Jalan Efektif Hubungkan Akses Dua Desa, Satgas TMMD Ke 108 Bantu Percepat Produktivitas Perkebunan Warga

NUNUKAN – Jalan Setapak dan bersemak yang menghubungkan antara Desa Sanur dan Desa Makmur kecamatan Tulin Onsoi kabupaten Nunukan Provinsi Kaltara, sekarang sudah terlihat menjadi jalan yang terang dan lebar. Pembangunan badan jalan sepanjang 1.600 Meter tersebut menjadi salah satu sasaran fisik dalam program TMMD ke 108 Wiltas kodim 0911/Nunukan.

Memasuki hari keenam pada Pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 108 Wiltas Kodim 0911/Nunukan mulai terlihat jelas hasil yang cukup signifikan. Hal tersebut berkat semangat dan kerja keras serta kemanunggalan antara TNI dan warga Desa yang selalu bersama bahu membahu dalam melaksanakan setiap kegiatan.

Tersirat harapan yang cerah dari warga di dua desa tersebut, karena kehadiran TMMD ke 108 Kodim Nunukan menjawab semua kesulitan dan keluh kesah warga selama ini,” Saat ini mereka akan segera menikmati Jalan baru yang kami bangun secara bergotong royong,tanpa mengenal waktu, Minggu (05/07).

“Kami Sangat senang program TMMD bisa masuk di desa kami. Jalan yang dulunya hanya setapak dan penuh semak serta sulit dilalui oleh kendaraan, Kini sudah terlihat sangat jauh lebih baik dari sebelumnya. Jalan ini sangat penting untuk kami khususnya mengangkut hasil kebun kami,” Ucap Markus (37) warga Desa Sanur.

Hal yang senada juga disampaikan oleh bapak Erwin (40) warga desa makmur yaitu selama ini jalan yang menghubungkan dua desa ini sangat sulit dilalui, terlebih jika desa kami tengah dilanda hujan. Terimakasih kasih yang tak terhingga untuk TNI, dengan pembangunan jalan kami melalui program TMMD ini,” Ungkapnya.

Sumber : Pendim 0911/Nunukan

Solid Dan Peduli, Sasaran Fisik Tercapai Protokol Kesehatan Tetap Terjaga

NUNUKAN – Dalam rangka meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, Personel Satgas TMMD ke108 Kodim 0911/Nunukan bersama warga desa Makmur kecamatan Tulin Onsoi kabupaten Nunukan terus bersinergi dalam melaksanakan kegiatan pengerjaan sasaran fisik pembangunan badan jalan, Kamis (02/07).

Kegiatan ini bukan saja tentang kontribusi TNI dan Masyarakat dalam membangun infrastruktur untuk kemajuan Desa. Dibalik itu ada nilai kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan Masyarakat yang harus dijunjung tinggi sebagai tujuan utama.

Pasi Teritorial Kodim 0911/Nunukan Kapten Inf Alim Ibrohim mengatakan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat terlihat saat begotong royong dalam pengerjaan sasaran fisik pembangunan badan jalan.

Tidak lupa, satu sama lain saling mengingatkan terkait pentingnya disiplin protokol kesehatan selama kegiatan berlangsung. Mulai dari menggunakan masker dan mencuci tangan disaat setelah selesai garap sasaran fisik.

Sumber : Pendim 0911/Nnk

Sinergitas TNI dan Pemerintah Daerah Bangun Desa Perbatasan Siap Tingkatkan Produktifitas Bidang Ekonomi

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan dan Kodim 0911/Nnk bekerjasama laksanakan program TMMD wiltas ke-108 di Desa Sanur dan Desa Makmur, Kecamatan Tulin Onsoi. Dalam pelaksanaan TMMD ke-108 ini akan dibangun sasaran fisik berupa pembangunan badan jalan sepanjang 1,6 km, pembangunan 4 unit jembatan 5 x 1,5 meter dan rehab rumah Ibadah gereja serta sasaran tambahan lainnya.

Saat ditemui dilokasi TMMD salah satu tokoh masyarakat RT. 10 Desa Makmur Bapak Sarni mengungkapkan rasa terimakasih yang tiada terhingga kepada TNI dan Pemerintah Daerah Nunukan atas kegiatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan di Desanya ini.

“Semoga dengan program ini bisa mewujudkan kesejahtraan bagi warga desa kami, khususnya dalam bidang ekonomi. Kami juga akan semaksimal mungkin turut membantu pengerjaan sasaran fisik bersama warga desa lainnya dalam program TMMD ini”, tuturnya.

Sumber : Pendim 0911/Nnk

Bangun Jembatan, Kodim 0911/Nnk Perlancar Mobilitas Warga Desa Makmur, Tulin Onsoi

Nunukan- Untuk wujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik lagi dan dukung pemerintah dalam pemerataan pembangunan, TNI laksanakan program TMMD (TNI Manaunggal Membangun Desa) setiap tahunnya. Kodim 0911/Nunukan gelar TMMD ke-108 di Desa Makmur, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, Kaltara.

“Dengan dibantu dengan masyarakat desa makmur, sejumlah personel Kodim Nunukan kerjakan pengecoran pondasi jembatan,” terang Pasiter Kodim 0911/Nnk, Kapten Inf Alim Ibrohim, Senin (29/06/2020).

Selain pengerjaan pondasi jembatan, lanjut pasiter, personel juga diarahkan untuk mengerjakan pembangunan jembatan di lokasi yang berbeda. Karena ada 4 unit jembatan yang sekang kami kerjakan, selain itu pembangunan badan jalan sepanjang 1,6 km juga terus dikerjakan.

“Alhamdulillah, sampai hari ini, personel TNI dibantu masyarakat terus mengerjakan pembuatan jembatan, harapan kami setiap pembangunan sasaran fisik dapat diselesaikan dan tepat pada waktu sesuai jadwal, tentunya agar dapat dimanfaatkan dan membantu oleh masyarakat khusunya desa Mamur, Tulin Onsoi” pungkasnya.

Pendim 0911/Nnk

Buntut Pembakaran Bendera, Puluhan Kader PDIP Datangi Mapolres Nunukan

Nunukan – Puluhan Kader PDI Perjuangan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara melakukan aksi di depan kantor Polres Nunukan, Jalan Bharatu Muhammad Aldy. Mereka meminta Polisi mengusut tuntas pelaku pembakaran bendera PDIP dalam aksi penolakan RUU Haluan Ideologi (HiP) di depan gedung DPR RI yang terjadi Rabu 24 Juni 2020 lalu.

Koordinator aksi Tito Nurhayatno mengatakan, tujuan akksi ini adalah melaksanakan instruksi DPP PDIP untuk menyerahkan sikap partai besutan Megawati atas pembakaran panji kehormatan partai.

“Kita tidak ada bicara tentang ideologi atau persoalan RUU HIP, kita hanya meminta Polisi mengusut tuntas pembakar bendera PDIP,”ujarnya, Senin (29/06/2020).

Tito menegaskan bahwa PDIP tak punya korelasi dengan isu tentang PKI, PDI Perjuangan adalah partai berideologi Pancasila yang benar-benar Pancasialis.

Dalam aksinya, perwakilan massa PDIP Nunukan yang berjumlah 20 orang tersebut diterima langsung oleh Kapolres Nunukan AKBP.Syaiful Anwar, Syaiful menerima surat tuntutan yang berisi 3 point, yaitu :

  1. Pengurus partai kader dan simpatisan PDI Perjuangan mengutuk keras aksi sekelompok orang yang membakar bendera PDI Perjuangan. Tindakan tersebut merupakan bentuk anarkis sekumpulan masyarakat yang tidak dibenarkan.
  2. Mendorong jajaran kepolisian Negara Republik Indonesia untuk bertindak tegas atas pembakaran bendera PDI Perjuangan atau orang-orang yang ingin mengganggu keutuhan NKRI.
  3. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama – sama melawan bentuk anarkisme dari kelompok pemecah belah bangsa.

Sebelumnya, aksi pembakaran bendera PDIP ini terjadi pada saat massa Alumni PA 212 melakukan unjuk rasa penolakan RUU HIP di depan DPR pada Rabu (24/6) lalu. Massa juga menyandingkan PDIP dengan PKI.

Akibat aksi pembakaran bendera PDIP tersebut, para kader dan simpatisan PDIP di seluruh kepengurusan Cabang se – Indonesia melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut kepolisian mengusut kejadian tersebut.

( *** )