Instrospeksi Diri, optimis, berpikir positif Dan Tidak melampaui keterbatasan

Bantul DIY-Berandankrinews.com
Itulah modal dasar GUMREGAH NUSANTARA.
Sebuah Kebangkitan Dari Segala Arah Penjuru, Dari Segala Sumber Daya dan Upaya Dilandasi Niat Tulus Ikhlas Dengan Hati Murni, Bersih dan Suci Demi dan Untuk Tegakkan Kembali Keadilan dan Kesejahteraan bagi Rakyat, Bangsa dan Segenap Mahluk Yang Ada Diseluruh Tanah Air Dalam Tempo Secepat-cepatnya Menggapai Terwujudnya Kejayaan Nusantara Kedua Abad XXI yang adil makmur dan adidaya.

Dalam upaya percepatan mewujudkan PANCA MISI BESAR GUMREGAH NUSANTARA segera hadir Badan Usaha Ekonomi GUMREGAH BAKTI NUSANTARA (GBN) dan PRIMER NASIONAL KOPERASI GUMREGAH NUSANTARA.
Kita mampu asal MAU!!!

Panca Misi Besar GUMREGAH NUSANTARA
1. Mendampingi Ekonomi Rakyat dari hulu hingga hilir.
2. Mendampingi Generasi Penerus Bangsa
3. Menghadirkan Tuhan Dengan Kedepankan Sikap Toleransi
4. Merawat Melestarikan dan Mewujudkan Segenap Warisan Leluhur Nusantara.
5. Menghadirkan keseimbangan keberadaan Tuhan, Rakyat,Alam Semesta dan Warisan Leluhur Nusantara Dalam Tata Kelola Bermasyarakat Berbangsa dan Bernegara.

Jakarta, Rabu, 5 Feb 2020.
Salam
GUMREGAH NUSANTARA

dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed.
Presiden GUMREGAH NUSANTARA

Media center APKLI Gumregah Nusantara

Bahaya Polisi mulai tangkapi netizen,Alumni Lemhanas , Pejabat Jangan baperan

Berandankrinews.com
KOPI, Jakarta – Lagi,seorang ibu rumah tangga ditangkap polisi di Bogor.Tidak tanggung-tanggung,IRT bernama Zakria Dzatil itu diseret dari Bogor ke Polrestabes Surabaya.Pasalnya, wanita yang sedang dalam masa menyusui anaknya ini diadukan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini,ke polisi dengan pasal penghinaan melalui media sosial. Alhasil,Zakria Dzatil harus menyusul korban UU ITE lainnya mendekam di balik jeruji besi.

Merespon hal tersebut, seorang alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, menyampaikan bahwa dirinya sungguh amat kecewa dengan sikap dan pola pikir, serta tingkah-laku kebanyakan pejabat di negeri ini. Menurut dia, seharusnya kritikan rakyat yang disampaikan,

Seberapapun keras dan brutalnya bahasa yang digunakan masyarakat,wajib diterima sebagai sesuatu yang positif dan menjadikannya sebagai energi dalam melaksakan tugasnya dengan lebih baik lagi.

“Saya benar-benar prihatin dan kecewa berat dengan cara pejabat-pejabat kita dalam merespon kritikan rakyatnya. Sungguh sesuatu yang diluar jangkauan nalar saya,mengapa mereka mau menjerumuskan diri untuk mengurusi hal-hal sepeleh seperti yang diunggah oleh netizen di Bogor itu.

Seyogyanya, Walikota Surabaya itu berterima kasih dan mengundang netizen tersebut, meminta usulan, saran, dan bantuan lainnya, agar si walikota itu lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya,” jelas Wilson Lalengke yang merupakan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia itu, Rabu, 5 Februari 2020.

Kepada pewarta media ini, Wilson menambahkan bahwa sebenarnya, para pejabat itu semestinya merasa malu ketika kritikan rakyat, walaupun itu terkesan seperti hinaan, dilawan dengan menggunakan ‘alat tangkap’ jeratan hukum. “Zakria Dzatil itu hanyalah seorang ibu rumah tangga, sama seperti rakyat kebanyakan lainnya.

Bukan lawan tanding Walikota Surabaya dan para pejabat negeri. Malu sangatlah mempermasalahkan hal-hal recehan begitu. Cari lawan tanding yang sebanding. Jangan merendahkan martabat Anda dengan menjerat-jerat rakyat kecil. Pakai tangan polisi lagi,” imbuh Wilson dengan nada menyesalkan tindakan pejabat yang main tangkap warga seenaknya.

Lulusan pasca sarjana Global Ethics dari Birmingham University Inggris ini juga menyayangkan jika para pejabat memiliki sensitivitas yang cenderung negatif dalam merespon fenomena di masyarakat. Menurut dia, pejabat memang perlu sensitif terhadap suara rakyat. Tapi harus sensitivitas positif.

“Setiap orang yang ditakdirkan untuk jadi pejabat publik, mereka harus sensitif terhadap kebutuhan rakyat. Untuk mengetahui apa yang diperlukan masyarakat, pejabat harus mendengarkan suara rakyat. Aspirasi warga itu tidak harus disampaikan dengan cara yang Anda sukai, bahkan lebih banyak disampaikan dengan cara yang kasar, menyakitkan, dan sering juga melecehkan si pejabat. Yaa, jangan baperan dong,

Anda sudah diberi makan oleh rakyat, hingga ke celana dalam Anda dibelikan rakyat, mengapa seenaknya pejabat gunakan tangan polisi untuk menangkapi rakyat karena celotehannya yang tidak enak didengar telinga?” jelas tokoh pers nasional yang getol membela wartawan dan netizen itu.

Di sisi lain, Wilson juga menyayangkan sikap pejabat Pemda Bogor yang membiarkan begitu saja warganya diseret ke Polrestabes Surabaya.“Delik penghinaan itu adalah pasal karet yang sangat subyektif. Pasal itu lebih berfungsi memuaskan rasa sakit hati dan dendam manusia yang tidak ada ukuran keadilan yang pasti.Sehingga hukum tentang UU ITE ini sangat tidak mungkin bisa menghasilkan keputusan yang adil. Untuk itu,

Sebagai rakyat Bogor,seharusnya Ibu Zakria mendapatkan pembelaan oleh Pemda Bogor dan Jawa Barat.Artinya, Pemda Bogor bertanggung jawab untuk membela warganya dari perlakuan tidak adil oleh pihak lain menggunakan pasal-pasal subyektif tadi,” urai Wilson yang juga menyelesaikan studi pasca sarjananya di bidang Applied Ethics di Utrecht University Belanda dan Linkoping University Swedia ini.

Selanjutnya, Wilson mengingatkan bahwa penangkapan dan pemenjaraan netizen akibat kicauan mereka di berbagai media sosial merupakan pelanggaran atas UUD 1945 dan TAP MPR No. 17 tahun 1998 tentang HAM.“Negara ini sudah kacau-balau dalam penerapan hukumnya. Sudah terang-benderang Pasal 28F UUD 1945 mengatakan ‘Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia’.

Tapi mengapa rakyat dikerangkeng ketika bersuara menyampaikan informasi menggunakan segala jenis saluran yang tersedia? Bagaimana logikanya UU ITE dan KUHPidana lebih tinggi dari UUD dan TAP MPR? Sudah tidak benar negara ini mengatur sistem hukumnya, struktur hukumnya terbolak-balik, sesuai kehendak penguasa dan aparat hukum saja,” jelas Wilson dengan mengutip isi pasal 28F UUD 1945.

Terakhir,sebagai seorang pendidik, Wilson mengatakan bahwa hakekatnya setiap pejabat dan para elit negara adalah guru yang akan digugu dan ditiru oleh segenap rakyat di negeri ini. “Sikap, pola pikir,dan perilaku para pejabat dan elit, serta tokoh masyarakat menjadi contoh bagi masyarakat dalam bersikap,berpola pikir, dan bertindak di lingkungannya masing-masing. Ketika pejabatanya baperan, yaa rakyatnya ikut baperan juga.

Pejabatnya suka tangkapi warga, rakyatnya doyan penjarakan tetangganya juga. Sikap arif, bijaksana, welas asih, dan gemar memaafkan, jauh dari kehidupan bangsa ini, karena pejabatnya memberikan contoh perilaku yang salah dan tidak bermoral,” pungkas Alumni Program Persahabatan Indonesia –Jepang Abad-21 tahun 2000 itu.

Sumber
(Wilson lalengke ketua umum PPWI )

Segera Hadirkan Putra putri Gumregah Desa/Kelurahan kawasan Ekonomi Strategis se-Jawa tengah

Berandankrinews.com
Putra dan Putri GUMREGAH Desa / Kelurahan,Kawasan Ekonomi Strategis dan Sentra Ekonomi Rakyat Se Jawa Tengah Segera HADIR

“GUMREGAH NUSANTARA, menurut saya merupakan SPIRIT BARU untuk kebangkitan di negeri kita.Untuk itu, saya dukung sepenuhnya untuk menjadi DAYA MAGNET yang sangat kuat dan besar.Segera saya siapkan kader kader handal,Putra dan Putri GUMREGAH NUSANTARA disetiap desa, kelurahan dan kawasan ekonomi strategis/sentra ekonomi rakyat se Jawa Tengah.

Juga saya akan set up Poliklinik Pratama GUMREGAH NUSANTARA, dan saya bertanggungjawab atas pembiayaan dan lainnya”,tegas DIMYATI (Pakai Blankon), Konsultan Pendampingan Desa / Kelurahan Se Jawa Tengah kepada Presiden GUMREGAH NUSANTARA dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed yang didanpingi Amril Nurman, SE, SH, MH, Suyanto, dan Gus Fahmi Dzulfiadi di Angkringan SAHABAT Salatiga Jawa Tengah Selasa Siang 4 Feb 2020.

“Sudah lama sekitar 7 tahun tidak berjumpa dengan Kang Dinyaiti. Silaturahmi saat ini insyaAllah membawa kemanfaatan bagi semuanya. Bagi rakyat dan masyarakat se-Jawa Tengah, juga bagi nusa dan bangsa se Nusantara. Untuk itu, saya tunggu secepatnya data-data Putra dan Putri

GUMREGAH NUSANTRA di setiap desa / kelurahan dan kawasan ekonomi strategis / sentra ekonomi rakyat se Jawa Tengah. Kebangkitan ekonomi rakyatlah yang menjadi juru selamat dan penghantar penggapaian terwujudnya kejayaan nusantara kedua abad XXI yang adil makmur dan adidaya. Ada dua Badan Usaha Ekonomi yang mengelolanya. Yaitu GUMREGAH BAKTI NUSANTARA dan Primer Nasional Koperasi GUMREGAH NUSANTARA. Kita mampu asal mau!!!,tutur Sahabat Lama DINYATI,dr.Ali Mahsun Atmo, M. Biomed yang kini emban amanah Presiden GUMREGAH NUSANTARA dan Ketua Umum DPP APKLI pada kesempatan yang sama.

Foto diambil didepan WARUNG SAHABAT SALATIGA JAWA TENGAH SELASA SORE 4 FEB 2020

Media center APKLI Gumregah Nusantara

Dipusat Kuliner Angkruksari kretek , Ketua umum DPP APKLI Anugerahkan Bupati Bantul DIY APKLI AWARD 2020

Nerandankrinews
Penganugerahan APKLI AWARD 2020 Kepada Bupati Bantul DIY Suharsono Oleh Ketua Umum DPP APKLI di Pusat Kuliner Angkruksari Kretek Bantul DIY Minggu Malam 2 Feb 2020

APKLI Award Tahun 2020 dianugerahkan merupakan penghargaan dan apresiasi APKLI atas jasa dan kepedulian nyata Bupati Bantul DIY Suharsono dalam penataan dan pemberdataan PKL tanpa mahar apapun. Namun CEKNYA harus diisi oleh Beliau, yaitu (1) Pusat Kuliner di 14 Kecamatan yang lain dari 17 Kecamatan Se-Bantul harus segera dibangun, dan, (2). Segera dilakukan Perjanjian Kerjasama antara Antara APKLI Bantul dan Dinas Perdagangan Kab. Bantul DIY. Ini sangat mendasar dan penting, tegas

Sambutan Ketua Umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed didanpingi Ketua dan Wasekjen OKK Amril Nurman, SE, SH, MH dan Suyanto, Departemen DPP APKLI Eko Susilo dan Jajaran DPD APKLI Bantul, Minggu Malam 2 Feb 2020 di Pusat Kuliner Angkruksari Kretek Bantul DIY.

Foto diambil Minggu Malam 2 Feb 2020 di Pusat Kuliner Angkruksari Kretek Bantul DIY.

Media center APKLI Gumregah Nusantara

21 peserta Cowok cewek Siap bertarung difinal DUPAR 2020 untuk Menjadi ujung tombak pariwisata kabupaten Soppeng


Berandankrinews.com
Sebanyak 21 Peserta Duta Wisata 2020 Soppeng Lolos Ke Grand Final,
Pemenang Akan Promosikan Wisata Daerah
Pemilihan Duta Wisata 2020 Kabupaten Soppeng sudah berlangsung beberapa tahapan dan sebanyak 21 peserta lolos ke Grand Final yang akan berkompetisi besok malam (6/5/2020) di taman Kalong kota Watansoppeng.

Peserta Duta Wisata 2020 Kabupaten di Soppeng ini adalah remaja yang berusia antara 16 hingga 26 tahun.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan Olahraga Kabupaten Soppeng H.Andi Unru Mappajanji,SH bahwa peserta Duta Wisata 2020 adalah Siswa-siswi tingkat SMU/SMK/MA se Kabupaten Soppeng, ungkapnya Rabu (5/2/2020).

Peserta tersebut terdiri dari 11 putra dan 10 putri yang masuk grand final, dan malam puncak pemilihan Duta Wisata Kab.Soppeng Tahun 2020 akan dilaksanakan di Taman Kalong tgl 6 Februari 2020 pukul.19.00 wita (besok,red),terang Andi Unru Kadis Pariwisata.

Ke 21 peserta tersebut sebelum tampil di Taman Kalong hari ini Rabu (5/2/2020) Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng memberikan materi yang di selenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga sebagai bekal untuk para peseta nantinya.

Ketu TP PKK Hj.Nurjannah Kaswadi pada kesempatan itu
mengatakan, Untuk menjadi orang yang sukses, hormatilah kedua orang tuamu, cintai dia,jangan pernah sakiti hatinya dan minta doa restunya,tutur Istri orang nomor satu di Kabupaten Soppeng ini.

Nj.Hj.Nurjannah, mengajak para peserta duta wisata untuk merubah pola pikir mereka terhadap orang tua, jika selama ini dalam pandangan kita orang tua hanyalah sebagai orang yang melahirkan dan berkewajiban menafkahi kita, kini saatnya kita sertakan dalam benak bahwa orang tua adalah surga yang harus kita raih, jelasnya.

Dihadapan para calon Duta Wisata Kabupaten Soppeng ,beliau mengingatkan setiap ingin melakukan sesuatu atau mengambil keputusan mintalah doa restu ibu, karena doa dan restunya adalah kunci dari kesuksesan kita. Diakhir sambutannya beliau berpesan untuk menampilkan penampilan terbaiknya, tetaplah berprestasi karena ini hanyalah kompetisi, perjuangan kalian masih panjang,maka teruslah belajar dan berkarya, pungkas Hj.Nurjannah.

Untuk diketahui para pemenang Pemilihan Duta Wisata diharapkan menjadi citra teladan generasi muda Indonesia yang dinamis, kreatif dan cerdas,juga menjadi ujung tombak Dinas Pariwisata dalam mempromosikan kepariwisataan Daerah.

(Herwan Iwo Soppeng)