Anggota DPR RI Komisi VII Resmikan Sumur Bor Bantuan Kementrian ESDM

612 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Nunukan, Berandankrinews.com–Sebagaimana kita ketahui bersama, air adalah kebutuhan paling penting di dalam kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya yang ada di bumi ini. Sebab jika tidak ada air, bisa dipastikan sebuah kehidupan tidak akan bisa berjalan. 

Anggota DPR RI komisi VII Dr. Ari Yusnita bersama Perwakilan Kementrian ESDM Badan Geologi Tantan Hidayat mencuci wajahnya dengan air sumur bor

Peresmian sarana air bersih sumur bor melalui pengeboran air tanah sedalam 125 meter yang dipusatkan di Kampung tator RT. 19 Kelurahan Nunukan Tengah Kabupaten Nunukan, Kaltara, Sabtu (23/3/19).

Secara langsung diresmikan oleh Anggota DPR RI Komisi VII, Dr. Ari Yusnita didampingi perwakilan Kementrian ESDM Badan Geologi Pusat Air Tanah dan Tata Lingkungan Tantan Hidayat, ST, MT

Usai Peresmian dikatakan oleh Dr Ari Yusnita, Bantuan ini bukan pertama kali yang dilakukan, tetapi bantuan yang kami lakukan sejak tahun 2016, selama saya menjadi Anggota DPR RI ada 18 sumur bor yang sudah kita berikan untuk Kalimantan Utara sejak 2016 hingga 2019 ini. Di 2019, terakhir ada 10 sumur bor yang lagi proses.

“Berarti ada 28 ya totalnya semua, tahun 2018 itu, ada 18 sumur bor,”Kata Ari

Selain sumur bor, kata Ari ada sebagian bantuan berupa penerangan lampu jalan dan bantuan lainnya.

“Bantuan lainnya seperti ada pencemaran sungai, Komisi VII pasti datang dengan Dirjen Minerba dan Instansi terkait,”Katanya.

Pembangunan sumur bor bantuan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM dan DPR RI, bekerjasama dengan pemerintah daerah memiliki program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pengentasan daerah sulit air bersih, melalui pengeboran air tanah dalam, dimana beberapa daerah diwilayah Kabupaten Nunukan mengalami permasalahan penyediaan air bersih.

Dr Ari Yusnita menuturkan Kita dari pusat memperjuangkan sumur bor ini, Satu sumur bor dari APBN itu hampir 500 juta, otomatiskan disaat kita memberikan di kabupaten, otomatis untuk pemasangan pipa diserahkan ke pemerintah daerah.

“Begitu sumur bor ini kita masukan, tentunya kita izin dari pemda setempat, artinya pemda setempat menerima sumur bor ini dengan baik. Selanjutnya pipanisasi nanti kita serahkan kepada pemda setempat atau dari Swadaya masyarakat,” ujar Ari Yusnita.

Selama menjadi Anggota DPR RI, Ari Yusnita menuturkan Kurang lebih 330 Milyar yang telah diturunkan dengan bentuk program yang ada di seluruh Provinsi Kaltara.

“Program Jargas Kota Tarakan, BBM satu harga, ada 8 dikaltara, PJUTS, Mobil Ambulance dan mobil sekolah melalui CSR Pertamina, PLN dan PGN, Rumah Ibadah, Konverterkit Nelayan yang merupakan program dari Kementrian ESDM 880 untuk Kota Tarakan,” beber Ari Yusnita.

Dia menambahkan beberapa Motor Sampah dan beasiswa 400 melalui riset dan teknologi yang ada diseluruh kaltara ditahun 2019 ini.

“Sementara kita lagi merekrut data-datanya semua,”Ujarnya.

Tambahnya, Bantuan yang lainnya, kita melakukan sosialisasi kelapa sawit, kemudian pemberian pupuk cair kepada masyarakat di Malinau dan Kota Tarakan dan program lainnya yang ada di komisi VII.

Adapum bantuan yang telah diberikan DPR RI khususnya Kabupaten Nunukan yang terbagi dibeberapa kecamatan.

“Bantuan untuk Nunukan, Bantuan Bis Sekolah dan Motor sampah,
di kelurahan Nunukan Tengah Satu Sumur Bor, PJU, di Sebatik 1 sumur bor dan PJU kemudian di Semeinggaris BBM satu harga serta di Lumbis 1 Sumur bor,” ungkap Ari Yusnita.

Peresmian Sumur bor dihadiri oleh para ketua RT dan Warga Rt 17 dan 19 kelurahan Nunukan Tengah.