Ciptakan Generasi Gemar Membaca, Peltu Chandra Ajak Anak Desa Belajar Bersama

NUNUKAN – Dalam pelasanaan Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) selain sasaran Fisik berupa pembangunan insfrastruktur juga ada sasaran non fisik berupa, bakti sosial, pelayanan kesehatan dan lain sebagainya. Dalam pelaksanaan program TMMD ke-108 Kodim 0911/Nnk yang berlokasi di Desa Makmur dan Desa Sanur Kecamatan Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan Satgas TMMD berikan pelajaran pada anak-anak untuk mengulang pelajaran mereka sebelumnya, dikarenakan selama pandemi covid-19 ini anak-anak sekolah diliburkan, Kamis (09/07/2020).

Peltu Candra Bati Bhakti TNI Kodim 0911/Nnk pada siang tadi, meluangkan waktu untuk memberikan dan membimbing anak-anak Desa untuk belajar bersama di Kotis Satgas TMMD ke-108.

Peltu Candra mengatakan “Untuk mengisi waktu senggang dan meningkatkan minat belajar pada anak-anak khususnya dimasa pandemi ini. Gemar membaca, sehingga anak-anak belajar dirumah itu seperti suatu hal yang sangat dibutuhkan. Maka dari itu disini kami bersama mengulas pelajaran sekolah kembali dan menggiatkkan untuk gemar membaca.” ujarnya.

Walaupun pekerjaan dalam membangun sasaran fisik dalam proses pengerjaan. Satgas TMMD juga melaksanakan kegiatan belajar sambil bermain ini dilakukan untuk mengajarkan hal-hal positif kepada masyarakat dan juga anak-anak setempat.

Pendim 0911/Nnk

Ormas PEJABAT Menggelar Diskusi Publik Tentang Bahaya Komunis

Berandankrinews.com — Jakarta — Ormas PEJABAT (Pengacara Jawara Bela Umat) sangat prihatin dengan kondisi negara saat ini karena faham komunis mulai bangkit. Adanya beberapa UU disinyalir mendukung kebangkitan komunis di Indonesia.

Ormas PEJABAT menyelenggarakan diskusi publik, mengangkat tema,” Komunisme dalam Perspektif Agama dan Pancasila” diselenggarakan di sebuah resto di Buncit –Jakarta Selatan, Sabtu, (11/07/2020) bertujuan untuk sosialisasi pada masyarakat tentang bahaya komunis sekaligus silaturahim bersama dewan pembina, dewan penasehat, para pengurus DPP, DPW, DPC beserta segenap anggota. Dihadiri juga oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat serta beberapa LSM diantaranya Laskar Merah Putih, Pemuda Pancamarga, Pemuda Pancasila, LDII, Kibas, Forkabi dan lain-lain. Peserta yang hadir sekitar 200 orang.

Hadir sebagai pembicara KH. Alkhatat, KH.Tubagus Abdul Rahman Anwar salah satu pendiri FPI serta Kepala Kesbangpol DKI Jakarta Taufan Bachri.

Ketua Umum PEJABAT, H. Eka Jaya mengatakan, “Kami menyelenggarakan diskusi publik agar lebih maksimal dalam menyampaikan pada masyarakat tentang bahaya komunis dalam aspek agama dan pancasila. Intinya jika mereka coba membangunkan lagi paham komunisme maka kita sebagai warga negara Indonesia yang berketuhanan yang maha esa berlandaskan pancasila harus waspada dan wajib menolaknya. Diskusi ini diharapkan memberi informasi kepada masyarakat luas agar kita semakin kokoh dan kuat menjaga persatuan dan kesatuan. Kita wajib menjaga NKRI dan pancasila dari rongrongan kaum separatis”.

“Ormas pejabat kami deklarasikan pada tanggal 03/11/2019, meskipun baru terbentuk kami harapkan menjadi wadah silaturahim/pemersatu antar tokoh agama, tokoh masyarakat, para pemuda untuk menjaga dan merawat NKRI, pancasila dan menolak RUU HIP atau yang akan diubah menjadi RUU PIP,” tegas H. Eka.

Hal senada disampaikan pula oleh Rahmadsyah Kabid OKK DPP PEJABAT, “RUUP HIP kami tolak bukan hanya dari ormas PEJABAT namun berbagai elemen masyarakat juga menolaknya, jika pembahasan ini dipaksakan atau dilanjutkan berpotensi menimbulkan kontroversi yang kontra produktif serta memicu perdebatan dan polemik”.

“Diskusi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan keras RUU HIP karena hanya untuk melemahkan pancasila. Pancasila sudah final jangan sampai bergeser fungsinya. Kami rela mati untuk mempertahankan keutuhan NKRI,” tutur Rahmad penuh semangat.

Di akhir diskusi H. Eka Jaya menyampaikan terima kasih untuk seluruh pembicara, pengurus, peserta serta pihak-pihak yang mendukung acara ini sehingga acara berlangsung sukses.
(fri)

Kasad Tutup Pendidikan Taruna dan Taruni Akmil Tingkat IV

MAGELANG – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa memimpin upacara Penutupan Pendidikan & Wisuda Sarjana Taruna / Taruni Tingkat IV Akademi Militer TA 2019/2020 kemarin pagi (Senin 6 Juli 2020) di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

Demikian disampaikan Kadispenad Brigjen TNI Nefra Firdaus yang hadir di tengah acara tersebut.

Kadispenad menerangkan bahwa Taruna dan Taruni Akmil semuanya berjumlah 254 orang, terdiri dari 234 Taruna dan 20 Taruni. Upacara di Lapangan Pancasila Akademi Militer itu juga dihadiri sebagian orang tua Taruna dan Taruni. Setelah Upacara Tupdik, di tempat yang sama dilanjutkan dengan acara wisuda sarjana dan sumpah prajurit.

Ada yang berbeda dalam upacara penutupan pendidikan tahun ini daripada tahun sebelumnya. Seluruh peserta upacara dan para Taruna dan Taruni menggunakan masker.

Pada penganugerahan penghargaan Adhi Makayasa dan Anindya Wiratama, Taruna dan Taruni penerima penghargaan mengalungkan sendiri penghargaan yang diterimanya dan mengambil piagam penghargaannya di atas meja. Hal ini dikarenakan untuk mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Pada upacara penutupan pendidikan, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan ucapan selamat kepada seluruh Taruna dan Taruni Tingkat IV (Sermatutar) yang telah menyelesaikan pendidikan selama empat tahun dengan baik. Selanjutnya mereka berhak menyandang gelar Sarjana Terapan Pertahanan S.Tr (Han).

“Kasad juga menyampaikan ucapan selamat kepada lulusan terbaik Taruna (Putra) yang mendapatkan piagam dan medali penghargaan Adhi Makayasa yang diraih oleh Sermatutar Angga Andhika Yudha, dan juga penghargaan Anindya Wiratama kepada lulusan terbaik Taruni (Putri) yang diraih oleh Sermatutar Heny Puspitasari,” ujar Nefra.

Lanjut Nefra, semua penghargaan tersebut adalah bentuk pengakuan atas kerja keras dan potensi diri yang telah ditunjukkan para Taruna selama pendidikan.

” Pimpinan TNI AD (Kasad) juga berharap agar prestasi yang telah diraih dapat terus dikembangkan dalam berkarier sebagai perwira TNI AD nantinya, ” ucap Alumni Akademi Militer tahun 1992 itu.

Kasad juga meminta kepada seluruh Taruna dan Taruni agar terus belajar dan berlatih, mengembangkan kemampuannya masing-masing menjadi perwira yang profesional dan pemimpin TNI AD yang kelak dapat diandalkan dan siap ditempatkan di satuan-satuan TNI AD yang menjadi prioritas baik satuan tempur, satuan bantuan tempur dan satuan bantuan administrasi yang tersebar di seluruh wilayah NKRI.

Lulusan Akademi Militer tahun ini terbagi dalam 10 ( sepuluh) korps kecabangan di TNI AD, antara lain kecabangan Infanteri 116 Taruna; Kavaleri 24 Taruna; Armed 19 Taruna; Arhanud 20 Taruna; Zeni 25 Taruna 2 Taruni; Penerbad 13 Taruna 3 Taruni; Bekang 7 Taruna 6 Taruni; Perhubungan 3 Taruna 2 Taruni; Peralatan 2 Taruna 2 Taruni; Polisi Militer 5 Taruna 5 Taruni.

”Selamat bertugas kepada para perwira muda TNI Angkatan Darat tahun 2020,” pungkas Kadispenad mengutip pernyataan Kasad.

Rangkaian kegiatan upacara itu, dimeriahkan Playpass dan Display GSCL (Genderang Suling Caka Lokananta) disertai peragaan defile taruna dan taruni tingkat IV yang disaksikan oleh Kasad beserta undangan lainnya.

Setelah upacara penutupan, para Taruna dan Taruni yang menyelesaikan pendidikan diberikan kesempatan untuk bertemu dengan para orangtua yang telah menunggu di sekitar lapangan upacara. Rasa bahagia dan haru tumpah ruah di lapangan upacara. Kasad berkesempatan menemui para orangtua Taruna dan Taruni di lapangan, dan juga menemui dan menghibur para Taruna dan Taruni yang orangtua mereka belum dapat hadir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pangkostrad, Dankodiklat TNI AD, Danjen Akademi TNI, Gubernur Akmil, Para Danpuscab, para pejabat teras di lingkungan TNI AD, Pejabat Distribusi Akademi Militer dan Para Gumil, Dosen, Pengasuh dan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Hetty Andika Perkasa, serta 1142 Taruna dan Taruni Tingkat I,II,III dan IV.

(Dispenad).

Kasad Dampingi Menhan RI Kunjungan Kerja ke Akademi Militer

JAKARTA, – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa melaksanakan kunjungan kerja di Akademi Militer (Akmil) Magelang dalam rangka memberikan pengarahan kepada Taruna dan Taruni Akademi Militer.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Nefra Firdaus, yang turut hadir mendampingi dalam rilisnya, Jumat (3/7/2020).

Kedatangan Menhan RI beserta rombongan disambut oleh Gubernur Akmil Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan langsung menuju ke Kesehatan Akmil untuk meresmikan Rumah Sakit TK IV Soebianto Djojohadikoesoemo dan sarana E-Learning System yang dimiliki oleh Akmil.

Kadispenad mengatakan, setelah meresmikan Rumah Sakit yang merupakan peningkatan status dari Poliklinik Kesehatan Akmil, selanjutnya Menhan RI berkesempatan memberikan pengarahan kepada 1142 Taruna dan Taruni Tingkat I, II, III dan IV di Gedung Lily Rochli.

Dikatakan Kadispenad, saat ini Akademi Militer juga mulai memperkenalkan metode E-Learning sebagai sarana edukasi bagi para Taruna melalui fasilitas internet sehingga dengan metode ini diharapkan para Taruna dapat belajar tidak hanya di dalam kelas, namun juga dapat dilakukan saat di luar kelas atau belajar secara mandiri.

“ Menhan RI berpesan kepada para Taruna Taruni Akmil sebagai generasi penerus dan cikal bakal Pimpinan TNI AD di masa mendatang untuk selalu menyiapkan diri dengan perkembangan situasi saat ini dan juga selalu cinta tanah air.

Para generasi penerus TNI harus selalu menjaga semangat pantang menyerah. Sikap-sikap kepahlawanan dari para Pahlawan bangsa membuat TNI disegani oleh bangsa lain. Menhan RI juga memberikan pesan bahwa pengalaman paling baik yang membantu karier para penerus pimpinan TNI-AD adalah menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan dalam setiap pelaksanaan tugas,” tandas Nefra.

Turut hadir dalam acara pengarahan tersebut antara lain Para Pejabat Utama Kemenhan RI, Pangdam IV/ Dip, Aspers Kasad dan Para Pejabat Utama Akademi Militer.

Setelah memberikan pengarahan kepada para Taruna Taruni Akmil, Menhan RI didampingi Kasad beserta rombongan melanjutkan kegiatan kunjungan kerja ke SMA Taruna Nusantara sekaligus meninjau fasilitas pendidikan yang dimiliki oleh SMA Taruna Nusantara Magelang.

(Dispenad).

Bimtek Pemutakhiran Data Pemilih Menandai Awal, Kerja-Kerja Cerdas PPDP


Kepulauan Selayar – Agenda bimbingan tekhnis (bimtek) data pemilih, pilkada serentak, tingkat PPK, digelar divisi data, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, bertempat, di Arini Kuliner Salsa coffee, jalan poros Parappa, Kelurahan Putabangung, Kecamatan Bontoharu, pada hari, Minggu, (05/07) pagi.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar, Nandar Jamaluddin, mengungkapkan, “pelaksanaan agenda bimbingan tekhnis ini, sangat urgent dan penting dalam kerangka untuk mengfinalkan dan menjamin validasi data pemilih sebelum hari, H pemilihan bakal calon bupati dan wakil bupati Kepulauan Selayar yang dijadwalkan, akan berlangsung, pada hari, Rabu, (9/12) mendatang”.

Pernyataan ini diutarakan Nandar, mengawali rangkaian sambutan, pada pembukaan, kegiatan bimtek pemutakhiran data pemilih (PDP) yang melibatkan seluruh komponen panitia pemilihan kecamatan se daratan dan kepulauan Selayar.

Pelaksanaan bimtek ini diakuinya, sekaligus menandai akan dimulainya, kerja-kerja yang lebih serius, untuk mengawal seluruh rangkaian proses, dan pelaksanaan tahapan pemutakhiran data pemilih (PDP) yang kemudian, akan ‘dieksekusi’ oleh panitia pemungutan suara (PPS) dengan bantuan kerjasama, panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP) dalam bentuk pelaksanaan coklit,

Forum bimtek, dimaksudkan sebagai wahana untuk membangun kesamaan pandangan, dan persepsi, tentang regulasi yang memback up kegiatan pemutakhiran data pemilih. Lebih lanjut, Nandar mengingatkan seluruh komponen penyelenggara, untuk terus mendalami dan memahami secara detail, hal-hal yang bersifat tekhnis, kaitannya, dengan regulasi tahapan, pemutakhiran data pemilih (PDP).

Dinamika pemutakhiran data pemilih, hampir dipastikan, tidak akan berbeda jauh dengan dinamika yang berkembang pada penyelenggaraan tahapan verifikasi faktual (verfak). Jika sebelumnya, tahapan verifikasi faktual (verfak) dilaksanakan, untuk memastikan, data, dan pilihan pendukung, bakal pasangan calon (bapaslon).

Maka warna yang sedikit berbeda, akan menyertai tahapan pemutakhiran data pemilih (PDP) di mana, panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP), akan bekerja untuk memastikan, dan menvalidkan data pemilih, untuk selanjutnya, akan difinalkan dalam bentuk daftar pemilih tetap (DPT).
Pesan moral, untuk tetap menjaga solidaritas, kebersamaan, integritas, dan professionalisme penyelenggara, disampaikannya, hadapan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi-Selatan, yang diwakili oleh Uslimin, dalam kapasitasnya, sebagai, koordinator wilayah (korwil) Kabupaten Kepulauan Selayar.

Seluruh komponen penyelenggara pilkada diharapkan untuk tetap kompak, serta senantiasa memelihara pola kerja professional, dan tertib. Integritas, independensi, idealisme, netralitas dan professionalisme penyelenggara merupakan sebuah hal yang sangat penting untuk dijaga dalam konteks kepemiluan.

Karena sungguhpun, keahlian penyelenggara telah teruji, melalui kecakapan, dan kemampuan mengolah, serta menvalidasi data. Namun kemudian, idealisme, dan netralitas, tercoreng, atau bahkan ‘tergadai’ maka itu masa saja dengan nol dan bahkan, bukan sebuah hal yang mustahil, KPU dalam konteks kelembagaan, terancam akan kehilangan pamor atau kepercayaan di masyaraka, pungkasnya mengakhiri rangkaian sambutan.

( Fadli Sarif )