembali dilakukan Presiden saat menjajal jalur bypass dari Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Majid menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis, 13 Januari 2022.

Uniknya, kali ini jaket yang dipakai Presiden Jokowi saat berkendara motor adalah jaket ubah suaian  (custom)  edisi terbatas dengan tema G20 Indonesia. Jaket buatan produsen lokal asal Kota Bandung, Rabbit and Wheels, tersebut berwarna dominan hitam dengan sedikit aksen warna hijau tua di bagian lengan dan bahu.

Di bagian depan jaket tersebut, terbentang tulisan G20 Indonesia 2022 dengan slogannya “Recover Together, Recover Stronger” tersemat di bagian dada sebelah kiri. Sementara di bagian dada sebelah kanan terdapat logo produsen jaket.

Logo G20 Indonesia, gunungan dengan motif kawung, yang sangat besar di bagian punggungnya menambah kesan gagah saat dipakai oleh Presiden Jokowi. Di atasnya terbentang tulisan dengan slogan tegas nan optimistis: Indonesia Memimpin.

Pemilik Rabbit and Wheels, Irvan Octria, mengatakan bahwa desain tersebut berikut kata-kata yang menempel pada jaket merupakan permintaan Presiden Jokowi sendiri. Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga meminta detail lain berupa angka 76 sebagai tanda usia kemerdekaan RI.

“Bapak meminta angka 76 di bawah bagian jaket sebagai tanda 76 tahun Indonesia merdeka. Dibordir di atas bahan double mesh dengan warna hijau dan hitam dan pola jaket Rabbit and Wheels yang akan cocok digunakan saat mengendarai motor custom Bapak Presiden,” ujar Irvan Octria.

Irvan mengatakan jaket tersebut hanya dibuat satu, khusus untuk Presiden Jokowi dan jaket yang serupa persis tidak bisa dipesan oleh masyarakat umum. Namun, Irvan menyebut pihaknya sudah menyiapkan jaket yang menyerupainya bila ada masyarakat yang menginginkan.

“Kita siapkan yang edisi menyerupai layout (jaket) Bapak tetapi berbeda desain. Kayak MotoGP, yang dipakai pembalap sama yang fans ada bedanya,” tandasnya.

Selain jaket, seluruh pakaian dan kelengkapan yang dikenakan Presiden Jokowi juga merupakan produk karya anak bangsa. Helmnya dibuat oleh RSV Helmet, produsen asal Bandung. Sarung tangannya merupakan buatan Bellissimo asal Tangerang.

Sementara itu, celananya merupakan celana khusus berkendara motor hasil produksi Continmoto asal Cimahi, Jawa Barat. Adapun sepatunya merupakan produk Nah Project asal Bandung.

Pewarta : Edy Santri

Presiden Jokowi Tinjau Penataan Sejumlah Infrastruktur di Mandalika

Lombok Tengah – Presiden Joko Widodo menjajal jalan _bypass_ dari Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Majid menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis, 13 Januari 2022.

Pada kesempatan tersebut, Presiden menunggangi motor ubah suaian miliknya yang berwarna kombinasi hijau metalik-hitam, dengan sedikit aksen perak. Motor berjenis Kawasaki W175 tersebut memiliki kapasitas mesin 174 cc.

Sepanjang perjalanan, Presiden meninjau pembenahan jalan dan penataan sejumlah fasilitas antara lain di Bundaran Bypass, Bukit Jokowi, hingga Bundaran Sunggung. Presiden mengatakan bahwa dalam waktu satu minggu, sepanjang jalan _bypass_ dari bandara menuju Sirkuit Mandalika sudah dipercantik dalam rangka menyambut gelaran MotoGP.

“Tadi mengecek infrastruktur utamanya jalan bypass_ dari _airport_ menuju ke Mandalika terutama yang berkaitan dengan keindahan, dengan estetika, dengan _landscape_. Tadi juga sudah satu minggu ini dikerjakan dan kelihatan perubahannya,” ucap Presiden.

Kepala Negara pun berharap agar pembenahan dan penataan fasilitas dapat terselesaikan secepatnya, sehingga para tamu dan penonton dapat menikmati keindahan di sepanjang jalan ketika gelaran MotoGP berlangsung.

“Kita harapkan dari _airport_ menuju ke Mandalika, ke sirkuit Mandalika itu betul-betul tamu diantarkan pada keindahan, pada estetika yang baik. Oleh sebab itu, ini harus disiapkan dan saya minta tadi dalam bulan Februari semuanya sudah bisa diselesaikan,” tuturnya.

Penataan fasilitas-fasilitas tersebut meliputi antara lain penghijauan di median jalan melalui penanaman rumput dan pohon Bugenvil, Tabebuya, Ketapang Kencana, dan Pule. Sementara itu, penghijauan di jalur lambat melalui penimbunan tanah, penanaman rumput dan pohon Trembesi, Angsana, Jati, dan Pule.

Pewarta : Edy Santri