Kapolres Bone AKBP Try Handako Wijaya putra S.IK.MH lindungi Diri lindungi negeri Dengan selalu memakai masker








Bone-Berandankrinews.com
Kembali merebaknya Covid-19 , di kabupaten Bone setelah ditemukan lagi puluhan ASN Yang reaktif Juga Setelah operasi penegakan Yustisi Oleh Team Satuan gugus Covid-19 Sabtu malam 19-09-2020
Foto Anggota DPD APKAN RI kab Bone saat Ketua umumnya ada Dibone beberapa waktu yang lalu.

Di cafe cafe dalam kota Watampone , Kapolres Bone AKBP Try Handako Wijaya putra S.Ik.MH Tak henti hentinya menghimbau Warga masyarakat untuk menggunakan Masker dan Tak berkumpul lewat sosialisasi Yang dilakukan para Kapolsek dan bhabinkamtibmas jajarannya diwilayah hukum Masing Masing

“MASKERKU adalah keselamatanmu MASKERMU adalah keselamatanku”LINDUNGI diri LINDUNGI negeri

Lanjut,Semua Ini gencar kami lakukan agar menjadi edukasi bagi warga masyarakat Bone khususnya dan Indonesia pada umumnya. Senin,21-09-2020

Dihubungi Via WhatsApp pribadinya ,Try Handako sangat mengharapkan peran serta masyarakat dan elemen lainnya untuk berperang melawan Penyebaran Covid-19 di tengah kehidupan normal baru” pungkasnya”

Sudirman 48 tahun Ketua salah satu LSM Nasional DPD kabupaten Bone propinsi Sulawesi Selatan, Sangat mengapresiasi Apa Yang Terus digalakkan oleh Kapolres Bone bersama jajarannya , Ketua DPD APKAN RI Kab Bone Ini Juga menyampaikan ke warga masyarakat yang ditemuinya Agar mengikuti Anjuran Dari Pemerintah dan kepolisian Republik untuk keselamatan bersama Tutupnya

Surianto 38 tahun,warga desa talungeng kecamatan Barebbo sangat mendukung positif apa yang Sedang gencarnya dilakukan Kapolres Bone bersama jajarannya

Iwan Hammer

Libatkan TNI-POLRI support Great Camping Angkatan ke VII tahun 2020, Ketua umum dan ketua panitia pelaksana KGC Ucapkan Terimah kasih








Bone-berandankrinews.com
Great Camping Kopabone Angkatan ke VII tahun 2020 Yang berlangsung Sejak tanggal 14-15 materi kelas Yang dilaksanakan di Cafe padi jln Reformasi kelurahan Bulutempe Tanete Riattang barat dan Juga Rabu,16-09-2020
Dikantor SAR Pos Bone Materi Refling SAR and Rescue


Tanggal 17- 20-09-2020 (Materi lapangan ) Yang pelaksanaan di empat kecamatan mulai dari desa lemoape kecamatan Palakka , kecamatan Barebbo, kecamatan Cina dan desa pattimpa kecamatan Ponre


Materi lapangan Meliputi
1.Mental Ideologi (MI)
2.Mounteneering
3.pionering
4.Survival
5.kearifan Lokal
6.persiapan perjalanan Alam terbuka
7. Navigasi
8.pengukuhan


Peserta yang berhasil lolos dalam great Camping Ini ,terdiri dari
6 orang laki laki dan 4 orang perempuan , Serta 7 orang Panitia pelaksana Yang Memang ditunjuk khusus untuk menangani Bidang pengkaderan

kegiatan ini sukses terlaksana berkat dukungan Semua Pihak
Pemkab Bone, Kapolres Bone,Dandim 1407/ Bone , ketua DPRD kab Bone, Kadis perkimtan kab Bone,Kepala Basarnas Pos Bone Beserta jajarannya , Ketua PSMTI Bone, DPD APKAN RI kab Bone ,dan Juga Media partner Berandankrinews.com
Alakomai.com
LintasLima
Topikinformasi.com


Peserta menuju ke lokasi start dari kantor Brimob Yon C Pelopor Bone karena diangkut menggunakan Truk Brimob dan dilepas langsung Oleh Danyon C pelopor Bone ,Kompol Nur Ichsan S.Sos.kamis,17-09-2020 pagi 9.30 wita

Tiba di desa lemoape tepatnya di sungai lajjoro peserta mendapatkan Materi Navigasi dan pionering langsung dari instruktur PP Bonepal Yang sengaja diundang Oleh Panitia pelaksana sebelum melanjutkan perjalanan menyusuri gunung dan bukit di kecamatan Palakka

Kamis Malam 17-09-2020 pukul 22.30 wita peserta Dan Panitia tiba didesa Congko kecamatan Palakka dan langsung memasang tenda sebagai base Camp pertama untuk pengaplikasian Materi kelas Menjadi materi lapangan

Jumat Dini hari 18-09-2020 pukul 3.30 Wita peserta mengaplikasikan materi Survival Atau Tehnik Bertahan Hidup dialam bebas , dilanjutkan navigasi pada Sore hari pukul 17.00 Wita Hingga pukul 19.30 ,lalu peserta great Camping melanjutkan Materi mental ideologi dan kearifan lokal sampai pukul 22.30 Wita , kemudian peserta diistirahatkan untuk persiapan melanjutkan perjalanan Besoknya menuju Desa pattimpa kecamatan Ponre

Perjalanan menuju Desa pattimpa kecamatan Ponre dari desa Bacu kecamatan Barebbo memakan waktu kurang Lebih 4 Jam sebelum akhirnya Masuk di Desa ajangpulu kecamatan Cina dan peserta kembali melanjutkan perjalanan ke Desa pattimpa Yang membutuhkan waktu sekitar 1 jam Setengah hingga tiba di puncak Lima jari pada pukul 17.30 wita

Peserta langsung memasak untuk persiapan makan malam
Setelah selesai makan malam Para peserta dikumpulkan untuk menceritakan kesan dan pesannya selama mengikuti great Camping angkatan ke VII Kopabone tahun 2020 Ini

Satu persatu peserta naik menceritakan kesan dan pesannya dihadapan 10 orang Senior Yang sebelumnya Hanya 7 menemani peserta dari etape pertama sampai etape terakhir, dipuncak Lima jari dewan pembina Kopabone ,Andi Baso mappasissi dan Andi Singkerru Rukka SE .MM menjemput peserta untuk pengukuhan Minggu Dinihari sebelum kembali Kerumah Masing Masing

Selesai pengukuhan Oleh dewan pembina Kopabone peserta great Camping bersiap siap untuk kembali Kerumah di jemput dua kendaraan Dinas Kodim 1407/ Bone

Dandim 1407/ Bone
Letkol Kav Budiman sangat mengapresiasi kegiatan positif Pemuda dalam great Camping Kopabone Angkatan ke VII Ini , karena untuk Lebih mengenalkan kembali ideologi Pancasila kepada para peserta ,

Dandim Juga tetap menghimbau kepada Panitia pelaksana Agar tetap menjaga protokol kesehatan , Menjaga jarak,memakai masker dan tidak berkerumun Serta Menjaga kebersihan

Afril 28 tahun Salah satu peserta Dari Team perempuan menuturkan kami Masuk great Camping Ini selain untuk menambah ilmu pengetahuan tentang kepencinta Alaman Juga menambah persaudaraan

dan terbukti selama pelaksanaan great Camping Ini , Saya Banyak mendapatkan, Saudara dan bertambah Teman Serta ilmu Yang tidak pernah saya dapatkan di bangku sekolah pungkasnya

Musmulyadi Spd
Ketua umum Kopabone
Didampingi ketua panitia pelaksana Adrian Perdana mengucapkan terima kasih kepada semua Pihak Yang mensupport Great Camping Kopabone Ini.

Pemkab Bone, Ketua DPRD kab Bone, Irwandi Burhan SH Kapolres Bone AKBP Try Handako Wijaya putra Sik, Dandim 1407/Bone ,Letkol kav Budiman,Danyon C Pelopor Bone,Kompol Nur Ichsan S.Sos,Kadis perkimtan Kab Bone , Ketua PSMTI Kab Bone, Ketua DPD APKAN RI kab Bone ..dan semua pihak yang terlibat sehingga kegiatan ini , sukses terlaksana.

Bunga dan interaksi Sosial Yang terpuruk







Catatan Pinggir:
Bahtiar Parenrengi

Kini musim bunga, kata sahabat saya saat menikmati kopi+jalangkote, di Kedai 191. Itu memiliki arti bahwa kita dalam kondisi baik-baik saja. Kondisi dimana, kita tetap menikmati suasana yang penuh keakraban.

Bunga adalah simbol, yang oleh banyak orang mengartikan sebagai simbol ungkapan cinta. Memberi bunga tentu sebagai ungkapan bathin yang tulus.

Ketulusan hati memang sangat diharapkan. Ketulusan hati membuat hati tenang. Tenang dalam bersikap dan berinteraksi sosial

Corona merebak, bunga pun mekar dimana2. Musim bunga kata sahabat saya. Karena bunga bisa membuat adem dan romantis.

Para pengagumnya,
Bunga memiliki filosofi yang cukup banyak. Diantaranya, Tidak Over Akting.

Bunga mengajarkan manusia untuk tidak pura-pura. Bunga akan tetap harum walaupun tidak mengatakan dirinya bunga. Wangi atau harum Bunga akan tetap terendus atau tercium meskipun tidak kibas-kibaskan dirinya.

Begitulah seharusnya manusia menjalani hidupnya. Tidak usah over akting mengatakan aku begini, aku begitu. Kalau memang harum, pastilah tercium aromanya.

Bunga,sering menjadi nama bagi seseorang.Tentu menjadi sebuah harapan yang baik,ketika orang tua memberi nama tersebut. Seperti Bunga Citra Lestari, Bunga Ros, Bunga Tang dan nama bunga lainnya.

Harapan tentu besar, bahwa anak perempuan yang bernama bunga, hidupnya akan menjadi indah. Harum mewangi dan menjadi perhatian banyak orang. Itulah harapan.

Namun, Bunga dalam Hindu memiliki dua fungsi utama. Yang pertama bunga sebagai simbol Tuhan (Siwa) atau Sang Hyang Widhy Wasa.

Kemudian yang kedua adalah sebagai sarana persembahan. Bunga sebagai simbul Tuhan diletakkan di ujung cakupan tangan pada saat menyembah dan sesudahnya bunga tersebut diletakkan di atas kepala atau disumpingkan di telinga. Bunga sebagai sarana persembahan maka bunga dipakai mengisi sesajen.

Islam tentu tak melarang kita untuk memelihara bunga. Gunanya, tentu bukan untuk sesajian dalam peribadatan. Karena setiap agama, memiliki tata cara peribadatan. Memiliki norma dalam beribadah.

Bunga, kini lagi musim. Bisalah menjadi obat tak kala imun tak menentu. Bisa menjadi penenang bathin saat mendengarkan penderita covid 19 semakin melonjak.

Musim bunga, tentu bisa menjadi daya pendorong untuk saling sapa, saling berinteraksi satu sama lainnya. Karena covid 19 telah mengobrak abrik tali silaturrahmi. Interaksi sosial terbatas dan perekonomian sangat berimbas.

Bunga,Buatlah hatimu menjadi berbunga-bunga.Buatlah pikiranmu menjadi teduh, adem, sehingga selalu berpikir kreativ dan berpikir sehat.


Karena bunga, bukan hanya membuat pekarangan menjadi lebih cantik, akan tetapi dapat memberikan nilai sosial dan dapat mempererat hubungan antar anggota keluarga. Paling tidak, bisa menjadi solusi interaksi sosial yang terpuruk. Semoga.

Kopabone Great Camping Hadirkan Dr H Andi singkerru Rukka SE.MH ,Bawa materi Kearifan lokal









Bone-berandankrinews.com
Memasuki Hari ke dua materi kelas yang di gelar kopabone di cafe padi lantai Atas jln Reformasi kelurahan Macanang Tanete Riattang barat kab Bone Sulawesi Selatan, Selasa 15-09-2020

Dr.H.Andi Singkerru Rukka SE.MH diundang langsung Oleh ketua panitia pelaksana Adrian perdana untuk membawakan Materi tentang kearifan lokal dihadapan peserta dan panitia pelaksana, Andi Singke Yang Juga merupakan dewan pembina Kopabone sekaligus salah satu Senior dari perkumpulan Pemuda Bone pecinta Alam (PP Bonepal)

Dalam pemaparannya , Andi singke Banyak memberikan masukan positif kepada peserta dan Panitia terkait kearifan lokal bagaimana kondisi bone saat Ini , dan mengharapkan peserta yang ikut dalam materinya Agar sadar untuk ikut membantu pemerintah dalam pembangunan , bukan ikut merusak alam

Peserta sangat Antusias mengikuti materi yang dibawakan Oleh Andi Singke Karena sedikit diselingi dengan guyonan guyonan Yang kritis namun membangun, great camping kopabone angkatan ke VII Ini Akan berlangsung selama Satu Minggu dari tanggal 14-09-2020 sampai tanggal 20-09-2020, materi kelas empat hari dan materi lapangan selama 3 hari

Adapun materi kelas yang diberikan kepada peserta
-Persiapan perjalanan Alam terbuka
-mounteneering
-pioneering
-kearifan Lokal
-Navigasi
-keorganisasian
-SAR AND RESCUE
-Rock Climbing

Materi lapangan pengaplikasian
Apa Yang dipelajari dalam materi kelas
Jelas Adrian perdana Ketua Panitia pelaksana ke awak media dikonfirmasi Via WhatsApp pribadinya

Jaga Imun jaga iman








Catatan Pinggir:
Bahtiar Parenrengi

Bone-berandankrinews.com
Semenjak Covid 19 mewabah, kita selalu diliputi rasa was-was. Seolah hidup kita berada dibawah garis ketakutan. Begitulah cerita seorang sahabat saat menikmati kopi disalah satu warung kopi.

Pola hidup kita spontan berubah. Selalu kepikiran terpapar dan terkucilkan. Begitupan keseharian kita, terus berusaha cuci tangan, pakai hand sanitizer, jaga jarak dan bahkan hindari jabat tangan.

Dalam keseharian, setiap bertemu dengan para sahabat atau seseorang, selalu saja tangan kita terjabat erat. Bahkan peluk cipika cipiki sering terjadi.

Kini menjadi lain. Semua itu menjadi terbatas. Menjadi terpaksa, kalau itu terjadi. Tangan mulai tak terjabat erat. Mulut tertutup rapat oleh masker dan kita terkadang saling mencurigai (carrier virus).

Jaga imun, setiap saat kita dengarkan himbauan tersebut. Jaga ketahanan tubuh. Kondisi tubuh menurun bisa dengan gampang terjangkit penyakit.

Jagalah ketahanan tubuhmu. Minum vitamin dan tetap konsumsi makanan yang bergizi. Tak heran, jika berbagai minuman energi atau minuman dengan vitamin yang tinggi terkadamg menjadi langka.

Harga pun ikut melonjak, ibarat harga masker dan berbagai Alat Pelindung Diri/ APD saat virus Covid 19 mulai menyerang.

Jagalah imun jaga diri. Sebab setelah sempat dinyatakan sezo, kasus positif kembali nongol. Bahkan kian bergejolak.

Yang paling mengejutkan, virus yang telah banyak memakan korban jiwa ini telah memasuki areal perkantoran. Banyak Aparat Sipil Negara (ASN) yang terpapar.

Sungguh mengejutkan. Dan kembali kita merasakan rasa was-was yang tak terkira.
Jaga imun. Semoga terus terjaga. Sebab imun lahir dari suasana batin yang terkendali. Imun bisa terjaga ketika konsumsi gizi yang cukup seimbang.

Jaga imun jaga iman. Begitulah colekan sahabat di warung kopi. Menjaga imun tak harus melupakan ajaran keIlahian. Sebab dengan menjaga komunikasi keimanan, akan mengantar kita pada kehidupan yang seimbang.

Jaga imun jaga iman. Karena keimanan ada keseimbangan hidup, ”Sesungguhnya, orang yang beriman kepada Allah itu adalah orang yang hatinya senantiasa ingat (berzikir) kepada Allah. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, bergetarlah hatinya dan bertambahlah keimanannya.”

Jagalah hati jangan kau kotori
Seperti pesan lagu Aa Gym:
Bila hati kian lapang, hidup sempit tetap senang
Walau kesulitan datang, dihadapi dengan tenang
Tapi bila hati sempit, segalanya makin rumit
Seakan hidup terhimpit, lahir batin terasa sakit

Olehnya itu, kita harus sadari bahwa Covid-19 tidak hanya menyangkut persoalan medis, namun sudah menjadi persoalan yang multidimensi termasuk menyentuh bahasan komunikasi. Dan ketika komunikasi salah, niscaya akan membuat efek yang tidak sedikit. Jaga imun jagalah imanmu

BP