Kabut Asap Semakin Tebal, Bupati Nunukan Tetapkan Belajar Dari Rumah Mulai Senin Besok

IMG-20260830-WA0078

NUNUKAN — Melihat kualitas udara yang semakin memburuk akibat tebalnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Nunukan, Pemerintah Kabupaten Nunukan segera mengambil langkah tegas demi menjaga kesehatan para peserta didik. Mulai besok, Senin 31 Agustus 2026, seluruh jenjang pendidikan TK, SD, hingga SMP akan menerapkan sistem Belajar Dari Rumah (BDR).
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, melalui sambungan telepon pada Minggu (30/8/2026).

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini diambil semata-mata demi melindungi kesehatan anak-anak dari paparan udara yang tidak sehat.

“Kami tidak ingin anak-anak berada di sekolah maupun beraktivitas di luar rumah ketika kualitas udara sedang buruk. Langkah ini murni demi menjaga kesehatan mereka,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak salah paham: BDR bukan berarti libur sekolah. Seluruh kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan, hanya pelaksanaannya dialihkan dari ruang kelas ke rumah masing-masing. Guru dan siswa diharapkan tetap aktif berinteraksi dan menjalankan proses pendidikan seperti biasa.

“Kami hanya memindahkan tempat belajar. Semoga anak-anak dan pendidik tetap semangat menuntut ilmu meski dilakukan dari rumah,” tambahnya.

Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan pendidikan di wilayah terdampak asap kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah daerah pun telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta instansi terkait untuk segera menerbitkan surat edaran pelaksanaannya.

Keputusan ini akan dievaluasi setiap tiga hari sekali. Jika kabut asap belum berkurang, masa BDR dapat diperpanjang kembali.
Selain aturan sekolah, Bupati juga menyampaikan sejumlah himbauan kepada seluruh masyarakat:
– Selalu gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
– Dilarang membakar hutan maupun lahan yang dapat memperburuk kualitas udara.
– Orang tua diharapkan mendampingi anak-anak selama masa belajar di rumah, serta membatasi aktivitas anak di luar rumah saat udara masih belum baik.
– Bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), tetap menjalankan tugas seperti biasa di kantor, namun dihimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Berdasarkan data dari BPBD Nunukan, kabut asap yang melanda wilayah belakangan ini berasal dari asap kebakaran hutan dan lahan di luar daerah, bukan terjadi di dalam wilayah Kabupaten Nunukan sendiri.

“Alhamdulillah, di wilayah kita tidak ada laporan kebakaran hutan maupun lahan. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi dampak lingkungan ini dan terus memantau perkembangan situasi dari hari ke hari,” tutup Bupati.

Pemerintah Kabupaten Nunukan berjanji akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai kondisi di lapangan demi keselamatan dan kesehatan seluruh warga.

Padli/admin