Akademisi Dr. (Cand) Yaredi Waruwu, S.S., M.S.: Meminta Pihak Kontraktor Penuhi Hak Masyarakat

Berandankrinews.com — Nias Sumatera Utara — Nawacita pembangunan yang digaungkan oleh pemerintahan pusat merupakan bentuk keberpihakan kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran yang adil dan merata.

Pemeritah bersama masyarakat bahu membahu mewujudkan percepatan pembangunan yang berkeadilan, bermartabat dan berkeadaban sesuai karakter dan kearifan masyarakat lokal.

Pembangunan infrastruktur publik seharusnya dan mutlak memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku agar semua pihak terlindungi hak-hak dan kewajibannya.

Saat ini pembangunan Pemerintah Daerah Nias Utara sedang berlangsung yang dilaksanakan oleh CV. Ranjani Sentosa di daerah Desa Ononazara, Kec. Tugala Oyo, Kab. Nias Utara, Sumut.

Berdasarkan informasi dari beberapa media online dalam proses pelaksanaan proyek pembangunan tersebut pihak CV. Rinjani Sentosa tidak mengantongi ijin memasuki lahan, mengubah fungsi dan bentuk lahan, melakukan kegiatan bisnis di atas lahan keluarga sdr. Edizaro Lase.

“Maka dari itu, CV. Rinjani Sentosa mutlak dan harus memenuhi kewajibannya berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum,”ungkap Yaredi Waruwu pada reporter via telpon di Jakarta Senin, (27/07/2020).

“Kami mendesak dan meminta Pemerintah Kabupaten Nias Utara dan DPRD Nias Utara untuk segera turun tangan ke lokasi proyek untuk mendorong, menuntaskan, meninjau kembali demi terpenuhi hak-hak masyarakat dan memenuhi keadilan sebagaimana amanat Undang-Undang No. 2 Tahun 2012,” tegas Yaredi Waruwu yang juga seorang Akademisi kandidat Doktor di Universitas Negeri Padang Sumatera Barat ini.
(fri)

Kontraktor Menerobos Tanpa Izin Pemilik Tanah Warga Nias Utara

Berandankrinews.com —
Nias — Pembangunan yang diperuntukkan untuk kesejahteraan masyarakat guna meningkatkan mobilitas ekonomi dan terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Bila dalam pembangunan itu terjadi hal-hal yang bertentangan dengan Undang-Undang yang berlaku seperti pembebasan lahan tanpa ijin dari pihak sah dan pemilik lahan atau tanah maka hal itu sudah bertentangan dengan hukum, etika dan moral di tengah masyarakat.

Hal ini juga dialami oleh keluarga Edizaro Lase di Desa Ononazara, Kec. Tugala Oyo, Kab. Nias Utara, Sumatera utara dimana lahan mereka dimasuki, dipergunakan, diubah bentuk dan fungsi oleh pihak kontraktor, ungkap Edi Lase Via telepon Sabtu, di Jakarta, (25/07/2020).

Saat ini, pihak kontraktor sedang membangun jembatan Sungai Lo’o Desa Ononazara, Kec. Tugala Oyo, Kab. Nias Utara yang berada di lahan atau tanah keluarga Edizaro Lase tanpa memenuhi syarat dan ketentuan pembebasan lahan atau tanah seperti ijin tertulis dan pembentukan tim pembebasan lahan, terangnya.

Pada saat pihak media mengkonfirmasi hal ini kepada Edizaro Lase , ia mengatakan bahwa pihak kontraktor memasuki lahan atau tanah milik sah keluarga Edizaro Lase tanpa ijin, tegasnya.

Edizaro Lase

Pada kesempatan yang sama Edizaro Lase menyampaikan bahwa sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat setuju dan mendukung pembangunan Jembatan Sungai Lo’o untuk kepentingan masyarakat. Tetapi ia menegaskan hak-hak masyarakat tidak boleh dilalaikan, diabaikan dan dikebiri oleh pihak kontraktor secara sepihak tanpa ada musyawarah mufakat dalam hal pembebasan lahan atau tanah, terangnya.

Sebab negara telah menjamin dan melindungi hak-hak masyarakat dalam hal ganti rugi atau ganti untung seperti seruan Presiden Joko Widodo,” tambah Edi Lase.

Edizaro Lase menambahkan kepada pihak awak media bahwasanya pihak kontrakor menyampaikan akan melakukan ganti rugi sebagai mana mestinya prosedur pembebasan lahan atau tanah, hal tersebut disampaikan melalui Kepala Pelaksana proyek Jembatan Sungai Lo’o,” pungkas Edi Lase.
(fri)

*Peringati HUT ke 70 th Kodam I/BB ,Dandim 0213/ Nias Serahkan Rumah program Rehab RLTH*


Gunungsitoli-Berandankrinews.com.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Komando Daerah Militer I Bukit Barisan (Kodam I/BB) tahun 2020, Komandan Kodim (Dandim) 0213/Nias, Letkol Inf TP Lobuan Simbolon, menyerahkan satu unit rumah hasil pelaksanaan program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Siofabanua, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut), Jumat, 19 Juni 2020.

Dalam acara penyerahan rumah RLTH tersebut tampak hadir, Kasdim 0213/Nias, Ketua Persit KCK Cab XLVI Kodim 0213/Nias, Pasiter Kodim 0213/Nias, Danramil 06/Tuhemberua, para Babinsa dan Pramuka Saka Wira Kartika.

Prosesi penyerahan bantuan dilakukan Dandim Lobuan Simbolon bersama Ibu Ketua Persit KCK Cab XLVI Kodim 0213/Nias dengan pengguntingan pita dan menyerahkan kunci rumah kepada Ibu Sufilman Waruwu sebagai penerima program rehab RTLH.

Dalam keterangannya, Dandim mengatakan bahwa dalam rangka HUT Kodam I/BB ke-70, pihaknya melaksanakan kegiatan karya bakti kepada keluarga yang sangat membutuhkan bantuan tempat tinggal, yang kondisi rumahnya tidak layak digunakan.

“Dalam rangka HUT ke-70 Kodam I/BB, Kami dari Kodim 0213/Nias melaksanakan program rehap RTLH kepada keluarga dari Sufilman Waruwu. Harapan saya, rumah ini dirawat dan digunakan sebagai tempat yang layak,” ucap Dandim Lobuan Simbolon.

Ia menambahkan, dalam program rehab RTLH ini pihaknya melaksanakan rehab terhadap empat unit rumah. “Kita merehab sebanyak empat unit rumah warga. Satu unit rumah di Koramil 06/Tuhemberua, satu unit di Koramil 09/Sirombu, satu unit di Koramil 08/Mandehe, dan satu unit di Koramil 11/Gomo,” imbuh Dandim.

Sementara, istri dari Sufilman Waruwu sebagai penerima manfaat sangat bersyukur rumahnya bisa diperbaiki oleh Kodam I/BB dalam rangka HUT ke-70 Tahun 2020. “Kami sangat berterimakasih. Kami tidak bisa membalasnya, biarlah Tuhan yang membalasnya,” ucap singkat.

Terpisah, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Siofabanua, Sertu P. Harefa, mengatakan bahwa keluarga dari Sufilman Waruwu selama ini menumpang di rumah warga. “Saya sebagai Babinsa melihat selama ini keluarga dari Sufilman Waruwu masih mengontrak atau menumpang di rumah warga,

sehingga dengan adanya bantuan rehap RTLH dari Kodam I/BB di HUT ke-70 ini, saya mengajukan kepada Danramil 06/Tuhemberua agar mendapatkan bantuan ini. Hari ini, bantuan rehap RTLH dari Kodam I/BB diserahkan oleh Dandim 0213/Nias,” ungkap Harefa. (Feliks/Red)

Kapolda Sumut bersama Wakapolda lakukan pemusnahan barang bukti Narkoba tangkapan Ditres Narkoba Polda Sumut


Medan |Berandankrinews.com
Kapolda Sumut musnahan barang bukti hasil penindakan yg di lakukan dari desember hingga bulan maret 2020 oleh Dit Narkoba Polda Sumut. Jumat (03/04/20) pukul 10. 20 wib bertempat di depan kantor Ditnarkoba Polda Sumut.

Dalam kesempatan ini Kapolda Sumut turut di dampingi Wakapolda Sumut dan Dir Narkoba Polda Sumut serta para PJU Polda Sumut, perwakilan Kejaksaan Sumut serta awak media.

Dalam kesemptan ini Kapolda Sumut menyampaikan ada 58 kasus yang berhasil di ungkap dengan 79 tersangka dengan rincian 75 laki laki dan 4 wanita dari keseluruhan tersangka 2 di antaranya meninggal dunia. Barang bukti yg di amankan dari keseluruhan kasus ada 53, 91 kg sabu, 49,847 butir pil ecstasy dan 323.103 gram ganja. “ kita jangan main – main dengan narkotika ini, ini sangat berbahaya untuk seluruh generasi kita. Jangan ragu – ragu untuk menindak segala pelaku kejahatan narkotika” ucap Irjen Martuani

Kapolda juga menginginkan agar seluruh personil lebih waspada saat bertugas di lapangan, saling body system dan untuk awak media Kapolda Sumut juga berpesan agar memberikan berita yang nyata dan berimbang di lapangan.

Dari keseluruhan pasal dan ancaman yg di persangkakan kepada para tersangka yaitu pasal 114,112 ayat (2) pasal 132 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling cepat 6 tahun.

Kemudian Kapolda Sumut bersama wakapolda Sumut dan para PJU serta perwakilan kejaksaan bersama – sama memusnahkan barang bukti dengan cara membakar dan merendam barang bukti.

(Leodepari)

Bertindak Arogan Dua Oknum polisi Polda Sumut,aniaya dan Ancam Wartawan Di supermaket


Medan |Berandankrinews.com
Sikap tak terpuji dua orang Polisi jajaran Polda Sumatera Utara kembali lagi mencoreng citra kepolisian di Medan

Kali ini sikap arogansi personil kepolisian tesebut pun memakan seorang korban wartawan yang sedang berada di lokasi di sebuah berastagi supermarket di Jalan Gatot Subroto Medan , (28/3/2020) Siang

Tak ada asap tak ada api ,Dua orang perempuan yang mengaku sebagai anggota Polri tiba tiba bertindak arogansi dan mengamuk ngamuk ditengah masyarakat kota medan yang sedang berbelanja di Brastagi Supermarket .

Leo Depari salah seorang wartawan yang menjadi korban arogansi serta korban penganiayaan oknum Polwan tersebut mengatakan bahwa ,”saya pada saat itu sedang berbelanja kebutuhan hidup saya di swalayan berastagi di jalan Gatot Subroto Medan bersama adik saya . setelah selesai kami pun menuju ke kasir untuk melakukan pembayaran terhadap barang barang yang sudah kami masukan ke troli .

Masih Kata Leo ,pada saat sedang mengantri di salah satu kasir ,tiba tiba datang seorang datang dan wanita yang belakangan mengaku sebagai anggota Polri menanyakan masker dan mengurusi belanjaan kami :

Wanita : Mana maskermu
Leo : Saya tidak ada masker buk .
Wanita : Bapak beli jangan banyak alasan ,kain banyak di luar , ya , tolong ya
Leo : Uang nya dari mana buk
Wanita : kamu kok bisa belanja , sekarang kamu saya Tanya kamu kok bisa belanja ?

Sambung Leo seketika itu saya sudah tidak menghiraukan lagi ucapan mereka karena saya sedang berada di kasir . dan tiba tiba suasana menjadi panas karena dua orang oknum tesebut mengaku ingin menangkap wartawan yang sedang berbelanja .

Saat itu saya merasa jiwa saya terancam dan saya langsung berteriak memanggil sercurity untuk mengamankan arogansi wanita tersebut ,“ mana security gedung, saya kesitu belanja bukan untuk mencari keributan”pungkas Leo

Dan seorang wanita yang belakangan saya ketahui bertugas di Polsek Percut langsung menarik dan menumbuk kepala saya ,saat saya itu tanpa saya sadar saya ditumbuk satu kali di kening saya , dia juga merusak jam tangan saya.

“ Ada apa kok polisi urusi belanjaan kami ,kami bukan orang jahat ,kami tidak ada melakukan hal yang melanggar hukum di tempat perbelanjaan tersebut , saya rasa ucapan wanita tersebut mengurusi saya kok bisa belanja sangat lah harus di koreksi ulang , kenapa dia mengucapkan kata kata seperti itu .

Soal masker ,Leo mengatakan bahwa ,” Saya tidak ada mendapatkan masker sudah saya cari kemana mana , lagian saya bukan orang yang sakit , kenapa saya harus saya pakai masker , apa orang yang tidak pakai masker ditangkap dianaiaya dan dirusah barang nya oleh Polisi .

“Kecuali tadi dia kasi saya masker, namun tidak saya pakai mungkin wajar lah dia negur saya dan itu pun bukan arogansi seperti itu ditengah umum berteriak teriak . saat itu suasana semakin tak terkendali karana di depan umum dia mengucapkan akan menangkap saya ,saat itu saya menanyakan mana surat penangkapan nya dan ibu dari mana , namun dia tidak mau menjaskan siapa dia dan bertugas dimana .

“Dia pun mengaku sebagai anggota polisi ,namun dia tidak menunjukan idenditasnya , mana lah kami tau orang itu polisi dan bukan , lagian kami ke situ belanja bukan untuk mengurusi apa pekerjaan orang lain , kami datang ke situ untuk berbelanja , hak kami dong mau beli apa dan belanja apa dan tidak ada hak dia mengurusi kami mau beli apa dan belanja apa . “Tegas Leo

Apa seperti itu Polisi yang di agungkan untuk melayani ,melindungi dan mengayomi masyarakat. Saya ini wartawan kan masyarakat juga ,saya warga Negara Indonesia , saya berhak belanja dimana saya yang saya suka untuk kebutuhan hidup saya dan tidak menjadi urusan dia saya belanja di Berastagi supermarket itu,” Ungkap Leo.

Karena situasi pada saat itu sudah menjadi kacau ,saat itu juga saya hubungi ke Polsek Medan Baru dan personil langsung datang ke lokasi selanjutnya kami menuju ke Polsek Medan baru , sebelum ke polsek ,dua wanita itu berteriak teriak di depan umum dan mengatakan “ Jangan Kau Lari , Jangan Kau Lari ” hal tersebut sangatlah membuat kami malu seolah olah kami melakukan perbuatan yang tidak baik di lokasi tersebut sehingga mengundang perhatian orang banyak .

Setibanya kami di polsek medan baru , seorang wanita yang belakangan mengaku bertugas di Dit Krimsus Polda Sumut mengatakan ,“ Awas kau kalau kau Ke Polda ,Mati Kau di Polda ungkapnya di halaman Mapolsek Medan baru di saksikan para wartawan yang berada di lokasi .

Hal tersebut langsung di lerai Wakapolsek Medan Baru yang saat itu berada di lokasi dan suasana pun reda .

Saat di konfirmasi via handphone mengenai kerusakan jam tangan milik wartawan kepada seorang wanita yang mengaku sebagai Polwan yang bertugas di Polsek Percut Sei Tuan, Oknum Polwan tersebut mengatakan ,” Antarkan jam itu ke Polsek Percut nanti saya perbaiki disana .

Kanit Reskrim Polsek Medan baru saat di konfirmasi mengatakan bahwa kedua belah pihak telah kita amankan ke Polsek Medan baru namun belum ada yang membuat laporan .

(Tim)