PMII STIA PRIMA Bone Gandeng BNNK dalam dialog Kepemudaan tema Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan upaya pencegahannya

BONE – Narkotika dan sejenisnya merupakan zat berbahaya bagi kesehatan manusia dan penyalahgunaan Narkoba sudah merambah kemana-mana diseluruh penjuru indonesia maupun dunia saat ini.

Namun hal ini merupakan tantangan besar bagi Pemerintah, Kepolisian dan BNN serta seluruh warga masyarakat Indonesia dalam upaya pencegahannya penyalagunaan narkoba.

PMII STIA Prima bersama BNNK bone mengadakan dialog kepemudahan pada jam 20. 00- 22.00 Wib, yang bertempat di Soul Cafe Jalan Dr.Wahidin Sudiro Husodo macanang Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, Rabu(16/10/2019).

Kegiatan Dialog Kepemudaan ini dengan mengusung tema ” Bahaya Penyalahgunaan Narkoba bagi Generasi Muda dan Upaya Pencegahannya”

Dialog Kepemudaan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun PMII ( Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) STIA Prima Bone. Suasana Dialog ini berlangsung dengan penuh interaktif antara peserta dan narasumber yang begitu miris dengan masalah penyalahgunaan Narkoba. Karena penyalahgunaan Narkoba saat ini
banyak melibatkan Generasi muda sekarang terutama pada mahasiswa.

Adapun beberapa Narasumber yang hadir dalam dialog tersebut terdiri dari Kepala BNNK Bone Ismail Husain, SH.,MH Kasat Narkoba AKP. Zaki, S.IK Tokoh Pemuda Aktivis Penggiat Lsm Fadlis, S. Pdi. Dialog kepemudaan ini dihadiri 72 orang yang merupakan Perwakilan dari organisasi Kemahasiswaan Sekabupaten Bone.

Gencarnya BNNK BONE Melakukan Sosialisasi P4GN, disemua elemen, instansi pemerintah, TNI, Polri,sekolah sekolah lembaga kepemudaan,dan para PKL serta warga masyarakat Agar harapan untuk menjadikan Bone bersinar segera terwujud Tantang, ungkap AKBP Ismail Husain SH MH kepala BNN Kabupaten Bone Kepada awak media ini melalui sambungan whatsap pribadinya.

Irwan N Raju
Ka biro Sulsel

Wabup Faridil Inspeksi Penyiapan Kantor UPT Dinas Perhubungan di Sebatik

SEBATIK– Wakil Bupati Nunukan H. Faridil Murad beserta rombongan melakukan kunjungan kerjanya di Wilayah Sebatik dalam rangka meninjau kantor Unit PelaksanaTeknis (UPT) Dinas Perhubungan Sebatik yang baru, Rabu (16/10).

Bangunan yang dibangun sejak tahun 2015 ini akan dimanfaatkan kegunaannya oleh UPT Dishub Sebatik. H. Faridil pada bulan Juni lalu juga menyempatkan meninjau bangunan tersebut, memerintahkan kepada Dinas Perhubungan untuk memanfaatkan bangunan itu sehingga bangunan tersebut tidak hancur begitu saja.

Setelah tiga bulan kemudian Wabup kembali melakukan inspeksi meninjau bangunan kantor tersebut. Saat dilakukan inspeksi kemarin, terlihat bangunan dan halamannya sudah bersih dan menggambarkan suasana perkantoran dan sudah jauh berbeda dengan kondisi saat ditinjau tiga bulan lalu.

Saat dilakukan monitoring kemarin, pengerjaan gedung masih terlihat, terdengar suara alat berat yang sedang teraktifitas guna mengupayakan bangunan tersebut siap ditempati.

Dalam kunjungan dan monitoringnya ini, Wabup ingin memastikan bangunan tersebut dapat benar benar di tempati dan dimanfaatkan, dan H. Faridil juga meminta supaya bangunan tersebut di rawat dan dipelihara.

Wabup Faridil juga berharap didepan bangunan supaya di tanami pohon pohon penyejuk, agar kantor tersebut tidak gersang dan orang yang bekerja di dalamnya betah untuk bekerja karena ruangannya tidak panas.

“ Agar bangunannya enak ditempati, kalian harus menanam pohon pohon di depannya, di samping itu sejuk juga perasaan kalau banyak pohon penghijau di depan bangunan,” ungkap H. Faridil. (Humas)

Kawasan Integrated Farming system sebagai tempat Belajar para petani Wajo

WAJO – Pelatihan Pertanian terpadu atau pelatihan petani milenial tingkat kabupaten Wajo di Uraiyang Kecamatan Majauleng, Rabu 16 Oktober 2019 dibuka oleh Bupati Wajo.

Dimana dalam acara ini dilakukan pelatihan dan Diklat kepada anak muda dan petani petani untuk melakukan pembelajaran pertanian terpadu dengan menghadirkan kepala Balai pengkajian pertanian Sulawesi Selatan sebagai nara sumber dengan memberikan pembelajaran dan pengetahuan tentang pertanian kepada peserta diklat dan Pelatihan Pertanian hari ini.

Adapun leading sektor dari acara ini adalah Dinas Tanaman Pangan, Peternakan dan Hortikultura yang dikepalai oleh Ir. Muhammad Azhar.

Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si meminta kepada honorer yang punya kemampuan untuk mendaftar di pertanian terpadu, daripada waktunya di kantor cuma terbuang percuma, lebih baik dipergunakan di pertanian terpadu yang jelas-jelas bisa menghasilkan.

“Acara pelatihan petani milenial tingkat Kabupaten Wajo ini akan memberikan bekal perubahan, untuk merubah mindshet dalam bertani, Kenapa orang lain bisa berkembang bahkan negara disekitar kita bisa, sedangkan potensi-potensi kita di Wajo ini luar biasa,” ungkap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

Dan dikatakan kalau Panen jagung di daerah Belawa dan Pammana, kalau panen raya disana, seperti di tengah laut tidak ada ujungnya, artinya kalau bisa hadirkan teknologi, dihadirkan semangat kerja keras, pasti akan mendapatkan sesuatu yang besar yang tadinya hanya 6 ton sehingga bisa jadi 8 ton, baru-baru ini dicoba di Belawa di Desa Sappa hasilnya menjadi 12 ton.

“Rata-rata 9 ton saja di Wajo dengan lahan yang kurang lebih 100.000 hektar, kira-kira berapa triliun uang yang berputar di Wajo, dari tanaman padi saja, dan gambaran kita di Wajo 100.000 Hektar baru 30% yang beririgasi teknis termasuk pompanisasi,” harap Bupati Wajo.

“Saya punya mimpi dan semangat, menginginkan 5 tahun ke depan ini dua kali lipat produksi pertanian kita, makanya ini dibuat di kawasan pertanian terpadu, Bagaimana kita menyemangati saling berbagi ilmu, kawasan ini kurang lebih 10 hektar, kita jadikan kawasan integrated farming system sesuai janji kami, bukan cuma di uraiyan saja tapi ini akan hadir di desa-desa yang ada kawasannya seperti ini,” Bupati Wajo menambahkan.

Dan dikatakan kalau mudah-mudahan masyarakat yang punya lahan 5 hektar, 10 hektar dan ada yang sampai 200 hektar kalau diintegrasi dengan pertanian terpadu seperti sekarang ini, ada ternak ada perikanannya, dan budidaya airnya dijadikan budidaya tanaman dan Perikanan, sehingga ini bisa jadi dua kali lipat.

Dikatakan bahwa dari 100.000 hektar sawah di Wajo, sudah menghasilkan 800.000 Ton, dan ini baru 30% yang beririgasi teknis, kalau dibalik menjadi 70% beririgasi teknis Insya Allah hasilnya akan berlipat-lipat kali lagi.

“Insya Allah kita akan fungsikan nanti Waduk Paselloreng dan ini Bisa bertambah mengairi sawah kita 8.000 hektar, dan sekarang ini kita ajukan di Balai Besar Pompengan untuk mengangkat air dari Danau Tempe, yang airnya hanya terbuang percuma di Teluk Bone, sehingga kalau dinaikkan di Bulu Cepo, ini bisa mengairi 20.000 hektar sawah di Kecamatan Majauleng, Kecamatan Takkalalla, Kecamatan bola dan Kecamatan Penrang yang tadinya hanya merupakan sawah tadah hujan,” jelas Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

“Bahkan diskusi kami dengan tim percepatan kalau di atur musim tanamnya bisa sampai 40.000 hektar sawah yang diairi, Karena airnya melimpah, airnya cukup banyak belum lagi kalau banyak kantong kantong air, jadi tinggal hadirkan teknologinya,” Bupati Wajo menambahkan.

Bupati Wajo juga mengajak untuk samakan persepsi, bahwa di potensi perkebunan ini luar biasa banyak yang bisa didapatkan, apalagi kalau dipadukan dengan pertanian terpadu, Bupati Wajo juga punya mimpi kalau Wajo bukan hanya lumbung pangan tetapi juga ingin jadikan Wajo menjadi lumbung daging, dimana Bangsalae sudah dipersiapkan jadi karangtina hewan ternak dan akan jadikan tol laut untuk bisa mengangkut ternak keluar daerah nantinya.

“Dan bagaimana kita dapatkan pembiayaan tentunya kita akan gotong royong, saya akan ajak pengusaha-pengusaha lokal maupun investor dari luar dan dari Kementrian,” ungkap Bupati Wajo.

Dijelaskan juga kalau baru-baru ini sudah ada 3.200 ayam kampung super sebagai bantuan dan masing-masing nantinya 50 ekor ayam diperuntukkan untuk rumah tangga miskin sehingga bisa jadi rumah tangga Mandiri nantinya, rumah tangga yang berubah kehidupannya yang tadinya hanya 50 ekor bisa meningkat menjadi 100 ekor bahkan sampai 200 ekor lebih.

“Kita akan bantu yang serius, yang mau kerja keras, tidak mungkin ada orang yang berhasil kalau tidak kerja keras, jangan bermimpi, olehnya itu melalui diklat ini manfaatkan waktu sebaik mungkin, kalau perlu adik-adik yang mengikuti acara ini langsung untuk diterapkan,” tegas Bupati Wajo.

“Kita ingin mencetak 10.000 entrepreneur dan bukan cuma di bidang kuliner dan perdagangan, tapi kita bisa masuk di Hulu dengan pertanian juga dan di hilir pertanian, kita akan bangun BUMD dan BUMDES kita, kerjasama dengan Bulog, adik adik semua bisa mengelola uang banyak yang tadinya hanya menjadi mendampingi petani saja,”jelas Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

Dan dikatakan kalau Ini untuk membangun spirit, jaringan kerja, Insya Allah ada guru-guru besar dan pakar-pakar yang akan memberikan ilmunya dan bisa langsung diterapkan, sekarang ini dia berjuang untuk mencari lahan dan kalau perlu semua lahan-lahan yang tidur yang tidak ada pemiliknya dan yang ada pemiliknya untuk dihubungi pemiliknya kalau memang ada, kita buat pembenihan.

“Ada Kementerian Pertanian yang bisa membantu kita, disana banyak sekali program yang tidak nyambung ke bawah dan ketika kita siap, kalau kita punya SDM, sudah siap juga jaringan kita, demikian juga stakeholder kita Insya Allah semuanya akan dapat teratasi,” harap Bupati Wajo.

“Olehnya itu melalui diklat ini, saya berharap bisa menghasilkan petani-petani yang unggul memiliki sumber daya yang inovatif dan kreatif, terima kasih kepada para narasumber kepala Balai pengkajian teknologi pertanian Sulawesi Selatan yang menggelontorkan programnya serta ilmunya dan membina anak-anak dan petani petani kita,” Bupati Wajo menambahkan.

Sehingga nantinya bisa mencapai visi yang dia mimpikan yaitu menghadirkan Pemerintah yang amanah menuju Wajo yang maju dan sejahtera, maju pertaniannya, maju perekonomiannya, infrastruktur dan lain-lainnya dan dia akan perbaiki jalan, yang tentunya akan meningkatkan perekonomian masyarakat petani, kalau jalanan jelek pasti petani-petaninya juga terkena imbasnya.

Hadir pada acara ini Kepala Balai pengkajian teknologi pertanian Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Abdul syukur Syarief , Prof.Dr. Ir. Shaleh, M.Si, Dr. Abdul Fattah, MS, Sri Hartini, SP dari Kementerian Pertanian , Dandim 1406 Wajo, Polres Wajo, Danramil, Camat Majauleng, Kepala Dinas Tanamana Pangan, Peternakan dan Hortikultura Kab. Wajo bersama jajarannya, Ketua KTNA, Ketua Kelompok Tani, Para Petani Milineal.

( Humas Pemkab Wajo )

Petani kedelai Tanasitolo panen raya, ini harapan Bupati Wajo

WAJO – Acara panen kedelai di Kecamatan Tanasitolo dihadiri Bupati Wajo. Dalam sambutannya Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa hujan yang lama dinantikan masyarakat sudah datang,Rabu(16/10/2019).

“Allhamdulillah dengan kegembiraan dan harapan membangun Wajo dengan pertanian kita dan tadi barusan kita panen kedelai di kawasan Danau Tempe, Alhamdulillah kita sangat bersyukur karena apa yang jadi angan angan kita sudah terbuka lebar,” ungkap Bupati Wajo.

“Dengan peluang ini, apalagi kita didampingi oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, sehingga kita hadirkan pertanian kita dengan teknologi yang maju dan cepat yang lebih berkualitas karena pertanian itu selalu berkembang minimal tiga aspek, semakin besar produksinya yang tadinya hanya sekitar 2 ton menjadi dua kali lipat tentu kualitasnya juga, supaya nanti kita bisa dapat standar harga yang bagus agar petaninya lebih sejahtera,” kata Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

Dan dikatakan kalau kemudian tentu juga ini lebih cepat, tentu ada teknologinya untuk mempercepat tanaman ini, dan dicarikan ilmunya karena segala sesuatu di muka bumi ini ada ilmunya, makanya petani yang selalu ingin maju mereka selalu punya Inovasi dan berinisiasi,tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan kalau ada yang cari benih unggul supaya nanti carinya di Wajo, Bupati Wajo ingin ada brandingnya, nanti Pak Prof. yang pikirkan bagaimana caranya supaya bisa punya branding, masa Wajo dikenal sebagai penghasil beras terbanyak dan terbesar di Sulawesi Selatan, tapi Kabupaten lain yang terkenal.

“Makanya pernah kami kumpulkan semua pengusaha-pengusaha penggilingan dan Kepala Perbankan untuk cari masalahnya agar potensi ini kita kerahkan, agar potensi pendapatan masyarakat kita ujung-ujungnya untuk sejahterakan petani kita,” kata Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

“Tentunna ko tomassgena maneng, masagena toi balancae, ajana toli Sikoca Si ko engka si ko cappu, tentu maressakki,” tambah Bupati Wajo dalam dialeg Bahasa Bugis.

Dikatakan juga kalau kuncinya adalah kerja keras, kerja cerdas dan inilah kerja cerdas masyarakat, ada kepala balai, ada pak Prof yang bisa membantu, jangan kerja kerja sembarangan dan berikutnya adalah kerja ikhlas, supaya tidak jadi beban, kalau ke sawah tentu ingin sehat, jadi kerja keras dan kerja ikhlas sangat diperlukan.

“Kita akan membackup petani-petani kita, dengan program resi gudang, kita akan membackup harga-harga produk petani kita, supaya petani nyaman dalam bekerja dan kami sudah tegaskan dan tugaskan ke Perdagangan dan yang terkait dengan itu, kita hadirkan resi gudang untuk melindungi petani petani kita, agar petani betul-betul menikmati hasil kerja keringatnya dan hasil kerja kerasnya,” harap Bupati Wajo.

“Besok kami akan diundang Universitas Gajah Mada untuk jadi pembicara terkait dengan pengembangan ulat sutra, dan menjadi salah satu narasumber, saya mau nanti di Wajo punya indukan telur Sutra sendiri, jadi tidak tergantung lagi dengan negara Cina dan kita bikin sendiri,” Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menambahkan.

Juga dikatakan kalau Bapak Gubernur akan menyiapkan laboratoriumnya, dan kita akan membuat indukan telur sendiri tanpa impor lagi dari negara Cina karena semua pengusaha pengusaha Sutra di Wajo, ketika ditanya pasti persoalannya tentang bahan baku.

Kadis Tanaman Pangan, Peternakan dan Hortikultura Ir. Muhammad Azhar ketika dikonfirmasi dalam acara ini menyampaikan bahwa dia bersama Forkopimda, Kepala Balai Pengkajian teknologi Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan sekarang ini, dan sangat bersyukur melihat potensi kedelai yang ada di wilayah Kabupaten Wajo.

“Saya kira ini bisa dikembangkan, apalagi kita akan menjadikan penangkaran, kedepannya tentu kita akan melihat lagi potensi potensi lain dengan program SERASI Selamatkan Rawa dan Sejahterakan Petani, Insya Allah semua ini bisa berkembang, dimana ada Jagung, Padi dan lain sebagainya apa lagi di sini kelihatan Kacang Hijau, Cabe dan banyak lagi potensi-potensi pertanian yang ada di masyarakat kita,” Ungkap Ir. Muh. Ashar.

Hadir dalam acara ini kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, Prof.Dr. Ir. Yunus Musa , M.Si dari Rektor Pertanian Unhas, Bapak Dandim 1406 Wajo, Kepala Dinas Tanaman Pangan Peternakan dan Hortikultura, Sekcam Tanasitolo, Lurah Tanasitolo, Kelompok tani yang ada di lingkungan Cenranae dan Tancung dan Kelompok-kelompok muda petani milenial.

( Humas Pemkab Wajo )

Sempat Tiga tahun DPO sembunyi Di Malaysia Setelah menganiaya Ibu kandungnya keok ditangan Kapolsek Palakka

BONE – Dipimpin langsung Kapolsek Palakka Iptu Jamaluddin SH,bersama personilnya mengamankan Syamsuddin Ora Alias ngenre 33 tahun, pekerjaan tidak ada, alamat desa bainang ,Rabu (16/10/2019).

sekira Pkl. 23.30 wita bertempat di Desa Bainang Kec. Palakka Kabupaten Bone, karena kasus penganiayaan yang pernah dilakukan terhadap ibu kandungnya sendiri. Sesuai laporan laporan Polisi No :LP /06/VI /2016 Res Bone /Sektor Palakka tertanggal 6 juni 2016.

Polisi mengamankan tersangka (Syamsuddin Alias Ora Bin Ngenre/33) dirumhnya.

Adapan identitas pelaku yang bernama Syamsuddin Alias Ora Bin Ngenre, 33 Tahun, pekerjaan tidak ada, alamat Desa Bainang Kecamatan Palakka Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan.

Adapun kronologis penangkapan Dari Hasil penyelidikan setelah diketahui pelaku sedang berada di rumahnya di Desa Bainang setelah 3 (tiga) tahun melarikan diri ke Negara Malaysia, Kapolsek bersama Personil Polsek Palakka menuju rumah pelaku dan menemukan pelaku sedang tidur di ruang tamu dan berhasil mengamankan pelaku tampa adanya perlawanan jelas Kapolsek Iptu Jamaluddin SH kepada media Berandankrinews.com Rabu (16/10/2019).

Pelaku pemukulan ibu kandungnya( Syamsuddin Alias Ora Bin Ngenre/33)

Dari Hasil introgasi sesaat setelah diamankan Pelaku mengakui semua perbuatannya yang mana telah melakukan tindak Pidana Penganiayaan terhadap ibu kandungnya dengan cara memukul menggunakan potongan kayu pada kedua betisnya sebanyak 3 (tiga) kali yang terjadi pada hari Jumat tanggal 03 Juni 2016 Pkl.11.00 wita.

Selanjutnya pelaku diamankan di Polsek Palakka guna proses hukum lebih lanjut ungkap perwira dua balok ini, yang baru satu bulan menjabat Kapolsek, sebelumnya Kanit Tipidter polres Bone, juga pernah lama diunit Buser.

Irwan N Raju
Ka biro Sulsel