Team Gabungan Resmob Polda Sulsel,Polres Maros Dan Polres Wajo Amankan pemilik puluhan Senjata Dan Amunisi ilegal Yang hendak dikirim keluar Daerah Dibandara Sultan Hasanuddin


Makassar Polda Sulsel Berandankrinews.com Press release
Penangkapan Ini berdasarkan Laporan polisi.

I. DASAR : 1. LPA / 01 /II / 2020 / Res Maros / Sek Bandara, Tanggal 14 Februari 2020; 2. LPA / 24 / II / 2020 / Sulsel / Res Wajo, Tanggal 16 Februari 2020.

II. TEMPAT DAN WAKTU KEJADIAN (Kab. Maros) : Hari Jum’at tanggal 14 Februari 2020, sekira Pukul 09.45 WITA, di Ruangan Air Cargo Terminal Supervisor RA Cargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Kab. Maros.

III. KRONOLOGIS PENANGKAPAN :
Bahwa adapun berawal pada hari jum’at tanggal 14 Februari 2020 sekitar pukul 09.45 Wita,
Anggota Resmob Polda Sulsel mendapatkan informasi bahwa pada saat PT.Pos Indonesia memasukkan Kargo dengan kode SMU 888-34520732 dimasukkan ke dalam X-RAY,

petugas mencurigai paket tersebut sehingga memerintahkan petugas ekspedisi PT. Pos Indonesia untuk membuka paket dan ditemukan didalamnya berisi barang yang duga senjata api rakitan yang dibungkus dengan aluminium voil yang disisipkan pada ikan kering;1 Menindak lanjuti Informasi tersebut diatas,

kemudian Kanit Resmob Polda Sulsel KOMPOL EDY SABHARA MB,S.I.K. memerintahkan Anggota Resmob Polda Sulsel untuk melakukan Penyelidikan di TKP yang dimaksud, sehingga pada Pukul 11.00 Wita Anggota Resmob Polda Sulsel bersama Anggota Polres Maros menuju TKP dan mengamankan Barang Bukti berupa: a. 1 (satu) pucuk senjata api rakitan jenis revolper cold S&W special; b. 1 (satu) Pucuk senpi PTB 100 H schmidt osthem/rhoen Cal 6 mm MOD 5a c. 1 (satu) Pucuk senjata Softgun MP-654 K Cal 4,5 mm no T12009990 d. 1 (satu) buah cember senapan PCP beserta laras e. 3 (tiga) buah botol the hijau merk YANG TEA f. 3 (tiga) saset tester the hijau merk YANGTEA g.1 (satu) kantong ikan asing kering h.1 (satu) lembar struk pengiriman kantor pos nomor 135933244 Dan setelah Barang bukti diamankan Selanjutnya menyelidiki asal usul paket kiriman tersebut sehingga pada pukul 19.00 Wita Anggota Resmob Polda Sulsel bersama Polres Maros menuju Kabupaten Wajo (Sengkang) guna melakukan lidik terhadap terduga atas nama pengirim paket yang berisikan senjata api rakitan tersebut;

IV. TEMPAT DAN WAKTU KEJADIAN (Kab. Siwa) :Hari sabtu tanggal 15 Februari 2020, sekira Pukul 14.00 WITA, di Jl. Mister maudu Kel.Teddaopu Kec.Tempe Kab. Wajo

Bahwa adapun pada hari sabtu tanggal 15 Februari 2020 sekira Pukul 07.58 Wita Anggota Gabungan mengamankan terduga atas nama pengirim paket yakni ASRIYANI, perempuan S.Sos. Umur : 51 tahun Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Alamat Jl.Sawerigading RT 002/ RW 002 Kel. Attakae Kec. Tempe Kab. Wajo lalu Kemudian membawa yang bersangkutan ke Polres Wajo guna penyelidikan lebih lanjut dan

Berdasarkan Hasil Interogasi Saudari ASRIYANI, oleh anggota Tim gabungan melakukan pengembangan dan mengamankan terduga pelaku Nama CHAIRIL ANWAR Umur : 39 tahun Pekerjaan Bengkel Las Alamat Jl. Stasiun Kel.Teddaopu Kec. Tempe Kab. Wajo

Selanjutnya saudara CHAIRIL ANWAR diminta untuk menunjukkan tempat merakit senjata api yang diduga sebagai tempat penyimpanan senpi rakitan dan melakukan penggeledahan terhadap Bengkel yang diduga adalah HOME INDUSTRY SENJATA RAKITAN dan menemukan berbagai macam senjata (senapan angin) dan amunisi aktif berupa;

1.2 (Dua)Pucuk Senjata api rakitan laras panjang 2.12 (Dua belas) Pucuk Senapan angin laras panjang 3. 1 (Satu) Pucuk Senjata api rakitan laras pendek 4.3 (Tiga) Pucuk Senjata api rakitan laras pendek masih proses pengerjaan 5. 1 (Satu) buah magazine 6. 136 (Seratus tiga puluh enam) butir kaliber 2,2 mm 7. 56 (Lima puluh enam) butir Amunisi kaliber 5,6 mm 8. 17 (Tujuh belas) butir amunisi caliber 2,2 mm (peluru hampa) 9. 29 (Dua puluh sembilan) selongsong peluru caliber 2,2 mm 10. 7 (Tujuh) butir amunisi kaliber 3,8 mm 11. 1 (satu) butir kaliber 9,9 mm

Pelaku diamankan Di mapolda Sulsel untuk pengembangan penyidikan Pungkas”Kabid Humas Polda Sulsel ,Kombespol Tompo Ibrahim Dalam Rilisnya ke Media ini .

Sumber Humas Polda Sulsel

Komite keselamatan Jurnalis mengecam Pemidanaan Jurnalis HarianSoloRaya Com ,Muh Asrul Dengan Pasal ujaran Kebencian

Berandankrinews.com
Komite Keselamatan Jurnalis Mengecam Pemidanaan Terhadap Jurnalis
HARIANSOLORAYA.COM – Muhammad Asrul dengan pasal ujaran kebencian Pasal 28 ayat 2 UU ITE jo. Pasal 156 KUHP dan pasal perbuatan menimbulkan keonaran Pasal 14 dan 15 UU Nomer 1 Tahun 1946. Kasus ini seharusnya diselesaikan dengan mekanisme sengketa pers sesuai dengan Nota Kesepahaman Dewan Pers dan Kapolri dan UU Pers.

“Pemidanaan ini menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers di Indonesia. Sengketa pers sudah selayaknya diselesaikan dengan mekanisme UU Pers. Karena itu, Komite Keselamatan Jurnalis mendesak polisi segera membebaskan Asrul atas kasus ini.

Kapolri juga perlu mengevaluasi anggota polisi yang menangani kasus ini karena tidak bisa membedakan kasus sengketa pers dengan kasus lainnya,” ujar Koordinator Komite Keselamatan Jurnalis Sasmito Madrim.
“Dan jika ada kasus-kasus yang tidak berkaitan dengan UU Pers, silakan saja diproses dengan menggunakan UU lain. Bukan sebaliknya mengkriminalisasi karya jurnalistiknya.”

Pada 14 Juni 2019, Muhammad Asrul diadukan ke polisi dengan aduan pencemaran nama baik oleh Farid Karim Judas karena tiga berita dugaan korupsi yang dituliskannya di media online berita.news pada 10, 24, dan 25 Mei 2019.

Tiga tulisan yang dipermasalahkan itu berjudul “Putra Mahkota Palopo Diduga “Dalang” Korupsi PLTMH dan Keripik Zaro Rp11 M”, tertanggal 10 Mei 2019, “Aroma Korupsi Revitalisasi Lapangan Pancasila Palopo Diduga Seret Farid Judas” tertanggal 24 Mei 2019, dan “Jilid II Korupsi jalan Lingkar Barat Rp5 M, Sinyal Penyidik Untuk Farid Judas?” tertanggal 25 Mei 2019.

Sekitar bulan Juli 2019, Asrul mendapat surat panggilan dari penyidik dan Asrul kemudian memberikan klarifikasi bahwa kasus yang menjeratnya adalah kasus pers yang seharusnya melalui mekanisme sengketa pers sesuai dengan Pasal 1, 5, 11, dan 15 UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.Lalu tidak ada tindak lanjut.
Hak Jawab Sudah Diberikan, Tetap Dipolisikan

Pada 4 November 2019, Kuasa Hukum Farid Kasim Judas mengirimkan surat somasi berupa permintaan hak jawab dan permintaan maaf oleh media Berita News terkait berita yang memuat tentang dirinya. Hak jawab tersebut dimuat di portal Berita News pada 6 November 2019.
Namun, pemuatan Hak Jawab yang sebenarnya merupakan bagian dari penyelesaian sengketa pers sebagaimana diatur oleh UU Pers, ternyata dianggap tidak cukup.

Pada 17 Desember 2019, Farid Kasim Judas membuat aduan yang tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LPB / 465/ XII / 2019 / SPKT. Polisi pun segera menindaklanjuti laporan itu dengan penangkapan, sesuatu yang amat berlebihan.

Pada 29 Januari 2020 pukul 13.05 WITA Muhammad Asrul dijemput paksa dari rumahnya oleh kepolisian. Selanjutnya ia dibawa ke Polda Sulawesi Selatan untuk dimintai keterangan tanpa didampingi oleh penasihat hukum. Muhammad Asrul mulai diperiksa dan menjalani BAP oleh penyidik sejak pukul 15.30 WITA sampai 20.30 WITA.

Namun,begitu selesai menjalani BAP, Muhammad Asrul tidak diperbolehkan pulang.Ia langsung ditahan di Rutan Mapolda Sulsel tanpa pemberitahuan kepada pihak keluarga ataupun pihak Berita News sejak 30 Januari 2020. Barulah pada 31 Januari 2020 keluar Surat Pemberitahuan Penahanan Nomor B/70/I/2020/Ditreskrimsus untuk Muhammad Asrul yang ditujukan kepada keluarga.
“Kasus ini menambah daftar panjang kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia.

Padahal kita tahu kemerdekaan pers merupakan syarat mutlat untuk mendorong pemerintahan yang bersih,bebas dari korupsi. Tapi bagaimana ini bisa tercapai jika produk-produk jurnalisme dikriminalisasi,” tambah Sasmito.
Sasmito juga mengatakan hal ini akan membuat indeks kemerdekaan pers Indonesia semakin terpuruk. Reporters Without Borders (RSF) menempatkan Indonesia di peringkat, di bawah Timor Leste dan Malaysia.

Berdasarkan kronologi dan kondisi tersebut, Komite Keselamatan Jurnalis menilai kasus ini merupakan sengketa pers yang seharusnya mengikuti mekanisme penyelesaian sesuai Nota Kesepahaman Dewan Pers dan Kapolri.Kriminalisasi terhadap Asrul dengan menggunakan UU ITE merupakan preseden buruk dan memperpanjang daftar penyalahgunaan UU ITE untuk menjerat jurnalis dalam karya-karyanya sekaligus mengancam sikap kritis warga terhadap dugaan kasus korupsi.

Atas perkara tersebut, KKJ menyatakan hal sebagai berikut :
1.Menuntut agar Polda Sulsel segera membebaskan Muhammad Asrul dan menghentikan perkara ini.
2.Mendesak agar perkara ini dibawa ke Dewan Pers dan menyelesaikannya dengan mekanisme sengketa pers, bukan dengan menggunakan pasal-pasal karet dalam UU ITE.
3.Meminta agar pemerintah segera merevisi pasal karet UU ITE yang rawan digunakan untuk mengkriminalisasi jurnalis, terutama media daring.
4.Menyarankan agar semua pihak menghentikan penggunaan pasal-pasal karet dalam UU ITE untuk menjerat kebebasan berekspresi, termasuk kebebasan pers,melalui media daring dan media sosial.

Tentang Komite Keselamatan Jurnalis
Komite Keselamatan Jurnalis dideklarasikan di Jakarta, 5 April 2019. Komite beranggotakan 10 organisasi pers dan organisasi masyarakat sipil, yaitu; Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, SAFEnet, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI),Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI),Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMI), Amnesty International Indonesia, Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI),Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Narahubung :
Direktur LBH Pers,Ade Wahyudin, (0857.7323.8190)
Safenet: 08119223375 (hotline)
Koordinator Bidang Advokasi AMSI, Nuruddin Lazuardi, (0812.8002.990)

Dikutip, Demi Menyuarakan Jurnalis,

Dr Alimahsun Atmo biomed: Sombong Dan kepenguasan Bukan pakaian Manusia


Jakarta-Berandankrinews.com
Ali Mahsun Atmo – Dilan Ali Atmo – Nila Ali Atmo Dilapak PKL BAKSO Dibilangan Kota Bogor Jawa Barat Sabtu 15 Februari 2020

Alhamdulillah wasyukurillah lahaula walaquwwata illabillaahil aliyil adhiim
Semua yang ada apapun dan seberapapun besar dan kekuatannya adalah dari Sang Maha Jaiz Gusti Alloh.

Sombong bukan pakaian manusia
Penguasaan bukan pakaian manusia
Jauhkan kesombongan
Jauhkan kepenguasaan
Jalani hukum alam semesta
Sejahterakan kehidupan berkeadilan




Media center APKLI Gumregah Nusantara

Yang konvensional berjubel pembeli

Jakarta-Berandankrinews.com
Martabak Bangka Legendaris Gang Aut Dibilangan Kota Bogor Jawa Barat pembelinya Berjubel dan antri panjang. Sungguh sangat konvensional jauh dari sentuhan kemajuan teknologi. Dengan pakai ARANG sebagai sumber api matangkan martabak Bangka Legendaris yang dijual Kakek ACOY, 78 tahun sejak tahun 1975. Rasanya sungguh NIKMAT ALAMI.

“Mempertahankan konvensionalitas ternyata tidak serta Merta kehilangan pelanggan atau gulung tikar. Namun sebaliknya, karakter kuat dan kokoh menjadi MAGNET BESAR bagi rakyat dan masyarakat.Bangsa yang besar adalah bangsa yang merawat lestarikan dan mewujudkan warisan sejarah bangsanya’.

Selamat dan sukses
Hari Kebangkitan PKL Untuk Indonesia VIII
15 Februari 2012 – 2020

Foto diambil di Lapak Martabak Bangka Legendaris Gang Aut Bilangan Kota Bogor Jawa Barat Sabtu 15 Feb 2020.

MEDIA CENTER APKLI GUMREGAH NUSANTARA

Lumpia basah dari Dan oleh Rakyat untuk bangsa

Berandankrinews.com
Jakarta

Lumpia Basah
Jajanan Rakyat
Harganya murah
Terjangkau rakyat
Nikmatnya tak terkira

Lumpia Basah
Dijual Dilapak Rakyat
Pemutar roda ekonomi rakyat
Mata pencarian kehidupan rakyat
Juga biaya sekolah generasi penerus bangsa

Lumpia Basah
Dari dan oleh rakyat untuk rakyat
Dari dan oleh rakyat untuk bangsa
Dari dan oleh rakyat untuk negeri
Dari dan oleh rakyat untuk merah putih

Lumpia Basah
Membeli berarti peduli ke rakyat
Membeli berarti peduli ke bangsa
Membeli berarti peduli ke negeri
Membeli berarti peduli ke merah putih

Ayo Jajan Dilapak Rakyat
Untuk rakyat
Untuk bangsa
Untuk negeri
Untuk merah putih.

Selamat dan sukses
Hari Kebangkitan PKL Untuk Indonesia VIII
15 Februari 2012 – 2020

Kita mampu asal Mau !!!

GUMREGAH NUSANTARA

Foto diambil Dilapak PKL Lumpia Basah Dibilangan Kota Bogor Jawa Barat
Sabtu 15/2/2020

MEDIA CENTER APKLI GUMREGAH NUSANTARA