Peringati Hari Kesadaran Nasional, Ini Amanat Bupati Bone

Bone (Sulsel)-Danramil 1407-13/Sibulue Kapten Inf. Muldin, Jadi Komandan Upacara Hari kesadaran Nasional Pemkab Bone, digelar di Lapangan merdeka watampone kelurahan Manurunge Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone, Rabu (17/07/2019).

Wakil Bupati Bone Drs. H. Ambo Dalle MM, memimpin Upacara Kesadaran Nasional diwilayah Kabupaten Bone sedangkan Komandan Upacara Kapten Inf. Muldin Danramil 1407-13/Sibulue yang dipusatkan di Lapangan merdeka watampone Pagi tadi.

Wakil Bupati Bone selaku Inspektur Upacara sekaligus membacakan amanat Bupati Bone, dalam amanatnya Bupati Bone DR. H. Andi Fahsar Padjalangi M. Si. mengatakan Tantangan yang dihadapi Bangsa dan Negara ini, bukan hanya persoalan politik semata seperti yang terjadi dibidang Eksekutif dan legislatif baru baru ini, akan tetapi tantangan itu juga berkaitan dengan pola pikir, kreatifitas, pertisipasi, dan semangat Nasionalisme dari masyarakat, Negara sebuah bentuk dukungan dan rasa kebersamaan di dalam wujudkan kemandirian, daya saing dan kesejahteraan khususnya masyarakat di Kabupaten Bone.

Selain itu Bupati Bone menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya atas terselenggaranya upacara ini dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta upacara yang hadir memenuhi kewajiban dalam melaksanakan tugas kita masing masing.(Irwan N Raju)

Wakil Bupati Wajo jadi Inspektur Upacara Hari Kesadaran Nasional , ini harapannya.

Wajo (Sulsel)-Upacara hari kesadaran nasional yang dilaksanakan tanggal 17 Juli 2019 di Lapangan Kantor Bupati Wajo, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE

Hadir dalam pelaksanan Upacara ini Kepala Perangkat Daerah se Kabupaten Wajo beserta staf, Pejabat administrator, Pejabat pengawas, pejabat fungsional. Adapun pelaksana upacara hari ini dari Sekretariat DPRD Kabupaten Wajo.

Dalam arahan Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE menyampaikan bahwa dalam hari kesadaran nasional yang diperingati setiap bulan memiliki makna sebagai pengingat kepada semuanya agar selalu sadar akan jati diri sebagai abdi negara dan Abdi masyarakat dan selalu diingatkan setiap bulannya agar nilai nilai kesadaran akan etos kerja disiplin kerja dan berkinerja kesemuanya selalu melekat dalam diri ASN.

“Selama kurang lebih 5 bulan perjalanan kami berdua memimpin Wajo ini, kami tidak akan pernah bosan untuk selalu mengingatkan kepada kita semua, baik diri saya sendiri maupun kepada seluruh aparatur sipil negara bahwa kita selaku Pemerintah Daerah adalah tempat berlindung, tempat berkeluh kesah dan tempat bersandar bagi masyarakat,” kata H. Amran, SE.

Lebih lanjut dikatakan bahwa juga akan selalu memantau dan mengevaluasi perkembangan yang terkait tata kelola pemerintahan pelayanan publik dan pelaksanaan pembangunan, saat ini telah memasuki semester pertama di tahun 2019, namun dinilai bahwa kinerja Pemerintah Daerah yang merupakan akumulasi dari kinerja seluruh Perangkat Daerah masih belum optimal.

“Pada kesempatan ini saya mengajak kita semua untuk lebih Meningkatkan semangat kerja, etos kerja, dedikasi dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi kita masing-masing, jadikan hal ini sebagai pembuktian diri bahwa kita adalah aparatur yang profesional, hasil tidak akan menghianati proses,” ungkap Wakil Bupati Wajo.

Selanjutnya dikatakan bahwa perubahan adalah suatu keniscayaan, tidak ada yang tidak mengalami perubahan dan harus optimis bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Dan dikatakan bahwa dalam saat sekarang ini dalam proses penyelesaian dokumen perencanaan 5 tahunan, berupa rencana pembangunan jangka menengah daerah RPJMD, maupun Rencana Strategis atau Renstra Perangkat Daerah dan Dokumen Perencanaan Tahunan yaitu Rencana Kerja Pemerintah Daerah RKPD dan rencana kerja Renja Perangkat Daerah, dan diharapkan kepada kesemuanya untuk terlibat secara langsung dalam menyusun dokumen perencanaan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“Tingkatkan terus kinerja yang telah saudara tunjukkan, jalin terus koordinasi kerjasama dan sinergitas antar Perangkat Daerah, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dan dengan prinsip 3 S Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainge,” harap H. Amran, SE menutup sambutannya.

( Humas Pemkab Wajo )

Wakil Bupati Wajo hadiri pembukaan pelatihan keterampilan berbasis kompetensi, ini harapannya

Wajo (Sulsel)-Pemerintah Kabupaten Wajo dalam hal ini Wakil Bupati Wajo, H. Amran SE, membuka Pelatihan Keterampilan Berbasis Kompetensi yang di laksanakan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Ulugalung, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wajo, Selasa (16/7/2019).

Pelatihan keterampilan berbasis kompetensi ini diikuti oleh 112 peserta yang berasal dari berbagai Kecamatan di Wajo. Para peserta merupakan lulusan SMA/SMK, SMP, SD, yang sudah tidak melanjutkan pendidikannya lagi.

Adapun kompetensi kejuruan yang dibuka pada pelatihan kali ini meliputi Pelatihan Perakitan Komputer, Teknik Las, Listrik, Sepeda Motor, Menjahit, dan Tata Rias.

Kepala UPTD BLK Kabupaten Wajo M.Idris dalam sambutannya menegaskan bahwa pada pelatihan ini tidak ada peserta yang diprioritaskan. Dia juga berharap peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan niat yang jelas sehingga setelah keluar dari BLK bisa mendapatkan pengetahuan, keterampilan sesuai yang diharapkan.

Sementara itu, Wakil Bupati Wajo H. Amran SE, yang menjadi narasumber menyampaikan bahwa Kabupaten Wajo memiliki banyak potensi seperti di bidang pengairan, pertanian, perindustrian, maupun di bidang keterampilan namun dibalik potensi yang dimiliki ternyata masih banyak masyarakat yang tergolong miskin dan penyebab utamanya karena tidak mempunyai pekerjaan.

Ini memang menjadi perhatian serius terkhusus bagi Pemerintah Kabupaten Wajo, Pemerintahan Kabupaten Wajo sendiri dalam visi-misinya telah mencanangkan program 10.000 wirausahawan baru, maka untuk mewujudkan hal tersebut salah satunya melalui pelatihan berbasis kompetensi seperti ini.

“Kepada peserta setelah mengikuti pelatihan BLK ini, kami harapkan mampu berusaha sendiri, mampu mendapatkan pekerjaan, mampu membuka usaha sendiri, bahkan diharapkan mampu mempekerjakan orang lain di lingkungan sekitarnya sebagaimana yang sering disampaikan Bupati Wajo dalam visi-misinya,” harap H. Amran, SE.

(Humas Pemkab Wajo)

Cangkul dan Sekop Jadi Senjata Satgas TMMD Kodim 0911/Nunukan

Nunukan (Kaltara)-Alat manual dalam pembangunan jembatan tak menyurutkan anggota TNI dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-105di Desa Lapri Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan.

Menggunakan cangkul dan sekop anggota Kodim 0911/Nunukan mengaduk pasir yang di campur dengan semen guna pembuatan jembatan.  Adapun anggota TNI tersebut dibantu warga Desa Lapri guna menyelesaikan pekerjaan  pembuatan jembatan.

Diketahui di Desa Lapri tengah dilakukan pengerjaan jembatan dan jalan yang kini memasuki proses pengecoran
Jembatan tersebut bakal menjadi penyambung antara dua Desa Lapri dan Seberang.

Meskipun tanpa alat berat dalam pembuatannya, namun para pekerja tetap semangat menyelesaikan pekerjaan yang ditargetkan rampung sebelum 08 Agustus mendatang.

Serka Erwin, satu di antara Satgas TMMD, Rabu (17/7/19) menerangkan, sebagai anggota TNI sudah terbiasa melakukan tugas berat, dimana ia harus menghadapi segala medan.

“Lelah pasti, karena prajurit juga manusia, tapi karena bergotong royong bersama warga dan rekan-rekan lainnya, pekerja jadi ringan,” paparnya. (Pendim 0911 NNK/Red)

Antusias Masyarakat Sebatik Bahu-Membahu Membantu Mengerjakan Sasaran TMMD

NUNUKAN (Kaltara) – Tujuan dilakukannya Komunikasi Sosial (Komsos) dengan Masyarakat yaitu untuk mempererat tali silaturahmi dengan Masyarakat. Serta menyamakan persepsi serta kerjasama yang erat dalam rangka mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat. “Sebagai seorang anggota TNI , kami harus bisa membangun komunikasi yang kuat dan erat dengan masyarakat dimanapun kita berada. Dengan begitu kehadiran kita akan diterima oleh masyarakat dan semakin meningkatkan Kemanunggalan TNI dengan rakyat,” kata Sertu Tomas, Rabu (16/07).

Selain itu, tujuan dilakukannya komunikasi sosial juga untuk mendekatkan Anggota Satgas TMMD dengan warga masyarakat, guna menumbuhkan hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. “Kegiatan TMMD juga bisa sebagai wahana untuk melakukan giat monitoring wilayah. Disamping itu, dengan melakukan komunikasi langsung dengan masyarakat kita akan mengetahui keluh kesah masyarakat,” tandasnya.

Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wilayah Perbatasan ke 105 Kodim 0911/Nunukan telah memasuki minggu ke dua. Semakin hari, semakin banyak kesadaran masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan TMMD. Masyarakat berbondong-bondong bahu-membahu membantu mengerjakan sasaran. “Pak Tentara saja semangat apalagi kami, terima kasih kami Kepada TNI, khususnya Kodim 0911/Nunukan yang telah membangun desa kami” Kata Pak Rudiansyah warga Desa Lapri. (Pendim 0911 NNK/Red)