Serda Lilik Peduli Kesehatan Bayi dan Balita Sebagai Cikal Bakal Generasi Penerus

NUNUKAN – Jumat 21 Februari 2020 pukul 08.00 wita di Kel Salisun, Kec Nunukan Selatan Kab Nunukan, Babinsa Kel.Salisun Serda Lilik Mengikuti kegiatan Posyandu bersama Aparat Kesehatan.

Wilayah Kabupaten Nunukan teridiri dari 21 kecamatan ,224 Kelurahan dan 2 Desa yang jumlah penduduknya 140.842 jiwa serta mempunyai luas wilayah 14.493 Km

Dengan luasnya wilayah dan sarana kesehatan yang masih terbatas maka infestasi kesehatan sangatlah penting bagi masyarakat di Kabupaten Nunukan

Menjaga kesehatan menjadi preoritas utama ,Pemerintah dan apratur lainya selalu melaksanakan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat

Babinsa serda Lilik merupakan pengerak warganya yang mempunyai balita untuk diberikan pelayanan kesehatan dan pemberian vitamin,agar mempunyai kekebalan tubuh sehingga tahan terhadap penyakit

Babinsa selalu mengajak warganya yang mempunyai Balita untuk mengikuti kegiatan pemeriksaan Kesehatan dalam kegiatan Posyandu agar anak-anak mereka pertumbuhanya menjadi sempurna dan dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sehat jasmani dan Rohani.

Babinsa berharap dengan pemeriksaan kesehatan sejak dini akan menjadikan anak-anak di wilayah tumbuh secara normal dan nantinya menjadi pemuda pemudi penerus bangsa yang berkwalitas.

(Pendim 0911/Nnk)

Rembug Paripurna KTNA Dalam Rangka Pemilihan Pengurus Baru

NUNUKAN – Kegiatan rembug paripurna KTNA ini dilaksanakan dalam rangka pemilihan pengurus KTNA yang baru sehubungan dengan berakhirnya Kepengurusan KTNA yang lama. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Aula Gadis 1 Kab. Nunukan, Kamis (20/2).

Turut pula hadir, Asisten Administerasi Umum Kab. Nunukan H. Asmar, SE, M.A.P Kepala Dinas Pertanian dan Ketanaman Pangan Kabupaten Nunukan, Masniadhi, Ketua KTNA Kab. Nunukan, yang diwakili Bharuddin Aco, dan para peserta Rembug KTNA.

Acara diawali dengan sambutan Bupati Nunukan yang di wakili Asisten Administerasi Umum, dalam sambutannya Pemerintah Daerah menyambut baik dan menganggap bahwa kegiatan ini cukup strategis dalam rangka menjamin proses regenerasi kepengurusan dalam suatu organisasi, yang pada akhirnya akan mendukung pengembangan organisasi kedepan untuk lebih siap menghadapi tantagan dan hambatan sebagai konsekuensi dinamika globalisasi.

“Sebagaimna musyawarah sebuah organisasi, mengandung makna strategis dalam rangka merencanakan dan mempersiapkan organisasi ini untuk lebih memantapkan perannya agar semakin mampu mengaktualisasikan diri dalam setiap gerak yang bertujuan bukan hanya sebagai wadah berkumpulnya para petani dan nelayan, namun bagaimana mampu memberikan peran yang berarti bagi daerah yang kita cintai.

Seperti yang kita ketahui bersama pertanian di indonesia masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional, termasuk di Kabupaten Nunukan yang menetapkan pertanian sebagai salah satu sektor unggulan dalam menjadikan bagian dari pembangunan ekonomi karena cukup potensial dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

Pembangunan pertanian merupakan suatu proses yang ditunjukan untuk mengembangkan serta menambah produksi pertanian yang berkualitas dan berdaya saing. untuk mencapai hal tersebut, disamping dukungan agroekosistem juga ditentukan fasilitas yang memadai serta kemampuan petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian. ” Ungkapnya.

” Dalam kesempatan ini juga Asmar dalam wawancaranya menyampaikan KTNA Ini sebenarnya sudah lama terbentuk di Nunukan dan ini lama mati suri 10 tahun, Sebenarnya pemerintah mendorong untuk terbentuk kepengurusan baru, pertimbangan-pertimbangan pertama jelas Tadi bahwa KTNA ini menjadi bagian dari tulang punggung Nasional dan termasuk tulang punggung kabupaten dan kedua ini searah dengan visi misi Bupati kita, jadi perkembangan agribisnis dan segala macamnya jadi kedepan kita semuanya banyak berharap apalagi sekarang ini kan pertanian di Kabupaten Nunukan ini Mulai sedang giat-giatnya mulai dari budidaya rumput laut jadi pertanian secara luas.

“Pemerintah terus mendorong untuk kegiatan kegiatan di khususnya yang di pertanian ini terus kita tingkatkan menjadi lebih giat lagi karena ini kegiatan – kegiatan pertanian ini sebenarnya harus memunculkan inovasi baru terus, jadi perkembangan teknologi hari ini Perkembangan ilmu yang harus saling informasinya harus cepat harus update jadi dengan adanya KTNA itu bagian transformasi untuk menyampaikan ke seluruh bahwa hari ini posisi pertanian ini bukan lagi seperti dulu, jadi contoh khusus bahwa ada banyaknya pertanian yang berinovasi dan butuh inovasi inovasi baru supaya bisa ikut dengan cepatnya laju perkembangan pembangunan di Indonesia maupun di Nunukan nelayan lebih jelasnya nanti di pertaniannya tapi yang jelas itu ada kursi tersendiri untuk pertanian secara luas sekian persen, tapi lebih pastinya ini secara luas termasuk Dinas Perikanan jadi memang itu ada anggaran khusus mereka.

“Kadis Pertanian dan Ketanaman Pangan, Dia menyampaikan, sangat mengapresiasi atas terselenggaranya pemilihan kembali ketua KTNA Kabupaten Nunukan ini, periode 2020-2025.

Dengan adanya kegiatan rembug kontak tani dan nelayan andalan KTNA ini di harapkan sekali manfaatnya terutama dalam mengembangkan kemandirian kelompok sehingga mampu melaksanakan fungsi perannya. juga agar mampu menggambil keputusan sendiri serta swadaya mampu memperbaiki kualitas hidup dan masyarakat lingkungannya khususnya pelaku pertanian.

Keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh dukugan nyata semua pihak pemagku kepentigan, baik pemerintah, masyarakat tani selaku pelaku utama maupun pihak lainya, dalam era pembangunan yang semakin komplit, petani atau nelayan dihadapkan pada tantagan yang semakin besar dalam keterkaitan usaha tani – nelayan dengan berbagai aspek lingkungan yang mempenggaruhi serta persaigan dalampemanfaatan dan penggunaan sumberdaya.

Rembung kontak tani nelayan handalan ini merupakan suatu wadah/forum pertemuan kelompok tani dan nelayan untuk membahas masalah yang dihadapi petani atau nelayan dalam pengembangan usahanya sebagai bahan untuk menyusun kebijakan, rencana dan program kerja serta keputusan – keputusan kita.

Untuk itu kontak tani dan nelayan andalan (KTNA) perlu di fasilitasi dan di perdayakan agar tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kuat dan mandiri, sehingga dapat memberikan sumbangsi bagi kesejahteraan petani dan nelayan serta masyarakat di Kab. Nunukan. “Jelasnya. ( HUMAS )

Ekspor Rumput Laut Justru Naik Saat Harga Anjlok

NUNUKAN – Di tengah lesunya harga rumput laut kering di tingkat petani yang hanya berkisar antara Rp. 8 – 10 ribu per kilogram dari yang awalnya mencapai Rp. 15 – 20 ribu per kilogram sebagai akibat dari merebaknya wabah virus corona di Negara Tiongkok, volume rumput laut yang diekspor oleh PT. Sebatik Jaya Mandiri justru mengalami peningkatan secara signifikan.

Jika biasanya rumput laut yang diekspor oleh PT. SJM hanya sekitar 60 ton atau 3 kontainer, namun kali ini jumlahnya naik hingga mencapai 3 kali lipat, mencapai 181 ton atau 9 kontainer dengan tujuan Negara Korea Selatan. Perwakilan Manajemen PT. SJM Sabirin menyampaikan, saat ini proses pengisian container sudah selesai dilaksanakan, kelengkapan dokumen – dokumen yang dipersyaratkan semuanya juga sudah terpenuhi.

“Jika tidak ada halangan insya allah hari kamis pagi kapalnya bisa sudah berangkat,” kata Sabirin.

Meskipun volume ekspor secara keseluruhan masih relative sedikit, tetapi trend kenaikan ekspor rumput laut yang dicatatkan oleh PT. SJM ke Korea Selatan tentu saja menjadi kabar yang cukup menggembirakan di tengah terpuruknya harga jual rumput laut sekarang ini.

Fenomena itu harus ditangkap sebagai sebuah peluang bagi para pelaku usaha rumput laut, untuk mencari dan membuka potensi – potensi pasar yang baru, jangan selalu menggantungkan pasar di Negara Tiongkok. (HUMAS)

Laura : Sabar ya bu,Ibu sakit apa…

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj.Asmin Laura Hafid yang tengah duduk menghadap sebuah meja panjang di Ruang Tunggu PLBL Liem Hie Djung bersama dengan Kajari Nunukan dan beberapa perwakilan Forkopimda tiba – tiba beranjak dari kursinya dan menghampiri seorang perempuan tua yang terbaring lemas di atas kereta dorong, setelah sebelumnya diangkat dari sebuah speed boat yang membawanya dari Kecamatan Sebatik.

Nalurinya sebagai seorang ibu telah mendorong langkah bupati untuk menyapa dan melihat langsung kondisi perempuan tadi. “Ibu ini sakit apa,” tanya Laura kepada keluarga yang ikut mengantar perempuan tersebut.

Perasaan iba dan sedih begitu jelas terlihat dari wajah orang nomor satu di Kabupaten Nunukan itu menyaksikan perempuan tua yang diketahui bernama Hayati (57) itu hanya bisa pasrah.

Tatapan mata Hayati kosong, seolah sedang menahan rasa sakit yang dideritanya, sementara di tangan kanannya menancap sebuah jarum infus.

Tidak lupa, Laura pun memberikan semangat kepada Hayati agar tetap sabar dan terus bersemangat menghadapi sakit yang dideritanya. “Sabar ya bu, kenapa ndak lewat Sungai Jepun kan disini jaraknya lebih jauh, ayolah cepat dibawa ke rumah sakit … ” kata Laura menyampaikan iba kepada ibu dan keluarga yag mendampingi.

Kemanusiaan itu tak mengenal batas. Ungkapan bijak itu membuktikan, bahwa setinggi apapun pangkat dan jabatan yang ada di pundak kita, jika melihat penderitaan saudaramu sesama manusia, tanpa membedakan suku, agama, dan tingkatan strata sosialnya, maka bantulah semampumu.

Mudah – mudahan kata – kata semangat dan untaian doa dari seorang Bupati Laura akan membuat Hayati cepat sembuh dan bisa segera berkumpul kembali dengan keluarganya tercinta. (HUMAS)

Sosialisasi Migrasi dan Pencegahan Perdagangan Orang

NUNUKAN – International organization for Migration (IOM) menyelenggarakan sosialisasi Migrasi Aman,  Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPTPPO) yang di laksanakan di lantai IV kantor Bupati Nunukan. Rabu(19/2).

Dalam Kegiatan tersebut, di hadiri Asisten pemerintahan dan Kesra yang mewakili Bupati Nunukan, Kepala Perwakilan Dinas Provinsi Kaltara, dan peserta sosialisasi Kegiatan Sosialisasi Migrasi Aman Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdangangan Orang tersebut,  Muhammad Amin, SH. Selaku yang mewakili Bupati Nunukan menyampaikan sambutan bahwa pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TTPO) telah di atur dalam Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007.

Dalam Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan perdagangan orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang di lakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang terekspoitasi.

“Dengan memahami definisi perdagangan orang tersebut menjadi tantangan bagi kita semua. Hal tersebut bisa saja terjadi di sekitar lingkungan kita bila tidak ada tindakan pencegahan. Tindakan pencegahan terjadinya tindak pidana perdagangan orang tentunya tidak akan maksimal dapat dilakukan hanya oleh pemerintah saja, namun perlu adanya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat” Jelasnya.

Dalam kesempatan ini juga Ibu Felicia Clarissa selaku perwakilan  IOM menyampaikan bahwa cerita sukses di Kabupaten Nunukan, telah IOM bawa ke daerah-daerah lain sebagai percontohan bahwa kabupaten di indonesia bisa menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan penganan TTPO khususnya di perbatasan indonesia dan malaysia.

IOM sangat tertarik melihat antusias dan kreatifitas anak-anak dalam menjadi penggerak dan motor dalam anti perdagangan orang di perbatasan Nunukan.

“Kami mengakui bahwa adik-adik sekalian memiliki peran yang tidak kalah penting dalam mencegah dan menangani tindak pindana perdagangan orang di wilayah adik-adik sekalian di Nunukan. Kegiatan ini kami fokuskan dan persembahkan khusus kepada peserta untuk melibatkan anak muda dalam usaha bersama terkait perdagangan orang di Kabupaten Nunukan”, ujar Felicia.(**)