Jangan Terkecoh Dengan Mutasi Yang Seksi

Nunukan – Pelantikan JPT (Jabatan Pimpinan Tinggi) Provinsi Kalimantan Utara yang dilaksanakan pada  27 Oktober 2021 lalu menyisakan banyak pertanyaan dan komplain serta sorotan banyak pihak. Terutama beredarnya beberapa nama yg dianggap tidak semestinya menjabat posisi dimaksud.

Seperti adanya  pejabat yang didefinitipkan ternyata mendapat nilai dibawah rangking pertama pada hasil selter 2020 lalu namun dipilih sebagai untuk mengisi jabatan tertentu. Dan dipersoalkan juga adanya pejabat yg terlibat mendukung secara aktif Petahana namun tetap dilantik.

Tak hanya itu, beredar juga satu nama pejabat yang sebenarnya tidak masuk dalam 3 besar hasil selter tahun 2020  namun yang bersangkutan tetap dilantik oleh Gubernur Kaltara. Termasuk pula adanya kasak kusuk  oknum pejabat teras Pemprov Kaltara yang bermain.

Sehingga sebagai pengamat saya mencoba untuk membedah dan memberikan pemahaman berdasarkan aturan yg memuat ptosedur , mekanisme dan tata cara sebagai salah satu upaya melahirkan pejabat yg mempunyai kompetensi,kualifikasi dan bekinerja baik.

Untuk lebih memahami persoalan, saya harus menyampaikan bahwa pada pelaksanaan selter 2020 pada masa Petahana telah menggunakan anggaran fantastis mendekati angka Rp. 2 milyar. Sehingga Gubernur merasa perlu menghemat uang negara untuk tidak melakukan selter baru dangan mengkombinasi pertimbangan termasuk kewenangan diskresi gubernur sebagai PPK mengingat masih adanya peluang belum sempurnanya aturan.

Untuk menguraikan keseluruhan, saya membaginya dalam rangkaian penjelasan secara runut dengan mengaitkannya pada UU no.5/2014 dan PP 11/2017 terutama (pasal 127 ayat (1) , dan SE MENPAN RB no.52/2020 tentang pelaksanaan pengisian JPT serta SE KABKN no.15/SE /V/2020 tentang tatacara  pelaksanaan penilaian.kompetensi JPT.

Saya mulai dari pembahasan yang telah menjadi konsumsi publik tersebut yakni:

1. Pelantikan pada 27 Oktober 2021 adalah pelaksanaan hasil dari Uji Kesesuaian Kompetensi (Job Fit) Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, setelah mendapat respon dari KASN Nomor : B- 3348 /KASN/09/2021 tertanggal 28 September 2021. Dan kewenangan PPK melihat permasalahan yg mempunyai urgensi tinggi dan segera diselesaikan.

Sebagai sebuah rekomendasi dari institusi yang diberikan fungsi dan wewenang oleh negara dan menjalankan teks dan substansi isi surat rekomendasi. Pemprov Kaltsra dalam hal ini Gubernur sebagai PPK (user) telah mengikuti sebagian besar rekomendasi dimaksud dengan mengkombinasi sedikit kesesuain dengan keperluan didaerah, yakni melakukan job fit dengan mengambil dari hasil selter dalam melakukan rolling jabatan, serta pertimbangan lainnya sehingga bagi pejabat yg tidak mengikuti proses job fit dianggap scr sadar tidak bersedia ditempatkan dalam jabatan apapun.

Mengenai adanya satu nama yang disebutkan terhalang karena usia, dapat dijelaskan bahwa yang bersangkutan dianggap pada saat mengikuti selter 2020 usia masih memenuhi syarat dan kriteria sbg peserta selter, sehingga ketika PPK memilihnya sebagai salah satu pejabat yang dilantik.

Dan selama kurun waktu kekosongan jabatan ketika ditugaskan menjalankan fungsi sebagai Plt. Kepala Dinas, yang bersangkutan menunjukakn kinerja dan loyalitas serta integritas tinggi terhadap tugas yg diberikan, sehingga gubernur sebagai PPK merasa terbantu dan menginginkan meneruskan kinerja tsb sehingga dimasukkan sbg person yg punya integritas tinggi dan layak dilantik sbg pejabat pembantu Gubernur.

2. Adapun beberapa nama yang tidak masuk dalam rekomendasi KASN kemudian dilantik oleh PPK , dapatlah disimpulkan bahwa sebagai sebuah rekom hendaknya dimakanai sebagai arti sebuah saran, anjuran  bukan sebuah  keputusan ataupun ketetapan.

Saya kira pendapat ini juga yg melatari kenapa PPK mengambil dan memasukkan nama nama sperti Ghozali utk menakhodai Biro Hukum sebagai biro penting dalam memberikan advis hukum terhadap berbagai produk yg mempunyai dampak atau akibat hukum .sehingga diperlukan sosok yg mengerti persoalan dan ekspert terhadap tinjauan hukumnya.

3. Masih adanya nama nama yg masih bernuansa masa lalu yang oleh Timses Paslon saat Pilkada menghendaki agar yang bersangkutan di nonjobkan saja biar tidak mengganggu roda pemerintahan selanjutnya . Dsinilah letak kenegarawanan Gubernur Kaltara yang menempatkan profesionalisme menjadi urutan pertama pertimbangan dalam memilih pembantunya, sehingga sebagai pejabat politik dia sebenarnya sudah mempertaruhkan resiko elaktabilitasnya kepada publik pendukungnya.

PPK sadar betul bahwa dia kurang merespon pendapat ataupun usulan timses yang selama ini berjuang, tapi saya kira demi profesionalisme dan pembelajaran untuk pemenang pilkada saya pikir ini langkah positif untuk melepaskan diri dari persoalan masa lalu

Dari fakta dan kondisi diatas, kita berharap publik bisa melihat secara jernih mempercayakan persoalan ini kepada itikad baik dan fair, bahwa apa yang disusun oleh Gubernur Kaltara adalah yang terbaik dari pilihan yang ada. Dalam membangun SDM  dan kemajuan daerah lepas dr dendam dan  perasaan like or dislike. Semua disusun dg penuh pertimbangan dan kehati-hatian (prudent) dalam menyikapi dinamika yang ada.

Sehingga publik jangan terkecoh dengan argumentasi dari luar atau oknum yg merasa dirugikan demgan bermain melempar bola panas yg sebenarnya tidak bisa memantulkan apa-apa selain sekedar  isu.

(Ditulis oleh Ilham Zain, Pengamat dan  Pemerhati Perbatasan)

Deddy Sitorus Dukung Supriadi Untuk Pimpin YVC Indonesia

Nunukan -Anggota DPR RI, Deddy Yevry Hanteru Sitorus mengapresiasi para pemotor yang tergabung dalam Yamaha Vixion Club’ Indonesia (YVC÷I). Pasalnya, tak hanya melakukan aktivitas bermotor saja namun juga aktif dalam aksi – aksi sosial.

“Tentu saya mengapresiasi keberadaan komunitas YVC I di Perbatasan ini. Karena selain aktifitas bermotornya, teman -teman YVCI ini juga kerap melakukan aksi kemanusiaan,” tutur Deddy saat menerima para pengurus YVCI Nunukan  di Sayn Cafe, Nunukan, Minggu (18/10).

Dalam kesempatan tersebut, Deddy Sitorus juga menyatakan dukungan kepada Supriadi yang terpanggil untuk menjadi salah satu kandidat Ketua Umum YVC – I

“Ini sekaligus membuktikan bahwa generasi muda di Perbatasan ini berani dan mampu bersaing,” katanya

Yamaha Vixion Club Indonesia sendiri berdiri di bawah naungan Yamaha Riders Club (YRC) yang merupakan organisasi resmi dibawah naungan PT. Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) yang menaungi seluruh Club Motor Yamaha Resmi. YRC sendiri sudah tergabung di IMI Pusa

Diketahui, Berawal dari sekumpulan penggemar motor Yamaha yang sering bertemu di dunia maya melalui milis vixion-indonesia@yahoogroups.com, hingga akhirnya sebuah komunitas motor dengan anggotanya berasal dari sabang sampai merauke pun terbentuk.

Saat itu, Yamaha Vixion sendiri sesungguhnya belum beredar dipasaran. Hingga akhirnya lima orang penghuni milis resmi memboyong Yamaha Vixion ke garasi mereka.

YVC – I rencana akan melakukan silaturahim sekaligus pembentukan kepengurusan 2021 – 2023 yang akan digelar di Papua pada November 2021 mendatang

Supriadi sendiri secara tegas telah menyatakan kesiapannya untuk mengikuti pemilihan Ketua Umum.

“Untuk membuktikan eksistensi kami di Perbatasan dan atas dasar keinginan untuk memajukan YVC I, saya menyatakan siap untuk ikut pemilihan Ketua Umum yang akan digelar di Papua bulan depan,” tegasnya

Ini Visi Dan Misi H. Amin ( Kandidat Calon Ketua KONI Nunukan)

Nunukan – Salah satu filsafat yang paling penting dalam pembinaan olahraga berbunyi: seorang juara bukan ditemukan tetapi diciptakan yang berlandaskan pada best on athlete. Berdasarkan filsafat ini, atlet yang hebat dan berpretasi akan lahir dari proses panjang pembinaan yang unsur-unsurnya antara lain perencanaan, penganggaran, manajemen, pelatihan, pertandingan, dan evaluasi sistem keolahragaan. Pada akhirnya atlet-atlet terbaik dapat membangun semangat, persatuan, dan kehormatan yang mengangkat harkat dan martabat bangsa.

Terlebih di Kabupaten Nunukan yang notabene wilayah Perbatasan, dunia olah raga selain sebagai ajang menyalurkan bakat dan menggapai prestasi, juga menjadi ajang untuk mempertebal patriotisme dan semangat cinta tanah air.

Demikian diungkapkan H. Makinun Amin yang merupakan salah satu kandidat bakal calon Ketua Komite Olag Raga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Nunukan. Diketahui KONI Cabang Nunukan akan menggelar Musyawarah Cabang guna membentuk kepengurusan yang baru.

“Bagaimanapun olahraga prestasi dan prestasi olahraga merupakan salah satu indikator dalam penilaian kemajuan suatu daerah. Selain itu prestasi olahraga dapat mengangkat harkat dan martabat suatu daerah dalam konstelasi pembangunan secara regional dan nasional,” tutur Amin

Lebh lanjut H. Amin mengungkapkan bahwa atas dasar keinginan memajukan atlit Perbatasan demi memperkuat martabat bangsa itulah dirinya merasa terpanggil untuk membenahi KONI Kabupaten Nunukan.

“ Inti dari Visi dan Misi saya adalah memajukan dunia olah raga di Perbatasan tak hanya dapat bersaing namun para atlitnya juga dapat menjadi asset bangsa,”

Secara rinci, inilah Visi dan Misi H. Makinun Amin sebagai Bakal Calon Kandidat Ketua KONI Kabupaten Nunukan:

VISI
“ NUNUKAN BANGKIT” yang mengandung makna, bahwa KONI Kab. Nunukan bersama anggotanya memiliki kehendak yang kuat untuk menjadikan Kabupaten Nunukan sebagai JUARA UMUM pada setiap pekan olahraga Provinsi (PORPROV), harus mencetak atlet Potensional asal kabupaten Nunukan sebanyak mungkin, dan tetap mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memberikan dukungan program Pemusatan latihan Atlet dan peningkatan SDM ( Pelatih, Wasit dalam ranah Provinsi, Nasional maupun Internasional)

MISI
1. Mewujudkan kelembagaan yang kondusif
2. Meningkatkan pembinaan mental para atlet.
3. Mewujudkan peningkatan SDM olahraga berstandart Daerah, Nasional dan Internasional
4. Mewujudkan penyelenggaraan kejuaraan berstandart Nasional dan Internasional bekerja sama dengan para pihak terkait
5. Mewujudkan kembali Pemusatan latihan di set ap cabang olah raga.
6. Meningkatkan Prestasi cabang olah raga dengan program Pembinaan dan sistem yang terencana,berkelanjutan dan bertanggung jawab
7. Menjadi penyumbang atlet terbesar pada setiap PON (Pekan Olahraga Nasional ) untuk Provinsi KALTARA.
8. Membangun kerja sama yang Harmonis dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan dan para pihak pihak terkait dalam Pembinaan dan Peningkatan Prestasi Olahraga di kab. Nunukan

Dalam dunia olah raga di Nunukan, Makinun Amin bukanlah nama yang asing.Ia adalah Ketua Pengurus Taekwondo Cabang Nunukan. Beberapa atlit binaanya kerap kali menjadi kontestan untuk berlaga bahkan hingga ke manca negara dan kepulanganya senantiasa disertai dengan medali.

Pewarta: Dika Kameswara

Kolonel Akatoto Apresiasi Kesuksesan Koramil Sekatak Dalam Serbuan Vaksin

Tanjung Selor – Komandan Kodim ( Dandim) 0903/Bulungan, Kolonel Inf. Akatoto memastikan bahwa pihaknya akan berupaya agar jatah kuota vaksin covid – 19 di wilayah Bulungan dapat ditambah. Hal tersebut ia ungkapkan setelah menilai antusiasme masyarakat yang ingin divaksin begitu tinggi.

“Melihat antusiasme masyarakat yang ingin divaskin, kita pasti akan berupaya untuk minta tambahan dosis,” tutur Akatoto disela – sela kegiatan Serbuan Vaksinasi Covid – 19 Kodim 0903/Bulungan yang digelar di halaman Markas Koramil 0903 – 05 Sekatak, Kamis (9/9/2021).

Lebih lanjut Kolonel Akatoto mengungkapkan, sembari mengupayakan penambahan kuota untuk dosis vaksin covid – 19, pihaknya juga akan terus melakukam serbuan vaksin di beberapa melui jajaran Koramil dj wilayah komandonya.

“Kita juga akan terus lakukan serbuan vaksin. Seperti dalam waktu dekat ini, kita akan lakukan kegiatan vaksinasi di Tanah Kuning dan Tanjung Palas Utara masing – masing 350 dosis, ” papar Akatoto

Dengan memanfaatkan sarana seperti mobil dinas, upaya ‘jemput bola’ dalam vaksinasi covid – 19, ungkap Akatoto juga terus dan akan dilakukan. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat yang tinggal di pedalaman tak lagi terkendala untuk mendapatkan vaksin.

Masyarakat di wilayah pedesaan, menurut Akatoto memang menjadi salah satu prioritas. Keberadan Koramil dalam mensosialisasikan vaksinasi covid – 19 menurutnya sangat berperan, sehingga dari antusiasme masyarakat dalam vaksinasi hari ini, ia menilai usaha yang dilakukan oleh Koramil Sekatak sangat berhasil.

Apresiasi dari Kolonel Akatoto kepada Koramil 0903 – 05 Sekatak sangat beralasan. Pasalnya, dari pantauan Nusantara News, masyarakat yang ingin divaksin nampak sangat antusias. Hal tersebut dilhat sejak pukul 06:30 Wita, warga telah berdatangan di halaman Markas Koramil.

Tak ketinggalan pelajar dari SMP dan SLTA pun nampak berjejer dalam antrean untuk menjalani vaksinasi. Dan sebagaimana kegiatan serbuan vaksin covid – 19 Kodim 0903/Bulungan memang mentargetkan para pelajar untuk vaksinasi tanpa mengurangi porsi untuk masyarakat.

“Untuk itulah, kita akan koordinasi dengan pihak – pihak terkait untuk penambahan dosis dengan harapan agar vaksinasi dapat benar – benar merata, ” tutupnya

PWB Berikan Bantuan Untuk Korban Kebakaran Di Nunukan

Nunukan – Sebagai bentuk empati dan solidaritas, Sabtu (28/8), Paguyuban Wong Bojonegoro (PWB) melakukan aksi kemanusiaan yakni dengan memberikan bantuan bahan makanan pokok dan sejumlah uang kepada Mufarokah yang saat ini mengalami luka serius akibat kebakaran beberapa waktu lalu.

“Bantuan ini diberikan sebagai bentuk rasa empati dari kami untuk Ibu Mufarokah,” tutur Ketua PWB, Nurhadi kepada awak media.

Nurhadi menegaskan, sebagai makhluk sosial, manusia harus saling tolong menolong satu sama lain. Saat orang-orang terdekat, kerabat, sahabat atau bahkan orang lain sedang tertimpa musibah atau menghadapi suatu masalah, sudah seharusnya kita peduli dan memberikan empati.

Usai kematian suaminya akibat kebakaran beberapa waktu lalu, kini Mufarokah harus berjuang seorang diri untuk bertahan hidup dengan luka bakar yang sangat serius. Selain berjuang untuk kesembuhan, ia juga harus menghidupi kedua anaknya.

“Ibu Mufarokah saat ini benar – benar dalam kondidi yang memprihatinkan. Betapa tidak, setelah kematian almarhum suaminya, kini beliau harus berjuang seorang diri untuk bertahan hidup dengan luka bakar yang sangat serius,” papar Nurhadi

Diketahui, Mufarokah saat ini hanya bisa terbaring dengan separuh tubuh yang dibungkus perban. Lebih miris lagi, setiap hari ia harus mengeluarkan menyediakan Rp. 400.000 sebagai ongkos untuk mengganti perbannya tersebut.

“Maka dapat dibayangkan betapa susahnya Ibu Mufarokah ini. Sudah sakit, tiada sanak saudara, untuk bertahanj hidup saja mengalami kesulitan, masih pula harus mengeluarkan uang untuk mengganti perban yang membalutnya,” ujarnya.

Nurhadi berharap, aksi yang dilakukan oleh Paguyuban Wong Bojonegoro tersebut bukanlah ahir namun akan ada bantuan serupa maupun dukungan mental  oleh pihak lain untuk kesembuhan Mufarokah.

“Dengan kita memberikan dukungan, maka Ibu Mufarokah akan merasa diperhatikan dan memiliki semangat untuk sembuh. Terkadang kita berfikir bahwa bantuan yang kita berikan kepada orang lain itu kecil, tetapi bisa jadi apa yang telah kita lakukan itu sangat berarti bagi orang lain,” tegas Nurhadi

Pewarta : Eddy Santry