Tanam Ribuan pohon di Taman Nasional gunung Merbabu Ini tujuan Wagub Jateng Dan Kodim 0375/ Solo

Wagub Sebar 6.500 Bibit Tanaman Di Taman Nasional Gunung Merbabu

Berandankrinews.com
BOYOLALI.Bintara Pembina Desa (Babinsa) Senden Koramil 07/Selo Kodim 0724/Boyolali Serka Aang Suhendra dampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen bersama Kelompok Tani Panji Kinasih serta Komunitas Peduli Lingkungan Desa Senden, menanam sebanyak 6.500 bibit tanaman di area Taman Nasional Gunung Merbabu, Bukit Kinasih Dukuh Pasha Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali,Senin (02/03)

Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen atau akrab disapa Gus Yasin hadir dan turut menanam pohon puspa yang merupakan tanaman endemik asli Taman Nasional Gunung Merbabu. Selain pohon puspa, tanaman lain yang ditanam di antaranya salam, pampung, aren, dan brasan.
Gus Yasin pun mengingatkan, khususnya bagi masyarakat Selo,untuk tidak mematahkan atau bahkan menebang pohon, ketika sudah besar nanti.
“Nek pun ageng, ditugeli napa diterusaken? Kula nyuwun lho nggih, nek pun ditanem,ampun ditugeli malih. Biasane alesane Pak nek ditanduri wit, sawiku ra iso subur, ora kena matahari langsung. Ning, kita kedah njagi,” katanya.

Wagub berpendapat,pohon besar di lereng Gunung Merbabu berdasarkan pengamatannya,saat perjalanan menuju lokasi penanaman pohon terlihat masih kurang.
“Kula tingali, perjalanan saking ngandap dumugi mriki, ketingale ijo royo-royo, ning kurang wit-witan. Tujuane apa? Biasane wayah udan wonten longsor, wayah panas, kekeringan,” tuturnya.
Maka dari itu, lanjutnya, lingkungan harus dijaga. Apalagi, saat musim kemarau, Desa Senden termasuk desa yang rawan kekurangan air.
Kepala Desa Senden, Sularsih membenarkan, saat musim kemarau, desanya seringkali kekurangan air. Untuk mencukupi kebutuhan air, pihaknya biasanya meminta bantuan ke sejumlah pihak, seperti PMI dan BPBD.

Danramil 07/Selo Kodim 0724/Boyolali mengatakan “Kami pun senang atas kepedulian Bapak Wakil Gubernur Jawa Tengah dengan kegiatan penanaman pohon yang dilakukan. Kami berharap, pohon yang tertanam akan membantu menyimpan air, sehingga debit airnya meningkat.

(Agus Kemplu)

Eks Pegawai PT. Merpati Nusantara Airlines Dalam Aksi Damainya Ke Kementerian BUMN Membawa Karangan Bunga

Berandankrinews.com — Jakarta — Perwakilan dari eks pegawai PT.MNA yang mengatasnamakan ‘Tim Dobrak Merpati’ mendatangi kantor kementerian BUMN dengan membawa 4 karangan bunga yang ditujukan pada Bapak Menteri BUMN. Mereka berharap dengan membawa karangan bunga untuk mengapresiasikan rasa belasungkawa karena pemerintah hingga kini seolah-olah menutup mata dan lepas tangan atas nasib mereka. Sungguh ironis perusahaan negara yang besar yang mempekerjakan ribuan pegawai hingga kini belum menyelesaikan pesangon para pegawainya. Pegawai cuma memegang SPU (Surat Pengakuan Utang) namun entah kapan bisa cair. Karena hingga kini belum ada kejelasan.

AK (inisial)) selaku Inisiator Aksi mengatakan kami membawa karangan bunga semoga dapat menyentuh hati para pejabat BUMN. Kami datang dengan damai membawa karangan bunga yang harum bukan melakukan demo anarkis tapi saat ingin melakukan audiensi dengan Humas BUMN, pihak humas tidak bersedia dengan alasan sibuk rapat, meskipun diterima resepsionis namun tetap dihalang-halangi satpam, sehingga tim dobrak merasa sangat kecewa dan tetap menunggu hingga waktu istirahat. Setelah waktu menunjukkan pukul 11.30 akhirnya tim dobrak diizinkan masuk meletakkan karangan bunga dan melakukan dokumentasi namun cuma dihalaman. Pihak humas tetap tidak menerima tim dobrak merpati untuk audiensi,” ujar AK saat ditemui reporter di depan Kantor Kementerian BUMN Jakarta Pusat, Rabu, (26/02/2020).

Tim Dobrak Merpati sudah berada di halaman kantor kementerian BUMN sejak jam 09.00 wib sekitar tiga puluhan orang dan mereka juga membagi-bagikan brosur tentang “Penyimpangan/Kegagalan Pelaksanaan Program Restrukturisasi Merpati Tahun 2008 hingga Tahun 2020”.

“Kalaupun mereka tidak menerima kami audiensi aspirasi kami sudah tertulis pada karangan bunga, semoga mereka baca dan bisa memahami maksud dan tujuan kami kesini. Menunggu dengan waktu yang lama dan tak ada kepastian sungguh melelahkan dan banyak dari eks pegawai merpati meninggal dan sakit keras menunggu pesangon namun hingga kini hak mereka tak kunjung digubris. Bahkan pemerintah membuat aturan-aturan baru yang sangat merugikan eks pegawai. Dengan aksi damai kami hari ini semoga pemerintah bisa membuka mata dan hati serta segera menyelesaikan hak-hak kami. Kamisendiri sudah bergabung di Merpati selama 24 tahun sebagai cabin crew,” papar AK.

Korlap Aksi SW (inisial) atau sapaan akrabnya Bang Ogie juga turut menyampaikan rasa prihatinnya terhadap para eks pegawai merpati, Bang Ogie telah bekerja di Merpati selama 30 tahun sempat ditempatkan juga dinas di Papua. Dan mengalami nasib naas ketika balik ke Jakarta barang-barang/ perabotan yang masih tertinggal di Papua dijarah orang dan tak ada satupun yg tersisa,” ungkapnya.

“Kami sangat mengharapkan agar pemerintah segera membayar pesangon kami siapapun itu direksinya. Karena Direksi sekarang kurang memperjuangkan hak- hak karyawan tapi seolah-olah menjadi tameng bagi penguasa. Kami sudah melakukan audiensi dengan DPR namun tak ada titik temu dan solusinya. Kami melayangkan surat ke Presiden dan Menteri BUMN namun belum ada tanggapan lalu kemana lagi kami mengadu. Kami merasa terdzolimi . Direksi yang sekarang membuat peraturan tak masuk akal. Akan menerbangkan lagi pesawat yang teronggok selama 5 tahun. Kata Direksi bila terbang selama 3 tahun dan memperoleh laba baru pesangon akan dibayar. Ini adalah mustahil karena biaya untuk menerbangkan kembali sebuah pesawat yang sekian tahun tidak terbang sangat mahal. Kalaupun dijual ke investor, mana ada yang mau beli pesawat rongsok. Bagaimanapun caranya kami menuntut hak kami dibayar. Kami sudah lelah menanti dan janji-janji pemerintah hanyalah janji yang tak juga ada realisasi dan solusinya,” tegas Ogie dengan tatapan sendu.

“Bila aksi damai kami tidak juga digubris kami akan datang lagi dan mengajak kawan-kawan di daerah untuk melakukan aksi yang lebih besar. Sudah habis kesabaran kami, kalau kami tetap diam. Pemerintah akan menganggap masalah ini sudah selesai dan melupakan tanggung jawabnya terhadap ribuan pegawai eks Merpati. Semoga aksi kami hari ini diridhoi oleh Allah Swt dan didukung oleh semua kawan- kawan baik Jabodetabek maupun di daerah,” pungkasnya.
(fri)

Kantor Dapen PT. Merpati Nusantara Airlines Digeruduk Eks Pegawai Merpati

JAKARTA — Sekitar tiga puluhan orang eks pegawai merpati menggeruduk Kantor Dapen MNA di Jakarta dan pertemuan eks Pegawai PT. Merpati Nusantara Airlines dengan Tim Likuidasi MNA didasarkan pada Surat Tim Dobrak Merpati tanggal 18 Februari 2020, setelah sebelumnya Timlik mengirim surat No. Dapen MNA-DL/54/II/2020 tanggal 17 Februari 2020, dimana Timlik meminta penjadwalan ulang pertemuan dengan Tim Dobrak Merpati, menjadi tanggal 11 Maret 2020 (mundur 21 hari), dengan alasan “kegiatan dan kesibukan Timlik”, sehingga tujuan pertemuan ini awalnya untuk menjawab 10 pertanyaan Tim Dobrak Merpati, menjadi hanya untuk mendengarkan penjelasan tentang rencan kegiatan Timlik selama 21 hari kedepan secara detail, sesuai tupoksinya.

Pertemuan dengan Timlik cukup singkat dan hangat karena terbatasnya waktu, Timlik sudah ada janji dengan calon buyer jam 11.30 WIB, maka pertemuan hanya berlangsung sekitar 30 menit saja, dengan hasil
pertemuan sebagai berikut :

Ridwan Fatarudin Eks Dirut Merpati

Pertama; Tim Dobrak Merpati, sangat memahami Tupoksi Timlik, tidak bermaksud menggangu kerja Timlik, malah mendoakan agar Timlik dapat segera berhasil menjual PTN dan MTN (salah satu unit usaha Dapen MNA), tetapi segala kecurigaan, isu negatif, fitnah dan opini miring terhadap Timlik akibat minimnya informasi tentang kinerja Timlik, harus dijawab oleh Timlik melalui 10 pertanyaan terbuka yang sudah disampaikan.

Kedua; Timlik Dapen MNA, menyampaikan bahwa dari 10 pertanyaan yang diajukan sangat komprehensif, prinsipnya Timlik dapat menjawab seluruh pertanyaan tersebut, tetapi ada porsi Dewas dan OJK dari pertanyaan tersebut untuk menjawabnya.

Ketiga; Tim Dobrak Merpati, mengusulkan agar pertemuan lanjutan dapat dilakukan secepatnya, tidak harus menunggu 21 hari, mengingat proses penawaran saat ini sudah selesai dan tinggal melakukan negosiasi dan penentuan pemenang saja atau penawaran ulang bila tidak memenuhi syarat, Tim Dobrak Merpati meminta penjelasan/informasi apa kegiatan yang dilakukan Timlik selama 21 hari kedepan.

M. Yosid Koordinator Dobrak Merpati yang juga Eks Awak Kabin Senior Merpati

Keempat; Timlik Dapen MNA, menyampaikan bahwa tupoksi mereka mengacu pada UU OJK, sehingga tidak bisa memberitahukan rencana kerja dan kegiatan mereka secara detail kepada Tim Dobrak Merpati, dan Timlik tetap bersedia untuk dilakukan pertemuan selanjutnya tentatif pada tanggal 11 Maret 2020, atau pertemuan nantinya bisa dimajukan.

Kelima; Tim Dobrak Merpati, mengingatkan kepada Timlik bahwa kedatangan Tim Dobrak Merpati adalah karena pernyataan Timlik didalam suratnya point 2.b “Timlik selalu terbuka aksesnya kepada peserta Dapen, untuk bertanya terkait progres pelaksanaan likuidasi”, tetapi agar tidak dibilang menggangu proses penawaran yang sedang terjadi, maka Tim Dobrak Merpati akan menunggu sampai pertemuan selanjutnya.

Demikian hasil pertemuan pertama Tim Dobrak Merpati dengan Timlik Dapen MNA, mengingat Timlik Dapen MNA harus meninggalkan tempat untuk menghadiri pertemuan dengan buyer, maka Tim Dobrak Merpati meminjam ruang rapat Dapen untuk membicarakan langkah lebih lanjut bila Timlik Gagal menjual PTN dan MTN, juga membahas langkah aksi terkait “Hak Pesangon PHK” yang belum dibayarkan.

Moh.Yosid yang juga Eks Awak Kabin Senior, selaku Koordinator Tim Dobrak Merpati mengatakan bahwa “Semoga calon pembeli yang bertemu Timlik ada kecocokan asset yang dijual dangan harga yang ditawarkan Timlik sehingga terjadi transaksi karena peserta Dapen/pemangku hak solvabilitas sangat mengharapkan agar asset cepat terjual dan Timlik segera membayar pada peserta.”

“Harapannya kami adalah agar segera diselesaikan mengenai hak-mantan Pegawai MZ sebagai anggota DAPEN MZ dan diharapkan mereka dapat menyelesaikan Solvabilitas kemarin dalam meeting antara Team Dobrak MZ dan Timlik Dapen kita diminta untuk menunggu sampai 12 maret 2020 dengan harapan Dapen dapat menjual Asset- asset yang masih ada pada Dapen sehingga dapat menyelesaikan masalah Solvabilitas dan menyelesaikan permasalahan dengan mantan Pegawai MZ dan kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi apabila sampai tanggal diatas tidak terealisasi,” tegas Yosid pada awak media di Kantor Dapen Merpati di Jakarta, Rabu, (19/02/2020).

Sementara itu di sela-sela pertemuan, Ridwan Fatarudin Mantan Dirut PT. Merpati Nusantara Airlines periode 1992-1995 yang kebetulan ikut hadir di pertemuan tersebut juga turut menjelaskan bahwa “Dapen dalam proses likuidasi, tugas likuidasi ditangani oleh Tim Likuidasi, anggotanya diusulkan oleh Pendiri Dapen kepada Otoritas Jasa Keuangan.

Tugas pokok Timlik menyiapkan rencana kerja, menginventaris kekayaan Dapen, menjual kekayaan/aset Dapen dan membagikan kekayaan Dapen kepada yang berhak. Disamping Timlik ada Dewan Pengawas yang bertugas mengawasi pelaksanaan tugas Timlik. Timlik bertanggung jawab kepada Pendiri dan selanjutnya kepada OJK dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai ketentuan undang-undang.

Timlik berkewajiban untuk menyampaikan informasi kepada peserta yang berkaitan dengan hak peserta, dan proses penjualan aset dan pembayaran kepada yang berhak. Setelah selesai tugas Timlik harus membuat laporan akhir yang disampaikan kepada Pendiri dan OJK sebagai pertanggung jawaban.” pungkas Beliau
(fri)

Kapolres Jakbar pimpin Sertijab kasat Narkoba Dan Kapolsek Palmerah

Berandankrinews.com – Jakarta–Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Metro Jakarta Barat, KBP Audie S Latuheru, memimpin langsung serah terima jabatan (Sertijab) Kasat Narkoba dan Kapolsek Palmerah, Kamis (20/02/2020). Acar sertijab berlangsung di Ruang Serbaguna Gedung Mapolres Metro Jakarta Barat.

Kasat Narkoba AKBP Erick Frendiz diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Bondowoso, Polda Jawa Timur. Sementara jabatan Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat diemban oleh Kompol Ronaldo Maradona.

Selain itu, Kapolsek Palmerah Kompol Ade Rosa akan menduduki jabata baru sebagai Kasie nego Subdit Dalmas Ditsamapta Polda Metro Jaya. Jabatan Kapolsek Palmerah akan diduduki oleh Kompol Supriyanto.

Dalam sambutannya, KBP Audie S Latuheru menyampaikan bahwa serah terima jabatan merupakan hal yang wajar dan harus terjadi sebagai bagian dari siklus manajemen sumber daya manusia dalam organisasi.

“Selain sebagai implementasi dalam rangka pengawasan dan pengembangan organisasi, juga sebagai bentuk pembinaan karier bagi perwira Polri,” ucap Audi dalam arahannya.

Tantangan tugas kedepan, lanjut penyandang pangkat melati tiga ini, tidak akan mudah. Bahkan sebaliknya akan semakin kompleks dan tidak ringan. “Untuk itu perlu antisipasi dan responsi cepat, tepat serta akurat terhadap kemungkinan segala perkembangan yang dapat membahayakan keselamatan bangsa, negara dan masyarakat,” tambah Audi.

Pada bagian lain arahannya, Audi menekankan agar para anggota Polri wajib memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat.“Berikan pelayanan publik yang lebih Responsif, Modern, dan Profesional. Cegah terjadinya penyimpangan dan pelanggaran hukum agar makin memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegas Audi.

(APL/Red)

Menkopolhukam Mahfud MD tanggapi Serius kriminalisasi dua Aktivis PAMI


Berandankrinews.com – Jakarta,Kasus dugaan kriminalisasi terhadap dua aktivis Pelopor Angkatan Muda Indonesia John Fredi Rumengan dan Devi Roni Siwij yang sedang ditangani Resmob Polda Metro Jaya sampai juga ke telinga Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD.

Bahkan informasi mengenai penahanan kedua tersangka yang dilakukan polisi atas laporan pencemaran nama baik dari Rektor Unima Paulina Runtuwene sudah pula disampaikan ke Menkopolhukam Mahfud MD. Kedua tersangka dilaporkan  memposting foto-foto di akun facebook terkait  aksi demonstrasi PAMI di sejumlah tempat di Jakarta  untuk mendesak Menristekdikti dan Presiden melaksanakan Rekomendasi Ombudsman RI Nomor : 0001/REK/0834.2016/V/2018 tangal 31 Mei 2018 tentang maladministrasi dalam penyetaraan ijazah doctor (S3) luar negeri dan kenaikan jabatan fungsional dosen menjadi guru besar atas nama Julyeta Paulina Amelia Runtuwene oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dianggap mencemarkan nama baik pelapor.

Menanggapi informasi tersebut, Mahfud menyarankan agar bukti-bukti tentang Rekomendasi Ombudsman tersebut diserahkan ke pihak Kepolisian. “Untuk membuktikan keduanya (tersangka) benar silahkan keluarga temui polisi dan serahkan bukti-bukti dari Ombudsman tersebut,” kata Mahfud menjawab konfirmasi melalui telpon genggamnya Kamis (20/02/2020) malam.

Mahfud juga sempat menanyakan nama rektor yang melaporkan kasus tersebut serta kronologis permasalahan sehingga kedua tersangka bisa ditahan.

Menutup pembicaraan, Mahfud meminta pihak keluarga tersangka bersabar sambil menunggu penyelesaian proses di Kepolisian.

Sumber
Dewan pers Independen