Promosi Produk Kehutanan Ke Belgia dan Eropa Perlu Lebih Digencarkan

Berandankrinews.com —  Jakarta — Guna meningkatkan ekspor produk industri kehutanan Indonesia  ke Negara Negara Uni Eropa, khususnya ke Belgia pasca pandemi Covid 19, nampaknya upaya promosi dan pemasaran perlu lebih digencarkan melalui pola-pola baru, seperti penggunaan pemasaran secara daring dan lebih mengangkat isu “green economy”.  Demikian antara lain hasil Pertemuan Virtual  Indonesia – Belgia Untuk Produk  Kayu dan Furniture, Rabu, (05 /08/2020).

Pertemuan yang dibuka oleh Kuasa Usaha a.i. KBRI Brussel, Sulaiman Syarif, juga dihadiri oleh calon Duta Besar RI untuk Belgia dan Uni Eropa, Andri Hadi, serta dihadiri para pengusaha industri kehutanan dari Indonesia dan Belgia.

Kuasa Usaha a.i. Sulaiman Syarif menyampaikan bahwa potensi ekspor produk kehutanan Indonesia ke Eropa dan Belgia masih sangat besar, tinggal perlu dicari dan dianalisis langkah langkah yang perlu diambil agar devisa dari ekspor produk kehutanan bisa semakin meningkat.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), yang juga Ketua Forum  Komunikasi Masyarakat Perhutanan Indonesia (FKMPI), Indroyono Soesilo menyampaikan bahwa devisa ekspor produk kehutanan Indonesia ke Eropa pada tahun 2019 mencapai US$ 1.1 miliar, dimana US$ 106 juta diantaranya diperoleh dari ekspor ke Belgia, yang merupakan importir produk kehutanan Indonesia nomor empat di Eropa sesudah Inggris, Belanda dan Jerman.  “Akibat pandemi Covid 19, devisa ekspor kehutanan Indonesia ke Eropa periode Januari – Juli 2020 mencapai US$ 588 juta, turun 12% dibanding periode yang sama pada tahun 2019, yang mencapai US$ 672 juta,” jelas Indroyono.

Indroyono Soesilo

Ia juga menambahkan beberapa upaya untuk meningkatkan ekspor produk kehutanan Indonesia ke Eropa, antara lain promosi dengan metode digital, serta lebih memperkenalkan Sertifikat Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK)/FLEGT kepada konsumen Eropa. “Pasal 13 dari Naskah Kerjasama Indonesia – Uni Eropa tentang SVLK/FLEGT yang ditandatangani pada tahun 2013 akan menjadi dasar Uni Eropa untuk mempromosikan SVLK/FLEGT kepada konsumen Eropa. Termasuk juga penetapan SVLK/FLEGT untuk  pengadaan barang dan jasa Pemerintah Negara-Negara Eropa.  Hal ini menjadi catatan KBRI Brussel untuk ditindak lanjuti,” tambah Indroyono.

Sementara itu Alexander de Groot , perwakilan industri perkayuan Belgia, Fedustria, menyampaikan bahwa akibat pandemi Covid 19,  pola konsumen Eropa berubah dan menguntungkan produk kehutanan karena biaya konsumsi penduduk yang biasanya dipakai untuk berlibur di musim panas telah dialihkan untuk merenovasi rumah dan membeli perabot rumah tangga agar nyaman bekerja dari rumah.  “Kebutuhan ini memerlukan produk kayu dan ini peluang bagi eksportir kayu dari Indonesia,” ujar Alexander.

Alexander de Groot

Hal ini disepakati pula oleh dua produsen kayu Indonesia, Ony  Hindra  Kusuma, anggota Asosiasi Panel Kayu Indonesia (APKINDO) dan Erick Luwia dari CV Property, produsen furniture Indonesia.  Hal yang sama disampaikan pula oleh Philippe Delaisse, Direktur Utama Ethnicraft Asia dan  Nadir Oulad Omar, perwakilan Barabas/Belindo.

Wakil Ketua Umum Bidang Kajian Regulasi, Sertifikasi dan Advokasi Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), Robert Wijaya menegaskan yang perlu didorong adalah peningkatan penggunakan internet untuk promosi dan pemasaran secara daring, peningkatan pameran serta pelatihan pembuatan desain produk yang lebih moden bagi industri hilir, terutama industri furniture, yang sebagian besar terdiri dari Usaha Kecil dan Menengah.

“Tawaran pihak Belgia  terkait sarana pergudangan di Pelabuhan Antwerp untuk menampung produk produk industri kehutanan Indonesia, sebelum didistribusikan ke seluruh negara Eropa merupakan langkah inovatif yang harus segera diwujudkan,” tambah Robert.

Dengan akan segera terbitnya Comperhensive Economic Partnership Agrement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa maka diharapkan usaha bersama untuk meningkatkan produk ekspor industri kehutanan akan semakin meningkat di masa depan.

(fri)

Launching SOA Bupati Laura Kirim Barang Sembako Ke Krayan

NUNUKAN – Hari Ini, Selasa (23/06) Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid meresmikan Pesawat Perintis angkutan udara perdana di Tahun 2020,dengan menggunakan pesawat Heavilift Aviation Indonesia dari Nunukan menuju Long Bawan Kecamatan Krayan.

Angkutan udara ini adalah Program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) yang memang di agendakan setiap tahun oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan. “Untuk tahun ini kita gunakan dulu APBN, nanti begitu selesai, kemudian kita sambung dengan menggunakan dana APBD.” Ungkap Laura.

Dalam kesempatan itu Bupati Laura juga menjelaskan bahwa jumlah penerbangan sebanyak 15 Flight dengan penerbangan dua kali seminggu, dengan jumlah barang yang akan diangkut sebanyak 17.458 ton. bahan sembako yang akan di distribusikan di lima kecamatan yang ada di Krayan antara lain seperti seperti telur ayam, bawang merah, gula, tepung terigu.

“Ini merupakan bentuk perhatian kita pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan warga kita yang ada di lima kecamatan yang di Krayan” katanya.

Tidak lupa, Laura sapaan akrabnya mengatakan agar merata dan dapat di nikmati semua masyarakat, pengawasan nya nanti kita libatkan para Camat untuk mengawasi, ” Untuk pengawasan, saya minta Camat yang ambil alih agar dapat mengaturnya dengan baik.” Jelasnya.

( HUMAS )

Ekspor Rumput Laut Justru Naik Saat Harga Anjlok

NUNUKAN – Di tengah lesunya harga rumput laut kering di tingkat petani yang hanya berkisar antara Rp. 8 – 10 ribu per kilogram dari yang awalnya mencapai Rp. 15 – 20 ribu per kilogram sebagai akibat dari merebaknya wabah virus corona di Negara Tiongkok, volume rumput laut yang diekspor oleh PT. Sebatik Jaya Mandiri justru mengalami peningkatan secara signifikan.

Jika biasanya rumput laut yang diekspor oleh PT. SJM hanya sekitar 60 ton atau 3 kontainer, namun kali ini jumlahnya naik hingga mencapai 3 kali lipat, mencapai 181 ton atau 9 kontainer dengan tujuan Negara Korea Selatan. Perwakilan Manajemen PT. SJM Sabirin menyampaikan, saat ini proses pengisian container sudah selesai dilaksanakan, kelengkapan dokumen – dokumen yang dipersyaratkan semuanya juga sudah terpenuhi.

“Jika tidak ada halangan insya allah hari kamis pagi kapalnya bisa sudah berangkat,” kata Sabirin.

Meskipun volume ekspor secara keseluruhan masih relative sedikit, tetapi trend kenaikan ekspor rumput laut yang dicatatkan oleh PT. SJM ke Korea Selatan tentu saja menjadi kabar yang cukup menggembirakan di tengah terpuruknya harga jual rumput laut sekarang ini.

Fenomena itu harus ditangkap sebagai sebuah peluang bagi para pelaku usaha rumput laut, untuk mencari dan membuka potensi – potensi pasar yang baru, jangan selalu menggantungkan pasar di Negara Tiongkok. (HUMAS)

Reduplikasi Nusantara Hempaskan Mongol Abad XXI

Jakarta – Ini soal kedaulatan Negara RI.Oleh karena itu perairan Kepaulauan Natuna wajib dipertahankan dengan darah dan nyawa segenap rakyat semesta nusantara dari China.

Reduplikasi Sejarah Akhir Abad XII Akan Terjadi Lagi ‘NUSANTARA HEMPASKAN MONGOL ABAD XXI !!!

Maujud Perlawanan Rakyat Semesta Nusantara Kepada Klaim China – Tegas Pendiri / Presiden GUMREGAH NUSANTARA dr.Ali Mahsun Atmo, M. Biomed.yang juga Ketua Umum DPP APKLI di Jakarta Selasa 7 Januari 2020

GBN Hadir untuk kesejahteraan Rakyat Kecil Indonesia

GBN Hadir Untuk Kesejahteraan Rakyat Kecil Indonesia

Jakarta – GBN – GUMREGAH BAKTI NUSANTARA Diturunkan Untuk Kesejahteraan Secara Berkeadilan Bagi Rakyat Kecil, Masyarakat Bangsa dan Mahluk Diseluruh Tanah Air,Serta Tatanan Nilai Budaya dan Peradaban Warisan Sejarah Perjalanan Panjang dan Mendalam Leluhur Bangsa Guna Menggapai Terwujudnya Kejayaan Nusantara II Abad XXI Yang Adil Makmur dan Adidaya.

Kita mampu asal Mau !!!
GUMREGAH NUSANTARA
Pengubah Ekonomi Rakyat Kecil Nusantara

Jakarta Sabtu 4 Januari 2020
Salam hormat kami,-

dr. ALI MAHSUN ATMO,M.BIOMED
Presiden GUMREGAH NUSANTARA