Kapolri jenderal polisi Idham Azis,Asas keselamatan Rakyat sebagai hukum tertinggi”Salus Populi Suprema lex esto”


Jakarta,Berandankrinews.com
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menjelaskan alasan dirinya menerbitkan Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran COVID-19.

Kapolri mengatakan, dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, pihaknya mengutamakan asas keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi.

“Salus populi suprema lex esto, keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Itulah alasan Polri mengeluarkan maklumat,” kata Jenderal Idham Azis saat dihubungi ANTARA, di Jakarta, Kamis.26-03-2020

Maklumat Kapolri tersebut dikeluarkan dalam rangka menekan laju penyebaran virus corona atau COVID-19 di Indonesia.

Dalam rangka menjalankan maklumat tersebut, Polri telah membubarkan sebanyak 1.371 kerumunan massa di seluruh Indonesia.

Pihaknya berharap masyarakat mentaati imbauan Polri ini dengan tetap berdiam di rumah dan tidak berkerumun demi mencegah penyebaran wabah COVID-19.

Bila terdapat warga yang tidak mengindahkan imbauan aparat untuk tidak berkerumun, bisa dikenakan sanksi pidana dengan pasal berlapis mulai Pasal 212, 216, dan 218 KUHP hingga Pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Dalam Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran COVID-19, Kapolri Idham Azis meminta masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri.

Apabila ada keperluan mendesak dan tidak dapat dihindari, maka kegiatan yang melibatkan banyak orang agar dilaksanakan dengan menjaga jarak.

Kapolri Idham juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dan mengikuti informasi serta imbauan resmi yang dikeluarkan pemerintah.

Masyarakat juga diminta agar tidak melakukan pembelian bahan pokok maupun kebutuhan lainnya secara berlebihan.

Kapolri juga meminta masyarakat agar tidak terpengaruh dan tidak ikut menyebarkan informasi-informasi yang tidak jelas sumbernya karena hal itu dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sumber:
(antara/jpnn)
Humas Polda Sulsel

Dr Alimahsun Atmo M Biomed, Terimah kasih dan Apresiasi setinggi tingginya kepada Sekjen DPP APKLI Ir HK Lalu Winengan MM . Pimpin APKLI bagi Bagi bagi Masker Sabun Cuci tangan dan Anti septik di Mataram NTB


Jakarta,Berandankrinews.com.
Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sekjen DPP APKLI Ir HK Lalu Winengan MM.yang telah memimpin APKLI untuk salurkan Masker dan Sabun Cuci Tangan Anti Septik Kepada rakyat dan Masyarakat di NTB, InsyaAllah membawa kemanfaatan seluas-luasnya, sebesar-besarnya bagi yang saat ini sangat membutuhkan yang tidak memiliki anggaran untuk melindungi diri dari ancaman virus Corona (Covid-19), amin ya rabbal Alamin. Tentunya kami juga sangat berharap ada getok tular di daerah dan wilayah lain di tanah air.

Mari kita lakukan hal yang bermanfaat untuk rakyat Nusa babgsa dan segenap mahluk yang ada dibumi Nusantara dari ancaman virus Corona beserta dampak yang diakibatkannya. Sekecil apapun termasuk meminta kepada Presiden RI Bapak Ir. H Joko Widodo walau dalam kondisi duka cita mendalam atas wafatnya Alm. Almaghfirullah Hj.Sujiatmi Notomiharjo, Ibunda Tercinta Presiden RI

untuk mengambil sikap tegas dan berani selaku Kepala Pemerintahan RI dan Kepala Negara RI melindungi segenap tumpah darah dan bangsa Indonesia dari ancaman wabah virus Corona melalui sebuah kepastian hukum sebuah peraturan dari Presiden RI bukan dari lembaga diabwah Presiden, baik Perpres RI, Kepres RI bahkan jika dibutuhkan sebuah Perpu RI karena kondisi saat ini, adalah gawat darurat dimana Presiden Joko Widodo memiliki hal yang sangat luar biasa dengan adanya Wabah Virus Corona (Covid-19) sehingga rakyat dan bangsa Indonesia terlindungi dan terayomi atas kehadiran Negara RI dalam hadapi wabah virus Corona.

‘Lanjutkan Pak Sekjen HK Lalu Winengan InsyaAllah Tuhan membalas dengan limpahan tiada terhingga bagi semuanya amin ya rabbal Alamin

Salam
Ali Mahsun Atmo M Biomed
Ketua Umum DPP APKLI
Presiden GUMREGAH NUSANTARA

Media center APKLI Gumregah

Serahkan APD ke Sejumlah Rumah Sakit Rujukan Penanganan Covid-19 Sulselrabar ,Pangdam XIV/Hasanuddin ,beri Support dan motivasi


Makassar.Berandankrinews.com
Sebanyak 40 Koli @ 50 pcs (2000 pcs)
baju atau jubah Alat Pelindung Diri (APD) fasilitas kesehatan diserahkan langsung oleh Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, S.E kepada perwakilan rumah sakit rujukan dalam menangani Covid-19, bertempat di halaman Rumah Sakit Tk. II Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin, Jl. Jendral Sudirman, Makassar, Rabu (25/3/2020)

APD jubah pelindung atau Disposable Protective Coverall tersebut merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), diperuntukkan untuk seluruh tenaga medis yang bertugas dalam penanganan Covid-19 yang saat ini sedang mewabah.

Penyerahan APD diterima secara simbolis oleh empat perwakilan Direktur Utama (Dirut) dan Kepala Rumah Sakit (Karumkit) diantaranya Karumit Tk. II Pelamonia Kolonel Ckm dr. Pontjo Yunarko, Sp.Pd., M.A.R.S., FINASIM, Karumkit Bhayangkara, Kombes Pol dr. Farid, Dirut RS. Wahidin Khalid Saleh dan Dinkes Prov Sulsel Fitriani.

Diatribusi APD tersebut ditujukan kepada rumah sakit yang menanganani Covid-19, diantaranya :

a. Wilayah Sulawesi Selatan
1) RST Pelamonia 10 koli/500 pcs
2) RSUP Wahidin 5 koli /250 pcs
3) RS Bhayangkara 2 koli/100 pcs
4) RSUD Maros 2 koli/100 pcs
5) RS UNHAS 1 koli/50 pcs
6) RS. Dr. Tajudin 1 koli/50 pcs
7) RSUD Labuan Baji 1 koli/50 pcs
8) RSUD Sinjai 1 koli/50 pcs
9) RSUD Lakipadada Toraja 1 koli/50 pcs
10) RST Pare pare 1 koli/50 pcs
11) RST Bone 1 koli/50 pcs

b Wilayah Sulawesi Barat
1) RSUD Mamuju 2 koli/100 pcs

c) Wilayah Sulawesi Tenggara
1) RST Kendari 2 koli/100 pcs
2) RSU Bahteramas 2 koli/100 pcs

d) Cadangan
1) Gudang Kesdam 5 koli/250 pcs
2) Gudang Dinkes 3 koli/150 pcs

Pangdam Hasanuddin mengatakan dengan adanya kelengkapan ini dapat membantu para petugas kesehatan yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

“Insya Allah ini bisa membantu sekali petugas-petugas kesehatan kita yang saat ini berada di garda terdepan” ungkapnya.

“Karena salah satu tantangan, baik dari para petugas kita adalah memastikan mereka tidak terpapar dan alat-alat ini menjadi sangat penting” sambung Pangdam.

Lebih lanjut Pangdam menuturkan bahwa APD tersebut merupakan kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan resiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja sendiri maupun orang yang ada di sekelilingnya.

“Oleh karena itu manfaatkan dengan baik alat pelindung ini khususnya para petugas medis, alat ini akan diperoleh secara bertahap” tandasnya.

Mayjen Andi berharap untuk tidak saling menyalahkan, namun meminta untuk sama-sama berdo’a agar semua bisa terselesaikan.

“Kita jangan saling menyalahkan, mari kita berbuat yang terbaik untuk bangsa ini dan sama-sama berdo’a agar masalah ini cepat selesai sehingga masyarakat dapat beraktifitas kembali seperti semula” tutup Pangdam.

Turut hadir Kasdam Brigjen TNI Budi Sulistijono, Asops Kolonel Inf Renal Aprindo Sinaga, Aslog Kolonel Czi Galih Suhendro, Kapendam Kolonel Inf Maskun Nafik, Kakesdam Kolonel Ckm dr. Soni Endro Cahyo W, dan Waka Rumkit Tk. II Pelamonia Letkol Ckm dr. F. Alvian Amu Sp.P.M.A.R.S.F.I.S.R.

Penerangan Korem 141/Toddopuli

Heintce G Mandagie Ketua umum Dewan Pers independen ,Pers Harus hentikan politisasi Bencana Covid-19

Berandankrinews.com
Jakarta- Ketua Dewan Pers Indonesia Hence Mandagi meminta insan pers di seluruh Indonesia tidak memberi panggung kepada politisi dan pengamat yang sengaja mendiskreditkan pemerintah dengan tujuan meraih popularitas untuk kepentingan kelompok, atau bertujuan merusak citra pemerintah di tengah semua elemen masyarakat lagi fokus dalam penanganan bencana penyebaran virus Covid 19 atau Corona.

Penengasan itu disampaikan Mandagi menyikapi maraknya berita di berbagai media mainstream dan media online akhir-akhir ini, yang mengutip pernyataan politisi dan para pengamat yang tak henti-hentinya mengkritik pemerintah yang tengah berusaha mengatasi penyebaran dan penanggulangan bencana Covid 19 di seluruh Indonesia.

“Ini saatnya pers ikut fokus pada penanggulangan penyebaran virus mematikan, bukannya memberi panggung kepada para politisi yang hanya sibuk mencari-cari kesalahan pemerintah dalam penanganan masalah Covid 19 di Indonesia,” ujar Mandagi dalam press release yang di kirim ke redaksi, Senin (23/03/2020) di Jakarta.

Mandagi juga menegaskan, di tengah bangsa ini sedang galau menghadapi bencana penyebaran virus mematikan ini, pers wajib menciptakan opini yang justeru mampu mengarahkan masyarakat untuk bersatu padu membantu pemerintah melawan penyebaran virus Covid 19 dan menghindari politisasi penanganan becana ini. Langkah itu, menurutnya, adalah bagian dari menjalankan fungsi sosial kontrol pers sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tentang Pers. 

“Melayani nara sumber silahkan saja, tapi kutipan pernyataan itu harus difilter secara profesional sebagai bagian dari penerapan kode etik jurnalistik agar dampak dari pemberitaan itu bisa menyebarkan hal yang bermanfaat bagi masyarakat, bukannya malah mengganggu konsentrasi pemerintah dalam mengatasi bencana,” pungkas Mandagi yang juga menjabat Ketua Umum DPP Serikat Pers Republik Indonesia.

“Ini saatnya pers Indonesia berperan aktif dalam membantu pemerintah fokus pada penanggulangan bencana, dan menghentikan kepentingan industri media yang hanya mengejar rating. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa pers Indonesia harus ikut memiliki rasa tanggung-jawab atas ancaman keselamatan jutaan masyarakat Indonesia lewat tindakan nyata menyebar berita yang berguna bagi upaya penanggulangan bencana,” terangnya.

Dalam situasi normal, Mandagi mengaku pernyataannya tidak etis untuk membatasi politisi memberi kritik kepada pemerintah.Tapi dalam situasi krisis seperti ini, Mandagi mengatakan, kritikan sepertinya tidak tepat lagi. “Semua pihak harus fokus dan bersatu memberi saran yang membangun dan solutif, bukan saling menyalahkan. Ekspos tindakan nyata akan lebih menarik dan penting bagi bangsa ini ketimbang gaduh di media yang membuat masyarakat makin bingung dan tambah panik,” ujar Mandagi.

Mandagi juga menyarankan, pers seharusnya banyak menggali berita dari para tokoh masyarakat, para politisi, atau artis yang sedang aktif menggalang dana untuk membantu penanggulangan bencana ini agar dapat menginspirasi banyak pihak untuk ikut melakukan hal yang sama dalam rangka membantu pemerintah mengatasi bencana Covid 19 ini.

Menutup siaran persnya,Mandagi menyampaikan dukungan kepada seluruh awak media di manapun berada untuk tetap semangat dan berhati-hati dalam melakukan liputan bencana Covid 19 agar keselamatan diri tetap dijaga demi menghindari terpapar virus.

Iwan Hammer
Kabiro Sulsel

Alat Rapid Test segera dibagikan kedaerah khusus terdampak penyebaran, pesan Mendagri saat berkunjung Di Sumsel


Berandankrinews.com
Palembang-Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan,bahwa alat rapid tes yang telah didatangkan pemerintah pusat,akan dibagikan ke daerah.Khusus, daerah yang dinilai jadi pusat penyebaran. Diharapkan,dengan dibagikannya alat rapid test,daerah terdampak bisa dengan cepat menggelar test massal.Sehingga laju penyebaran virus bisa dibendung.

“Nanti rapid test dari pemerintah pusat akan dibagikan ke daerah untuk melakukan pemeriksaan dengan teknis tertentu. Dari situ juga kita bisa mendapatkan peta bahwa daerah Sumsel (Sumatera Selatan) ini misalnya apakah ada yang terpapar Covid-19 atau tidak.Kita berdoa untuk warga Sumsel tidak ada yang terpapar,” kata Tito, usai rapat dengan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru di Palembang,Sumsel, Sabtu (21/3/20).

Seperti diketahui dalam sepekan ini secara maraton Mendagri Tito Karnavian menyambangi satu persatu provinsi. Dimulai dari DKI Jakarta, lJawa Barat, Banten dan yang terbaru, hari Sabtu (21/3) datang ke Palembang, Sumsel. Kedatangan orang nomor satu di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini untuk mengoordinasikan langkah-langkah penanganan dan pencegahan penyebaran virus Covid-19.Sehingga antara strategi pusat dan daerah,
benar-benar sinkron.

“Namun kita harus melakukan langkah-langkah antisipasi lainnya sambil rapid test itu kita tunggu.Perlu kebijakan-kebijakan dalam standarisasi yang sama baik tingkat provinsi,maupun kabupaten atau kota,” katanya.

Salah satu kegiatan yang sangat penting, kata Tito,adalah kegiatan edukasi kepada masyarakat. Warga, perlu disadarkan dan mengetahui segala hal terkait dengan Covid-19.Terutama, apa saja cara untuk mengantisipasi virus itu biar tidak tertular. Publik, mesti disadarkan tentang pentingnya proteksi diri. Memperkuat kekebalan atau imun tubuh.

” Menjaga jangan sampai tertular itu adalah poin yang sangat penting.Jadi menjaga jangan sampai terjadi penularan satu sama lain. Itu menjadi sangat penting, ini bisa dilakukan secara perorangan.Tiap orang memiliki kesadaran dan kemudian melakukan langkah-langkah memproteksi diri sendiri,” ujarnya.

Kesadaran memproteksi diri masing-masing dari serangan virus, menurut Tito itu yang paling penting untuk dibangun. Misalnya,rutin cuci tangan dengan sabun.Terdengar sepele memang. Tapi, kesadaran akan kebersihan dengan cara mencuci tangan, ikut menentukan efektivitas dalam membendung penyebaran virus Covid-19.

“Karena cuci tangan dengan menggunakan air biasa tidak cukup.Karena sabun itu yang mengandung larutan lemak dan kemudian hand sanitizer, ultraviolet, matahari pagi,dan lain-lain,” jelasnya

Memperkuat daya tahan tubuh menurut Tito sangat penting.Ini yang harus terus diingatkan ke masyarakat. Karena virus itu bisa mati dengan antibodi yang dimiliki manusia.Kekuatan kekebalan tubuh menentukan dalam melawan virus. Bisa dikatakan,imun tubuh adalah obat yang sangat bisa diandalkan, di tengah belum diketemukannya vaksi anti Covid-19.

“Ada memang obat dimana beberapa negara sudah ada yang mencoba dengan hasilnya ada yang cukup efektif.Mudah-mudah (obat ini) juga bisa bermanfaat bagi kita. Tapi sekali lagi daya tahan tubuh menjadi sangat penting,”katanya.

Intinya, kata dia,dari sekarang harus dikampanyekan tentang pentingnya olahraga tapi tetap menjaga social distancing. Kemudian penting makan makanan yang sehat bergizi. Konsumsi vitamin,dan lain-lain.

“Berjemur sinar matahari pagi yang mengandung ultraviolet karena Covid-19 ini tidak tahan dengan ultraviolet. Termasuk bersih-bersih dengan hand sanitizer,tak berjabat tangan, tak bersentuhan dan jaga jarak 1 meter lebih,”ujar mantan Kapolri tersebut.

Puspen Kemendagri