Bertahun-Tahun Warga Dua Desa Rasakan Jalan Rusak dan Jembatan Hilang Saat Musim Hujan

349 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Nunukan-Kondisi Jembatan penghubung di Desa Sungai Limau dan Desa Maspul sangat memprihatinkan. Dikala musim hujan jembatan tersebut tenggelam, tidak terlihat dan sulit dilintasi oleh warga setempat.

Hal ini telah bertahun-tahun dirasakan Masyarakat di dua desa tersebut, lantaran kurangnya perhatian pemerintah kabupaten Nunukan.

Kepala Desa Sungai Limau Mardin mengatakan, jembatan perbatasan desa Sungai Limau dan Maspul, meliputi 5 rukun tetangga (RT), kita di pemerintah Desa tidak berhenti melakukan pengajuan baik di Pemerintah daerah, hingga saat ini belum terealisasi.

“Kami di Desa tahu ada dana desa yang masuk diwilayah kita, akan tetapi ada benturan aturan asas keadaan Desa yang kita laksanakan apabila itu termasuk aset daerah atau provinsi,” kata Mardin, Jumat (23/8/19)

Kami memohon kepada pemerintah daerah agar memperhatikan hal tersebut, karena setiap musim hujan, anak-anak kita yang ingin ke sekolah apabila situasi banjir tidak akan bisa ke sekolah, termasuk hasil tani yang ada di lima rt tersebut.

“Ini yang menjadi kendala kita khususnya di bidang ekonomi, saat musim hujan semua hasil tani masyarakat membusuk karena tidak bisa diambil oleh pengepul terkadang diambil namun harga murah lantaran jembatan tersebut. Jadi mohon betul-betul pihak Pemkab agar memperhatikan karena ini merupakan jalan Kabupaten” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, pada tahun 2007 dilakukan pembukaan jalan, Agregat dan pembangunan Jembatan dikerjakan oleh pemkab Nunukan, kita juga sempat ajukan namun kita kurang tahu kenapa pembangunan-pembangunan ini bermasalah hingga saat ini tidak bisa terealisasi.

“Saya sempat tanyakan masalah ini, dari Pemkab Nunukan mengatakan pembangunan ini sudah selesai tidak ada masalah lagi, kemungkinan masalahnya dari kontraktorny kemarin,” tuturnya.

Mardin menjelaskan bahwa, jalan sepanjang 13 Kilometer meliputi beberapa jembatan. ” Sebenarnya jembatan itu sudah jadi, tapi karena kasus dari kontraktornya tidak mencapai target sehingga dihentikan,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah Nunukan atau instansi terkait memperhatikan wilayah ini.

“Kami berharap Pemkab Nunukan, Instansi terkait dapat memperhatikan, terutama juga Dprd yang baru dilantik khususnya dapil 2 agar dapat memperhatikan aspirasi Masyarakat. Karena ini setiap tahunnya kami mengajukan di musrenbang, ini termasuk prioritas, tapi karena kami di desa jika tidak berbenturan dengan aturan jembatan itu sudah kami usulkan anggaran,” tandasnya. (Red)