“Komitmen Bangun Lapas Produktif, Kalapas Pimpin Rapat Dengan Jajaran Binadik Sekaligus Launching (Yankesling) Untuk WBP Lapas Nunukan. ”

Nunukan – Kalapas Nunukan I Wayan Nurasta Wibawa memimpin rapat antar jajaran Binadik, Bimkemas dan Giatja serta perawatan. (Senin, 17 Januari 2022).

Berbeda dari rapat seperti biasanya, pada kesempatan kali ini kegiatan rapat dilaksanakan sekaligus launching inovasi layanan kesehatan keliling (Yankesling) untuk warga binaan Lapas Kelas IIB Nunukan.

Kegiatan rapat dan Launching tersebut diikuti oleh jajaran binadik, bimkemas dan giatja serta perawatan. Kegiatan dilaksanakan di ruang aula rapat Lapas Nunukan. Dalam inovasi layanan kesehatan ini Tim Perawatan Lapas Nunukan Mengkader 10 warga binaan Pemasyarakatan yang disebut sebagai kader kesehatan WBP Lapas Nunukan.

Layanan tersebut bermaksud sebagai wujud pemenuhan hak atas kesehatan bagi warga binaan. Mekanisme Layanan kesehatan ini yakni Tim Perawatan setiap harinya akan keliling blok hunian guna memberikan pelayanan kesehatan di dalam blok hunian. Hal tersebut dilakukan karna banyak warga binaan yang ketika dalam kondisi sakit tidak mau melapor ke petugas sehingga ketika sakitnya sudah tidak bisa di tahan wbp yg sakit  baru akan melapor ke petugas hal inilah yg kemudian tim perawatan berinovasi memberikan layanan kesehatan keliling (Yankesling).

Kalapas I Wayan, menyampaikan kepada jajaran yang dimaksud untuk terus tingkatkan koordinasi antar bidang demi kesuksesan dan kelancaran program yang kita laksanakan.”libatkan bidang yang terkait, jalin keamanan dan ketertiban di setiap kegiatan untuk wbp maupun kegiatan bagi petugas Lapas Nunukan itu sendiri” Ucap Kalapas.

“saling komunikasi dan bekerja sama satu sama lain untuk mencapai kegiatan yang maksimal” Tambah beliau.

Adapun Kalapas menghimbau agar setiap kegiatan ataupun program yang akan dilaksanakan baik itu program kepribadian, pembinaan, kemandirian serta penguatan kapasitas petugas agar dapat dipersiapkan dan dijalankan sebaik mungkin.

Menutup kegiatan, Kalapas Nunukan berpesan kepada jajaran untuk selalu menjaga komitmen dan integritas selama bertugas.

Humas Lapas Kelas IIB Nnk/W2n

“Perkuat Jajaran Pengamanan, Kalapas Pimpin Rapat Khusus Dengan Jajaran Pengamanan Lapas”

Nunukan – Guna membahas peningkatan sistem keamanan di dalam lapas dan sebagai langkah kontrol dan pencegahan terhadap setiap permasalahan yang ada di dalam lapas, maka diadakan rapat jajaran keamanan bersama Kalapas dan Ka.KPLP, yang dilaksanakan di ruang aula Rapat Lapas Nunukan, Senin (17/01/2022) pagi tadi.

Rapat ini dilaksanakan dalam rangka menuju zona integritas di mana diperlukan kedisiplinan dan integritas dari setiap pegawai termasuk jajaran pengamanan. Dengan tegas kalapas menyampaikan bahwa selalu berpedoman juga pada Permenkumham No 33 Tahun 2015 tentang pengamanan pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan saat menjalankan tugas.

Kalapas Nunukan, I Wayan Nurasta Wibawa, saat memimpin rapat tersebut menyampaikan bahwa sebagai petugas pengamanan yang berintegritas harus bisa menjaga sikap yang sepantasnya, menjaga korps dan citra diri petugas Pemasyarakatan baik di lingkungan dinas maupun masyarakat.

“Kita harus bisa meningkatkan tata nilai PASTI dalam bertugas, selalu bekerja sesuai prosedur, tetap melaksanakan aturan dan tegakkan SOP walaupun teror dan ancaman menghadang. Jangan menggunakan kekerasan dalam bertugas, bertindaklah secara profesional dan humanis, dan  kita sudah saatnya berubah dan merubah untuk menghadapi tantangan dan tuntutan dalam melaksanakan tugas fungsi pemasyarakatan,” ujarnya.

Selain itu, beliau juga meminta agar seluruh anggota regu pengamanan harus bisa dan harus mampu menjadi pelopor agen perubahan dalam memberikan pelayanan terbaik, baik pelayanan kepada masyarakat dan Warga Binaan Pemasyarakatan.

“Komitmen pegawai sangat berpengaruh terhadap keberhasilan meraih WBK. Para pegawai harus berkomitmen dan yang terpenting melaksanakan tugas dengan hati serta memberikan pelayanan prima kepada WBP dan masyarakat. Kita terus berkomitmen serta menjunjung tinggi integritas kita sebagai petugas harus menunjukkan sikap lebih ramah, sopan santun, humanis yang semuanya harus muncul dari ketulusan hati di dalam memberikan pelayanan,” pungkas Wayan.

Humas Lapas Kelas IIB Nnk/W2n

Andre Pratama: Penyelundupan Nibung Ke Malaysia Sangat Berdampak Menurunya Produksi Teri Ambalat

Nunukan – Dugaan adanya praktik penyelundupan kayu Nibung dari Nunukan ke Sabah (Malaysia) telah memicu keresahan masyarakat. Pasalnya, akibat adanya penyelundupan tersebut, warga Sebatik terutama Nelayan mengalami krisis kayu tersebut.

Batang kayu Nibung selama ini digunakan oleh para nelayan sebagai tiang utama atau tiang penyulam dari bagan – bagan milik nelayan di laut. Namun langkanya batang Nibung membuat para nelayan yang merasa kesusahan apabila hendak memperbaiki bagan – bagan mereka.

Sebagaimana diketahui, Bagan atau Bagang adalah suatu alat penangkapan ikan yang menggunakan jaring dan lampu sehingga alat ini bisa digunakan untuk light fishing (pemancingan cahaya), yang berasal dari Indonesia. 

Bagan diarungkan ke laut untuk menangkap ikan, cumi-cumi, dan udang, dan tetap berada di laut selama beberapa hari atau bahkan berbulan-bulan. Hasil tangkapan akan diangkut ke darat menggunakan kapal lain.

Langkanya batang Nibung akibat ekspolitasi pihak – pihak tertentu untuk diselundupkan ke Malaysia itu tak hanya menimbulkan keresahan para nelayan namun juga menjadi keprihatinan para aktivis pencinta lingkungan hinga beberapa pihak lainya.

Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Andre Pratama bahkan tak hanya mengungkapkan keprihatinannya. Politisi PBB tersebut secara terang – terangan mengecam pihak manapun yang telibat dalam penyelundupan Nibung ke Sabah tersebut.

“Coba Fikir, kayu Nibung dengan mudahnya diselundupkan ke Malaysia,  sementara para nelayan di negeri sendiri justru kesusahan untuk mendapatkanya,” tandas Andre, Jumat (14/1/2020).

Andre mengungkapkan lebih lanjut, beberapa waktu lalu 4 buah Bagan nelayan di Sebatik hanyut diterjang ombak.

“Menurut informasi yang saya dapat dari pemilik bagan, hal tersebut disebabkan susahnya mendapatkan kayu Nibung untuk pemeliharaan Bagan  terutama tiang penyulam dan tiang utama,” ungkapnya.

Lebih lanjut Andre mengungkapkan, bagan -bagan milik para nelayan di Nunukan terutama di perairan Sebatik selama ini dikenal menjadi tempat penangkapan ikan Teri yang kemudian diproduksi menjadi Teri Ambalat. 

Maka dengan semakin minimnya Kayu Nibung sebagai konstruksi bagan, maka sudah pasti hasil tangkapan ikan teri oleh para nelayan juga semakin berkurang.

“Ini sangat berbahaya bagi perekonomian para nelayan kita. Terlebih, Teri Ambalat itu selama ini menjadi salah satu ikon komoditas nelayan di Nunukan,” paparnya.

Untuk itu, Andre berharap Pemerintah dan Aparat segera bertindak terhadap dugaan penyelundupan kayu Nibung ke negara jiran itu. Menurutnya pelarangan terhadap penyelundupan itu harus segera diberlakukan. 

Dari informasi yang beredar, kayu Nibung tersebut diambil di wilayah Sebaung, sehingga Andre berharap agar Aparat terkait dapat lebih rutin melakukan patroli. Hal tersebut selain untuk mencegah dan menindak aksi penyelundupan, juga dalam rangka memperkuat kedaulatan di tapal batas.

“Selain mencegah ekspolitasi, juga dalam rangka aktualiasi kedaulatan,” pungkasnya.

Pewarta : Eddy Santry

Petani Utarakan Manfaat Bendungan Bintang Bano bagi Pertanian

Sumbawa Barat – Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Barat, pada Jumat, 14 Januari 2022. Bendungan yang dibangun tahun 2015 ini memiliki luas genangan 256 hektare dan mampu mengairi sawah seluas 6.700 hektare.

Para petani yang berada di wilayah sekitar bendungan mengaku bersyukur dengan pembangunan Bendungan Bintang Bano. Salah satunya Ahyar Rosadi, petani dari Desa Moteng yang mengatakan bahwa saluran irigasi dari bendungan ini dapat dimanfaatkan untuk membuka lahan baru. 

“Dengan adanya Bendungan Bintang Bano ini lahan-lahan yang dilalui saluran irigasi ini bisa kita manfaatkan lagi untuk membuka lahan-lahan baru untuk para petani karena space dari yang dulunya masuk tadah hujan, sekarang bisa kita manfaatkan untuk lahan pertanian,” ujar Ahyar. 

Selain itu, Bendungan Bintang Bano ini mampu mereduksi banjir yang terjadi di Desa Moteng. Ahyar mengungkapkan, dengan adanya bendungan tersebut, banjir di desanya sudah tidak pernah terjadi lagi dalam dua tahun terakhir. 

“Pernah pada saat itu di tahun 2018, lagi panen-panennya petani sudah menyambit itu tinggal ditumbuk, eh hujan besar dibawa sama arus. Akhirnya petani kecewa mengalami kerugian besar saat itu. Tetapi akhir-akhir ini alhamdulillah, dua tahun ini tidak pernah banjir di desa kami,” lanjutnya. 

Senada, petani dari Desa Bangkot Monteh, Sangkot Rangkuti, menuturkan bahwa manfaat dari Bendungan Bintang Bano ini sangat terasa dalam penyelesaian permasalahan banjir. 

“Sebelum ada Bendungan Bintang Bano ini desa kami dan ke bawah sampai ke Taliwang sana itu kedatangan banjir. Setelah adanya Bendungan Bintang Bano ini sekarang tidak pernah banjir lagi,” ucap Sangkot. 

Selain pembangunan infrastruktur bendungan, para petani berharap agar pemerintah dapat memperhatikan pula bantuan pertanian bagi para petani seperti bantuan penyediaan alat dan mesin pertanian serta pupuk. 

“Kami berharap Pak Presiden bisa memperhatikan lagi untuk bantuan-bantuan seperti pupuk karena pupuk itu sekarang kami sangat sakit mencarinya. Apalagi setelah adanya bendungan ini, pertanian ini akan kita galakkan setahun tiga kali,” tambahnya. 

Pewarta: Eddy Santry

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Bintang Bano

Sumbawa Barat – Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 14 Januari 2022. Presiden berharap bendungan tersebut dapat mendukung ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan air baku di Provinsi NTB.

“Kita harapkan bendungan ini akan mendukung ketersediaan air di Sumbawa Barat, mendukung ketahanan pangan di Provinsi NTB dan juga bisa memenuhi kebutuhan air baku khususnya di wilayah-wilayah kering yang ada di Provinsi NTB,” ucap Presiden dalam sambutannya.

Kepala Negara menjelaskan bahwa air merupakan kunci bagi ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan. Hal tersebut yang mendasari pembangunan sejumlah bendungan di seluruh Tanah Air.

“Bendungan Bintang Bano ini adalah bendungan yang ke-29 yang telah kita resmikan sejak 2015 yang lalu. Insyaallah nanti pada akhir 2024 total bendungan yang akan diselesaikan adalah 57 bendungan di seluruh tanah air Indonesia,” jelas Presiden.

Bendungan yang telah dibangun sejak tahun 2015 dan menghabiskan biaya Rp1,44 triliun tersebut diketahui memiliki daya tampung sebesar 76 juta meter kubik dengan luas genangan 256 hektare dan mampu mengairi sawah seluas 6.700 hektare.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Ibu Iriana juga melepas ikan gabus dan menaiki perahu di bendungan. Tampak Presiden turut mendayung perahu bersama beberapa atlet dayung dalam perahu yang sama.

Sebelum bertolak kembali menuju Kabupaten Lombok Tengah, Presiden dan Ibu Iriana menyempatkan untuk menanam pohon jambu air di area Bendungan Bintang Bano.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam peresmian Bendungan Bintang Bano yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, dan Bupati Sumbawa Barat Musyafirin.

Pewarta: Eddy Santry