Lagi, Satreskoba Mengamankan Pria Asal Sulawesi Selatan Membawa Sabu

Nunukan (Kaltara), Berandankrinews.com -Satreskoba Polres Nunukan kembali mengamankan seorang pria asal sulawesi selatan di kostannya yang beralamat di gang Kamboja Jl. Tien Soeharto Pelabuhan Baru Kelurahan Nunukan Timur Kecamatan Nunukan Kabupaten Nunukan,Kaltara. Selasa (2/10) sekitar pukul 16.30.

Diketahui pria tersebut memiliki dan menyimpan Narkotika jenis sabu golongan I, pria yang bernama Nasarudin alias Baba (37) warga asal Sinjai, Sulsel itu setelah dilakukan pengeledahan dikostannya ditemukan narkotika jenis sabu golongan I yang dibungkus didalam plastik putih transparan dilapisi plastik bewarna hitam dengan lakban berwarna hitam yang disimpan dalam tas merek favor.

Kabarnya Nasarudin mendapatkan barang harap itu dari malaysia dan akan membawa barang haram tersebut ke sinjai, Sulsel.

Kapolres Nunukan AKBP. Jepri Yuniardi, SIK melalui Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu. M. Karyadi, SH mengatakan tersangka diamankan dikostannya, dari penangkapan itu tim Satreskoba menemukan 1 bungkus plastik transparan dengan berat 100 Gram yang dibungkus plastik berwarna hitam dengan lakban berwarna hitam. Rabu (2/10).

“kita amankan tersangka dikost-kostnya, dari itu kita mengamankan 100 gram yang dibungkus dalam plastik putih transparan yang dibungkus plastik hitam dengan dilakban warna hitam yang disimpan didalam tas merek vapor” jelas Karyadi.

Ia menambahkan selain sabu-sabu seberat 100 gram, tim satreskoba juga mengamankan bungkus plastik hitam, lakban berwarna hitam yang digunakan untuk membungkus sabu-sabu itu, 1 buah tas merek favor, 1 buah telepon genggam dan 1 buah kartu identitas, saat ini tersangka bersama barang bukti telah kita amankan.

“Saat ini tersangka telah kita amankan dimapolres Nunukan bersama barang bukti, dan tersangka dikenai Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika”, tambah Karyadi

Penulis: Oktavianus.

Bantuan Polres Soppeng di Salurkan Melalu Dinas Sosial Kabupaten Soppeng

Soppeng (Sulsel), Berandankrinews.com-Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Soppeng memberikan bantuan kepada korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulteng. Selasa (2/10) sekira pukul 14.00 wita

Kegiatan itu dipimpin langsung Kabag sumda AKP. Umar. S, didampingi kasatlantas Iptu Hasanang, SH, KA. SPKT Ipda Yusri, KBO Satlantas Ipda Muyassir menyerahkan secara simbolis kepada Sekretaris Dinas sosial Drs. Endang Sudani yang akan nantinya akan dikirim ke Palu, Sulteng

Penyerahan secara simbolis polres Soppeng kepada Dinas Sosial kabupaten soppeng

Kapolres Soppeng Melalui Kabag sumda mengatakan
Sumbangan dikumpulkan dari internal personil polres soppeng, serta sumbangan dari masyarakat serta komunitas di pos 700 satlantas polres soppeng.

“sumbangan yang kita kumpulkan bersumber dari jajaran polres soppeng, sumbangan langsung dari masyarakat dan komunitas di pos 700 satlantas polres soppeng”, ujar Hasanang.

Adapun bantuan yang akan dikirim ke palu yakni air mineral, beras, makanan siap saji dan Pakaian bekas layak pakai.

Penulis : Ifin

HUT BPN Soppeng Ke-53 Harap KKN dan Pungli di Bersihkan

Soppeng (Sulsel), Berandankrinews.com-Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Soppeng meriahkan hari ulang tahun (HUT) ke-53, yang dilaksanakan dikantor BPN jl.Salo Tungu, Kabupaten Soppeng, Sulsel. Selasa (2/10).

Acara yang dimeriahkan dengan berbagai perlombaan yang diadakan oleh BPN diantaranya membawa balon dari garis star menuju garis finish dan berbagai perlombaan lainnya.

Berbagai perlombaan yang diadakan oleh PNS Badan Pertanahan Nasional

Adapun acara HUT itu, BPN Soppeng memberikan Tema KKN serta Pungli harus dibersihkan dalam pelaksanaan menyangkut Pertanahan.

“Acara HUT BPN ke 53 kami laksanakan dengan mengangkat Tema KKN dan Pungli harus dibersihkan dalam pelaksanaan yang menyangkut pertanahan dikabupaten Soppeng” ujar T. Yusniar, SH Kepala Badan Pertanahan Nasional saat di ruang kerjanya.

Ia berharap BPN Soppeng dapat memberikan pelayanan yang prima
Kepada seluruh instansi dan masyarakat soppeng.

Penulis: Ifin

16.732 Warga Mengungsi di 24 Titik Akibat Gempa dan Tsunami

Donggala (Sulteng), Berandankrinews.com-Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho memberikan informasi terbaru gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah.

Dalam rilisnya, jumlah korban akibat gempa dan tsunami hingga Minggu (30/9/2018) sudah 832 orang meninggal dunia. Terdiri dari 821 di Kota Palu, 11 orang di Kabupaten Donggala.

“Korban meninggal dunia disebabkan oleh tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa dan akibat tsunami,” kata Sutopo

Sutopo menyampaikan korban yang meninggal dunia segera dimakamkan secara layak setelah dilakukan identifikasi melalui DVI, face recognition dan sidik jari.

Data korban di DVI Polda Palu hari ini korban mulai dimakamkan secara massal untuk menghindari timbulnya penyakit.

Sementara data korban luka berat tercatat 540 orang dan dirawat di rumah sakit. Sementara jumlah pengungsi sudah mencapai 16.732 jiwa yang tersebar di 24 titik.

Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah karena masih banyak korban yang belum teridentifikasi.

Korban diduga masih tertimbun bangunan runtuh, dan daerahnya belum dijangkau oleh Tim SAR.( Tribun Timur)

Korban Gempa dan Tsunami Kehabisan Stok Makanan

Donggala (Sulteng), Berandankrinews.com-Korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah mulai kehabisan stok makanan. Maka untuk memenuhi kebutuhan, mereka mengambil stok makanan di toko-toko yang ditinggal pemiliknya.

Tak hanya toko makanan, warga juga sudah kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang masih menyediakan BBM pun menjadi incaran warga.

Saat tim Media mengabadikan peristiwa tersebut di SPBU di jantung kota Palu, warga sempat melarang hal tersebut, Minggu (30/9/2018) siang.

Salah satu warga Palu yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengaku, hal tersebut sudah terjadi sejak Sabtu (29/9/2018) malam

Korban gempa menyerbu Sppu

Warga tidak hanya menyasar toko-toko dan SPBU, tapi warga yang diketahui masih terbilang muda juga menguras isi mesin ATM di beberapa titik di Palu.

Hingga berita ini diturunkan, hal tersebut mereka lalukan karena mereka masih kesulitan mendapat makanan.(Tribun Timur)