GMKI Bersama BNN Edukasi Bahaya Narkotika

Kupang – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kupang melaksanakan seminar sehari di Neo Hotel by Aston, Kota Kupang, NTT. Kamis (27/02/2020).

Kegiatan dengan tema, Penguatan Kesadaran Bahaya Narkoba Untuk Pemuda NTT. Ketua Cabang GMKI Kupang, Ferdinand Umbutay Hambandima menyampaikan tujuan dari kegiatan.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi dan penyadaran kepada orang muda tentang bahaya Narkotika di NTT yang merupakan Provinsi kepulauan yang dari segala arah dapat disusupi oleh peredaran gelap Narkotika,” ujar Ferdinand yang ditemui media disela-sela kegiatan.

Kepala BNN Kota Kupang, Lino Pareira dalam pemaparannya bahwa salah satu hal yang menyebabkan sulitnya pemberantasan Narkotika adalah integritas penegak hukum yang telah dibeli oleh pengedar Narkotika.

“Hal-hal yang menjadi penyebab sulitnya penyelesaian kasus narkotika di NTT. Pertama, Masyarakat belum sadar dengan belum mau melaporkan bahwa dilingkungannya terjadi penyalahgunaan narkotika.

Kedua secara internasional negara – negara transit seperti Singapura tidak mau menangkap pembawa narkotika yang bertujuan ke Indonesia.

Negara yang paling aman untuk pengendaran narkotika adalah Indonesia. Jika generasi muda Indonesia rusak maka pemimpin masa depannya juga rusak. Ketiga, sipir, polisi, jaksa Integitasnya telah dibeli oleh para pengedar.

Sindikat tidak pernah berhenti mengirim narkoba ke Indonesia karena masih ada yang terus membeli,” papar Lino. Seminar yang dimulai pukul 09.00 WITA hingga 13.30 WITA melibatkan 105 peserta.

Kontributor NTT – NTB : Yos Wangge

Solidaritas Sosial,Panitia Prosesi Paskah Pemuda GMIT Aksi Donor Darah

KUPANG – Panitia Prosesi Paskah Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menggelar aksi donor darah di Gedung Kebaktian GMIT anugerah Eltari, Kota Kupang, NTT. Sabtu (22/02/2020).

Aksi yang digelar sebagai salah satu rangkaian kegiatan menuju Prosesi Paskah tahun 2020. Kegiatan donor darah ini dimulai pukul 06.00 WITA. Ketua BP Pemuda GMIT, David Natun mengatakan bahwa kegiatan ini juga wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan terhadap masyarakat NTT pada umumnya & Kota Kupang pada khususnya.

“Kegiatan donor darah ini merupakan kegiatan pertama dari seluruh rangkaian kegiatan menyongsong prosesi paskah 2020. Aksi donor darah ini merupakan bentuk solidaritas sosial Pemuda GMIT kepada sesama. Melalui kegiatan ini diharapkan bisa memberikan manfaat serta membantu pihak-pihak yang benar-benar membutuhkan,” kata David.

Ketua panitia prosesi Paskah GMIT, Jan Windy menyampaikan bahwa dalam aksi donor darah ini banyak peserta yang mendaftar namun hanya sebagian kecil yang memenuhi syarat.

“Sebagian besar peserta yang mendaftar banyak yang lolos sementara hanya sebagian kecil yang tidak lolos karena tekanan darah dan hemoglobinnya tidak memenuhi syarat,” ujar Jan Windy Dalam kesempatan ini juga, Jan Windy sebagai ketua panitia Prosesi Paskah GMIT memohon doa, dukungan dan mengajak dari seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan Paskah 2020.

“Kami mohon doa, dukungan dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan Paskah 2020. Ayo datang ke Kota Kupang pada tanggal 13 April 2020. Kita sama-sama mengikuti Prosesi Liturgis Berjalan yang akan diperankan oleh kurang lebih 2000 jemaat,” ajak Jan Windy.

Tambah Jan Windy, “Kegiatan ini bukan hura – hura atau menghabiskan biaya yang besar. Bukan juga ajang pamer kelebihan, tetapi kegiatan itu adalah prosesi liturgis dan kesempatan untuk kita membuktikan bahwa orang kristen itu penuh kasih dan mampu memberi diri untuk kemuliaan nama Tuhan di NTT pada khususnya Kota Kupang.

Semoga Tuhan menyertai setiap langkah kita.” Pantauan media kegiatan berakhir pukul 13.00 WITA dengan terkumpulnya 103 kantong darah.

( Yos Wangge )

Diskusi dan Bedah Buku Kuasa Media di Indonesia

Kupang – Komunitas Pace Maker Kupang (KOMPAK) melaksanakan diskusi dan bedah buku di Luy Pung Cafe Blok 5A, Ruko Friendship, Kota Kupang, NTT. Sabtu (22/02/2020).

Kegiatan bedah buku berjudul “Kuasa Media di Indonesia. Kaum Oligarki, Warga dan Revolusi Digital” menghadirkan lima pemantik diskusi yaitu Anna Djukana dari Aliansi Jurnalis Independen, Beverly Rambu dari media Victory News, Rony Banase yang mewakili Ikatan Media Online Indonesia, Novermy Leo dari media Pos Kupang dan Yoseph Mbete Wangge yang mewakili Organisasi Jurnalis Muda NTT.

Anna Djukana, “Media tidak mendukung keberagaman dan isu – isu gender, banyak mengeksploitasi perempuan.” Rony Banase, “Warganet tidak persatu melawan kekuatan media, mereka terkotak – kotak oleh konten-konten yang ditampilkan media.

” Novermy Leo, “media hari ini memilih pemberitaan – pemberitaan dengan reting tinggi untuk tujuan bisnis. Sebenarnya kita bisa menyisipkan pesaan – pesan dan edukasi bagi masyarakat lewat berita – berita dengan reting tinggi.

” Beverly Rambu, “Masyarakat sebagai kekuatan bangsa juga diharapkan makin cerdas dan bijak mengikuti perkembangan zaman. Memanfaatkan platform digital untuk menyuarakan pendapat, fakta, peristiwa, kegelisahan, dan kekhawatiran dengan bijak tanpa harus dengan mau dan tahu membuat dan menyebarkan berita hoax atau memprovokasi sesama warga bangsa.

Berpendapatlah dan perjuangkan nilai-nilai positif yang berguna melalui berbagai platform digital dan media sosial dengan penuh tanggung jawab moral serta beretika sehingga benar-benar menjadi kekuatan bangsa yang membanggakan dan membawa perubahan signifikan bagi Indonesia.

” Yoseph Mbete Wangge, cerdas menyiapkan strategi kampanye medsos misalnya, Konsolidari wacana merupakan salah satu solusi karena untuk menjadikan sebua isu terakumulasi algoritma dan menjadi tranding.

Kegiatan tersebut melibatkan dua puluh peserta seperti, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emy Nomleni, Pendeta Emy Sahertian, Magabudhi, Pemuda GMIT, Jurnalis Muda NTT dan Ikatan Media Online Indonesia.

Penulis: Yos Wangge