Sekprov Tinjau PT. KIPI, SINERGI Kaltara Siap Hubungkan UMKM dengan Industri

E5187F67-5C61-4116-BBE2-BFC74186A98A-1024x683

BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mulai mempercepat implementasi program SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara) melalui penguatan kolaborasi dengan PT. Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI).

Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara H. Denny Harianto, S.E., M.M., bersama jajaran perangkat daerah ke Kawasan Industri Tana Kuning–Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, Kamis (9/7).

Dalam kunjungan tersebut, Sekprov Denny memaparkan konsep SINERGI Kaltara yang mendapat sambutan positif dari jajaran manajemen PT. KIPI, di antaranya E&S Manager PT. KIPI Wisnu Sugesti serta Project Manager Head Office PT. KIPI Noka Prihasto yang mengikuti kegiatan secara daring.

Usai pemaparan, Denny bersama manajemen PT. KIPI meninjau langsung kawasan industri, termasuk kawasan khusus Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sekaligus berdialog dengan para pelaku usaha yang telah beraktivitas di lokasi tersebut.

“Saya sangat bersemangat karena sejak tiba di KIPI kami diterima dengan baik oleh manajemen. Program SINERGI Kaltara yang kami susun juga mendapat respons positif,” kata Denny.

Ia mengungkapkan, dari hasil diskusi diketahui PT. KIPI telah menjalankan berbagai program penguatan UMKM. Manajemen perusahaan juga memaparkan kebutuhan industri serta potensi pelaku UMKM lokal yang dapat dikembangkan bersama melalui SINERGI Kaltara.

“Kami melihat langsung bagaimana PT. KIPI memberikan dukungan kepada UMKM, khususnya di kawasan Tanah Kuning, Mangkupadi, dan Tanjung Selor,” ujarnya.

Menurut Denny, respons positif tersebut menjadi modal penting untuk membangun kerja sama yang lebih terintegrasi antara pemerintah daerah, kawasan industri dan pelaku UMKM.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Kaltara bersama PT. KIPI akan memetakan kebutuhan industri dan potensi UMKM agar dapat saling terhubung melalui sistem SINERGI Kaltara.

“Seluruh data akan kita integrasikan sehingga kebutuhan industri dan kemampuan UMKM dapat dipetakan dengan baik. Harapannya, 51.840 UMKM di Kaltara memiliki kesempatan berkontribusi secara nyata di kawasan industri,” jelasnya.

Denny menegaskan SINERGI Kaltara tidak hanya diproyeksikan menjadi solusi bagi Kaltara, tetapi juga dapat menjadi model pengembangan UMKM yang dapat diterapkan di berbagai daerah dengan menyesuaikan potensi, karakteristik wilayah dan kebutuhan industrinya.

Ia berharap program tersebut mampu menjadi jembatan bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas usaha, mulai dari legalitas, kapasitas produksi, hingga kompetensi sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

“Insyaallah, kita mulai dari KIPI, kemudian akan kita kembangkan ke kawasan lainnya. Harapan kita, UMKM Kaltara tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga menembus pasar internasional,” pungkasnya.

(dkisp)