Tim Gabungan Lakukan Pengecekan dan Pembongkaran Lokasi Dugaan Sabung Ayam di Kecamatan Tellu Limpoe


Bone,Berandankrinews.com
Tim gabungan bersama Tripika Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, melaksanakan pengecekan lokasi yang diduga digunakan sebagai arena judi sabung ayam. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (21/3) pukul 14.00 WITA di Dusun Bungaejae, Desa Sadar, Kecamatan Tellu Limpoe.

Pengecekan ini dilakukan sebagai respons terhadap laporan masyarakat terkait adanya dugaan aktivitas sabung ayam yang melanggar hukum. Tim gabungan yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi:

Rusming Budding, S.Sos., M.Si. (Plt. Camat Tellu Limpoe)

Iptu Muhammad Syafri (Kapolsek Tellu Limpoe)

Peltu Dio Suseno (Danpos Tujue, mewakili Danramil Lamuru)

Aiptu Suherman (Bhabinkamtibmas)

Aipda M. Albar A. (PS Kanit Intelkam Polsek Tellu Limpoe)

Personel Koramil Lamuru

Dalam pengecekan di lokasi yang dicurigai, petugas tidak menemukan adanya aktivitas sabung ayam yang berlangsung. Namun, tim gabungan menemukan berbagai fasilitas yang diduga digunakan untuk kegiatan tersebut, seperti bambu yang telah didirikan di area tersebut.

Sebagai langkah tegas untuk mencegah perjudian sabung ayam di lokasi tersebut, tim gabungan melakukan pembongkaran dan pembakaran bambu yang diduga digunakan sebagai arena sabung ayam. Tindakan ini dilakukan agar lokasi tersebut tidak lagi digunakan untuk kegiatan ilegal di kemudian hari.

Kegiatan pengecekan dan pembongkaran ini berlangsung hingga pukul 17.30 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Meski tidak ditemukan praktik sabung ayam saat pengecekan, tim tetap mengimbau masyarakat agar berperan aktif dalam pemberantasan perjudian.

“Masyarakat diharapkan tidak ragu untuk melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas sabung ayam di wilayahnya. Laporan bisa disampaikan melalui layanan polisi call center 110, dan identitas pelapor akan kami rahasiakan,” ujar Iptu Muhammad Syafri.

Selain itu, tim juga menemukan adanya dugaan aktivitas sabung ayam di Dusun Bungaejae, Desa Sadar, Kecamatan Tellu Limpoe, yang berbatasan langsung dengan Desa Mario Riaja, Kecamatan Mario Riwawo, Kabupaten Soppeng. Pihak kepolisian akan terus melakukan pemantauan dan tindakan lanjutan guna memastikan tidak ada aktivitas perjudian di wilayah tersebut.

Dengan tindakan tegas dari tim gabungan, diharapkan praktik perjudian di Kabupaten Bone dapat diminimalisir sehingga menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib, tutupnya. (*))

Polres Bone Gelar Shalat Ghoib untuk 3 Personil Polri yang Gugur dalam Tugas


Watampone,Berandankrinews.com
Kepolisian Resor (Polres) Bone menggelar shalat ghoib sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi tiga personel Polri yang gugur dalam tugas. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Qadrul Islam Polres Bone pada Selasa siang, pukul 12.30 WITA. Selasa, 18/3/2025.

Shalat ghoib dipimpin oleh Imam Masjid Qadrul Islam Polres Bone, Ustadz Al Hafidz Nizar Darwis, dan diikuti oleh seluruh personel Polres Bone serta jamaah masjid. Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan penghormatan kepada rekan-rekan sejawat yang gugur dalam tugas pengabdian kepada negara.

Ketiga personel yang gugur merupakan prajurit Bhayangkara Polda Lampung yang meninggal dunia saat menjalankan tugas pemberantasan tindak pidana judi sabung ayam. Mereka adalah:
1.Iptu Lusiyanto, S.H. – Kapolsek Negara Batin Polres Way Kanan
2.Bripka Petrus Apriyanto – Ba Polsek Negara Way Kanan
3.Bripda M. Ghalib Surya Ganta, S.H. – Ba Sat Reskrim Polsek Way Kanan

Dalam kegiatan ini, hadir Kabag SDM Polres Bone, Kompol Arsyad, bersama para pejabat utama serta pengurus Masjid Qadrul Islam Polres Bone. Mereka turut berdoa agar arwah ketiga personel tersebut mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Polres Bone menegaskan bahwa pengabdian para personel Polri yang gugur tidak akan sia-sia. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri untuk terus menjalankan tugas dengan semangat dan dedikasi tinggi demi menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

Dandenpom XIV/1 -Hasanuddin bagikan Sembako ke Warga Masyarakat bentuk kepedulian di bulan Ramadhan 1446 H


Bone-Sulsel-Berandankrinews.com
Personel Denpom XIV/1 Bone, melaksanakan kegiatan sosial di bulan suci Ramadan 1446 H/2025 M dengan membagikan sembako kepada masyarakat pengguna jalan dan warga kurang mampu yang sedang melintas di depan markas Denpom XIV/1 Bone Jl.Orde Baru No.8 Watampone Kab.Bone
Selasa (18/3/2025).

Dandenpom XIV/1 Bone, Letnan Kolonel Cpm Paryoto S.H,M.H menyampaikan, berbagi sembako ini merupakan bentuk kepedulian antar sesama di bulan Suci Ramadhan.

“Kami dari Polisi Militer TNI AD terkhusus Denpom XIV/1 Bone, mengerahkan personel Denpom XIV/1 Bone untuk membagikan sembako pada sejumlah masyarakat pengguna jalan dan warga kurang mampu yang sedang melintas di depan markas Denpom XIV/1 Bone Jl.Orde Baru No.8 Watampone Kab.Bone,”tandasnya.

Berbagi sembako ini merupakan bukti kepedulian TNI AD khususnya Denpom XIV/1 kepada masyarakat sehingga kegiatan ini diharapkan bermanfaat dan semakin mempererat kesatuan dan persatuan antar sesama,
meningkatkan kebersamaan dan hubungan emosional yang baik antara TNI AD khususnya Corp Polisi Militer dengan masyarakat di Kab.Bone.

Kami berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk bersemangat menyebar kebaikan, demi membantu umat muslim yang kurang mampu,” serta upaya dalam mencari keberkahan di bulan suci Ramadhan 1446 H/2025
ujar Dandenpom XIV/1 Bone.

“Semoga masyarakat Kabupaten Bone senantiasa sehat walafiat”

BIADAB! Wartawan Disekap, Dianiaya, Dirampok dan Diperas Mafia BBM dan Tambang Ilegal di Sijunjung

Sijunjung,Sumbar–Berandankrinews.com Dalam episode terbaru dunia kriminal Tanah Air, sekelompok mafia BBM subsidi dan tambang emas ilegal di Tanjung Lolo, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, tampaknya mulai bertransformasi menjadi “pemerintah bayangan” yang lebih berkuasa dari hukum. Buktinya? Empat wartawan dari media online justru menjadi korban persekusi brutal setelah mengungkap praktek ilegal mereka, beberapa waktu lalu.

Empat wartawan itu, yakni Suryani (Nusantararaya.com), Jenni (Siagakupas.com), Safrizal (Detakfakta.com), dan Hendra Gunawan (Mitrariau.com), mengalami nasib yang lebih menyeramkan dari adegan film Vina Cirebon. Mereka dirampok, dianiaya, diperas, bahkan nyaris dibakar hidup-hidup hanya karena melakukan tugas jurnalistik mereka.

Awalnya, keempat wartawan ini sedang melakukan investigasi terhadap praktek ilegal yang melibatkan tangki BBM subsidi PT Elnusa Petrofin dan tambang emas liar yang diduga dimiliki oleh Wali Jorong Koto Tanjung Lolo. Namun, alih-alih mendapatkan informasi, mereka malah mendapatkan “sambutan hangat” berupa pukulan, ancaman pembunuhan, dan pemerasan,

Barang-barang mereka dirampas habis-habisan, termasuk dua unit laptop, dua unit HP, pakaian, charger, dongkrak mobil, hingga racun api. Wartawan perempuan, Jenni, bahkan nyaris diperkosa dalam aksi yang menunjukkan betapa bejatnya moral para pelaku.

Tidak puas hanya dengan merampas harta benda, para mafia ini juga menuntut uang tebusan Rp20 juta. Jika tidak, mereka mengancam akan membakar para wartawan hidup-hidup dengan 30 liter bensin atau mendorong mereka ke jurang tambang emas agar tampak seperti kecelakaan tragis.

“Silakan lapor kemanapun, tidak ada yang akan peduli! Coba saja viralkan ini, saya akan habisi kalian semua!” ancam sang Wali Jorong Koto Tanjung Lolo, sambil dengan santai menghantam kayu broti ke meja, seolah sedang memeragakan adegan mafia kelas berat.

Kasus ini jelas bukan sekadar aksi kriminal biasa. Ini adalah bukti nyata bagaimana mafia bisa begitu percaya diri menantang hukum. Seolah-olah mereka lebih berkuasa daripada aparat penegak hukum sendiri.

Apakah ini pertanda bahwa hukum di Indonesia sudah benar-benar lumpuh? Ataukah kita sedang hidup di zaman di mana wartawan harus membayar mahal saat berusaha mengungkap kebenaran?

Sampai berita ini ditulis, diharapkan ada pernyataan resmi dari pihak aparat kepolisian yang berwenang, yang seharusnya sudah bertindak cepat atas aksi brutal ini. Jangan-jangan, seperti kata mafia tadi, laporan mereka memang tidak akan digubris?

Selamat datang di Indonesia, di mana wartawan yang melawan mafia justru jadi korban. Tempat mafia tertawa terbahak saat menyiksa orang lain.

Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dengan tegas menyayangkan dan mengecam keras aksi keji yang menimpa empat wartawan di Tanjung Lolo, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung. Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menyebut kejadian ini sebagai bukti nyata bahwa kebebasan pers di Indonesia masih dalam bayang-bayang kekerasan dan ancaman mafia.

“Ini tindakan biadab! Wartawan yang sedang menjalankan tugas malah dirampok, dianiaya, bahkan diperas oleh kelompok mafia tambang dan BBM subsidi. Ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman serius terhadap demokrasi dan kebebasan pers!” tegas Wilson Lalengke dalam pernyataan resminya, Minggu, 16 Maret 2025.

PPWI menilai, jika kasus ini tidak segera diusut tuntas, maka akan menjadi preseden buruk bagi dunia jurnalistik di Indonesia. Wilson Lalengke menegaskan bahwa tidak boleh ada impunitas bagi para pelaku kekerasan terhadap wartawan.

“Kami mendesak Kapolri dan jajaran kepolisian di Sumatera Barat untuk segera menangkap pelaku, termasuk oknum pejabat yang diduga terlibat! Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin wartawan di daerah lain akan mengalami nasib serupa,” lanjutnya dan menambahkan bahwa kasus ini sudah dilaporkan ke Kepolisian Daerah Sumatera Barat.

Selain itu, PPWI juga meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk segera memberikan perlindungan bagi para korban. “Jangan sampai setelah kejadian ini, mereka malah mendapat ancaman lanjutan karena berani melawan mafia,” tambah Wilson Lalengke.

PPWI menegaskan bahwa kejadian ini semakin menunjukkan betapa lemahnya perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia. Jika seorang jurnalis tidak bisa menjalankan tugasnya dengan aman, bagaimana masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar dan transparan?

“Kita sedang menghadapi era di mana mafia semakin berani, sementara aparat penegak hukum malah terkesan semakin tidak berdaya. Jika tidak ada tindakan tegas, maka kebebasan pers akan mati, dan masyarakat akan terus dibodohi oleh informasi yang dikendalikan oleh kelompok tertentu,” tandas wartawan senior yang dikenal sebagai pemmela para wartawan di seluruh tanah air itu.

PPWI juga mengajak seluruh insan pers dan organisasi jurnalis lainnya untuk bersatu menuntut keadilan atas kasus ini. “Hari ini empat wartawan menjadi korban, besok bisa saja kita atau rekan-rekan jurnalis lainnya. Jangan biarkan mafia semakin meraja-lela di negeri ini!” pungkasnya.

Kini, sorotan tertuju pada Polri dan Pemerintah. Akankah mereka bertindak tegas, atau justru tunduk pada kekuatan mafia? (TIM/RED)

Polres Bone Peringati Malam Nuzulul Qur’an 1446 H dengan Tema “Polri Presisi


Bone, Sulsel-Berandankrinews.com
Polres Bone menggelar peringatan Malam Nuzulul Qur’an 1446 H di Masjid Qadrul Islam Mapolres Bone, Senin (17/3/2025) malam. Acara ini mengusung tema “Ibadah Ramadhan, Nuzulul Qur’an, dan Idul Fitri Meningkatkan Iman, Taqwa dan Amal Sholeh Guna Mewujudkan Polri Presisi”.

Acara dihadiri oleh Kabag SDM Polres Bone, KOMPOL Arsyad, S.I.P., para Kabag, Kasat, Kasi, personel Polres Bone, personel Polsek jajaran Polres Bone Zona 1, pengurus Bhayangkari Cabang Bone, dan jamaah Masjid Polres Bone.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh Al Hafidz Khairul Faisal, S.Pd., dilanjutkan dengan pembacaan tartil Al-Qur’an oleh Bripda A. Muh. Al-Khusairi. Kabag SDM Polres Bone, KOMPOL Arsyad, S.I.P., dalam sambutannya mewakili Kapolres Bone, menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an memiliki makna yang sangat mendalam bagi seluruh anggota Polri.

“Al-Qur’an yang diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia adalah pedoman hidup yang harus kita pegang teguh dalam setiap langkah dan tindakan kita, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri,” ujar KOMPOL Arsyad.

Acara dilanjutkan dengan ceramah hikmah Nuzulul Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz DR. Andi Tahir, S.Pd.I.,M.Pd (Dosen IAIN Bone). Dalam ceramahnya, Ustadz Andi Tahir mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Setelah ceramah agama, acara dilanjutkan dengan shalat Tarawih dan Witir berjamaah yang diimami oleh Dr. H. Rustan, S.Hi., M.H. Kasubbagbinkar Bag SDM Polres Bone.