Jutaan Umat Muslim Irak Turun ke Jalan Dukung Al-Quran




Bagdad-irak-Berandankrinews.com
Jutaan pengikut pemimpin Islam di Irak, Sayyid Muqtada Al-Sadr, turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi di Provinsi Karbala, Irak Tengah, Jumat (28/7/2023) waktu setempat.

Aksi jutaan umat Islam Irak ini dilakukan untuk menjawab seruan mendukung Al-Qur’an dan mengutuk pelanggaran pada kesucian umat Islam yang disampaikanSayyid Muqtada Al-Sadr.

Perwakilan internasional Serikat Pers Republik Indonesia, Hussein Almslmawi melaporkan dari Irak, bahwa, demonstrasi ini unik di dunia  Islam. Al-Qur’an adalah  kitab Allah Ta’ala dan simbol setiap muslim di dunia,  tidak hanya untuk  umat  Islam Irak.

Ia juga melaporkan bahwa seruan pemimpin Sadr untuk mendukung Al-Qur’an, bagi para demonstran merupakan posisi  terhormat dan  membanggakan setiap  muslim. Hakikatnya setiap manusia memiliki hak  untuk mempertahankan  kesuciannya, hak ini merupakan hak mutlak dari penguasa langit dan bumi.

Demonstrasi oleh jutaan pengikut pemimpin  Sadr berasal dari  semua provinsi di Irak. Menariknya lagi, meskipun suhu mencapai kurang lebih 50 derajat celaius, justru kerumunan makin bertambah besar dari berbagai daerah di Irak.

Tujuan aksi ini sama, yaitu untuk mengekspresikan kecaman atas tindakan memalukan, tidak bermoral yang diizinkan oleh pemerintahan negara barat dengan dalil kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Para demonstran memganggap, tindakan ini (pembakaran Al-Quran)  justru meremehkan dan  memprovokasi  perasaan  lebih dari  2 miliar Muslim di seluruh  dunia dengan melanggar hak-hak  mereka tanpa peduli dan menghormati hak asasi  manusia. “Penggambaran atas tindakan ini menjurus sebagai rasisme dan diskriminasi,” ujar salah satu demonstran.

Almslmawi juga menggambarkan demonstrasi yang diserukan oleh Pemimpin Sadr dan para pengikutnya sebagai demonstrasi yang damai, sah dan  legal,  bukan bertujuan menghasut atau bertopeng politik.

Demonstrasi ini merupakan reaksi  alami setiap muslim yang bangga dengan  agamanya,  karena Al-Qur’an adalah simbol setiap Muslim. Keinginan mempertahankan kesucian Al-Qur’an tidak hanya berlaku bagi umat muslim di Irak, namun meliputi setiap manusia yang beragama Islam.

Lebih lanjut Almslmawi, menambahkan dalam laporannya, bahwa beberapa waktu lalu Pemimpin Al-Sadr telah meminta dan menyerukan kepada seluruh rezim pemerintah dan masyarakat negara Islam untuk  mengambil langkah serius dan tegas dalam menghentikan pelanggaran terus-menerus terhadap  agama   Islam dan  kesuciannya. Juga menyerukan negara Islam dunia membuat undang-undang yang menghukum siapa saja dengan tindakan sengaja menyerang dan melanggar kesucian Al-Quran.

Berbanding terbalik dengan negara barat, di Irak dan banyak negara Arab dan Islam yang memiliki banyak sekte dan kelompok agama lain, justru dapat hidup secara bebas dalam menjalankan peribadatan keagamaan mereka.

Hukum melindungi mereka, dan tidak diizinkan secara hukum siapapun untuk melanggar keyakinan mereka.

Sayyid Almslmawi  juga menggambarkan sikap  al-Sadr dan  para pengikutnya berasal dari keprihatinan dan kecintaannya yang mendalam terhadap agama Islam.  Dia mengatakan bahwa Pergerakan Sadris kali ini telah membuktikan Islam sejati mereka serta iman mereka yang sebenarnya dalam posisi  terhormat dan unik. (Hussein)

Millions of Iraqi Muslims Take to The Streets to Support the Quran




Irak-Bagdad-Berandankrinews.com
Millions of followers of the Islamic leader in Iraq, Sayyid Muqtada Al-Sadr, took to the streets to demonstrate in Karbala Province, Central Iraq, Friday (28/7/2023) local time.

This action by millions of Iraqi Muslims was carried out in response to calls to support the Koran and condemn the violations against the sanctity of Muslims by Sayyid Muqtada Al-Sadr.

The international representative of the Press Union of the Republic of Indonesia, Hussein Almslmawi, reported from Iraq that this demonstration was unique in the Islamic world. The Qur’an is the book of Allah Ta’ala and the role model for every Muslim in the world, not only for Iraqi Muslims.

He also reported that the Sadr leader’s call to support the Koran, for the demonstrators is an honorable and proud position for every Muslim. In essence, every human being has the right to maintain his chastity, this right is the absolute right of the rulers of heaven and earth.

Demonstrations by millions of followers of leader Sadr from all provinces in Iraq. Interestingly, even though the temperature reached approximately 50 degrees Celsius, the crowds were increasing from various parts of Iraq.

The purpose of this action is the same, namely to express condemnation of the shameful and immoral acts permitted by Western governments under the pretext of freedom of opinion and expression.

The protesters think this action (burning the Koran) actually belittles and provokes the feelings of more than 2 billion Muslims around the world by violating their rights without regard for and respect for human rights. “The depiction of this act shows racism and discrimination,” said one protester.

Almslmawi also described the demonstration called for by Leader Sadr and his followers as a peaceful, lawful and legal demonstration, not aimed at inciting or covering up politics.

This demonstration is a natural reaction for every Muslim who is proud of his religion, because the Koran is the symbol of every Muslim. The desire to defend the sanctity of the Qur’an does not only apply to Muslims in Iraq, but includes every Muslim.

Almslmawi also described the demonstration called for by Leader Sadr and his followers as a demonstration that was peaceful, legitimate and legal, not aimed at inciting or masking politics.

This demonstration is a natural reaction for every Muslim who is proud of their religion, because the Koran is the symbol of every Muslim. The desire to defend the sanctity of the Qur’an does not only apply to Muslims in Iraq, but includes every Muslim human being.

Almslmawi further, added in his report, that some time ago Al-Sadr Leader had requested and called on all government regimes and people of Islamic countries to take serious and firm steps in stopping the continuous violations against the Islamic religion and its sanctity. It also calls on the world’s Islamic countries to make laws that punish anyone with acts of willfully attacking and violating the sanctity of the Koran.

In contrast to western countries, in Iraq and many Arab and Islamic countries that have many sects and other religious groups, they can live freely in carrying out their religious worship.

The law protects them, and no one is legally permitted to violate their beliefs.

Sayyid Almslmawi also described the attitude of al-Sadr and his followers stemming from his deep concern and love for the religion of Islam. He said that the Sadris Movement this time has proven their true Islam and their true faith is in an honorable and unique position. (Hussein)

Muqtada Al-Sadr Calls Islamic State Leaders to Support Al-Qur’an




Bagdad-Iraq-Berandankrinews.com
Iraqi Islamic leader Sayyid Muqtada Al-Sadr called on Islamic governments around the world to take serious action to stand up and defend the sanctity of Islam and support the Qur’an.

He also called on Islamic countries to demand anti-Islamic laws which are equivalent to the anti-Semitism laws passed, enacted and implemented by some countries.

This call was conveyed by the leader of the movement or Sadrist Movement Sayyid Muqtada Al-Sadr in Iraq, as reported by SPRI International Representative Hussain Muhammad Naser Almslmawi from Iraq Wednesday (26/7/2023).

The Iraqi Islamic leader spoke out following the burning of the Al Qur’an by the Danish-Swedish politician, Rasmus Paludan, who is chairman of the Satrm Kurs of the Right-Wing Political Party. Rasmus burned the Al-Qur’an on Saturday (21/1/2023) during a demonstration in front of the Turkish Embassy.

Sayyid Muqtada Al-Sadr called on the leader of the Islamic State to punish anyone who offends or tries to offend Islam and its sanctity. “Leaders of Islamic countries should work to limit these violations (the burning of the Al-Qur’an) and other ongoing violations, which belittle the feelings of Muslims in the world under the pretext of the freedom of opinion and expression that is permitted by many Western governments,” said Muqtada.

He also expects a serious attitude from the governments of Islamic countries and the Organization of the Islamic Conference (OIC). According to him, the demands of the Al-Sadr leader are the demands of the Shari’a and the law because this action (burning the Qur’an) creates jealousy and revenge.

This, continued Muqtada, occurs in many countries due to incitement and dissonance in society, as well as belittling and ignoring other people’s beliefs. Especially blatant violations of human rights. And everyone is obliged to respect the beliefs of others without exception based on the principle of belief in what they believe.

“Respect what I think and the record is dualism. In this sense it is analogous to anti-Islam and homosexual laws, which are advocated by the majority of Western countries,” he said.

He also stressed that the Al-Sadr leader’s call was a call to support the Qur’an alone and not a call for anything else as some people think.

He also called for a million-strong peaceful demonstration next Friday in Iraq in support of the Al-Qur’an. It should be noted that the leader al-Sadr and his followers protected people from various sects and religions in Iraq during the war on terrorism. (Hussein). ***

Muqtada al-Sadr Serukan Pemimpin Negara Islam Dukung Al-Qur’an




Bagdad-Iraq-Berandankrinews.com
Pemimpin Islam Irak Sayyid Muqtada al-Sadr meminta pemerintahan Islam di seluruh dunia mengambil tindakan serius untuk berdiri dan mempertahankan kesucian Islam dan mendukung Al-Qur’an.

Dia juga menyerukan negara-negara Islam menuntut undang-undang hukum anti-Islam setara dengan undang-undang anti-Semitisme yang disahkan, diberlakukan, dan diterapkan oleh beberapa negara.

Seruan itu disampaikan pemimpin pergerakan atau Sadrist Movement Sayyid Muqtada al-Sadr di Irak, sebagaimana dilaporkan perwakilan Internasional SPRI Hussain Muhammad Naser Almslmawi dari Irak Rabu (26/7/2023).

Pemimpin Islam Irak ini bersuara keras menyusul peristiwa pembakaran Al-Quran oleh politikus Denmark-Swedia, Rasmus Paludan yang merupakan Kepala Partai Politik Sayap Kanan Satrm Kurs. Rasmus membakar Al-Quran pada Sabtu (21/1/2023) lalu dalam aksi demonstrasinya di depan Kedutaan Besar Turki.

Sayyid Muqtada al-Sadr meminta pemimpin negara Islam menghukum terhadap siapa saja yang menyinggung atau mencoba menyinggung Islam dan kesuciannya. “Pemimpin negara Islam harus berupaya membatasi pelanggaran ini (pembakaran Al-Quran) dan pelanggaran terus menerus lainnya, yang meremehkan perasaan umat Islam di dunia dengan dalih kebebasan berpendapat dan berekspresi yang diizinkan oleh banyak pemerintah Barat,” tandas Muqtada.

Ia juga menantikan sikap serius dari pemerintah negara-negara Islam dan Organisasi Konferensi Islam (OKI). Tuntutan pemimpin Al-Sadr, menurutnya, adalah tuntutan syariat dan undang-undang karena tindakan (pembakaran Al Qur’an) tersebut mengarah pada iri dan dendam.

Hal itu, lanjut Muqtada, terjadi di banyak negara untuk penghasutan dan disonansi masyarakat, sama seperti meremehkan dan mengabaikan keyakinan orang lain. Terutama merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hak asasi manusia. Dan setiap orang harus menghormati keyakinan orang lain tanpa kecuali berdasarkan asas kepercayaan pada apa yang dipercaya.

“Hormati apa yang saya pikirkan dan catatannya adalah dualisme. Dalam hal ini dianalogikan dengan hukum anti Islam dan homoseksual, yang digadang oleh mayoritas negara-negara Barat,” tuturnya.

Dia juga menegaskan bahwa seruan pemimpin Al-Sadr adalah panggilan untuk mendukung Al-Qur’an saja dan bukan panggilan untuk hal lain sebagaimana yang dipikirkan sebagian orang.

Dia juga menyerukan demonstrasi damai berkekuatan sejuta umat di hari Jumat depan di Irak untuk mendukung Al-Qur’an. Untuk diketahui, bahwa pemimpin al-Sadr dan para pengikutnya melindungi orang-orang yang berasal dari sekte dan berbagai macam agama di Irak selama perang melawan terorisme. (Hussein).***

Dubes RI untuk Irak Suport Program Perwakilan SPRI di Timur Tengah





Bagdad-irak-Berandankrinews.com
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Irak, Elmar Iwan Lubis mendukung penuh program internasional Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) membuka perwakilan di Timur Tengah termasuk di Irak.

Dukungan itu disampaikan Dubes RI Elmar Iwan Lubis saat menerima tim dari SPRI yang dipimpin Managing Director of International Affairs and Relations for Asia, Middle East, Africa, Europe, Canada and USA, and Senior Consultant SPRI Hussain Muhammad Naser Almslmawi bersama tim di Kantor Keduataan Besar RI di Irak, Kamis (13/7/2023).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Dubes RI untuk Irak Elmar Iwan Lubis menyambut baik program internasional SPRI untuk membuka perwakilan di Timur Tengah, khususnya di negara Irak. “Kami mendukung upaya SPRI membangun citra positif tentang Indonesia di Irak. Semoga dengan upaya tersebut dapat meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Irak, termasuk hubungan bisnis antar kedua negara,” ujar Dubes Elmar Lubis kepada tim SPRI.

Pada kesempatan yang sama, Managing Director of International Affairs and Relations of SPRI Hussain Muhammad Naser Almslmawi memberi apresiasi atas dukungan dan sambutan hangat dari pihak Keduataan RI di Irak atas kedatangannya bersama tim untuk menyampaikan program kerja SPRI di Irak.

“Kami akan membangun jaringan media di Timur Tengah, dan Irak tentunya, untuk kepentingan publikasi media tentang potensi pariwisata dan peluang usaha dari Indonesia melalui pemberitaan di media-media Irak,” ujar Hussain. Hal itu dilakukan, kata Hussain,

Agar wisatawan dan pelaku bisnis dari Timur Tengah dan Irak khususnya, makin banyak yang datang berwisata atau berbisnis di Indonesia. “Itu kesepakatan kami dengan pimpinan SPRI di Indonesia untuk membawa citra positif Indonesia di mata dunia. Dan kami memulainya di Irak,” terang Hussain, warga Irak yang kini berdomisili Sidney, Australia.

Turut hadir mendampingi Hussain para pengurus perwakilan SPRI, masing-masing Dr. Athraa Ismael Zaidan selaku Public Relation Manager Director of International Affairs for Middle East, Hussein Alli Abbood selaku Public Relation Director of International Affairs for Iraq, Dr.Israa Saeed Assi selaku Legal Advisor of International Affairs for Middle East, Dr. Rasha Kareem Ali selaku Director Manager of International Affairs for Middle East, dan Suhair Hussein Kadhimm selaku Kontributor Reporter di Irak.

Dari Jakarta, Ketua Umum DPP SPRI Hence Mandagi memberi dukungan penuh kepada tim Internasional SPRI yang telah bertemu dengan Dubes RI untuk Irak Elmar Iwan Lubis. “Saya berharap tim SPRI di Irak dapat menjalin hubungan baik dengan Kedutaan RI di Irak. Agar peran SPRI membawa kabar positif tentang Indonesia di dunia internasional, termasuk di Irak bisa berjalan sukses atas dukungan dari pihak Kedutaan,” ujar Mandagi di kantor DPP SPRI Jakarta, Jumat (14/7/2023).

Mandagi juga mengatakan, upaya SPRI membangun jaringan media internasional bertujuan untuk memperkuat jaringan SPRI dan membangun jaringan pers Indonesia agar bisa terkoneksi dengan jaringan pers internasional. “Semoga niat baik ini bisa terwujud untuk kepentingan Indonesia agar makin dikenal luas potensinya di mata dunia. Dan jaringan pers memiliki peluang besar untuk mewujudkan itu,” pungkas Mandagi yang juga menjabat Ketua LSP Pers Indonesia. (Hussain/ind)