Pemprov Gelar Tabligh Akbar Meriahkan HUT ke-13 Kaltara

TANJUNG SELOR – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara menggelar Tabligh Akbar yang digelar di Kebun Raya Bundayati, Kamis (13/11) malam.

Tabligh Akbar ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Benuanta Fest 2K25, turut dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si, Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, Dr. Bustan, S.E., M.Si., jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah, Forkopimda, tokoh lintas agama dan budaya, serta masyarakat.

Acara Tabligh Akbar menghadirkan Prof. Dr. H. Abdul Rahman Qayyum, MA, sebagai penceramah utama, yang menyampaikan tausiyah seputar pentingnya memperkuat keimanan, ukhuwah, dan semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

Dalam kesempatan itu, mewakili Gubernur Kaltara, Bustan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Tabligh Akbar ini.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kaltara untuk dapat menjadikan momentum peringatan HUT ke-13 Kaltara ini sebagai ajang memperkokoh persatuan dan memperkuat nilai-nilai spiritual.

“Melalui kegiatan Tabligh Akbar ini, kita diajak untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral sebagai landasan dalam menjalankan pembangunan, sebab kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari ekonomi dan infrastruktur semata, tetapi juga dari akhlak dan keteguhan iman masyarakatnya,” kata Bustan.

Bustan menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, memperkuat semangat toleransi, dan gotong royong dalam membangun Kaltara yang damai dan sejahtera.

Ia meyakini dengan bimbingan para ulama dan tokoh agama, serta kebersamaan seluruh lapisan masyarakat, Kaltara akan terus tumbuh menjadi provinsi yang damai, harmonis dan diberkahi oleh Allah SWT.

“Mari kita terus pupuk semangat saling menghormati dan menghargai perbedaan bersama-sama, kita bahu membahu membangun masyarakat Kaltara yang berdaya saing, berakhlak mulia, dan sejahtera,” ucapnya.

Di momen ini juga Pj. Sekprov juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia pelaksana yang menyukseskan kegiatan ini, serta mengajak jamaah untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama peringatan HUT Provinsi Kaltara berlangsung.

Acara ditutup dengan tausiyah oleh Prof. Dr. H. Abdul Rahman Qayyum, MA., yang diharapkan dapat menjadi pencerahan bagi seluruh umat dalam memperkuat keimanan dan menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

(dkisp)

Bekerjasama dengan Perpusnas RI, DPK Kaltara Gelar Sertifikasi Pustakawan Berbasis SKKNI

TARAKAN- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) bekerja sama dengan Pusat Pembinaan Pustakawan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menggelar fasilitasi pelaksanaan sertifikasi pustakawan.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (11-12/11/2025) kemarin. Bertempat di Aula Perpustakaan Dewantara SMAN 1 Tarakan.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala DPK Kaltara Ilham Zain, dan dihadiri oleh Ketua Kelompok Kerja Standarisasi Kompetensi dan Pengendalian Mutu Tenaga Perpustakaan Ardita Dwi Anggraeni, tim dari pusat pembinaan Perpustakaan Nasional RI.

Kepada wartwan, Ilham Zain mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan tenaga kerja perpustakaan yang kompeten dan profesional. “Di samping juga untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan masyarakat serta penyelenggaraan perpustakaan sesuai standar nasional khususnya di Kaltara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa sertifikasi kompetensi merupakan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kepustakawanan.

Proses sertifikasi ini mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan uji kompetensi pustakawan.

“Sertifikasi kali ini mencakup 6 klaster kompetensi. Yakni, layanan dasar perpustakaan, layanan anak, layanan pengataloqan diskriptif, layanan pengembangan koleksi perpustakaan, promosi perpustakaan, serta pengembangan kemampuan literasi informasi,” jelas Ilham.

Ditambahkan, potensi pustakawan di Kalimantan Utara cukup baik. Namun demikian, masih terus ditingkatkan, baik kompetensinya maupun sertifikasinya.

Ilham menyampaikan, pustakawan yang telah lulus sertifikasi akan memperoleh sejumlah manfaat. Di antaranya Kepastian Kinerja Harian, Pustakawan yang dinyatakan kompeten dianggap mampu melaksanakan tugas sesuai standar profesional.

Selain itu juga bedampak pada citra dan kinerja Instansi, instansi memiliki jaminan bahwa pustakawan yang dimiliki benar-benar ahli di bidangnya, sehingga berdampak positif terhadap produktivitas dan kinerja lembaga.

Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kaltara dalam meningkatkan profesionalisme pustakawan di Kalimantan Utara.

“Fasilitasi sertifikasi ini diikuti sebanyak 20 peserta, terdiri atas pustakawan dari DPK provinsi dan kabupaten/kota, serta pengelola perpustakaan sekolah, serta perguruan tinggi,” ujarnya.

Ilham berharap, seluruh peserta dapat mengikuti proses uji kompetensi berhasil lulus sertifikasi dengan baik. 

(Humas DPRD Kaltara)

Komitmen pada Keberlangsungan UMKM Lokal, Pemprov Boyong Penghargaan Kategori Empowerment of Local Products

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil meraih penghargaan Empowerment of Local Products dari Indonesia Kita Awards yang diselenggarakan Garuda TV, pada Senin (10/11) lalu. Penghargaan ini diberikan dalam acara tahunan Garuda TV yang mengapresiasi upaya pemberdayaan ekonomi lokal di Indonesia. Trofi tersebut diserahkan langsung oleh Garuda TV kepada Gubernur Kaltara, Dr H Zainal A Paliwang,SH., M.Hum yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kaltara, Dr H Iskandar Alwi.

Selanjutnya, trofi penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Gubernur sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap keberlangsungan UMKM Lokal yang ada di Kaltara. Gubernur berharap penghargaan ini bisa menginspirasi Kalimantan Utara agar menjadi daerah yang lebih maju lagi. Keberhasilan ini didorong oleh Program Pemberdayaan Produk UMKM Lokal yang berdampak signifikan pada pembangunan ekonomi lokal.

“Program ini mencakup pelatihan intensif, akses pasar digital, dan bantuan modal untuk pelaku UMKM, memungkinkan mereka memasarkan produk unggulan seperti kerajinan kayu ulin, makanan olahan ikan, dan kain tradisional,”kata Gubernur didampingi Kepala DKISP Kaltara, Dr H Iskandar Alwi, Kamis (12/11) pagi.

Inisiatif ini berhasil membangkitkan gairah UMKM lokal untuk bersaing di pasar nasional hingga global, dengan peningkatan omzet UMKM sebesar 25% pada 2025. 

Prestasi ini melengkapi capaian Kaltara, seperti Penghargaan Inovasi Publik 2025 dan pertumbuhan ekonomi 4,5% di bawah kepemimpinan Zainal. Program UMKM ini juga ciptakan 3.000 lapangan kerja baru dan promosikan wisata edukasi lokal.

(dkisp)

Petani Diminta Tingkatkan Kualitas Hasil Panen Rumput Laut

NUNUKAN — Petani rumput laut di Kalimantan Utara, khususnya di Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan, diminta untuk terus meningkatkan kualitas hasil panen agar komoditas unggulan daerah ini tetap memiliki daya saing di pasar ekspor.

Anggota DPRD Kalimantan Utara dari daerah pemilihan (Dapil) Nunukan, H. Ladullah, menegaskan kualitas menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga rumput laut.

Menurutnya, jika petani bisa menghasilkan produk yang bersih dan kering sempurna, maka nilai jualnya akan lebih tinggi dan tidak mudah dipermainkan oleh tengkulak.

“Kalau kita mau harga bagus, maka kualitas harus dijaga. Rumput laut jangan terlalu cepat dipanen, proses pengeringannya juga harus betul-betul diperhatikan, jangan asal kering,” ujarnya saat ditemui di Tarakan, Kamis (13/11/2025).

Ia menjelaskan, banyak petani di lapangan yang masih terburu-buru memanen karena kebutuhan ekonomi mendesak. Akibatnya, rumput laut dijual dalam kondisi belum kering sempurna, bahkan masih tercampur kotoran dan sampah laut. Hal itu membuat harga jualnya anjlok di tingkat pengumpul.

“Kadang petani mau cepat dijual, tapi tidak sadar kalau itu justru merugikan mereka sendiri. Rumput laut yang kotor dan setengah kering tidak akan laku mahal, karena kualitasnya sudah turun,” jelasnya.

Selain persoalan kualitas, Ladullah juga menyoroti masih terbatasnya pasar tujuan ekspor rumput laut dari Kaltara. Selama ini, sebagian
besar hasil panen dikirim ke satu negara, yaitu Tiongkok.

Ketergantungan pada satu pasar inilah yang membuat harga mudah fluktuatif.

“Pemerintah daerah perlu ikut mencari pasar lain di luar negeri. Jangan hanya bergantung pada satu negara saja, supaya petani punya banyak opsi dan harga bisa lebih stabil,” katanya.

Ia menyebut, peluang pasar sebenarnya terbuka luas jika kualitas produk terus ditingkatkan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan petani sangat diperlukan.

Pemerintah, kata dia, bisa membantu lewat pelatihan teknis, penyediaan sarana pengeringan, hingga dukungan logistik dan akses distribusi yang lebih baik.

“Petani sudah bekerja keras di laut, jadi tugas pemerintah membantu dari sisi pendampingan dan fasilitas. Kalau dua-duanya berjalan seimbang, rumput laut kita bisa bersaing dengan daerah lain,” ungkapnya.

Ladullah menambahkan, potensi rumput laut di Kaltara sebenarnya sangat besar. Dengan masa tanam hingga panen yang relatif singkat, sekitar 40 hari maka komoditas ini menjadi tumpuan banyak keluarga pesisir.

Namun rendahnya harga belakangan ini membuat sebagian petani enggan menurunkan tali bibit baru.

“Kalau harga rendah, banyak petani menahan diri untuk tidak menanam. Mereka takut rugi, apalagi biaya operasional juga tinggi. Padahal kalau kualitasnya bagus dan pasarnya jelas, petani pasti semangat lagi menanam,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah daerah bisa melihat kondisi ini secara serius dan menjadikannya prioritas dalam program pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Rumput laut ini bukan sekadar hasil laut biasa. Ini sumber penghidupan ribuan keluarga di pesisir. Kalau kita perkuat dari hulu, mulai dari kualitas sampai pemasaran dan hasilnya akan terasa langsung bagi masyarakat,” tutupnya.

(Humas DPRD Kaltara)

DPRD Kaltara Apresiasi Pengusaha Lokal Bangun Fasilitas Olahraga

TANJUNG SELOR – DPRD Kalimantan Utara memberikan apresiasi kepada pengusaha lokal yang mulai membangun fasilitas olahraga di Tarakan, membuka peluang bagi pembinaan atlet muda meski pemerintah provinsi belum menyediakan venue resmi.

Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Utara, Jufri Budiman mengatakan, antusiasme pengusaha lokal dalam membangun fasilitas olahraga sudah mulai terlihat dan patut diapresiasi.

“Di Tarakan sendiri sudah ada lebih dari tiga lapangan mini soccer, termasuk fasilitas paddle. Kami dari DPRD memberikan apresiasi kepada para pengusaha yang bergerak di sektor olahraga ini. Mudah-mudahan bukan hanya di Tarakan, tapi juga di seluruh Kalimantan Utara, fasilitas semacam ini bisa berkembang,” ujar Jufri Budiman, politisi Partai Gerindra dari Dapil Tarakan ini.

Jufri menambahkan, perkembangan fasilitas olahraga di provinsi ini diharapkan bisa menjadi sarana pembinaan atlet muda.

“Dengan semakin banyaknya lapangan, pemerintah provinsi bisa mulai mencari bibit-bibit atlet potensial. Kita berharap, Kalimantan Utara bisa dikenal tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional,” katanya.

Meski saat ini pembangunan venue olahraga masih didorong oleh pengusaha lokal, Jufri menekankan peran penting pemerintah provinsi dalam pengembangan olahraga.

Namun sebenarnya meski belum dalam bentuk sarana prasarana, dukungan sudah ditunjukkan Pemprov Kaltara dengan terpilihnya Gubernur Zainal Paliwang sebagai Ketua Mini Soocer Kaltara.

“Kalau membuat lapangan memang masih dikelola pengusaha. Pemerintah belum ada, tapi mudah-mudahan bisa melihat ini dan membuat tempat yang lebih baik, lebih representatif untuk Kalimantan Utara,” ujarnya.

Ia juga menyinggung rencana DPRD untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) terkait pencarian bibit atlet berprestasi.

“Mudah-mudahan gubernur bersama KONI bisa mengagendakan pencarian bibit-bibit terbaik yang bisa mengharumkan nama Kaltara, bahkan sampai tingkat nasional atau internasional,” kata Jufri.

Menurut Jufri, peran pengusaha tidak hanya terbatas pada pembangunan fasilitas, tetapi juga bisa berkontribusi dalam pembinaan atlet. “Kehadiran pengusaha di sektor olahraga sangat membantu, terutama dalam menyediakan sarana latihan dan kompetisi. Ini penting agar olahraga di Kaltara bisa berkembang dan berkelanjutan,” tuturnya.

Selain Tarakan, Jufri mengungkapkan bahwa fasilitas olahraga serupa mulai muncul di Kabupaten Bulungan dan wilayah lain di Kaltara. Ia berharap pertumbuhan fasilitas ini akan mendorong pemerintah provinsi untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan sarana olahraga dan pembinaan atlet.

“Kita yakin lah dengan dukungan pengusaha lokal dan keterlibatan pemerintah, olahraga di Kalimantan Utara akan berkembang, memunculkan atlet berbakat, dan mampu mengharumkan nama provinsi di kancah nasional maupun internasional,” tandasnya.

(Humas DPRD Kaltara)