Dandim 0911/Nnk Dampingi Penyerahan JPS Covid – 19 Tahap II

NUNUKAN – Dandim 0911/Nunukan Letkol Czi Eko Pur Indriyanto, SE., M.I. Pol., M.Tr. Han bersama unsur FKPD dan instansi terkait lainnya di Kabupaten Nunukan menghadiri penyaluran Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Tahap II kepada warga terdampak Covid-19 dalarn bentuk Bantuan Langsung Tunai kepada 3.998 kepala keluarga, Senin (19/10).

Pengambilan Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Tahap II oleh Bank Kaltimtara mulai melakukan pelayanan kepada masyarakat Kelurahan Nunukan Timur sebanyak 735 KK yang mendapatkan batuan tunai sebesar Rp. 600.000 yang di masukan dalam bentuk “Tabunganku” Bank Kaltimtara.

Sebagaimana diketahui pada tahap I batuan yang dibagikan berupa kupon sembako, dari hasil pengamatan dan evaluasi dari dinas sosial pada tahap I dinilai kurang efisien sehingga pada tahap ke II diubah dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai yang dinilai lebih efisien.

Dihadapkan pada tempat dan waktu, pandemi covid-19 yang mengharuskan penerapan disiplin protokol kesehatan, sehingga dapat menghemat waktu serta pembagiannya bisa cepat.

Dalam Proses Penyaluran Bantuan tersebut Bank Kaltimtara membuka 2 loket data serta 11 loket pelayanan pegambilan agar mempercepat proses pengambilan bantuan, dari jumlah penerima sebanyak 735 KK.

Dalam kesempatan itu Dandim juga menyampaikan bahwa semua unsur FKPD harus tetap solid dan bersinergi dalam membangun kekuatan dan kebersamaan untuk hadir ditengah masyarakat.Sebagai bentuk nyata kepedulian dan rasa solidaritas kepada sesama.

Pendim 0911/Nnk

Kapolda Kaltara Kunjungi Pulau Sebatik

SEBATIK – NUNUKAN – Kapolda Kaltara Irjen Pol Drs. Bambang Kristiyono, M.Hum dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Nunukan, Selasa (29/09/2020) juga mengunjungi Pulau Sebatik.

Di pulau yang terbagi atas wilayah Indonesia dibagian Selatan dan Malaysia di wilayah Utara, Jenderal Polisi bintang dua ini tiba sekitar pukul 12.00 Wita dengan Helikopter Polri P – 1106 didampingi Irwasda Polda Kaltara Kombes Pol Drs. Yosi Hariyoso dilapangan Sepak Bola Sei Bajao Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur setelah sebelumnya melakukan kunjungan di Mapolres Nunukan

Setelah melakukan sholat dhuhur di Masjid Nurul Huda Desa Sei. Nyamuk Kec. Sebatik Timur, dilanjutkan santap siang dirumah salah satu tokoh masyarakat Sebatik H. Nuwardi serta berbincang dengan tokoh – tokoh masyarakat Sebatik diantaranya DR (HC) H. Ali Karim, H. Herman.HB, SE, MM, H. Nuwardi dan juga para Camat yang hadir diantaranya Camat Sebatik Utara H. Zulkifli, Camat Sebatik Timur Wahyudin, S.Sos, Sekcam Sebatik Saleh, S.PD dan tokoh – tokoh Pemuda M. Jafar serta Rustam Jaya.

Kunjungan Kapolda Kaltara dilanjutkan ke Patok PB-02 Desa Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah, Kapolda menyampaikan pesan kepada prajurit – prajurit Satgas Pamtas Yonif 623/BWU yang bertugas di perbatasan agar senantiasa semangat dalam menjaga perbatasan RI, tidak lengah dan bersikap humanis.

“Tadi saya sampaikan kepada prajurit – prajurit kita yang bertugas di perbatasan, apapun dipertaruhkan demi keutuhan wilayah NKRI, berdayakan masyarakat biar sejahtera dan merasa aman, nyaman dalam beraktifitas dengan adanya petugas – petugas kita di perbatasan, sehingga masyarakat kita rela berkorban demi NKRI” ungkap Kapolda.

“Terkait Pilkada 2020, untuk anggota TNI – POLRI sudah jelas perintahnya, harus netral tidak ada memihak siapapun, kepada masyarakat silahkan berpolitik hanya saya pesankan jangan sampai karena pilihan berbeda menjadi saling bermusuhan, kita songsong pilkada ini dengan aman, damai dan luber, apapun bunyinya lebih abadi berteman, tetap jaga kekompakan” pungkas Jenderal bintang dua ini. 

( Sar/Admin )

Peranan Ekonomi Syariah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Berandankrinews.com — Jakarta — Farouk Abdullah Alwyni selaku Chairman, Center for Islamic Studies in Finance, Economics, and Development (CISFED) menjadi salah satu panelis di diskusi panel Internasional Islamic Finance News (IFN) yang diselenggarakan secara online pada tanggal 22 September 2020. Diskusi panel ini bertema the Funds, Infrastructure, Islamic Capital Markets and Responsible Finance Initiatives in Indonesia. Adapun poin-poin yang disampaikan oleh FAA di panel tersebut adalah sebagai berikut:

Perkembangan menarik dari meningkatnya pangsa pasar reksadana Syariah di tahun 2020 (sampai dengan Agustus 2020) ditengah-tengah pandemic dan penurunan reksadana konvensional:

Sampai dengan Agustus 2020, total Nilai Aset Bersih (NAB) reksadana Syariah mencapai Rp.69,7 triliun. Ini merupakan peningkatan sekitar 30% selama tahun 2020 dari Rp. 53,7 triliun di bulan Desember 2019.

Disisi lain, NAB industri reksadana secara keseluruhan mengalami penurunan sekitar 3,9% ke Rp.520,8 triliun di bulan Agustus 2020 dari Rp. 542,2 triliun di bulan Desember 2019

Hal ini disebabkan NAB reksadana konvensional mengalami penurunan sekitar 7,7% ke Rp.451,1 triliun dari Rp.488,5 triliun dalam kurun waktu yang sama diatas.

Kondisi diatas membuat pangsa pasar reksadana Syariah menjadi meningkat ke 13,4% di bulan Agustus 2020 dari 9,9% di bulan Desember 2019. Jika trend ini berlanjut reksadana Syariah akan lebih memainkan peran kedepan, yang bahkan melebihi pangsa pasar perbankan Syariah.

Penjualan Sukuk Ritel (SR-013) yang Memecahkan ‘Record’

Penjualan Sukuk Ritel (SR-013) pada bulan Agustus-September 2020 dari Pemerintah Republik Indonesia yang menembus angka Rp. 25 triliun memecahkan rekor baru di tahun 2020 ini. Nilai ini jauh melampaui target pertama yang ditetapkan sebesar Rp. 5 triliun. Target awal ini direvisi berkali-kali, pertama ke angka Rp.7 triliun, lalu menjadi Rp.9 triliun, Rp. 12 triliun sampai dengan nilai akhir tersebut diatas.

Penjualan SR-013 ini jauh melampaui penjualan SR-012 yang mencapai Rp. 12,1 triliun dibulan Februari/Maret 2020. Penjualan ini juga melewati penjualan obligasi ritel konvensional (ORI17) dibulan Juni/Juli 2020 yang mencapai Rp. 18,3 triliun.

Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap penjualan SR-013 ini diantaranya adalah: Nilai keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan keuntungan dari deposito bank-bank Syariah ataupun bunga bank-bank konvesnional, pemesanan Sukuk secara online yang mudah dan keamanan dari investasi Sukuk ini karena dijamin oleh pemerintah.

Pengalaman dari penjualan Sukuk ritel yang baik dan menarik minat investor sebenarnya dapat mendorong lebih banyak pengeluaran instrument Sukuk ritel baik oleh pemerintah, badan usaha milik negara, maupun sektor swasta. Sukuk ritel yang lebih meluas bukan hanya akan memperdalam pasar keuangan Syariah Indonesia, tetapi juga akan meluaskan basis investor domestik ritel dalam negeri. Sukuk ritel pemerintah adalah juga sebuah indikasi bagus dimana pemerintah dapat mulai mengoptimalkan sumber-sumber daya keuangan dalam negeri untuk upaya-upaya pembangunan.

Dengan ini, upaya untuk mensinergikan keuangan Syariah dan model investasi yang bertanggung jawab sosial akan dapat diwujudkan. Dimana pemerintah dapat mengoptimalkan dana-dana yang diterima dari penjualan Sukuk ritel untuk projek-projek yang mendukung tujuan pembangunan yang berkelanjutan seperti pengentasan kemiskinan, memperkuat sektor kesehatan, membangun infrastruktur, dan juga upaya pengurangan ketimpangan sosial.

Persoalan lambatnya perkembangan Sukuk korporasi,
berbeda dengan Sukuk pemerintah yang berkembang cukup cepat, perkembangan Sukuk yang dikeluarkan korporasi adalah cenderung stagnan.

“Sebenarnya kekhawatiran terkait kebutuhan untuk memiliki ‘underlying assets’ dalam mengeluarkan Sukuk dapat diatasi dengan mengeluarkan Sukuk yang berakad Mudarabah. Karena dengan Sukuk jenis ini, perusahaan cukup menggunakan dasar dari laporan keuangan mereka dan juga bisnis yang dijalankan. Sukuk jenis ini sebelumnya dikeluarkan oleh beberapa bank Syariah seperti Bank Muamalat Indonesia dan Bank Syariah Mandiri,” ungkap Farouk.

“Faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan oleh regulator dalam rangka mengembangkan Sukuk korporasi adalah diantaranya memberikan insentif fiskal untuk perusahaan-perusahaan yang menggunakan Sukuk sebagai instrument untuk memobilisasi dana, sebagaimana halnya yang dilakukan di Malaysia, juga mereview prosedur-prosedur terkait Sukuk yang dikeluarkan oleh perusahaan, dan perlu dipastikan agar segala hal terkait hambatan birokratis dapat dihilangkan/ditinjau kembali,” imbuh Farouk.

“Terkait Konvergensi antara keuangan Syariah dan investasi berbasis Environment, Social, and Governance (ESG) ataupun Socially Responsible Investing (SRI) dalam kaitannya dengan Sustainable Development Goals (SDGs), ada beberapa poin yang perlu disampaikan. Pertama, hubungan antara keuangan Syariah dan SDGs atau tujuan pembangunan yang berkelanjutan (prinsip yang dideklarasikan di Perserikatan Bangsa-Bangsa [PBB] ditahun 2015). Obyektif Syariah (Maqasid Syariah) terkait perlindungan terhadap keyakinan/agama akan meng-cover diantaranya SDGs No. 1 (No Poverty/Bebas dari Kemiskinan) dan No. 10 (Reduced Inequalities/Pengurangan Ketimpangan), mengingat dalam Islam dinyatakan bahwa kemiskinan bisa menyebabkan kekafiran dan juga kecaman Islam terhadap ketimpangan social sebagaimana termaktub dalam al-Qur’an yang melarang kekayaan hanya berputar disekelompok kecil orang. Begitu pula halnya obyektif Syariah terkait perlindungan terhadap harta juga akan meng-cover SDGs No. 1 dan No. 10,” paparnya.

Obyektif Syariah yang lain terkait perlindungan terhadap intelek/ilmu juga akan mendorong terlaksananya SDG No. 9 (Industry, Innovation, & Infrastructure/industry, inovasi, dan infrastruktur) dan No. 11 (Sustainable Cities & Communities/Komunitas dan Kota yang Berkelanjutan). Sedangkan perlindungan terhadap keturunan juga mendorong terwujudnya SDG No. 3 (Good Health & Well Being/Kesehatan yang Baik & Kesejahteraan). Ini adalah sekedar gambaran. Sebenarnya, setiap obyektif Syariah yang ada banyak terkait dengan poin-poin SDGs lainnya.

Disini kajian terkait SDGs dan/atau investasi berbasis ESG ataupun SRI akan memperdalam kajian terhadap keuangan Syariah itu sendiri yang cenderung terbatasi dengan prinsip terkait larangan terhadap Bunga, alkohol, judi, prostitusi, dan spekulasi. Prinsip-prinsip ini tentunya adalah bagian penting dari keuangan Syariah, tetapi pada esensinya cakupan keuangan Syariah adalah lebih luas dari itu, dan eksplorasi substansi keuangan Syariah yang lebih mendasar akan terbantu dengan menguatnya trend investasi berbasis ESG ataupun SRI.

Kedepan elemen-elemen ‘S’ (social) dan ‘G’ (governance) dari ESG akan semakin penting. Seperti sekarang ini beberapa negara di Eropa mengeluarkan obligasi yang bersifat sosial yakni dalam kerangka menangani dampak ekonomi dari Covid19, yakni dana yang ada digunakan untuk membantu kelompok masyarakat yang mengalami PHK.
Terlebih lagi negara seperti Indonesia juga mempunyai tantangan-tantangan SDGs yang cukup mendasar seperti misalnya masalah kemiskinan, dimana walaupun tingkat kemiskinan di Indonesia dinyatakan hanya tinggal sekitar 9,22% dari populasi, tetapi 70% populasi Indonesia yang walaupun telah bebas dari kemiskinan tetapi belum mencapai level kehidupan kelas menengah. Mereka ini masih rentan untuk kembali miskin kembali sewaktu-waktu. Rentang pengeluaran mereka per bulan/per orangnya adalah sekitar Rp.354 ribu hingga Rp.1,2 juta. Jumlah kelas menengah di Indonesia yang dikategorikan sebagai kelompok yang memiliki pengeluaran antara Rp.1,2 juta hingga Rp.6 juta/ bulan perorangnya adalah hanya masih sekitar 20% atau sekitar 52 juta orang.
Belum lagi tantangan SDG terkait ketimpangan pendapatan, dan ada 1% masyarakat mempunyai 50% kekayaan seluruh negeri, bila diestimasi 4 orang terkaya di Indonesia melebihi kekayaan 40% orang (the bottom 40%). Tantangan lain adalah infrastruktur kesehatan Indonesia yang belum solid untuk melayani seluruh rakyat seperti yang dapat dilihat dari lemahnya kesiapan dalam menghadapi pandemik Covid19.

“Sehubungan dengan tantangan-tantangan besar SDGs diatas, maka peran keuangan Syariah menjadi lebih penting kedepannya. Terkait bagaimana keuangan Syariah yang terkonvergensi dengan konsep ESG/SRI dapat mempengaruhi pemikiran para pemegang keputusan baik di pemerintahan maupun di sektor swasta, dan lebih penting lagi dikomunitas investor. Konsep keuangan Syariah dan ESG perlu mempengaruhi bagaimana pemerintah menggunakan dan memprioritaskan anggaran mereka. Konsep ini juga perlu mempengaruhi bagaimana perusahaan-perusahaan besar melakukan bisnisnya di Indonesia. Dan yang terpenting, bagaimana konsep ini dapat mempengaruhi pola pikir investor dalam berinvestasi. Semua ini diharapkan dapat berdampak positif dalam pencapain tujuan-tujuan pembangunan yang berkelanjutan (SDGs) yang pada esensinya juga adalah sesuai dalam banyak hal dengan obyektif dari Syariah itu sendiri,” pungkas Farouk (fri).

Jelang HUT TNI ke 75 Kodim 0911/Nunukan Gelar Donor Darah

NUNUKAN – Sambut HUT TNI ke 75 Kodim 0911/Nunukan bersama instansi lain menggelar kegiatan Donor Darah. Sebagai ungkapan rasa bahagia dan semakin dewasanya instansi TNI dalam mengabdi dan menjaga kedaulatan NKRI Kodim 0911/Nunukan mengadakan Donor darah dalam rangka HUT TNI yang ke 75. Kegiatan berjalan dengan penuh antusias serta tetap berpedoman protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Donor darah kodim 0911/Nunukan yang dilaksanakan pada hari senin 21 september 2020, bertempat di kantor PMI Jl. Pantai Inhutani No. 02 RT. 02 Kelurahan Nunukan Utara Kecamatan Nunukan Kabupaten Nunukan Provinsi Kaltara dengan mengusung tema “Darahku Mengalir Untuk Negeriku” yang diikuti oleh 125 peserta.

Adapun kantong darah yang telah terkumpul sebanyak 43 kantong diantaranya golongan darah A 11 kantong, B 14 kantong, O 17 kantong dan AB 1 kantong.

Turut serta menghadiri kegiatan Donor dalam rangka HUT TNI yang ke 75 kali ini Dandim 0911/Nunukan diwakili oleh Kasdim Mayor inf. Biringallo S.Sos, Danramil 0911-01/Nnk Kapten Cba Teguh Setiawan, Danramil 0911-08/Nns Kapten Inf Eko Daryanto, Pa Staf Kodim 0911/Nnk, Seluruh Anggota Makodim dan Babinsa Koramil 01 & 08, Persit KCK Cab LVIII Dim 0911/Nnk serta instansi lainnya.

Kasdim 0911/Nnk Mayor inf Biringallo S.Sos dalam sambutannya menyampaikan bahwa mengabdi kepada negeri itu bisa dilakukan dengan banyak cara, dengan praktek yang berbeda beda, dengan donor darah seperti ini juga wujud bentuk pengabdian dan juga bentuk pengayoman terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Diakhir sambutannya Kasdim berpesan dan penekanan kepada seluruh peserta donor darah yang hadir,’’Kita sebagai aparat yang tiap hari patroli pendisiplinan protokol kesehatan harus memberikan contoh tentang pemberlakuan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat dengan cara persuasif, sehingga masyarakat tidak tertekan dan akan mengikuti anjuran tanpa adanya paksaan ataupun tindakan.

Editor : Pendim 0911/Nnk / wn

TIM PASUKAN KATAK SATGAS PERISASI SAKTI XX PANGKALAN TNI ANGKATAN LAUT NUNUKAN SUKSES AMANKAN KURIR NARKOTIKA.

Nunukan Kaltara Minggu 20/09/2020 Letkol Laut (P) Anton Pratomo bahwa Jajarannya Berhasil Membekuk Kurir Kelas Kakap atas Nama Syamsuddin umur 36 tahun agama Islama suku bugis alamat Tanjung Harapan kecamatan nunukan Selatan.

lanjud Danlanal Nunukan bahwa Seorang kurir narkoba bernama Syamsuddin terlihat pasrah saat sejumlah petugas dari Tim Second Flat Quick Respon (SFQR) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) Satgas Perisai Sakti XX Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Nunukan Kalimantan Utara mencegat mobil yang dikendarainya dan menemukan paket narkotika golongan I Jenis sabu sabu.

Komandan Lanal Nunukan Letkol Laut (P) Anton Pratomo mengungkapkan, bahwa Syamsuddin adalah petani rumput laut yang diduga dimanfaatkan sebagai kurir narkoba oleh oknum narapidana yang ada di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nunukan.

“Pasukan Elit TNI AL Tangkap Kurir Sabu yang diduga Jaringan Lapas Nunukan”

“Dia adalah petani rumput laut, dia tinggal di Mansapa Nunukan Selatan tidak jauh dari Lapas Nunukan dan diduga dijadikan kurir untuk mengirim narkoba jenis sabu sabu seberat 50 gram ini,” ujar Anton, Minggu (20/9/2020).

Penangkapan bermula dari informasi intelijen pada Sabtu 19 September 2020 sekitar pukul 12.45 Wita.

Tim gabungan SFQR dan Kopaska Lanal Nunukan lalu merespons dengan melakukan pengintaian dan akhirnya menggagalkan transaksi tersebut.

Anton menuturkan, Syamsuddin mendapat telepon dari oknum napi dalam Lapas Nunukan yang menawarinya pekerjaan sebagai kurir narkoba.

Semua fasilitas sudah disiapkan sampai mobil operasional untuk mengantar paket sabu dimaksud.

sesuai keterangan yang disampaikan saat diinterogasi syamsuddin menyebut bahwa dia disuruh untuk mendistribusikan narkoba ke orang tidak dikenal.

masih keterangan Syamsuddin bahwa disediakan sebuah mobil yang di dalamnya sudah tersedia Paket narkoba di depan Lapas tanjung Harapan.

jadi dia syamsuddin tinggal mengantar saja, pas dia jalan, Pelaku langsung diamankan oleh pasukan khusus dari Lanal Nunukan.

Menurur Anton Pratomo bahwa Sebagai catatan, operasi pengamanan tidak akan berhenti meski saat ini masih pandemi Covid-19.

“Kami segera serah terimakan ke Satreskoba Polres Nunukan untuk tindak lanjut pengembangan, karena ini pelanggaran UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ujar Danlanal Nunukan kepada Wartawan saat memberikan Keterangan Pers di Markas Besar Lanal Nunukan.

( Sar / Admin )